Keselamatan Siswa Jadi Prioritas, MPLS Sekolah Rakyat Tarakan Masih Menunggu

Riafandi • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 12:51 WIB
Pembangunan Sekolah Rakyat Juata baru mencapai sekitar 70 persen sehingga MPLS kembali ditunda demi keselamatan siswa. (AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN)
Pembangunan Sekolah Rakyat Juata baru mencapai sekitar 70 persen sehingga MPLS kembali ditunda demi keselamatan siswa. (AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN)

Durasi Baca: 4 menit

Ikhtisar: MPLS Sekolah Rakyat di Juata Tarakan kembali ditunda karena pembangunan fisik belum selesai dan keselamatan siswa menjadi prioritas.

 

Balikpapan TV – Hai Ces! Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat di Kelurahan Juata, Kota Tarakan, kembali harus menunggu.Bukan karena kegiatan sekolahnya belum siap, melainkan kondisi bangunan yang masih dalam tahap pengerjaan. Sejumlah bagian fisik sekolah belum sepenuhnya dapat digunakan sehingga aktivitas siswa belum bisa dimulai secara optimal.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Tarakan, Arbain, mengatakan pemerintah masih menunggu bangunan benar-benar siap sebelum siswa menempati lokasi tersebut.

“Untuk MPLS, kita menunggu kesiapan fisik bangunan. Jangan sampai anak-anak berada di area yang masih ada pekerjaan konstruksi,” ujar Arbain, Rabu (9/9).

Jadwal MPLS Sudah Beberapa Kali Bergeser

MPLS Sekolah Rakyat di Juata sebelumnya direncanakan berlangsung pada 14 Juli. Jadwal tersebut kemudian bergeser menjadi 31 Agustus.

Namun, setelah tim Kementerian Sosial melakukan verifikasi pada 27 Agustus, pelaksanaan kembali ditunda. Dalam verifikasi tersebut masih ditemukan bagian bangunan yang sedang dikerjakan.

Kondisi itu membuat pemerintah belum dapat memastikan kegiatan MPLS dilaksanakan dalam waktu dekat.

Baca Juga: Ikan Asin Richa, Pedas Gurih Kuliner Khas Tarakan yang Sarat Cita Rasa Pesisir

Keselamatan Siswa Jadi Pertimbangan Utama

Penundaan bukan semata persoalan jadwal. Pemerintah mempertimbangkan aspek keselamatan siswa selama proses pembangunan masih berlangsung.

Aktivitas konstruksi di lingkungan sekolah membuat penggunaan bangunan secara penuh belum memungkinkan. Karena itu, penyelesaian fasilitas menjadi salah satu syarat penting sebelum siswa mulai beraktivitas di lokasi tersebut.

Arbain menjelaskan, progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Juata saat ini diperkirakan baru mencapai sekitar 70 persen.

“Progres pembangunan fisik saat ini sekitar 70 persen,” ucapnya.

Artinya, masih ada sejumlah fasilitas dan bagian bangunan yang perlu dituntaskan sebelum kegiatan sekolah dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Target Pertengahan September hingga Awal Oktober

Meski belum memiliki jadwal final, pemerintah memproyeksikan MPLS dapat berlangsung sekitar pertengahan September.

Jika belum memungkinkan, pelaksanaan diperkirakan paling lambat pada awal Oktober.

Namun, waktu tersebut masih berupa proyeksi. Kepastian pelaksanaan tetap menunggu informasi dari Kementerian Sosial melalui satuan kerja yang menangani program Sekolah Rakyat.

“Pelaksanaannya masih menunggu kepastian dari Kementerian Sosial,” pungkasnya.

Baca Juga: Kabut Asap Ganggu Aktivitas Sekolah, Kemenag Tarakan Terapkan BDR untuk Madrasah dan Ponpes

Menunggu Bangunan Siap Sebelum Siswa Masuk

Kondisi ini menunjukkan bahwa kesiapan sekolah tidak hanya berkaitan dengan jadwal kegiatan belajar, tetapi juga kesiapan fisik lingkungan tempat siswa beraktivitas.

Dengan progres pembangunan yang masih sekitar 70 persen, penyelesaian bangunan menjadi pekerjaan utama sebelum MPLS dapat benar-benar dilaksanakan.

Bagi siswa, menunggu memang berarti jadwal kembali mundur. Namun dari sisi penyelenggaraan, memastikan lingkungan sekolah aman dan siap digunakan menjadi bagian penting sebelum aktivitas dimulai.

Poin Penting

Insight Redaksi

Penundaan MPLS Sekolah Rakyat Tarakan memperlihatkan bahwa kesiapan fisik sekolah menjadi bagian penting sebelum siswa mulai beraktivitas.

Bangunan yang masih dikerjakan tentu membutuhkan perhatian khusus agar kegiatan siswa tidak bercampur dengan aktivitas konstruksi. Dalam kondisi seperti ini, menunggu bangunan benar-benar siap menjadi langkah yang lebih aman dibanding memaksakan jadwal.

Yang masih menjadi perhatian berikutnya adalah kepastian penyelesaian pembangunan dan jadwal resmi dari Kementerian Sosial. Jika keduanya sudah jelas, siswa dan pihak sekolah tentu lebih mudah mempersiapkan pelaksanaan MPLS.

Kawalan, informasi soal kesiapan sekolah penting diketahui calon siswa dan keluarga. Bagikan artikel ini dan ikuti perkembangan Sekolah Rakyat Tarakan bersama Balikpapan TV.

Ikuti info pendidikan dan perkembangan Sekolah Rakyat hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa MPLS Sekolah Rakyat Tarakan ditunda?

MPLS ditunda karena kesiapan fisik bangunan sekolah belum sepenuhnya terpenuhi dan masih terdapat pekerjaan konstruksi.

2. Di mana Sekolah Rakyat yang dimaksud?

Sekolah Rakyat tersebut berada di Kelurahan Juata, Kota Tarakan.

3. Berapa progres pembangunan Sekolah Rakyat Juata?

Berdasarkan keterangan Kepala Dinsos PM Tarakan Arbain, progres pembangunan fisiknya sekitar 70 persen.

4. Kapan MPLS diperkirakan dilaksanakan?

MPLS diproyeksikan berlangsung sekitar pertengahan September atau paling lambat awal Oktober.

5. Apakah jadwal tersebut sudah final?

Belum. Pelaksanaan masih menunggu kepastian dari Kementerian Sosial melalui satuan kerja yang menangani program Sekolah Rakyat.

6. Apa pertimbangan utama penundaan MPLS?

Keselamatan siswa menjadi pertimbangan utama karena sebagian area masih dalam proses pengerjaan konstruksi.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "Radar Tarakan" Berjudul"Pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat di Tarakan Masih Menunggu Kesiapan Bangunan",oleh penulis Zakaria RT. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Sumber : Radar Tarakan
MPLS Sekolah Rakyat pendidikan tarakan