Durasi Baca: 6 Menit
Ikhtisar: Karhutla Ketapang menghadapi tantangan serius di lahan gambut, sehingga penanganan dinilai perlu diperkuat secara jangka panjang.
Balikpapan TV - Hai Ces! Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan Barat kembali menjadi perhatian, khususnya di Kabupaten Ketapang yang memiliki kawasan gambut dengan karakteristik sulit dipadamkan.
Lahan Gambut Bikin Pemadaman Lebih Sulit
Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat, Rasmidi, menyoroti kondisi karhutla di Ketapang yang dinilainya semakin mengkhawatirkan. Salah satu tantangan utamanya adalah karakteristik lahan gambut yang dapat menyimpan bara di bawah permukaan.
Menurut Rasmidi, kedalaman gambut di sejumlah lokasi bahkan disebut bisa mencapai sekitar 20 meter. Kondisi ini membuat penyiraman dari permukaan belum tentu langsung menghentikan api yang masih berada di lapisan bawah.
“Kalau disuntik dengan kemampuan hanya dua meter, maksimum dua meter, di bawahnya juga masih menyala.”
Karena itu, penanganan karhutla di lahan gambut tidak hanya membutuhkan pemadaman api yang terlihat. Pendinginan dan pemantauan lanjutan juga menjadi bagian penting untuk memastikan bara tidak kembali memicu kebakaran.
Baca Juga: PIHC ke-5 Poltekkes Pontianak Tanam Mangrove di Kubu Raya, Kesehatan dan Lingkungan Disatukan
Penanganan Tak Cukup Saat Api Berkobar
Rasmidi mendorong pemerintah memikirkan strategi jangka panjang agar persoalan karhutla tidak terus berulang setiap musim kemarau.
Menurut dia, penanganan harus mencakup tahapan setelah kebakaran. Dampak terhadap masyarakat juga perlu diperhitungkan, terutama kemungkinan gangguan kesehatan akibat paparan asap.
“Bagaimana nanti ke depan untuk mengantisipasi pascakarhutla ini, pasti ada masyarakat kita yang juga nanti ada yang kena ISPA dan sebagainya. Ini jadi pikiran kita.”
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sebelumnya juga menekankan pentingnya deteksi dini dan respons cepat dalam menghadapi kawasan rawan karhutla, termasuk Ketapang. Pendekatan tersebut disebut perlu didukung koordinasi lintas sektor dan kesiapan sarana pemadaman.
Dukungan Personel dan Helikopter Dikerahkan
Rasmidi menyampaikan bahwa dukungan untuk penanganan karhutla di Ketapang telah dikerahkan. Dua helikopter water bombing dan satu helikopter patroli disebut dikirim ke wilayah tersebut.
Selain dukungan udara, personel dalam jumlah besar juga dikerahkan untuk membantu penanganan kebakaran. Namun, Rasmidi menilai kebutuhan di Ketapang perlu mendapat perhatian khusus karena luas wilayah dan tingkat kesulitan pemadaman.
Ia menyebut bantuan pemerintah pusat untuk Ketapang dan sejumlah kabupaten lain berada pada kisaran Rp20 miliar. Menurutnya, karakter lahan dan luas wilayah terbakar membuat kebutuhan penanganan di lapangan menjadi lebih kompleks.
“Ketapang itu luas. Wilayah yang terbakar sangat besar dan lahan yang terbakar sangat besar. Kesulitannya juga sangat tinggi.”
Asap Bisa Berdampak ke Wilayah Lain
Dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan lokasi kebakaran. Rasmidi menduga asap dari wilayah yang terbakar ikut berkontribusi terhadap kondisi udara di Pontianak dan sekitarnya.
Ia mencontohkan kondisi Pontianak yang masih diselimuti asap meskipun sebelumnya wilayah tersebut sempat diguyur hujan cukup lebat.
“Artinya bukan asap yang berada di Kota Pontianak dan Kubu Raya, tapi mungkin itu adalah asap kiriman dari luar daerah termasuk Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.”
Pernyataan tersebut merupakan dugaan yang disampaikan Rasmidi, sehingga sumber dan pergerakan asap tetap perlu dikonfirmasi melalui data pemantauan kualitas udara serta kondisi atmosfer.
Di sisi lain, penanganan karhutla memang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. UPT KPH Sintang Timur, misalnya, pada 22–23 September 2026 melaporkan pengerahan tim untuk menangani kebakaran di wilayah Sintang, termasuk kawasan dengan jenis tanah gambut.
Baca Juga: PIHC ke-5 Poltekkes Pontianak Tanam Mangrove di Kubu Raya, Kesehatan dan Lingkungan Disatukan
APBD Perubahan Diharapkan Segera Mendukung Penanganan
Rasmidi berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dapat memberikan dukungan tambahan melalui APBD Perubahan yang telah disahkan DPRD.
Anggaran tersebut disebut masih dalam proses dan diharapkan segera dapat digunakan untuk mendukung operasional penanganan karhutla yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi.
Bagi Rasmidi, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, BPBD, dan unsur terkait perlu diperkuat. Tujuannya agar penanganan tidak berhenti pada pemadaman ketika kebakaran sudah terjadi.
Langkah pencegahan, pemantauan pascakebakaran, serta perhatian terhadap dampak kesehatan masyarakat menjadi bagian yang turut ditekankan dalam gagasan penanganan jangka panjang tersebut.
Poin Penting
-
Karhutla di Ketapang mendapat perhatian DPRD Kalbar karena karakter lahan gambut yang dinilai menyulitkan pemadaman.
-
Rasmidi menyebut kedalaman gambut di sejumlah lokasi dapat mencapai sekitar 20 meter.
-
Dua helikopter water bombing dan satu helikopter patroli disebut telah dikerahkan ke Ketapang.
-
Penanganan karhutla didorong tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pencegahan dan penanganan pascakebakaran.
-
Dampak asap terhadap masyarakat, termasuk potensi gangguan pernapasan, turut menjadi perhatian.
-
Dukungan tambahan melalui APBD Perubahan Kalbar diharapkan dapat segera digunakan untuk operasional penanganan.
Insight Redaksi
Karhutla di lahan gambut menunjukkan bahwa persoalan kebakaran tidak selalu selesai ketika api di permukaan terlihat padam. Karakter tanah, kondisi bawah permukaan, cuaca, serta potensi asap membuat penanganannya membutuhkan pemantauan berkelanjutan.
Yang tidak kalah penting, strategi jangka panjang harus berjalan beriringan dengan respons darurat. Ketika pencegahan, pemantauan, pemadaman, pemulihan lingkungan, dan perlindungan masyarakat dilakukan secara terhubung, penanganan karhutla tidak hanya menjadi pekerjaan saat musim kebakaran tiba.
Informasi dari lapangan bisa menjadi awal untuk memahami situasi, tapi kabar yang terverifikasi tetap yang utama. Ikuti info terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Mengapa karhutla di Ketapang sulit dipadamkan?
Salah satu faktor yang disampaikan Rasmidi adalah karakteristik lahan gambut. Bara dapat bertahan di lapisan bawah sehingga pemadaman di permukaan belum tentu langsung menghentikan sumber api.
2. Seberapa dalam gambut di sejumlah lokasi Ketapang?
Menurut Rasmidi, kedalaman gambut di sejumlah lokasi dapat mencapai sekitar 20 meter.
3. Apa dukungan yang disebut telah dikerahkan ke Ketapang?
Rasmidi menyebut dua helikopter water bombing dan satu helikopter patroli telah dikirim untuk mendukung penanganan karhutla.
4. Mengapa penanganan karhutla perlu dilakukan dalam jangka panjang?
Karena persoalan tidak hanya berkaitan dengan api saat kebakaran berlangsung. Dampak pascakebakaran, potensi asap, kondisi lingkungan, serta kemungkinan kejadian berulang juga perlu diperhitungkan.
5. Apa harapan DPRD Kalbar terhadap penanganan karhutla?
Rasmidi berharap koordinasi antara pemerintah pusat, Pemprov Kalbar, pemerintah kabupaten, BPBD, dan unsur terkait diperkuat, termasuk dukungan anggaran untuk operasional penanganan.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "Pontianak Post" Berjudul"Kian Mengkhawatirkan! DPRD Kalbar Dorong Strategi Jangka Panjang Tangani Karhutla Ketapang",oleh penulis Deny Hamdani. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma
Sumber : Pontianak Post