Karhutla Samboja Ancam Habitat, 11 Orangutan Kini Dipantau BKSDA Kaltim

istikhomah • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 21:25 WIB
BKSDA Kaltim bersama mitra mengevakuasi orangutan dari kawasan KHDTK Samboja yang terancam kebakaran hutan dan lahan.
BKSDA Kaltim bersama mitra mengevakuasi orangutan dari kawasan KHDTK Samboja yang terancam kebakaran hutan dan lahan.
Durasi Baca: 4 menit

Ikhtisar: Sebelas orangutan hasil rehabilitasi kini dipantau ketat setelah dievakuasi dari ancaman karhutla KHDTK Samboja.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! BKSDA Kalimantan Timur bersama mitra memantau kondisi 11 orangutan yang dievakuasi dari KHDTK Samboja, Kutai Kartanegara, akibat karhutla.

Pemindahan dilakukan setelah api mendekati kawasan rehabilitasi. Kini, kondisi seluruh orangutan dinyatakan sehat dan aman, meski fasilitas evakuasi masih terbatas.

Baca Juga: PM2.5 Pantai Amal Tarakan Capai 101, Warga Diimbau Waspada

Sebelas orangutan dipantau setelah keluar dari kawasan karhutla

Sebelas individu orangutan tersebut merupakan satwa yatim piatu yang sedang menjalani proses rehabilitasi di Sekolah Hutan Jejak Pulang.

Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto mengatakan pemantauan dilakukan secara ketat oleh tim medis, animal keeper, dan BKSDA Kaltim.

“Pemantauan tetap dilakukan secara ketat oleh tim medis, animal keeper, dan BKSDA Kaltim. Sebanyak 11 individu orangutan tersebut sekarang dalam kondisi sehat dan aman walau ada keterbatasan sarana,” kata Ari.

Saat ini, 11 orangutan tersebut berada di fasilitas Kandang Evakuasi Kilometer 38 Samboja. Pemindahan dilakukan untuk menjauhkan mereka dari ancaman langsung kebakaran.

Kondisi sehat menjadi kabar penting setelah satwa harus meninggalkan ruang rehabilitasi terbuka yang selama ini menjadi bagian dari proses pemulihan mereka.

Mengapa orangutan harus segera dipindahkan?

Karhutla di KHDTK Samboja pada Selasa, 1 September 2026, berkembang hingga melewati batas kawasan dan mendekati ekosistem rehabilitasi orangutan.

Sebelumnya, tim pengawas Jejak Pulang masih melakukan patroli rutin tiga kali sehari pada pukul 08.00 hingga 12.30 WITA.

Situasi berubah sekitar pukul 12.30 WITA ketika kebakaran di Area Penggunaan Lain yang berbatasan langsung dengan KHDTK mulai membesar.

Angin kencang kemudian membuat kobaran api bergerak menuju kawasan rehabilitasi. Pada pukul 16.00 WITA, api akhirnya melompati batas APL dan memasuki KHDTK.

Evakuasi 11 orangutan berlangsung dalam kondisi darurat

Begitu status darurat diaktifkan, animal keeper mulai mengarahkan 11 orangutan dari Sekolah Hutan menuju jalur evakuasi di tepi sungai.

Proses pemindahan dilakukan bertahap dengan dukungan armada Yayasan Jejak Pulang dan BKSDA Kaltim menuju Kandang Evakuasi KM 38 Samboja.

Tim yang terlibat mencakup Yayasan Jejak Pulang, BKSDA Kaltim, Manggala Agni, serta Wildlife Rescue Unit atau WRU.

Ari menyebut seluruh proses evakuasi dapat dituntaskan dalam waktu kurang dari dua jam sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

“Respons evakuasi yang tuntas dalam kurun waktu kurang dari dua jam mencerminkan tingginya kesiapsiagaan operasional di tingkat tapak,” ujar Ari.

Tantangan baru muncul setelah satwa dipindahkan

Evakuasi memang menjauhkan orangutan dari kobaran api, tetapi perpindahan tersebut menghadirkan tantangan lain bagi proses rehabilitasi.

Sebelumnya, orangutan berada di ruang bebas Sekolah Hutan seluas 130 hektare dengan stimulasi alami dari kanopi hutan.

Ketika dipindahkan ke struktur kandang evakuasi, ruang gerak dan rangsangan alami menjadi lebih terbatas.

Kondisi tersebut dapat memunculkan kebosanan sehingga tim medis perlu memperhatikan perilaku satwa selama masa observasi pascabencana.

“Untuk meminimalkan dampak stres dan menjaga kesinambungan kognitif satwa, maka tim medis gabungan saat ini masih fokus mendampingi mereka selama masa observasi pascabencana,” kata Ari.

Baca Juga: Target 2.400 Hektare, Kaltim Percepat Tanam Saat Kekeringan Mulai Meluas

Api berhasil dipadamkan, pemantauan belum berhenti

Setelah proses penyelamatan selesai, penanganan kebakaran di kawasan tetap dilanjutkan oleh tim pemadam gabungan.

Manggala Agni bersama tim terkait berhasil memadamkan karhutla secara total di area KHDTK pada pukul 18.30 WITA.

Meski api telah ditangani, kondisi 11 orangutan masih menjadi perhatian karena mereka baru saja mengalami perubahan lingkungan secara mendadak.

Bagi satwa rehabilitasi, keselamatan bukan hanya berarti terbebas dari api, tetapi juga memastikan kondisi fisik dan perilakunya tetap terjaga selama berada di lokasi sementara.

Poin Penting

Insight Redaksi

Evakuasi 11 orangutan menunjukkan perlindungan satwa bukan cuma soal memadamkan api. Di Kaltim, kesiapan memindahkan satwa sebelum risiko membesar sama pentingnya dengan pemulihan habitat setelah bencana. Api bisa padam dalam hitungan jam, tetapi pemulihan perilaku satwa membutuhkan perhatian jauh lebih panjang.

Kalau kondisi darurat muncul lagi, koordinasi cepat di lapangan mesti jadi modal utama, bukan sekadar rencana di atas kertas.

Kalau informasi ini menurutmu penting, bagikan ke teman atau keluarga supaya makin banyak yang peduli keselamatan satwa Kaltim.

Karhutla bukan cuma soal lahan terbakar, ada satwa yang kehilangan ruang hidup. Yuk, selalu update informasi terbaru hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa orangutan yang dievakuasi dari KHDTK Samboja?

Sebanyak 11 individu orangutan dievakuasi menuju Kandang Evakuasi KM 38 Samboja.

2. Bagaimana kondisi 11 orangutan setelah dievakuasi?

BKSDA Kaltim menyatakan seluruhnya dalam kondisi sehat dan aman berdasarkan pemantauan pascaevakuasi.

3. Siapa saja yang terlibat dalam evakuasi?

Evakuasi melibatkan BKSDA Kaltim, Yayasan Jejak Pulang, Manggala Agni, dan Wildlife Rescue Unit.

4. Mengapa orangutan tidak langsung dikembalikan ke Sekolah Hutan?

Mereka masih berada dalam masa observasi setelah dipindahkan dari kawasan yang terdampak ancaman karhutla.

5. Apa tantangan selama berada di kandang evakuasi?

Keterbatasan stimulasi alami dari kanopi hutan dapat memicu kebosanan sehingga kondisi perilaku dan stres satwa terus dipantau.

Sumber Informasi: ANTARA News Kalimantan Timur, Jumat 4 September 2026.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Support
orangutan karhutla samboja Kutai Kartanegara BKSDA Kaltim