Durasi Baca: 5 Menit
Ikhtisar:
Kabut asap tebal dan medan berbukit membuat helikopter water bombing belum dapat beroperasi di Bukit Peramas, Kayong Utara.
Balikpapan TV – Hai Ces! Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di kawasan Taman Nasional Gunung Palung, khususnya Bukit Peramas, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, masih menghadapi kendala.
Helikopter water bombing yang disiapkan untuk membantu pemadaman belum dapat diterbangkan ke titik api karena jarak pandang terganggu kabut asap tebal.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena lokasi kebakaran berada di kawasan berbukit. Dalam situasi jarak pandang terbatas, manuver helikopter untuk melakukan penyiraman dari udara memiliki risiko terhadap keselamatan penerbangan.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan kondisi tersebut saat meninjau titik api di Kayong Utara pada Senin, 21 September 2026.
Kini Tinggal Dua Helikopter
Dukungan water bombing di Kalimantan Barat saat ini berjumlah dua unit. Sebelumnya, terdapat tiga unit helikopter yang disiagakan.
Satu unit dialihkan untuk membantu penanganan karhutla di kawasan Bromo. Sementara dua unit lainnya tetap disiapkan untuk mendukung penanganan di Kalimantan Barat.
“Yang pertama water bombing, nah kita ini ada tadinya tiga water bombing ya, yang satu kebetulan membantu di Bromo, kebakaran di Bromo, jadi kita tinggal dua,” kata Ria Norsan.
Satu helikopter ditempatkan di Ketapang untuk mengover wilayah Ketapang dan Kayong Utara. Sementara satu unit lainnya berada di Pontianak agar dapat bergerak ke wilayah lain yang membutuhkan penanganan darurat.
“Yang satu kita standby-kan di Ketapang, yang satu ada di Pontianak, yang untuk manuver di mana-mana gitu, misalnya di Sintang atau di Kapuas Hulu,” ujarnya.
Baca Juga: Api Mengamuk Saat Dini Hari, Rumah dan Warung di Desa Asam HSS Hangus
Bukit Peramas Jadi Tantangan bagi Pilot
Helikopter yang berada di Ketapang belum dapat beroperasi optimal di Bukit Peramas dalam beberapa hari terakhir.
Selain kabut asap yang pekat, kondisi wilayah yang berbukit membuat ruang manuver helikopter menjadi lebih terbatas.
Situasi tersebut berbeda dengan wilayah kebakaran yang relatif datar. Menurut Norsan, kondisi medan menjadi salah satu pertimbangan pilot dalam menentukan keamanan operasi penyiraman dari udara.
“Kabutnya terlalu tebal, apalagi yang akan dipadamkan di Bukit Pramas, sehingga untuk manuvernya itu agak terganggu dengan bukit tadi. Kalau tadi daerah datar mungkin dia masih bisa berani,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, operasi water bombing di Bukit Peramas untuk sementara dihentikan.
Menunggu Jarak Pandang Membaik
Penghentian sementara bukan berarti dukungan udara dihentikan secara permanen. Operasi akan kembali dilakukan ketika jarak pandang membaik dan kondisi cuaca memungkinkan helikopter menjalankan misi dengan aman.
Keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama sebelum helikopter kembali melakukan penyiraman ke titik kebakaran.
Kutipan Komentar:
“Sehingga dia beberapa hari ini mungkin dia tidak operasional dulu, nanti mungkin kalau jarak pandang sudah agak sedikit bagus, dia akan operasional lagi, ini water bombing kita,” pungkasnya.
Kondisi ini membuat penanganan karhutla di Bukit Peramas masih harus menyesuaikan dengan situasi di lapangan, khususnya perkembangan kabut asap dan kondisi cuaca.
Poin Penting
-
Karhutla terjadi di kawasan Bukit Peramas, Kecamatan Sukadana, Kayong Utara.
-
Kabut asap tebal membuat jarak pandang terbatas.
-
Medan berbukit juga menyulitkan manuver helikopter.
-
Kalimantan Barat saat ini menyiagakan dua unit helikopter water bombing.
-
Satu helikopter ditempatkan di Ketapang dan satu lainnya di Pontianak.
-
Satu unit sebelumnya dialihkan untuk membantu penanganan karhutla di Bromo.
-
Water bombing di Bukit Peramas dihentikan sementara demi keselamatan penerbangan.
-
Operasi udara akan dilanjutkan ketika jarak pandang dan kondisi cuaca memungkinkan.
Insight Redaksi
Penanganan karhutla dari udara tidak hanya bergantung pada ketersediaan helikopter. Kondisi jarak pandang dan karakter medan menjadi faktor penting sebelum operasi dilakukan.
Di Bukit Peramas, kombinasi kabut asap tebal dan kawasan berbukit membuat manuver penyiraman memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, keselamatan pilot dan personel menjadi pertimbangan sebelum operasi kembali dilanjutkan.
Dengan dua helikopter yang masih disiagakan untuk Kalimantan Barat, fleksibilitas penempatan armada juga menjadi bagian dari strategi menghadapi titik-titik karhutla di sejumlah wilayah.
Bagikan informasi ini kepada kawalan dan bubuhan yang ingin mengikuti perkembangan penanganan karhutla di Kalimantan, Ces.
Ikuti info terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
Baca Juga: Pelayanan Publik Dievaluasi, Dinsos P3AKB Sanggau Libatkan Masyarakat hingga Akademisi
FAQ
1. Di mana karhutla yang menjadi perhatian dalam laporan ini?
Karhutla berada di kawasan Bukit Peramas, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, yang termasuk kawasan Taman Nasional Gunung Palung.
2. Mengapa helikopter water bombing belum bisa beroperasi?
Kabut asap yang tebal membuat jarak pandang terbatas dan kondisi tersebut menyulitkan penerbangan, terutama karena lokasi kebakaran berada di wilayah berbukit.
3. Berapa helikopter water bombing yang disiagakan di Kalimantan Barat?
Saat ini terdapat dua unit helikopter yang disiagakan untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Barat.
4. Mengapa jumlah helikopter berkurang?
Sebelumnya terdapat tiga unit. Satu unit dialihkan untuk membantu penanganan karhutla di kawasan Bromo.
5. Di mana dua helikopter tersebut ditempatkan?
Satu unit ditempatkan di Ketapang untuk mengover Ketapang dan Kayong Utara, sedangkan satu unit lainnya berada di Pontianak untuk bergerak sesuai kebutuhan darurat.
6. Apakah water bombing di Bukit Peramas dihentikan permanen?
Tidak. Operasi dihentikan sementara dan akan dilanjutkan ketika jarak pandang membaik serta kondisi cuaca memungkinkan.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "Pontianak Post" Berjudul"Water Bombing Karhutla di Kayong Utara Tak Bisa Terbang, Kabut Asap Ganggu Keselamatan",oleh penulis Danang Prasetyo. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma
Sumber : Pontianak Post