Air Bersih Kota Terancam? Peneliti UGM Ungkap Pentingnya Menjaga Hulu DAS

istikhomah • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 05:43 WIB
Peneliti Hidrologi Hutan dan Konservasi DAS Universitas Gadjah Mada, Dr. Ir. Hatma Suryatmojo (kiri) dan Direktur Utama Perumda Air Minum Jaya (PAM Jaya), Arif Nasrudin (kanan) menjadi narasumber wawancara program Indonesia Menyapa RRI Pro3.
Peneliti Hidrologi Hutan dan Konservasi DAS Universitas Gadjah Mada, Dr. Ir. Hatma Suryatmojo (kiri) dan Direktur Utama Perumda Air Minum Jaya (PAM Jaya), Arif Nasrudin (kanan) menjadi narasumber wawancara program Indonesia Menyapa RRI Pro3.
Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Krisis air perkotaan berkaitan dengan kondisi hulu DAS, kualitas lingkungan, tata ruang, serta kemampuan menjaga cadangan air.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Krisis air bersih di perkotaan dinilai berkaitan dengan kerusakan kawasan hulu yang mengganggu keseimbangan hidrologi dalam satu DAS.

Masalah air ternyata bukan cuma soal pipa dan instalasi pengolahan. Kondisi kawasan tangkapan air ikut menentukan seberapa aman pasokan bagi masyarakat.

Baca Juga: Proyek PSEL Bekasi Rp3 Triliun Resmi Dimulai, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Hijau

Kerusakan Hulu Ikut Menentukan Nasib Air Kota

Peneliti Hidrologi Hutan dan Konservasi DAS UGM, Hatma Suryatmojo, menilai pengelolaan air harus melihat kondisi DAS secara menyeluruh.

Menurut Hatma, kerusakan kawasan hulu dapat memengaruhi ketersediaan sekaligus kualitas air yang kemudian digunakan masyarakat perkotaan.

Ia menegaskan, pembenahan wilayah hilir saja belum cukup untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Krisis air bersih ini sebenarnya adalah cermin dari rusaknya siklus hidrologi di seluruh wilayah DAS. Kalau kita hanya membenahi hilir tanpa membenahi hulu, kita hanya memindahkan krisis, bukan menyelesaikannya," ujar Hatma, dikutip dari YouTube RRI Pro3, Jumat, 28 Agustus 2026.

Pandangan tersebut menempatkan DAS sebagai satu kesatuan ekologis. Kerusakan pada satu bagian dapat memberi tekanan terhadap bagian lain.

Batas Administrasi Sering Berbeda dengan Kondisi Ekologis

Hatma juga menyoroti persoalan pengelolaan sumber daya air yang berhadapan dengan batas administratif antarwilayah.

Sementara wilayah pemerintahan memiliki batas masing-masing, satu DAS dapat melintasi beberapa daerah sekaligus. Kondisi ini membuat pengelolaan air membutuhkan koordinasi lintas wilayah.

Persoalan tersebut menjadi penting ketika pembangunan kawasan industri berlangsung dekat sumber air. Ketersediaan air tanah lokal perlu dihitung sebelum aktivitas baru berkembang.

Tata ruang pun perlu mempertimbangkan kemampuan lingkungan dalam mempertahankan siklus hidrologi. Jangan sampai kebutuhan pembangunan justru menekan cadangan air yang menopang kawasan sekitarnya.

Tantangan Air Baku Tidak Berhenti di Kawasan Hulu

Tekanan terhadap sumber air kemudian dirasakan pengelola layanan air minum di wilayah hilir.

Penurunan kualitas air baku dapat membuat proses pengolahan membutuhkan tahapan tambahan. Kekeruhan serta ancaman intrusi air laut menjadi tantangan yang ikut meningkatkan beban operasional.

Direktur Utama Perumda Air Minum Jaya PAM Jaya Arif Nasrudin menyebut muka air bendungan utama pemasok air kota mengalami penurunan.

Meski kondisi tersebut terjadi, Arif menyatakan pasokan air untuk pelanggan rumah tangga masih terjamin.

"Untuk menjaga kualitas air tetap baik, kami memaksimalkan proses filtrasi dan penambahan bahan kimia secara berlebih. Biaya operasional tentu jadi lebih meningkat signifikan," kata Arif.

Kondisi itu menunjukkan bahwa persoalan kualitas sumber air dapat berujung pada kebutuhan pengolahan yang lebih besar.

Pelajaran untuk Pengelolaan Air di Kalimantan Timur

Persoalan hubungan hulu dan hilir juga relevan bagi Kalimantan Timur, terutama ketika kebutuhan air perkotaan terus berkembang.

Penelitian mengenai sumber daya air di Hutan Lindung Sungai Wain Balikpapan menunjukkan kawasan hutan tersebut memiliki fungsi penting sebagai daerah tangkapan air bagi Waduk Wain.

Kajian tersebut juga mencatat aktivitas manusia dan perubahan kondisi lingkungan dapat memengaruhi kemampuan kawasan dalam memenuhi kebutuhan air ketika musim kemarau.

Konteks ini memperlihatkan bahwa perlindungan kawasan tangkapan air bukan sekadar agenda konservasi. Bagi kota, kawasan tersebut berkaitan langsung dengan keberlanjutan sumber air baku.

Karena itu, pembangunan perkotaan dan industri di Kaltim perlu berjalan bersama perlindungan daerah resapan serta kawasan hulu.

Baca Juga: Gempa Susulan Flores Tembus 6.409 Kejadian, BMKG Ungkap Aktivitas Masih Dinamis

Pengawasan Limbah dan Penampungan Air Perlu Diperkuat

Arif menilai penegakan hukum terhadap industri yang membuang limbah ke badan sungai perlu diperkuat.

Industri juga perlu mengolah limbah secara mandiri dan menggunakan sumber air sesuai ketentuan. Langkah tersebut penting untuk menjaga kualitas badan air yang menjadi bagian dari sistem penyediaan air.

Selain pengawasan, pemerintah pusat dan daerah didorong memperkuat koordinasi dalam melindungi kawasan tangkapan air.

Pembangunan infrastruktur penampung air hujan juga dinilai penting. Upaya tersebut dapat menjadi bagian dari strategi memperkuat ketersediaan air di kawasan perkotaan.

Pada akhirnya, pengelolaan air membutuhkan pendekatan dari hulu hingga hilir. Infrastruktur tetap diperlukan, tetapi perlindungan ekosistem penyangga juga menentukan keberlanjutan pasokan.

Poin Penting

Insight Redaksi

Krisis air mengingatkan bahwa kota tidak pernah berdiri sendiri dari wilayah hulunya. Balikpapan sudah punya pelajaran penting dari Sungai Wain: kawasan tangkapan air adalah aset kota, bukan sekadar ruang hijau. Kalau hulunya terganggu, biaya pemulihan di hilir ikut membesar. Jadi, pembangunan Kaltim mesti menghitung air sejak awal, bukan setelah masalah datang.

Perlindungan hulu perlu ditempatkan sebagai bagian dari perencanaan kota, bukan urusan lingkungan semata. Pemerintah daerah dan pengelola kawasan harus duduk bareng sebelum izin pembangunan berjalan.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham kenapa menjaga hulu penting untuk air kota.

Mau terus mengikuti isu lingkungan dan perkembangan Kaltim dari sudut pandang yang dekat dengan keseharian? Update terus informasinya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa kerusakan hulu bisa memengaruhi air perkotaan?

Kawasan hulu berperan dalam menjaga siklus hidrologi, sehingga kerusakannya dapat memengaruhi kuantitas dan kualitas air.

2. Apakah pembangunan infrastruktur hilir sudah cukup?

Belum. Infrastruktur hilir penting, tetapi pengelolaan sumber air juga membutuhkan perlindungan kawasan hulu dan tangkapan air.

3. Apa kaitannya dengan Kalimantan Timur?

Kaltim memiliki kawasan tangkapan air yang penting bagi kebutuhan perkotaan, termasuk Hutan Lindung Sungai Wain di Balikpapan.

4. Apa langkah yang dapat dilakukan pemerintah?

Koordinasi lintas wilayah, perlindungan kawasan tangkapan air, pengawasan limbah, serta pembangunan penampung air hujan menjadi beberapa langkah yang disoroti.

Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media Youtube @RRI PRO3, dengan judul “Wawancara RRI Pro3 tentang Krisis Air dan Pengelolaan DAS”. Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Daerah Aliran Sungai Hatma Suryatmojo kalimantan timur krisis air