Durasi Baca: 5 menit
Ikhtisar: BPBD mencatat 55 kejadian kebakaran lahan di 23 lokasi Banjarmasin dengan total area terbakar mencapai 4.099 hektare.
Balikpapan TV – Hai Ces! Kebakaran lahan masih menjadi perhatian di Banjarmasin selama musim kemarau. Data terbaru BPBD Kota Banjarmasin hingga Jumat (18/9/2026) pagi mencatat 55 kejadian di 23 lokasi, dengan total lahan terbakar mencapai 4.099 hektare.
Seluruh kejadian sejauh ini masih dapat ditangani. Penanganan melibatkan BPBD, pemadam kebakaran, PMK swasta, hingga relawan.
Namun, data penyebab kebakaran menunjukkan persoalan lain: sebagian besar kejadian berkaitan dengan aktivitas manusia, khususnya pembakaran sampah.
76 Persen Kebakaran Dipicu Pembakaran Sampah
Kepala BPBD Kota Banjarmasin Husni Thamrin mengatakan respons cepat petugas membantu mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
“Respons yang cepat membuat api bisa segera dipadamkan sehingga tidak berkembang menjadi sumber asap besar atau hotspot,” ujarnya.
Dari data yang dihimpun BPBD, 76 persen kejadian disebut dipicu pembakaran sampah yang kemudian menjalar ke semak belukar.
Sementara itu, pembakaran lahan menyumbang 11 persen, kelalaian akibat api terbuka empat persen, faktor alam dua persen, dan tujuh persen lainnya belum diketahui.
Data tersebut menunjukkan bahwa pencegahan dari aktivitas masyarakat menjadi salah satu perhatian penting selama musim kemarau.
Baca Juga: Pundut Nasi Khas Banjar, Nasi Santan Berbungkus Daun Pisang yang Sarat Tradisi
Semak Belukar Paling Banyak Terbakar
Jika dilihat dari jenis lahannya, semak belukar menjadi area yang paling banyak terbakar dengan persentase 76 persen.
Berikutnya adalah lahan kosong sebesar 20 persen, tumpukan sampah dua persen, dan taman kota dua persen.
Kondisi vegetasi yang mudah terbakar dapat membuat api dari aktivitas pembakaran sampah merambat ke area di sekitarnya.
Karena itu, imbauan untuk tidak membakar sampah menjadi salah satu langkah pencegahan yang terus disampaikan kepada masyarakat.
Banjarmasin Selatan Catat Kejadian Terbanyak
Sebaran kejadian juga tidak merata di seluruh wilayah Kota Banjarmasin.
Banjarmasin Selatan menjadi kecamatan dengan kejadian terbanyak, yakni 22 kejadian.
Kemudian Banjarmasin Utara mencatat 17 kejadian, Banjarmasin Timur tujuh kejadian, Banjarmasin Tengah tujuh kejadian, dan Banjarmasin Barat dua kejadian.
Pada tingkat kelurahan, Sungai Andai tercatat memiliki kejadian terbanyak dengan 10 kejadian. Disusul Basirih Selatan tujuh kejadian dan Tanjung Pagar enam kejadian.
Data rinci BPBD juga mencatat Kelayan Selatan empat kejadian, Sungai Jingah tiga kejadian, Pemurus Dalam tiga kejadian, serta sejumlah kelurahan lainnya dengan jumlah kejadian lebih sedikit.
Satu Kasus Diduga Sengaja Dibakar
BPBD juga mengungkap adanya satu kasus di wilayah Banjarmasin Timur yang diduga dilakukan secara sengaja.
Pelaku dalam kasus tersebut telah ditangkap dan proses selanjutnya ditangani kepolisian.
Kutipan Komentar: “Proses hukumnya menjadi kewenangan pihak kepolisian,” katanya.
Penanganan hukum tersebut berjalan terpisah dari upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran yang dilakukan BPBD bersama unsur lainnya.
Asap dari Daerah Tetangga Ikut Diwaspadai
Selain menangani kebakaran yang terjadi di dalam kota, BPBD Banjarmasin juga mewaspadai potensi asap dari wilayah perbatasan.
Wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kabupaten Banjar dan Barito Kuala.
BPBD Banjarmasin telah melakukan koordinasi dan mendapat izin untuk membantu pemadaman apabila kebakaran di wilayah tersebut berpotensi memberikan dampak ke Kota Banjarmasin.
Untuk mengurangi paparan asap, masker juga telah dibagikan kepada masyarakat.
Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi hari ketika arah angin berpotensi membawa asap dari wilayah Kabupaten Banjar.
“Kalau harus keluar rumah, gunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan atau ISPA,” imbaunya.
Baca Juga: Dilmil Balikpapan Studi Banding ke Banjarmasin, Pelajari Strategi Menuju WBK dan WBBM
Personel dan Armada Masih Mencukupi
Husni menyebut personel dan armada penanganan sejauh ini masih mencukupi.
Kondisi tersebut didukung kerja bersama BPBD, Damkar, PMK swasta, dan relawan.
Selain itu, kepolisian juga menginstruksikan Babinsa dan Bhabinkamtibmas melakukan patroli untuk mencegah aktivitas pembakaran sampah yang berpotensi memicu kebakaran.
Warga yang kedapatan membakar sampah akan ditegur dan dapat ditindak apabila tetap tidak mematuhi imbauan.
Poin Penting
-
BPBD Banjarmasin mencatat 55 kejadian kebakaran di 23 lokasi.
-
Total lahan terbakar mencapai 4.099 hektare berdasarkan data hingga Jumat (18/9/2026) pagi.
-
Pembakaran sampah menjadi pemicu yang tercatat paling dominan, sebesar 76 persen.
-
Semak belukar menjadi jenis lahan yang paling banyak terbakar, juga sebesar 76 persen.
-
Banjarmasin Selatan mencatat kejadian terbanyak dengan 22 kasus.
-
Satu kasus di Banjarmasin Timur diduga dilakukan sengaja dan telah ditangani kepolisian.
-
BPBD juga mewaspadai asap dari Kabupaten Banjar dan Barito Kuala.
-
Masyarakat diminta tidak membakar sampah selama musim kemarau.
Insight Redaksi
Data kebakaran lahan di Banjarmasin memperlihatkan bahwa pencegahan tidak hanya bergantung pada kecepatan petugas memadamkan api.
Ketika pembakaran sampah tercatat sebagai pemicu terbesar, perilaku masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko kebakaran selama musim kemarau.
Respons cepat BPBD, Damkar, PMK swasta, dan relawan memang dapat mencegah api berkembang lebih luas. Namun, pencegahan sejak sumbernya tetap diperlukan agar jumlah kejadian tidak terus bertambah.
Kewaspadaan juga perlu diperluas karena asap dari wilayah sekitar dapat ikut memengaruhi kualitas udara di dalam kota.
Bagikan informasi ini ke bubuhan Banjarmasin agar sama-sama waspada dan kada sembarangan membakar sampah selama musim kemarau.
Ikuti info terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Berapa jumlah kejadian kebakaran lahan di Banjarmasin?
BPBD mencatat 55 kejadian di 23 lokasi berdasarkan data hingga Jumat (18/9/2026) pagi.
2. Berapa luas lahan yang terbakar?
Total lahan terbakar yang tercatat mencapai 4.099 hektare.
3. Apa penyebab kebakaran yang paling banyak tercatat?
Sebanyak 76 persen kejadian disebut dipicu pembakaran sampah yang kemudian menjalar ke semak belukar.
4. Wilayah mana yang paling banyak mengalami kebakaran?
Banjarmasin Selatan menjadi kecamatan dengan kejadian terbanyak, yakni 22 kejadian.
5. Jenis lahan apa yang paling banyak terbakar?
Semak belukar menjadi jenis lahan yang paling banyak terbakar, dengan persentase 76 persen.
6. Apakah ada kebakaran yang diduga sengaja dilakukan?
Ada satu kasus di Banjarmasin Timur yang diduga dilakukan sengaja. Pelakunya telah ditangkap dan ditangani kepolisian.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "Radar Banjarmasin" Berjudul"Gara-Gara Sembarangan Bakar Sampah, 4.099 Hektare Lahan di Banjarmasin Terbakar",oleh penulis Endang Syarifuddin. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma
Sumber : Radar Banjarmasin