Durasi Baca: 5 Menit
Ikhtisar: Kualitas udara di kawasan Pantai Amal, Tarakan, sempat masuk kategori tidak sehat setelah hasil pemantauan DLH pada 21–22 Agustus 2026 menunjukkan indeks PM2.5 mencapai 101. Kondisi tersebut berkaitan dengan banyaknya titik api dan intensitas asap di wilayah sekitar. Warga pun diimbau menggunakan masker dan memantau perkembangan kualitas udara.
Balikpapan TV - Hai Ces! Kualitas udara di kawasan Pantai Amal, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, menjadi perhatian setelah hasil pengukuran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menunjukkan kondisi tidak sehat.
Pengukuran dilakukan selama 24 jam nonstop pada 21 hingga 22 Agustus 2026. Dari sejumlah parameter yang diperiksa, PM2.5 menjadi salah satu yang tercatat melebihi baku mutu. Berdasarkan indeks kualitas udara, angka PM2.5 di Pantai Amal mencapai 101 dan masuk kategori tidak sehat.
Kondisi tersebut kemudian dilaporkan kepada Pemerintah Kota Tarakan. Dinas Kesehatan juga diarahkan untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat, termasuk melalui masjid-masjid di sekitar wilayah terdampak.
DLH Temukan PM2.5 Melebihi Baku Mutu
Pemantauan kualitas udara dilakukan DLH Tarakan menggunakan alat APAS. Pengujian tersebut mencakup sejumlah parameter, yakni PM2.5, PM10, TSP, ozon, dan karbon monoksida atau CO.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup serta Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH Tarakan, Chaizir Zein, mengatakan pengukuran dilakukan selama dua hari.
“Untuk hasil uji kualitas udara yang di Amal sudah kita lakukan. Itu tanggal 21-22, dari hari Jumat sampai Sabtu selama 24 jam non-stop. Memang ada parameter yang melebihi baku mutu yaitu PM2,5.”
Hasil pengukuran kemudian menunjukkan angka PM2.5 berada di level 101. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat berdasarkan indeks kualitas udara yang digunakan dalam pemantauan tersebut.
Chaizir menjelaskan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena PM2.5 merupakan partikulat berukuran sangat kecil yang berasal dari debu maupun asap.
“PM2,5 itu partikulat debu dan juga partikel asap. Sangat kecil. Kalau yang 2,5 ini kan dia kalau kita bernapas itu bisa langsung masuk ke paru-paru.”
Menurut penjelasan tersebut, paparan partikulat menjadi salah satu perhatian dalam kondisi udara yang dipengaruhi asap.
Baca Juga: Soroti Fenomena LGBTQ Ormas di Tarakan Minta DPRD Gelar RDP dan Buat Aturan
Banyak Titik Api Jadi Perhatian
Tingginya konsentrasi PM2.5 di Pantai Amal tidak berdiri sendiri. Menurut Chaizir, kondisi tersebut berkaitan erat dengan banyaknya titik api dan intensitas asap di wilayah sekitar.
Asap dan partikulat yang berada di udara dapat membuat kualitas udara mengalami penurunan. Karena itu, pemantauan dilakukan secara langsung di kawasan Pantai Amal untuk mengetahui kondisi udara di lokasi tersebut.
Kondisi ini juga menunjukkan bahwa kualitas udara tidak selalu sama di setiap wilayah Kota Tarakan. Data dari satu lokasi pemantauan belum tentu dapat menggambarkan kondisi udara di kawasan lainnya.
Karena itu, hasil pengukuran di Pantai Amal menjadi informasi penting bagi warga yang tinggal atau beraktivitas di kawasan tersebut.
Warga Diimbau Gunakan Masker
Setelah mendapatkan hasil pengukuran, DLH Tarakan menyampaikan laporan kepada Wali Kota Tarakan. Arahan selanjutnya adalah agar Dinas Kesehatan memberikan imbauan kepada masyarakat di sekitar Pantai Amal.
Salah satu imbauan yang disampaikan adalah penggunaan masker oleh warga. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap kondisi udara yang sedang tidak sehat.
Bagi masyarakat, informasi kualitas udara menjadi penting sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Ketika konsentrasi partikulat meningkat, warga dapat menyesuaikan aktivitas berdasarkan kondisi lingkungan dan imbauan pemerintah.
Terlebih, kondisi kualitas udara dapat berubah mengikuti cuaca dan keadaan di sekitar wilayah terdampak.
Hujan Membantu Menurunkan Partikel di Udara
Ada perkembangan positif setelah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi turun di kawasan tersebut.
Menurut Chaizir, hujan dapat membantu menurunkan konsentrasi partikulat di udara karena partikel debu dan asap ikut terbawa atau terlarut bersama air hujan.
“Hujan ini dengan intensitas sedang tinggi itu cukup sangat mempengaruhi. Karena dia melarutkan partikel debu asap yang ada di udara seperti PM2,5, PM10 itu.”
Dengan adanya hujan, kondisi kualitas udara berpotensi mengalami perbaikan. Namun, kondisi tersebut tetap perlu dipantau karena kualitas udara dapat kembali memburuk jika cuaca kembali panas dan tidak terjadi hujan dalam beberapa hari.
Artinya, hujan memang dapat membantu mengurangi partikulat di udara, tetapi bukan berarti persoalan kualitas udara otomatis selesai.
Kualitas Udara di Tengah Kota Masih Berbeda
Hasil pemantauan di Pantai Amal juga perlu dilihat berdasarkan lokasi. DLH Tarakan mencatat kondisi udara di wilayah tengah kota masih berada dalam kategori baik berdasarkan data Stasiun Pengukuran Kualitas Udara Ambien (SPKUA).
Indeks kualitas udara di kawasan tengah kota berada pada kisaran 60–69. Kondisi tersebut berbeda dengan hasil pengukuran di Pantai Amal yang mencapai angka 101 untuk PM2.5.
Perbedaan ini menjadi alasan pentingnya pengukuran di beberapa lokasi. Kondisi udara di satu kawasan tidak bisa langsung digunakan untuk menyimpulkan kondisi seluruh kota.
Dengan pemantauan yang lebih luas, pemerintah dapat memperoleh gambaran mengenai perubahan kualitas udara di berbagai wilayah Tarakan.
DLH Siapkan Pemantauan di Juata
Pemantauan kualitas udara juga direncanakan diperluas ke wilayah Juata. Chaizir mengatakan pihaknya mendapat arahan dari kepala dinas untuk melakukan pengujian di kawasan tersebut.
“Pak Kadis arahkan kita lakukan pengujian juga di area Juata. Cuma kita lihat dulu ini trendnya seperti apa, kabut asapnya.”
Pengujian tambahan tersebut akan mempertimbangkan perkembangan kondisi kabut asap dan tren kualitas udara di wilayah Tarakan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendapatkan data yang lebih lengkap mengenai kondisi udara di sejumlah kawasan.
Baca Juga: Warga Resah Judi Sabung Ayam Marak Lagi Polisi Tarakan Buru Pihak yang Terlibat
Warga Bisa Pantau Kualitas Udara Secara Real Time
Selain mengandalkan informasi dari pemerintah, masyarakat juga dapat memantau perkembangan kualitas udara melalui aplikasi ISPU.
Menurut DLH Tarakan, aplikasi tersebut dapat digunakan untuk melihat kondisi kualitas udara secara real time. Data terbaru yang disebutkan dalam laporan menunjukkan indeks pada 23 Agustus turun menjadi 57.
Chaizir juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan informasi tersebut untuk mengetahui kondisi udara sehari-hari.
“Kalau mau dicek juga bisa di aplikasi di HP di download. Di playstore itu ada ISPU. Real time, sehari-hari.”
Dengan pemantauan tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi terbaru mengenai kualitas udara tanpa hanya mengandalkan kondisi yang terlihat secara langsung.
Kondisi Udara Tetap Perlu Dipantau
Kondisi Pantai Amal menunjukkan bahwa kualitas udara dapat berubah dalam waktu relatif singkat. Pada 21–22 Agustus, hasil pengukuran menunjukkan kategori tidak sehat. Setelah hujan, konsentrasi partikulat disebut dapat mengalami penurunan.
Namun, jika cuaca kembali panas dan hujan tidak turun selama beberapa hari, kondisi udara berpotensi memburuk kembali.
Karena itu, kewaspadaan tetap diperlukan. Masyarakat tidak hanya perlu melihat kondisi langit atau kabut asap secara kasatmata, tetapi juga memperhatikan data indeks kualitas udara.
Bubuhan yang tinggal di sekitar Pantai Amal dapat mengikuti informasi dari pemerintah dan memantau kualitas udara secara berkala. Kada perlu panik, tetapi jangan pula mengabaikan ketika kualitas udara sedang memburuk.
Poin Penting
- DLH Tarakan melakukan pengukuran kualitas udara di Pantai Amal pada 21–22 Agustus 2026.
- Pengukuran dilakukan selama 24 jam nonstop.
- Parameter yang diuji meliputi PM2.5, PM10, TSP, ozon, dan CO.
- PM2.5 menjadi parameter yang melebihi baku mutu.
- Indeks PM2.5 di Pantai Amal tercatat 101 dan masuk kategori tidak sehat.
- Kondisi tersebut berkaitan dengan banyaknya titik api dan intensitas asap di sekitar wilayah.
- Warga sekitar diimbau menggunakan masker.
- Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi disebut membantu menurunkan konsentrasi partikulat.
- Kualitas udara di wilayah tengah kota masih berada pada kisaran indeks 60–69.
- DLH berencana melakukan pengujian kualitas udara di wilayah Juata.
- Masyarakat dapat memantau kualitas udara melalui aplikasi ISPU.
Insight Redaksi
Kondisi kualitas udara di Pantai Amal menunjukkan pentingnya pemantauan berdasarkan lokasi. Ketika satu kawasan menunjukkan kualitas udara tidak sehat sementara kawasan lain masih berada pada kategori berbeda, masyarakat membutuhkan informasi yang lebih spesifik dan aktual.
Data pengukuran juga menjadi pengingat bahwa kondisi udara tidak selalu dapat dilihat hanya dari kasatmata. Partikulat berukuran kecil membutuhkan alat pemantauan agar konsentrasinya dapat diketahui.
Di tengah kondisi titik api dan asap, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting. Informasi dari pemerintah perlu diikuti, sementara perkembangan kualitas udara juga sebaiknya dipantau secara berkala.
Hujan yang membantu menurunkan konsentrasi partikulat memang menjadi kabar baik. Namun, perubahan cuaca tetap perlu diperhatikan karena kualitas udara dapat kembali memburuk ketika kondisi panas dan kering berlangsung.
FAQ
1. Bagaimana kondisi kualitas udara di Pantai Amal Tarakan?
Kualitas udara di Pantai Amal pada pengukuran 21–22 Agustus 2026 masuk kategori tidak sehat.
2. Berapa indeks PM2.5 di Pantai Amal?
Indeks PM2.5 yang tercatat mencapai 101 dan masuk kategori tidak sehat.
3. Kapan DLH melakukan pengukuran kualitas udara?
Pengukuran dilakukan pada 21–22 Agustus 2026 selama 24 jam nonstop.
4. Apa saja parameter yang diperiksa DLH?
DLH mengukur PM2.5, PM10, TSP, ozon, dan karbon monoksida atau CO menggunakan alat APAS.
5. Apa yang menyebabkan PM2.5 di Pantai Amal tinggi?
Menurut DLH Tarakan, tingginya PM2.5 berkaitan erat dengan banyaknya titik api dan intensitas asap di wilayah sekitar.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "Radar Tarakan",PM2.5 Pantai Amal Tarakan Tinggi, Warga Diminta Waspada",oleh penulis Zakaria RT. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.
Editor : Support
Sumber : Radar Tarakan