Karhutla Ketapang Jadi Sorotan, DPRD Kalbar Minta Strategi Jangka Panjang

Riafandi • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 17:32 WIB
Karhutla Ketapang menghadapi gambut dalam yang menyimpan bara, sehingga penanganan perlu diperkuat jangka panjang (BTV/AI)
Karhutla Ketapang menghadapi gambut dalam yang menyimpan bara, sehingga penanganan perlu diperkuat jangka panjang (BTV/AI)

Durasi Baca: 6 Menit

Ikhtisar: Pernyataan aktivitas warga tetap normal di tengah kabut asap memicu sorotan terhadap kondisi kesehatan dan keselamatan masyarakat Kalteng.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla masih menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Di tengah kondisi tersebut, pernyataan Kepala BNPB soal aktivitas masyarakat yang disebut masih berjalan normal mendapat sorotan dari kelompok masyarakat di Kotawaringin Timur.

Pernyataan BNPB soal Aktivitas Warga

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto sebelumnya melaporkan perkembangan penanganan karhutla kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas pada Rabu, 23 September 2026.

Dalam laporan tersebut, Suharyanto mengakui asap di Kalteng dan Kalbar masih cukup tebal. Kondisi itu bahkan disebut mengganggu penerbangan komersial dan operasi udara untuk penanganan karhutla.

Namun, ia menyampaikan bahwa aktivitas masyarakat secara umum masih berlangsung.

“Tapi kami pastikan roda kehidupan masyarakat ini berjalan normal. Jadi lalu lintas, toko-toko, rumah makan, dan lain sebagainya juga biasa. Tidak ada yang terganggu.”

Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian karena ukuran “normal” yang digunakan dalam laporan tersebut berkaitan dengan aktivitas masyarakat yang masih berjalan, sementara dampak asap terhadap sejumlah aktivitas lain juga diakui.

Baca Juga: Sampit Diselimuti Kabut Asap, Jarak Pandang Pagi Hanya 100 Meter

Warga Soroti Kualitas Udara dan Kesehatan

Ketua Gerakan Barisan Antang Dayak Kabupaten Kotawaringin Timur, Kasmo, mempertanyakan pernyataan tersebut. Menurut dia, aktivitas ekonomi yang tetap berjalan tidak otomatis menunjukkan bahwa masyarakat tidak terdampak kabut asap.

Kasmo menyebut kualitas udara, kesehatan, hingga keselamatan warga perlu menjadi bagian dari gambaran kondisi di lapangan.

“Normal dari mana? Seluruh warga masyarakat sekarang menghirup udara yang tidak lagi sehat. Ada banyak juga yang terdampak ISPA.”

Ia juga menyebut adanya relawan yang menjadi korban dan meninggal. Klaim mengenai korban tersebut merupakan pernyataan Kasmo dalam laporan sumber dan tidak dirinci lebih lanjut dalam artikel yang menjadi dasar tulisan ini.

Jarak Pandang Juga Jadi Perhatian

Selain kesehatan, Kasmo menyoroti keselamatan warga akibat jarak pandang yang terganggu asap. Ia menyebut adanya pelajar yang meninggal dalam kecelakaan setelah menabrak kendaraan yang disebut terjadi ketika jarak pandang terganggu kabut asap.

“Jangan hanya melihat aktivitas warga masih berjalan, lalu dikatakan normal. Lihat kondisi udara, kesehatan masyarakat dan keselamatan warga.”

Pernyataan tersebut menjadi sudut pandang masyarakat yang meminta penilaian kondisi karhutla tidak hanya didasarkan pada apakah toko, rumah makan, lalu lintas, atau aktivitas ekonomi masih berlangsung.

Di sisi lain, BNPB memang mencatat bahwa asap tebal telah menjadi kendala dalam operasi udara. Dalam laporan resminya pada 22 September, BNPB menyebut jarak pandang di sejumlah wilayah Kalteng hanya sekitar 500 meter dan operasi helikopter water bombing terkendala visibilitas.

Penanganan Karhutla Masih Berlangsung

BNPB sebelumnya menyatakan penanganan karhutla di Kalteng terus diperkuat dengan operasi darat dan koordinasi lintas sektor. Pada periode 1 Januari hingga 19 September 2026, BNPB mencatat lebih dari 142 ribu hotspot dan sekitar 3.800 kejadian karhutla di Kalteng berdasarkan laporan posko provinsi.

Dalam periode yang sama, luas wilayah yang ditangani disebut hampir mencapai 13 ribu hektare. Analisis citra satelit Kementerian Kehutanan mencatat area terbakar sekitar 7.634 hektare. Angka tersebut berasal dari sumber dan periode pengukuran yang berbeda, sehingga tidak dapat langsung disamakan.

BNPB juga mengerahkan ribuan personel untuk memperkuat pemadaman darat. Langkah ini dilakukan karena kondisi asap membuat operasi udara tidak selalu dapat berjalan optimal.

Selain pemadaman, BNPB menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca untuk membantu mengurangi dampak asap dan membasahi wilayah yang rawan terbakar. Pada 24 September, BNPB melaporkan pengerahan tiga pesawat Cessna Caravan untuk mendukung OMC di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Misteri Hilangnya Selebgram Sampit Terungkap, Kronologi Dibacakan di PN Palangka Raya

Perbedaan Sudut Pandang soal “Normal”

Pernyataan BNPB dan kritik dari Kasmo pada dasarnya menggambarkan dua aspek berbeda dalam melihat kondisi masyarakat saat karhutla.

BNPB menggunakan keberlangsungan aktivitas seperti lalu lintas, toko, dan rumah makan sebagai gambaran bahwa roda kehidupan belum berhenti. Sementara Kasmo menekankan bahwa kondisi kesehatan, kualitas udara, serta keselamatan warga juga perlu diperhitungkan ketika menggambarkan keadaan masyarakat.

BNPB sendiri pada laporan sebelumnya telah mengakui asap tebal dan jarak pandang rendah menjadi kendala operasi udara. Karena itu, kondisi aktivitas masyarakat yang masih berjalan tidak berarti seluruh aspek kehidupan terbebas dari dampak karhutla.

Perbedaan sudut pandang inilah yang membuat informasi mengenai kondisi lapangan penting disampaikan secara lengkap, termasuk data kualitas udara, jarak pandang, dampak kesehatan, gangguan transportasi, serta perkembangan pemadaman.

“Jangan hanya melihat aktivitas warga masih berjalan, lalu dikatakan normal. Lihat kondisi udara, kesehatan masyarakat dan keselamatan warga.”

Poin Penting

Insight Redaksi

Dalam situasi bencana, aktivitas yang masih berjalan tidak selalu berarti seluruh kondisi masyarakat berada dalam keadaan tanpa gangguan. Lalu lintas tetap bergerak dan toko tetap buka bisa menjadi satu indikator, tetapi kualitas udara, kesehatan, jarak pandang, pendidikan, dan keselamatan juga merupakan bagian dari kondisi yang perlu diperhatikan.

Karena itu, informasi karhutla akan lebih utuh jika disertai data dan kondisi lapangan dari berbagai sisi. Bukan hanya seberapa luas api dipadamkan, tetapi juga bagaimana masyarakat menghadapi dampaknya dari hari ke hari.

Informasi warga bisa jadi awal pengungkapan kondisi di lapangan, tapi kabar yang terverifikasi tetap yang utama. Ikuti info terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa yang disampaikan Kepala BNPB tentang kondisi masyarakat?

Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa roda kehidupan masyarakat di Kalteng dan Kalbar secara umum masih berjalan, termasuk lalu lintas, toko, dan rumah makan.

2. Apakah BNPB mengakui adanya gangguan akibat kabut asap?

Ya. BNPB menyebut asap cukup tebal hingga mengganggu penerbangan komersial dan operasi udara penanganan karhutla.

3. Mengapa pernyataan tersebut mendapat sorotan?

Kasmo menilai keberlangsungan aktivitas ekonomi tidak cukup untuk menggambarkan kondisi masyarakat karena kualitas udara, kesehatan, dan keselamatan warga juga terdampak.

4. Bagaimana kondisi operasi udara penanganan karhutla?

BNPB menyatakan asap tebal dan jarak pandang rendah menjadi kendala bagi operasi helikopter, termasuk water bombing. Karena itu, pemadaman darat diperkuat.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "Radar Sampit" Berjudul"KABUT ASAP! BNPB Sebut Aktivitas Warga di Kalimantan Normal, Ormas Dayak: “Normal dari Mana?”",oleh penulis Rado.. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Sumber : Radar Sampit
Kabut Asap kalteng karhutla bnpb