Karhutla Banjarbaru Kembali Pekat, Warga Keluhkan Jarak Pandang hingga 10 Meter

Arya Kusuma • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:55 WIB
Kabut asap karhutla menyelimuti kawasan Banjarbaru dan membatasi jarak pandang pengendara pada Rabu pagi.
Kabut asap karhutla menyelimuti kawasan Banjarbaru dan membatasi jarak pandang pengendara pada Rabu pagi.

 

Durasi Baca: 5 Menit

Ikhtisar: Kabut asap karhutla kembali menyelimuti Banjarbaru, membatasi jarak pandang warga dan mengganggu 10 penerbangan di Bandara Syamsudin Noor.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kabut asap karhutla kembali menyelimuti Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu pagi, mengganggu perjalanan warga hingga aktivitas penerbangan di Bandara Syamsudin Noor.

Kondisi paling terasa di kawasan Landasan Ulin. Jarak pandang dilaporkan sangat terbatas, sementara aktivitas penerbangan ikut terdampak. Simak faktanya.

Kabut Asap Banjarbaru Mengganggu Aktivitas Warga Sejak Pagi

Kabut asap tebal menyelimuti sejumlah kawasan Banjarbaru pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Warga melalui Threads membagikan kondisi jalan di Landasan Ulin, termasuk kawasan Kilometer 33.

Salah satu unggahan menyebut jarak pandang sangat pendek sehingga kendaraan berisiko sulit terlihat.

“Begini kondisi Banjarbaru Rabu, 26 Agustus 2026, KM 33 jam 07.40 Wita. Ini kalau ada motor atau mobil yang putar balik bisa nggak ngeh saking jarak pandang pendek kayak gini,” tulis akun Threads @risma_gha.

Laporan warga lain menyebut jarak pandang di Landasan Ulin Timur hanya sekitar 10 meter.

Kondisi serupa juga terlihat di sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Jarak Pandang Turun, Aktivitas Penerbangan Ikut Terganggu

Dampak kabut asap bukan hanya dirasakan pengendara. Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor juga terdampak pada Rabu pagi.

Sebanyak 10 penerbangan mengalami penundaan, terdiri dari enam penerbangan keberangkatan dan empat penerbangan kedatangan.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, menyebut keselamatan menjadi pertimbangan utama.

“Untuk keberangkatan enam penerbangan, sedangkan kedatangan empat penerbangan,” kata Stephanus Millyas Wardana.

Jarak pandang di bandara sempat sekitar 200 meter, kemudian berangsur membaik hingga 1.500 meter sehingga penerbangan dapat kembali beraktivitas.

Baca Juga: Warga Resah Judi Sabung Ayam Marak Lagi Polisi Tarakan Buru Pihak yang Terlibat

Karhutla di Sekitar Banjarbaru Masih Menjadi Perhatian

Penanganan karhutla di Banjarbaru masih berlangsung, termasuk pembasahan lahan gambut di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor.

Tim Kementerian Kehutanan melakukan pembasahan untuk mencegah bara api kembali muncul dari bawah permukaan tanah.

Pada 24 Agustus, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat juga meninjau penanganan karhutla di kawasan Landasan Ulin Barat.

Jumhur meminta seluruh titik yang telah dipadamkan tetap dibasahi agar api tidak kembali menyala dan membahayakan warga.

Data BPBD Banjarbaru mencatat sejumlah kejadian karhutla pada pertengahan Agustus, termasuk di Landasan Ulin Timur, Guntung Manggis, Palam, dan Syamsudin Noor.

Warga Mulai Mengeluhkan Dampak Kabut Asap

Selain mengganggu jarak pandang, kabut asap juga membuat sebagian warga mengeluhkan kondisi mata dan pernapasan.

“asapnya makin pekat, jarak pandang hanya 10 meter. Ini lokasinya di Landasan Ulin Timur, Banjarbaru, Kalsel,” tulis akun Threads @perjalanan_pa_her.

Keluhan lain datang dari kawasan Trikora. Warga mengaku mata terasa perih meski sudah menggunakan masker saat beraktivitas.

“Bahkan, pakai masker pun baunya tetap kecium dan jujur mata perih banget,” tulis akun @ohlisspam.

Kondisi tersebut membuat kewaspadaan warga meningkat, terutama bagi pengendara yang harus melintas ketika jarak pandang menurun.

Baca Juga: Laporan Perundungan Sekolah di Tarakan Marak Disdik Dorong Penyelesaian Sejak Dini

Poin Penting

Insight Redaksi

Kabut asap Banjarbaru sudah menyentuh dua aktivitas penting sekaligus: mobilitas warga dan penerbangan. Ini bukan sekadar persoalan pandangan di jalan, tapi soal keselamatan. Pemerintah perlu memastikan titik api benar-benar tuntas, bukan cuma padam di permukaan. Kalau bara masih hidup di bawah tanah, masalahnya kada selesai.

Pengendalian titik api dan pemantauan kualitas udara perlu berjalan beriringan, terutama di kawasan padat aktivitas warga.

Bagikan info ini ke kawalan ikam supaya makin banyak yang waspada saat beraktivitas di tengah kabut asap.

Kabut asap bisa berubah cepat, jadi jangan sampai ketinggalan perkembangan karhutla dan kondisi wilayah terbaru. _Selalu update info hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!_**

FAQ

1. Berapa penerbangan yang terdampak kabut asap?

Sebanyak 10 penerbangan terdampak, terdiri dari enam keberangkatan dan empat kedatangan.

2. Di mana jarak pandang dilaporkan sangat terbatas?

Warga melaporkan jarak pandang sekitar 10 meter di kawasan Landasan Ulin Timur dan sekitar Bandara Syamsudin Noor.

3. Apakah penerbangan kembali berjalan?

Ya. Setelah jarak pandang di bandara berangsur membaik hingga sekitar 1.500 meter, aktivitas penerbangan dapat kembali berjalan.

4. Bagaimana penanganan karhutla dilakukan?

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pembasahan lahan, termasuk pada kawasan gambut untuk mencegah bara muncul kembali.

Sumber Informasi: Informasi dipublikasikan sebelumnya di Media Threads @risma_gha, @perjalanan_pa_her, @aar_arafat, @nadyahnaima, @ohlisspam, dan @hilmiahmiaa, dengan materi kondisi kabut asap Banjarbaru pada 26 Agustus 2026. Dipublikasikan kembali dengan angle dan style artikel Balikpapantv.id. Data tambahan mengenai dampak penerbangan dan penanganan karhutla mengacu pada laporan ANTARA serta informasi resmi Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Kabut Asap Syamsudin Noor karhutla banjarbaru