ISPU HSU Tembus 204, Sekolah Hentikan Tatap Muka dan Alihkan Belajar ke Rumah

Riafandi • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 13:52 WIB
Kualitas udara HSU mencapai ISPU 204, sekolah hentikan pembelajaran tatap muka selama tiga hari. (Foto: M Akbar/Radar Banjarmasin)
Kualitas udara HSU mencapai ISPU 204, sekolah hentikan pembelajaran tatap muka selama tiga hari. (Foto: M Akbar/Radar Banjarmasin)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Kualitas udara HSU masuk kategori tidak sehat akibat asap karhutla, sehingga sekolah mengalihkan pembelajaran ke rumah selama tiga hari.

 

Balikpapan TV – Hai Ces!Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kembali mengganggu aktivitas pendidikan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan.Dinas Pendidikan dan Kebudayaan HSU menghentikan sementara pembelajaran tatap muka di seluruh satuan pendidikan mulai Kamis (17/9) hingga Sabtu (19/9/2026).

Selama tiga hari, siswa diminta mengikuti pembelajaran dari rumah setelah kualitas udara di wilayah tersebut masuk kategori tidak sehat.

ISPU Capai 204, Tatap Muka Dihentikan

Keputusan penghentian sementara pembelajaran tatap muka dituangkan melalui Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan HSU Nomor 400.3.1/1326/DISDIKBUD tertanggal 16 September 2026.

Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara pada pukul 16.00 WITA, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat mencapai 204.

Angka tersebut masuk kategori tidak sehat dan menjadi pertimbangan utama pemerintah daerah untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh.

Kebijakan ini berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai PAUD/TK, SD, SMP, hingga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Baca Juga: Dilmil Balikpapan Studi Banding ke Banjarmasin, Pelajari Strategi Menuju WBK dan WBBM

Keselamatan Warga Sekolah Jadi Pertimbangan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan HSU Rahman Heriadi mengatakan, keselamatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan.

“Kami mengutamakan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Selama tiga hari ke depan, kegiatan belajar dialihkan ke sistem belajar dari rumah,” ujar Rahman Heriadi.

Selama pembelajaran dari rumah, kegiatan pendidikan tetap diarahkan pada penguatan literasi, numerasi, serta pembentukan karakter.

Sementara pendidik dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas melalui sistem daring atau bekerja dari rumah (WFH) sesuai ketentuan.

Kebijakan Masih Bisa Dievaluasi

Penghentian pembelajaran tatap muka tersebut belum bersifat permanen. Pemerintah daerah akan mengevaluasi kebijakan berdasarkan perkembangan kualitas udara di HSU.

Artinya, kondisi ISPU dalam beberapa hari ke depan menjadi salah satu penentu apakah kegiatan tatap muka bisa kembali dilaksanakan setelah masa penghentian sementara berakhir.

Selain pola pembelajaran, satuan pendidikan juga diminta berkoordinasi dengan puskesmas dan pihak terkait.

Pemantauan kondisi kesehatan siswa, guru, serta tenaga kependidikan juga perlu dilakukan selama kualitas udara belum membaik.

Orang Tua Dukung Anak Belajar dari Rumah

Kebijakan tersebut mendapat respons positif dari orang tua siswa.

Salah seorang wali murid, Ahmad, menilai pembelajaran dari rumah menjadi pilihan yang lebih aman ketika kondisi udara sedang tidak sehat.

“Saya setuju sekali dengan kebijakan ini. Kualitas udara saat ini memang tidak baik untuk anak-anak. Lebih aman mereka belajar di rumah,” katanya, Kamis (17/9).

Dukungan tersebut menunjukkan bahwa persoalan kabut asap tidak hanya berdampak pada aktivitas luar ruangan, tetapi juga membuat pemerintah harus menyesuaikan kegiatan pendidikan demi menjaga keselamatan warga sekolah.

Poin Penting

Baca Juga: Kue Petah Khas Banjar: Resep Lembut Gurih dengan Saus Lala’an yang Mudah

Insight Redaksi

Penghentian sementara sekolah di HSU memperlihatkan bagaimana kualitas udara dapat langsung memengaruhi layanan pendidikan.

Ketika ISPU sudah masuk kategori tidak sehat, keberlangsungan pembelajaran perlu berjalan beriringan dengan perlindungan kesehatan siswa dan tenaga pendidikan.

Pembelajaran dari rumah menjadi langkah sementara agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa mengharuskan siswa berada di lingkungan sekolah selama kondisi udara belum membaik.

Yang juga penting adalah pemantauan kualitas udara secara berkala. Keputusan untuk kembali membuka pembelajaran tatap muka idealnya mengikuti perkembangan kondisi udara dan hasil evaluasi kesehatan di lapangan.

Bagikan informasi ini ke keluarga dan bubuhan yang perlu tahu kondisi pendidikan di tengah kabut asap.

Ikuti info terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Kenapa sekolah di HSU menghentikan pembelajaran tatap muka?

Karena kualitas udara di HSU masuk kategori tidak sehat akibat kondisi kabut asap karhutla.

2. Berapa nilai ISPU yang tercatat?

Hasil pemantauan pada pukul 16.00 WITA mencatat ISPU sebesar 204.

3. Sampai kapan sekolah belajar dari rumah?

Pembelajaran dari rumah diberlakukan mulai Kamis 17 September hingga Sabtu 19 September 2026.

4. Jenjang pendidikan apa saja yang terdampak?

Kebijakan berlaku mulai PAUD/TK, SD, SMP, hingga PKBM.

5. Apakah guru juga libur?

Tidak. Pendidik dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas melalui sistem daring atau WFH sesuai ketentuan.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "Radar Banjarmasin" Berjudul"Asap Karhutla Makin Pekat, Sekolah di HSU Setop Tatap Muka",oleh penulis M Akbar Radar Banjarmasin. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Sumber : Radar Banjarmasin
Kabut Asap karhutla HSU pendidikan