Durasi Baca: 5 menit
Ikhtisar: Hujan dua jam belum sepenuhnya memadamkan karhutla di Kubu Raya. Petugas memburu bara gambut dengan nozel suntik dan cairan X-Fire.
Balikpapan TV – Hai Ces! Hujan yang mengguyur wilayah Kubu Raya selama sekitar dua jam pada Selasa (15/9/2026) ternyata belum sepenuhnya mengakhiri kebakaran hutan dan lahan (karhutla).Sehari setelah hujan, kepulan asap masih terlihat di Jalan Madu Sari, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya.
Kondisi tersebut membuat Satgas Operasi Aman Nusa II Karhutla Kapuas 2026 kembali melakukan penyisiran untuk mencari sumber asap.
Bukan hanya titik panas yang terlihat di permukaan, petugas juga memburu bara yang masih bertahan di dalam lapisan gambut.
Hujan Turun, Asap Masih Mengepul
Curah hujan memang dapat membantu membasahi lahan yang terbakar. Namun, pada lahan gambut, kondisi tersebut belum tentu membuat seluruh sumber panas langsung padam.
Petugas menemukan kepulan asap masih muncul sehari setelah hujan turun di lokasi karhutla Arang Limbung.
Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, mengatakan patroli tetap dilakukan untuk memastikan bara yang tersisa tidak kembali berkembang menjadi titik api.
“Meski kemarin hujan turun kurang lebih dua jam, hari ini masih ditemukan kepulan asap. Tim kemudian melakukan pemadaman dan pendinginan dengan Nozel Suntik Gambut serta cairan X-Fire,” kata Ade, Rabu (16/9) di Sungai Raya.
Karena itu, proses penanganan tidak berhenti hanya setelah hujan turun atau asap di permukaan mulai berkurang.
Baca Juga: Lapis Salju Pontianak, Perpaduan Lapis Legit dan Lapisan Lembut yang Cocok Jadi Oleh-Oleh
Bara di Bawah Tanah Jadi Sasaran
Salah satu tantangan pada kebakaran lahan gambut adalah sumber panas dapat bertahan di bawah permukaan tanah.
Kondisi inilah yang menjadi sasaran petugas saat melakukan pemadaman lanjutan di Arang Limbung.
Satgas menggunakan Nozel Suntik Gambut atau peat injector, alat berbentuk pipa tajam menyerupai tombak.
Nozel tersebut ditancapkan langsung ke lapisan gambut yang dicurigai masih menyimpan bara.
Setelah itu, petugas menginjeksikan cairan X-Fire ke bagian tanah tersebut untuk membantu proses pendinginan.
Metode ini memungkinkan penanganan diarahkan langsung ke sumber panas yang tidak terlihat dari permukaan.
Pemadaman Tak Cukup dari Permukaan
Menurut Ade, penggunaan nozel suntik gambut dipadukan dengan cairan X-Fire agar pendinginan dapat menjangkau lapisan tanah yang masih menyimpan bara.
Dengan metode tersebut, petugas tidak hanya berfokus pada asap atau titik panas yang terlihat.
Bara yang tertinggal di bawah permukaan menjadi perhatian karena dapat kembali berkembang dan memunculkan titik api apabila tidak ditangani secara menyeluruh.
Pendekatan ini juga membuat proses pemadaman membutuhkan penyisiran setelah hujan, terutama pada lokasi yang masih menunjukkan tanda-tanda adanya sumber panas.
Satgas Pastikan Bara Tak Kembali Jadi Api
Operasi lanjutan tersebut menjadi bagian dari upaya Satgas Ops Aman Nusa II Karhutla Kapuas 2026 memastikan lokasi yang sebelumnya terbakar benar-benar aman.
Petugas melakukan pemadaman sekaligus pendinginan pada area yang masih ditemukan kepulan asap.
“Petugas juga mengantisipasi bara di bawah permukaan kembali berkembang menjadi titik api,” tutup Ade.
Artinya, turunnya hujan belum menjadi tanda bahwa seluruh potensi karhutla otomatis selesai.
Pemeriksaan kembali di lapangan tetap diperlukan untuk menemukan sumber panas yang mungkin masih bertahan di bawah lapisan gambut.
Poin Penting
-
Hujan sekitar dua jam turun di Kubu Raya pada Selasa (15/9/2026).
-
Sehari setelah hujan, kepulan asap masih muncul di Jalan Madu Sari, Arang Limbung.
-
Petugas kembali melakukan penyisiran dan pemadaman.
-
Bara di bawah lapisan gambut menjadi salah satu sasaran penanganan.
-
Petugas menggunakan Nozel Suntik Gambut atau peat injector.
-
Cairan X-Fire digunakan untuk membantu proses pendinginan bara.
-
Satgas mengantisipasi bara kembali berkembang menjadi titik api.
Baca Juga: Jelajah Kuliner Pontianak: Dari Pengkang hingga Bubur Pedas yang Punya Cerita
Insight Redaksi
Karhutla di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri karena sumber panas tidak selalu berada di permukaan.
Kepulan asap yang masih muncul sehari setelah hujan menunjukkan pentingnya pemeriksaan lanjutan. Air hujan dapat membasahi permukaan, sementara bara di lapisan gambut masih perlu ditangani secara khusus.
Penggunaan nozel suntik gambut menjadi metode yang diarahkan untuk menjangkau sumber panas di bawah permukaan. Dengan begitu, pemadaman tidak hanya mengejar asap yang terlihat, tetapi juga berupaya mendinginkan bagian tanah yang masih menyimpan bara.
Bagi masyarakat, kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa lokasi yang terlihat sudah basah belum tentu sepenuhnya bebas dari sumber panas.
Bagikan informasi ini ke bubuhan agar makin paham kenapa karhutla di lahan gambut perlu terus dipantau meski hujan sudah turun.
Ikuti info terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apakah hujan langsung memadamkan karhutla di lahan gambut?
Tidak selalu. Dalam kasus di Arang Limbung, kepulan asap masih ditemukan sehari setelah hujan turun sekitar dua jam.
2. Mengapa asap masih muncul setelah hujan?
Petugas menemukan masih ada bara yang bertahan di lapisan gambut sehingga perlu dilakukan pemadaman dan pendinginan lanjutan.
3. Apa itu Nozel Suntik Gambut?
Nozel Suntik Gambut atau peat injector merupakan alat berbentuk pipa tajam yang ditancapkan ke lapisan gambut untuk mengarahkan cairan ke bagian tanah yang diduga masih menyimpan bara.
4. Apa fungsi cairan X-Fire?
Dalam penanganan yang dilakukan petugas, cairan X-Fire diinjeksikan ke lapisan tanah untuk membantu proses pendinginan bara.
5. Di mana karhutla tersebut ditangani?
Penanganan dilakukan di Jalan Madu Sari, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.
6. Siapa yang melakukan penanganan?
Satgas Operasi Aman Nusa II Karhutla Kapuas 2026 melakukan penyisiran, pemadaman, dan pendinginan di lokasi.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "Pontianak Post" Berjudul"Asap Masih Kepul di Arang Limbung Kubu Raya, Petugas Bongkar Rahasia Padamkan Bara di Bawah Tanah",oleh penulis Ashri Isnaini Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma
Sumber : pontianakpost.jawapos.com