Ikhtisar: Perumdam Kutim memastikan air baku IPA Kabo aman meski kadar klorida Sungai Sangatta meningkat akibat intrusi air laut kemarau berlangsung.
Balikpapan TV - Hai Ces! Perumdam Tirta Tuah Benua Kutai Timur memastikan air baku IPA Kabo di Sangatta masih aman diolah, meski intrusi air laut meningkatkan kadar klorida Sungai Sangatta saat kemarau.
Kadar garam di salah satu titik sungai sempat melewati ambang baku mutu. Lantas, apakah kondisi tersebut sudah mengganggu sumber air bersih warga?
Baca Juga: Pasar Sepinggan Pascakebakaran Ditata, Kios Sementara Mulai Disiapkan Pemkot
Intrusi Air Laut Mulai Terpantau di Sungai Sangatta
Musim kemarau membuat debit Sungai Sangatta menurun sehingga pengaruh pasang air laut mulai terpantau.
Perumdam Kutim memantau kondisi tersebut melalui pengujian kadar klorida secara berkala di sejumlah titik sungai.
Kadar klorida menjadi parameter untuk melihat sejauh mana intrusi air laut bergerak menuju sumber air baku.
Direktur Utama Perumdam Tirta Tuah Benua Kutai Timur Suparjan mengatakan pengawasan dilakukan terutama ketika kondisi sungai mengalami pasang.
Kadar Klorida Sempat Menembus 315,6 Ppm
Pengujian pada Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 09.00 Wita mencatat kadar klorida di Jembatan Kampung Kajang sebesar 0,2 ppm.
Empat hari kemudian, angka tersebut meningkat menjadi 59,7 ppm berdasarkan pemeriksaan Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 16.30 Wita.
Kenaikan paling tinggi tercatat Senin, 24 Agustus 2026 pukul 08.00 Wita, ketika kadarnya mencapai 315,6 ppm.
Angka tersebut melampaui ambang baku mutu air baku sebesar 300 ppm yang digunakan dalam pemantauan kualitas.
Mengapa Air Baku IPA Kabo Masih Aman?
Hasil pengujian di lokasi berbeda menunjukkan kondisi yang belum mengganggu titik pengambilan air baku IPA Kabo.
Sampel dari kawasan Porodisa pada Senin, 24 Agustus 2026 pukul 10.15 Wita mencatat kadar klorida hanya 2,5 ppm.
Lokasi tersebut berada sekitar tiga kilometer di hilir intake IPA Kabo, sehingga hasilnya menjadi indikator kondisi air dekat area pengambilan.
“Artinya, air baku yang masuk ke instalasi pengolahan IPA Kabo masih sangat aman dan laik untuk diproses menjadi air bersih,” ujar Suparjan.
Baca Juga: Karhutla Tarakan Belum Mengarah ke Unsur Kesengajaan, Penanganan Diperkuat
Pemantauan Diperketat Selama Musim Kemarau
Perbedaan angka pengujian menunjukkan kadar garam di Sungai Sangatta dapat berubah berdasarkan lokasi dan waktu pengambilan sampel.
Karena itu, Perumdam Kutim melanjutkan pemantauan untuk mengantisipasi pergerakan intrusi menuju area intake IPA Kabo.
Langkah pengawasan menjadi penting karena Sungai Sangatta merupakan sumber air baku bagi IPA Kabo di wilayah Sangatta Utara.
Sebelumnya, Perumdam Kutim juga menyiapkan jalur pemasangan pipa ponton di area intake sebagai bagian dari antisipasi kebutuhan air baku selama kemarau.
Poin Penting
- Kadar klorida di Jembatan Kampung Kajang mencapai 315,6 ppm pada 24 Agustus 2026.
- Ambang baku mutu kadar klorida yang digunakan dalam pemantauan tercatat 300 ppm.
- Sampel di kawasan Porodisa hanya menunjukkan kadar klorida 2,5 ppm.
- Kawasan Porodisa berada sekitar tiga kilometer di hilir intake IPA Kabo.
- Perumdam Kutim melanjutkan pemantauan untuk mengantisipasi pergerakan intrusi air laut.
Insight Redaksi
Kenaikan kadar garam di bagian Sungai Sangatta menjadi sinyal penting bagi pengelolaan air baku Kutai Timur. Titik pengambilan memang masih aman, tetapi pengawasan harus rapat karena kondisi sungai berubah mengikuti kemarau dan pasang. Jangan sampai layanan air bersih terganggu. Bubuhan warga berhak mendapat informasi kualitas air secara berkala dan jelas.
Pengawasan harian dan komunikasi publik perlu berjalan beriringan supaya warga kada panik saat melihat kabar kadar garam meningkat.
Bagikan informasi ini ke kawalan ikam agar makin banyak warga memahami kondisi air baku Sangatta secara utuh.
Musim kemarau masih berlangsung, jadi pantau terus perkembangan air baku dan layanan publik hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apakah intrusi air laut sudah mencapai intake IPA Kabo?
Belum. Hasil pengujian di kawasan Porodisa menunjukkan kadar klorida 2,5 ppm.
2. Berapa ambang baku mutu kadar klorida yang digunakan?
Ambang yang digunakan dalam pemantauan air baku sebesar 300 ppm.
3. Di mana kadar klorida mencapai 315,6 ppm?
Angka tersebut tercatat di titik Jembatan Kampung Kajang pada 24 Agustus 2026 pukul 08.00 Wita.
4. Mengapa kadar klorida bisa berbeda antarwilayah sungai?
Kadar garam dapat berubah mengikuti lokasi pengambilan sampel, waktu pengujian, pasang air laut, dan kondisi debit sungai.
Sumber Informasi: Artikel ini mengacu pada informasi resmi yang disampaikan Perumdam Tirta Tuah Benua Kutai Timur mengenai pemantauan intrusi air laut dan kualitas air baku IPA Kabo. Artikel disusun ulang secara orisinal dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id