Durasi Baca: 5 menit
Ikhtisar: Dua helikopter water bombing disiapkan untuk memperkuat penanganan karhutla Kotim, terutama titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Balikpapan TV – Hai Ces! Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, diperkuat dengan dukungan dua unit helikopter water bombing.Kedua armada udara tersebut dijadwalkan tiba di Sampit pada Rabu (16/9/2026) untuk membantu pemadaman titik api yang sulit dijangkau personel maupun kendaraan pemadam melalui jalur darat.
Dukungan ini diharapkan memperluas kemampuan Satgas Karhutla dan Kekeringan Kotim dalam menangani titik api yang berada di kawasan dengan akses terbatas.
Dua Helikopter Disiapkan untuk Pemadaman dari Udara
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan dirinya telah menerima informasi mengenai dukungan dua helikopter untuk operasi water bombing.
“Saya terima informasi hari ini mudah-mudahan jadi. Ada dropping dua buah helikopter untuk water bombing. Kita berharap khususnya pada titik api yang jangkauannya jauh dan tidak mungkin kita melaksanakan pemadaman lewat darat,” kata Halikinnor di Sampit.
Kehadiran armada udara menjadi penting ketika lokasi kebakaran berada jauh dari akses kendaraan atau sulit didatangi pasukan pemadam.
Dua helikopter tersebut direncanakan bergerak dari Palangka Raya menuju Sampit dan kemudian disiagakan di Bandara Haji Asan Sampit.
Baca Juga: Bau dan Lalat Ganggu Belajar! Warga dan SMPN 3 Sampit Mendesak Pemindahan Depo Sampah Dekat Sekolah
AS365 dan Kamov Jadi Armada Water Bombing
Koordinator Lapangan Satgas Karhutla dan Kekeringan Kotim Rihel menyebut ada dua unit helikopter yang direncanakan mendukung operasi.
“Helikopter untuk water bombing rencananya tiba di Sampit hari ini dan itu standby di Sampit. Rencananya ada dua unit, yaitu AS365 dan Kamov,” sebutnya.
Setelah tiba, Satgas Udara akan menginventarisasi lokasi serta koordinat titik yang membutuhkan dukungan pemadaman dari udara.
Data tersebut nantinya dipadukan dengan informasi Satgas Darat yang melakukan pengecekan langsung di lapangan.
Informasi titik api juga dapat berasal dari personel kepolisian serta pemantauan melalui peta satelit Sistem Monitoring Karhutla (SiPongi).
Kabut Asap Bisa Hambat Penerbangan
Meski dua helikopter sudah disiapkan, pelaksanaan operasi tetap bergantung pada kondisi cuaca.
Kabut asap tebal menjadi salah satu kendala utama karena dapat mengurangi jarak pandang dan memengaruhi keselamatan penerbangan.
“Kalau kondisi cuaca bagus, mereka bisa geser dari Palangka Raya ke Sampit. Potensi kendalanya saat ini hanya cuaca, dalam hal ini kabut asap tebal. Kalau tidak ada kendala tersebut maka seharusnya dua helikopter itu akan tiba di Sampit hari ini,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, kesiapan armada udara tidak otomatis berarti water bombing dapat langsung dilakukan kapan saja.
Visibilitas tetap menjadi salah satu syarat penting sebelum penerbangan dan operasi pemadaman udara dilaksanakan.
Titik Api Dipetakan Sebelum Water Bombing
Satgas akan menentukan sasaran berdasarkan kondisi lapangan dan tingkat kerawanan titik api.
Pemantauan melalui SiPongi menjadi salah satu sumber informasi untuk melihat lokasi yang membutuhkan bantuan pemadaman dari udara.
Prioritas awal diarahkan pada titik api di sekitar Kota Sampit.
Namun, apabila situasi memungkinkan, salah satu helikopter dapat diarahkan ke wilayah pedalaman yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Wilayah selatan Kotim juga menjadi perhatian. Sejumlah kecamatan seperti Pulau Hanaut, Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, dan Mentaya Hilir Utara memiliki titik karhutla dengan akses darat yang tidak mudah.
Dukungan Udara Bisa Berlangsung Dua Pekan
Dua helikopter tersebut dapat disiagakan di Sampit selama kondisi karhutla masih membutuhkan dukungan udara.
Masa penempatan diperkirakan bisa berlangsung selama satu hingga dua pekan, tergantung perkembangan kondisi lapangan dan kemungkinan perpanjangan dukungan dari BNPB.
“Untuk saat ini tergantung kondisi lapangan. Tidak menutup kemungkinan bisa saja seminggu, dua minggu sampai dengan kita dan juga perpanjangan dari BNPB,” sebut Rihel.
Artinya, durasi penggunaan helikopter tidak ditetapkan secara kaku sejak awal. Kebutuhan operasi dan perkembangan karhutla menjadi pertimbangan utama.
Operasional Ditanggung BNPB
Pengerahan dua helikopter tersebut merupakan dukungan dari BNPB.
Pemerintah Kabupaten Kotim tidak perlu mengeluarkan biaya operasional karena kontrak penyewaan dilakukan langsung BNPB dengan operator.
“Kontraknya dari BNPB dengan operator. Biayanya semua ditanggung BNPB. Jadi Pemda tidak mengeluarkan biaya untuk operasionalnya,” tegasnya.
Dukungan tersebut membuat pemerintah daerah dapat memanfaatkan armada udara untuk memperkuat penanganan tanpa menanggung biaya operasional penyewaan helikopter.
Namun, faktor keselamatan tetap menjadi penentu. Apabila kabut asap terlalu tebal dan jarak pandang tidak memenuhi persyaratan penerbangan, operasi water bombing harus menunggu kondisi yang memungkinkan.
Poin Penting
-
Dua helikopter water bombing disiapkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kotim.
-
Armada yang direncanakan terdiri dari AS365 dan Kamov.
-
Helikopter disiagakan di Bandara Haji Asan Sampit.
-
Sasaran utama adalah titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
-
Data titik api diperoleh dari Satgas Darat, kepolisian, dan pemantauan SiPongi.
-
Wilayah selatan Kotim menjadi salah satu perhatian.
-
Kabut asap tebal dapat menghambat penerbangan karena mengurangi jarak pandang.
-
Dukungan helikopter berasal dari BNPB dan biaya operasional ditanggung BNPB.
Insight Redaksi
Penggunaan helikopter water bombing menjadi pilihan ketika akses darat tidak mampu menjangkau seluruh lokasi karhutla.
Namun, efektivitas armada udara tetap bergantung pada ketepatan menentukan sasaran dan kondisi cuaca. Data dari lapangan dan pemantauan satelit diperlukan agar dukungan pemadaman diarahkan ke titik yang membutuhkan.
Di sisi lain, kabut asap menjadi persoalan yang cukup kompleks. Kondisi yang sama-sama ingin ditangani lewat udara justru dapat membatasi keselamatan penerbangan.
Karena itu, koordinasi antara Satgas Udara, Satgas Darat, pemerintah daerah, dan BNPB menjadi bagian penting dalam menentukan kapan serta di mana water bombing dapat dilakukan.
Bagikan informasi ini ke bubuhan yang ingin mengikuti perkembangan penanganan karhutla di Kotawaringin Timur.
Ikuti info terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Mengapa dua helikopter water bombing dikirim ke Sampit?
Helikopter disiapkan untuk membantu memadamkan titik karhutla yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
2. Helikopter apa yang akan digunakan?
Dua unit yang direncanakan adalah AS365 dan Kamov.
3. Di mana helikopter akan disiagakan?
Keduanya direncanakan standby di Bandara Haji Asan Sampit.
4. Bagaimana titik sasaran water bombing ditentukan?
Satgas akan menginventarisasi lokasi dan koordinat berdasarkan informasi Satgas Darat, kepolisian, serta pemantauan SiPongi.
5. Wilayah mana yang menjadi perhatian?
Selain sekitar Kota Sampit, wilayah selatan Kotim seperti Pulau Hanaut, Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, dan Mentaya Hilir Utara menjadi perhatian.
6. Apa kendala utama operasi helikopter?
Kabut asap tebal dapat mengurangi jarak pandang sehingga memengaruhi keselamatan penerbangan.
7. Berapa lama helikopter akan berada di Sampit?
Penempatannya dapat berlangsung sekitar satu hingga dua pekan atau menyesuaikan kondisi lapangan dan kemungkinan perpanjangan dari BNPB.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "Radar Sampit" Berjudul"Dua Helikopter Water Bombing Dikirim ke Sampit",oleh penulis Slamet Harmoko. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma
Sumber : Radar Sampit