Sungai Parit Pelaihari Dipenuhi Tumpukan Tulang, Asal Limbah Masih Ditelusuri

Riafandi • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 09:41 WIB
Tumpukan tulang hewan ditemukan di Sungai Parit Pelaihari, asal limbah masih dalam penelusuran.  (Foto: MPAI My Darling)
Tumpukan tulang hewan ditemukan di Sungai Parit Pelaihari, asal limbah masih dalam penelusuran. (Foto: MPAI My Darling)

Durasi Baca: 5 Menit

Ikhtisar: Tumpukan tulang hewan ditemukan di Sungai Parit Pelaihari saat aksi bersih sungai. Asal limbah masih diduga dan perlu ditelusuri.

 

Balikpapan TV – Hai Ces! Tumpukan tulang hewan ditemukan di aliran Sungai Parit, Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.Temuan tersebut diketahui saat komunitas pecinta lingkungan Masyarakat Peduli Alam Indonesia atau MPAI My Darling melakukan aksi bersih-bersih sungai pada Selasa, 22 September 2026.

Tulang yang diduga berasal dari sapi itu ditemukan dalam jumlah cukup banyak. Sebagiannya masih berada di dalam kantong plastik merah berukuran besar, sementara lainnya terlihat berserakan di sekitar bantaran sungai.

Kondisi tersebut juga menimbulkan bau tidak sedap di sekitar lokasi.

Belum diketahui secara pasti siapa yang membuang tulang-tulang tersebut ke Sungai Parit. Dugaan bahwa limbah berasal dari rumah makan di sekitar kawasan juga masih membutuhkan penelusuran lebih lanjut.

Baca Juga: Tapin Salurkan 30 Ribu Benih Papuyu, Tiga Kelompok Disiapkan Kembangkan Usaha

Komunitas Kaget Temukan Limbah Tulang

Ketua MPAI My Darling, Muhammad Khaidir, mengatakan pihaknya terkejut ketika menemukan tumpukan tulang saat melakukan kegiatan pembersihan sungai.

“Saat melakukan aksi bersih-bersih, kami menemukan tumpukan tulang dari hewan yang cukup banyak,” kata Khaidir.

Menurut Khaidir, tumpukan tersebut diduga merupakan limbah sisa makanan dari rumah makan yang berada di sekitar Sungai Parit.

Namun, dugaan tersebut belum dapat memastikan sumber maupun pihak yang membuang limbah.

Karena itu, diperlukan penelusuran lebih lanjut untuk mengetahui asal tumpukan tulang yang berada di aliran sungai tersebut.

Jangan Jadikan Sungai Tempat Buang Limbah

Temuan ini kembali menjadi perhatian terhadap kebiasaan membuang sisa makanan ke aliran sungai.

Khaidir mengingatkan masyarakat maupun pelaku usaha agar tidak menggunakan sungai sebagai tempat pembuangan limbah.

“Kami sebagai komunitas pecinta lingkungan berharap ada kesadaran agar tidak membuang limbah sisa makanan ke sungai lagi, melainkan membuangnya pada tempat yang semestinya,” ujarnya.

Pengelolaan limbah makanan menjadi penting karena material organik yang menumpuk di lingkungan perairan dapat menimbulkan persoalan kebersihan, termasuk bau tidak sedap ketika mengalami pembusukan.

Bisa Ganggu Aliran Sungai

Selain persoalan kebersihan, tumpukan tulang juga berpotensi mengganggu kondisi aliran Sungai Parit apabila terus bertambah.

Khaidir menjelaskan, tulang hewan membutuhkan waktu untuk terurai. Jika limbah serupa terus masuk ke sungai, material tersebut dapat mengendap dan berpotensi menghambat aliran air.

Situasi ini membuat persoalan pembuangan limbah ke sungai tidak cukup dilihat sebagai masalah estetika saja.

Diperlukan kesadaran dari masyarakat dan pelaku usaha untuk mengelola sisa makanan dengan cara yang semestinya agar tidak menambah beban lingkungan.

Untuk saat ini, asal tumpukan tulang di Sungai Parit masih berupa dugaan. Belum ada kepastian mengenai rumah makan atau pihak tertentu yang bertanggung jawab atas pembuangan tersebut.

Poin Penting

Baca Juga: Salah Paham Berujung Perkelahian, Juru Parkir Banjarmasin Sempat Tak Sadarkan Diri

Insight Redaksi

Temuan tumpukan tulang di Sungai Parit menunjukkan bahwa persoalan kebersihan sungai tidak hanya berkaitan dengan sampah rumah tangga.

Limbah sisa makanan dari kegiatan usaha juga perlu dikelola dengan baik agar tidak berakhir di aliran air.

Di sisi lain, dugaan mengenai sumber limbah harus tetap dibedakan dari fakta yang sudah terkonfirmasi. Sampai ada penelusuran lebih lanjut, belum dapat dipastikan siapa pihak yang membuang tumpukan tulang tersebut.

Yang paling penting, sungai tetap menjadi ruang bersama yang perlu dijaga. Membuang limbah sembarangan bukan hanya mengganggu kebersihan, tetapi juga berpotensi memengaruhi fungsi aliran air.

Ikuti info terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Di mana tumpukan tulang ditemukan?

Tumpukan tulang ditemukan di aliran Sungai Parit, Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.

2. Siapa yang menemukan tumpukan tulang?

Temuan tersebut diketahui oleh komunitas pecinta lingkungan MPAI My Darling saat melakukan aksi bersih-bersih sungai.

3. Tulang tersebut diduga berasal dari hewan apa?

Tulang tersebut diduga berasal dari sapi berdasarkan informasi dalam laporan sumber.

4. Apakah sudah diketahui siapa yang membuangnya?

Belum. Sampai laporan tersebut diterbitkan, belum diketahui secara pasti pihak yang membuang limbah tersebut.

5. Apakah benar limbah tersebut berasal dari rumah makan?

Asal dari rumah makan masih berupa dugaan. MPAI My Darling menduga tulang berasal dari limbah sisa makanan rumah makan di sekitar kawasan, tetapi hal tersebut masih membutuhkan penelusuran.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "Radar Banjarmasin" Berjudul"Tumpukan Tulang Penuhi Sungai Parit, Diduga Limbah Rumah Makan",oleh penulis Norsalim Yahya. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Sumber : Radar Banjarmasin
limbah sungai lingkungan Pelaihari tanah laut