Target 2.400 Hektare, Kaltim Percepat Tanam Saat Kekeringan Mulai Meluas

istikhomah • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:13 WIB
Lahan pertanian Kaltim yang menjadi sasaran percepatan tanam komoditas pangan.
Lahan pertanian Kaltim yang menjadi sasaran percepatan tanam komoditas pangan.
Durasi Baca: 4 Menit

Ikhtisar: Percepatan tanam Kaltim mencapai 80 persen target Agustus, sementara kekeringan mendorong pemerintah memperkuat dukungan petani.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pemerintah Kalimantan Timur mempercepat penanaman pangan di tujuh kabupaten/kota untuk menjaga luas tambah tanam dan produksi saat kekeringan mulai melanda.

Target 2.400 hektare hampir tercapai, tetapi ancaman kekeringan membuat dukungan air, pompa, BBM, serta pemantauan lahan makin penting.

Baca Juga: Dinkes Kaltim Dorong Rumah Sakit Simulasikan Evakuasi, Keselamatan Pasien Jadi Fokus

LTT Kaltim Sudah Menyentuh 80 Persen dari Target Agustus

Percepatan penanaman menjadi perhatian Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim menghadapi kondisi cuaca yang makin kering.

Hingga Agustus 2026, realisasi penanaman mencapai sekitar 80 persen dari target pemerintah pusat sebesar 2.400 hektare.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim Fahmi Himawan menyebut capaian tersebut cukup menggembirakan bagi upaya menjaga produksi pangan daerah.

“Hasil penanaman yang dilakukan hingga saat ini cukup menggembirakan. Dari target pemerintah pusat sekitar 2.400 hektare hingga Agustus, realisasinya sudah mencapai sekitar 80 persen,” ujar Fahmi.

Mengapa Percepatan Tanam Didorong Sebelum Kekeringan Meluas?

Fahmi mengatakan percepatan tanam perlu dilakukan sebelum kesulitan air meluas ke semakin banyak lahan pertanian.

Langkah tersebut bukan hanya mengejar angka LTT, tetapi juga menjaga kesinambungan produksi pangan di Kalimantan Timur.

Pelaksanaannya melibatkan pemerintah pusat, BRMP, instansi vertikal, serta dinas pertanian provinsi dan kabupaten/kota.

Upaya lintas sektor ini penting karena kondisi lahan dan ketersediaan air berbeda antarwilayah.

Tujuh Wilayah Memiliki Lahan Potensial, Tetapi Risiko Kekeringan Berbeda

Pendataan aktif petugas lapangan mencatat sekitar 2.400 hektare lahan potensial tersebar pada tujuh kabupaten/kota di Kaltim.

Dari luasan tersebut, sekitar 200 hektare berada dalam kondisi kekeringan berat dan membutuhkan perhatian khusus.

Lahan lainnya berada pada kategori kekeringan sedang dan ringan dengan tingkat risiko gagal panen yang berbeda.

Kondisi Lahan Risiko Gagal Panen
Kekeringan ringan Sekitar 20 persen
Kekeringan sedang 20–50 persen
Kekeringan berat 50–100 persen

Pada lahan dengan kekeringan ringan, peluang panen masih tersedia meskipun risiko kegagalan diperkirakan mencapai sekitar 20 persen.

Sementara itu, lahan berkondisi sedang memiliki risiko gagal panen 20 hingga 50 persen.

“Lahan dengan kondisi kekeringan berat harus menjadi perhatian, karena berpotensi mengalami gagal panen sekitar 50 hingga 100 persen. Namun, kami berharap kondisi tersebut tidak terjadi,” jelas Fahmi.

Panen Agustus Masih Berjalan, Puso Tercatat di Paser

Di tengah ancaman kekeringan, kegiatan panen selama Agustus masih berlangsung dan belum terdapat laporan lahan puso.

Kasus puso sebelumnya terjadi pada Juli dengan luasan sekitar 25 hektare di Kabupaten Paser.

“Terkait lahan yang mengalami puso, informasi yang kami terima akan ada tindak lanjut dari Dinas Pertanian Kabupaten Paser berupa bantuan kepada petani yang terdampak,” katanya.

Kondisi ini menunjukkan penanganan risiko perlu dilakukan sebelum kerusakan lahan meluas.

Pompa dan BBM Disiapkan untuk Menopang Petani

Pemerintah menyiapkan dukungan sesuai persoalan yang dihadapi petani pada masing-masing lokasi terdampak kekeringan.

Jika air masih tersedia tetapi petani kekurangan alat, bantuan pompa dapat diupayakan untuk menunjang kegiatan pertanian.

“Jika ketersediaan air masih ada tetapi petani mengalami keterbatasan alat, pemerintah dapat mengupayakan bantuan pompa,” imbuh Fahmi.

Dukungan operasional juga menjadi perhatian karena pompa dan alat pertanian membutuhkan bahan bakar agar bisa digunakan.

“Sementara apabila alat sudah tersedia namun terkendala bahan bakar, disiapkan skema dukungan berupa subsidi bahan bakar minyak (BBM),” lanjutnya.

Pemprov Kaltim sebelumnya memang telah menyalurkan dukungan BBM bagi kelompok tani yang memenuhi persyaratan pengguna alat dan mesin pertanian.

Baca Juga: Kadar klorida Sungai Sangatta sempat naik, namun air baku IPA Kabo masih aman. Simak faktanya, Ces!

Pemantauan Lapangan Jadi Kunci Menghadapi Risiko Gagal Panen

Pemantauan dilakukan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan bersama tim UPTD Perlindungan Tanaman.

Mereka bertugas mendata kondisi lahan sekaligus melihat kebutuhan penanganan berdasarkan situasi setiap lokasi.

“Tim di lapangan akan terus melakukan pendataan dan melihat kebutuhan masing-masing lokasi, sehingga bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi petani,” pungkas Fahmi.

Pendekatan berbasis kondisi lapangan membuat bantuan dapat diarahkan kepada kebutuhan yang paling mendesak.

Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya Kaltim memperkuat ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan dan peningkatan produktivitas pertanian.

Poin Penting

Insight Redaksi

Percepatan tanam memang penting, tetapi tantangan Kaltim kini bukan sekadar mengejar luasan. Air menentukan hasil akhirnya. Ketika kekeringan mulai masuk ke lahan produktif, pompa dan BBM menjadi penyangga penting. Pemerintah perlu memastikan bantuan cepat sampai sebelum kerusakan membesar. Biar petani kada bekerja sendirian menghadapi risiko musim.

Penguatan pendataan lahan dan distribusi pompa perlu diprioritaskan pada titik kekeringan berat, supaya bantuan datang sebelum kerugian membesar.

Bagikan jua info ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham soal kondisi pangan Kaltim.

Mau terus tahu kabar pertanian, pangan, dan isu penting Kaltim yang dekat dengan kehidupan sehari-hari? Pantau terus Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa target LTT Kaltim pada Agustus 2026?

Target laju tanam yang ditetapkan sekitar 2.400 hektare.

2. Berapa realisasi penanaman hingga Agustus?

Realisasinya telah mencapai sekitar 80 persen dari target tersebut.

3. Berapa luas lahan yang mengalami kekeringan berat?

Sekitar 200 hektare lahan tercatat berada dalam kondisi kekeringan berat.

4. Di mana kasus puso sebelumnya terjadi?

Kasus puso sebelumnya tercatat sekitar 25 hektare di Kabupaten Paser pada Juli.

5. Bantuan apa yang disiapkan untuk petani?

Bantuan dapat berupa pompa apabila terkendala alat, serta subsidi BBM ketika alat tersedia tetapi bahan bakarnya terbatas.

6. Siapa yang memantau lahan terdampak?

Petugas POPT bersama tim UPTD Perlindungan Tanaman melakukan pendataan dan pemantauan lapangan.

Sumber Informasi: Media ANTARA News Kalimantan Timur, dengan judul “DTPH Kaltim gencarkan percepatan penanaman komoditas pangan untuk jaga LTT”. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Pertanian Kaltim Luas Tambah Tanam kaltim kekeringan