231,6 Ton Hasil Laut Kaltim Tembus Pasar Global, Udang Windu Paling Dominan

istikhomah • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:32 WIB
Petambak udang windu di Kalimantan Timur sebagai komoditas utama ekspor perikanan Kaltim.
Petambak udang windu di Kalimantan Timur sebagai komoditas utama ekspor perikanan Kaltim.
Durasi Baca: 4 menit

Ikhtisar: Ekspor perikanan Kaltim mencapai 231,6 ton senilai Rp38,6 miliar, dengan udang windu menjadi komoditas utama menuju pasar global dan pesisir.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Ekspor hasil perikanan Kalimantan Timur mencapai 231,6 ton senilai Rp38,6 miliar dalam sebulan terakhir, memperkuat peran sektor kelautan bagi ekonomi daerah.

Capaian ini bukan sekadar angka perdagangan. Ada udang windu, ikan segar, dan rumput laut yang kini ikut menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir.

Baca Juga: Warga Resah Judi Sabung Ayam Marak Lagi Polisi Tarakan Buru Pihak yang Terlibat

Udang windu menjadi penyumbang terbesar ekspor Kaltim

Udang windu beku menjadi komoditas paling menonjol dalam ekspor perikanan Kaltim selama periode tersebut. Volume pengirimannya mencapai 104,7 ton dengan nilai ekonomi lebih dari Rp24,6 miliar.

Kinerja itu memperlihatkan kuatnya permintaan pasar terhadap produk udang asal Kalimantan Timur. Jepang, Taiwan, Malaysia, dan Amerika Serikat menjadi sejumlah pasar tujuan yang disebut DKP Kaltim.

“Udang windu beku kami telah menembus pasar strategis global secara berkelanjutan seperti Jepang, Taiwan, Malaysia, hingga Amerika Serikat,” ujar Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing DKP Kaltim Irma Listiawati.

Capaian tersebut juga memperlihatkan bahwa komoditas pesisir memiliki ruang ekonomi yang luas. Bagi pembudidaya dan pelaku usaha, akses pasar ekspor memberi peluang meningkatkan nilai jual hasil produksi.

Ikan segar ikut memperluas pasar hasil laut daerah

Ekspor Kaltim tidak hanya bertumpu pada produk udang. Sejumlah ikan segar seperti bawal, kerapu, kakap, dan kuro turut memperkaya komoditas yang dikirim ke pasar luar negeri.

Produk tersebut didistribusikan menuju sejumlah negara mitra dagang, termasuk Tiongkok, Singapura, Hong Kong, dan Arab Saudi. Kondisi itu membuat kualitas hasil tangkapan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pembeli.

“Kami terus mendorong nelayan untuk menjaga standard mutu tangkapan agar kualitas ikan segar Kaltim tetap diakui oleh konsumen mancanegara,” tutur Irma.

Penguatan mutu juga berkaitan dengan kebutuhan menjaga kesegaran produk selama perjalanan. Sebelumnya, DKP Kaltim mencatat pengiriman ikan segar ke Wenzhou, China, dapat mencapai 56 ton per bulan melalui layanan penerbangan langsung dari Bandara SAMS Sepinggan.

Rumput laut menunjukkan ekspor Kaltim makin beragam

Selain udang dan ikan segar, rumput laut kering ikut mencatatkan pengiriman ke pasar internasional. Komoditas ini diekspor sebanyak 12,4 ton dengan nilai sekitar Rp396 juta menuju Korea Selatan.

“Diversifikasi produk seperti ekspor rumput laut itu membuktikan bahwa potensi maritim kami sangat luas dan mampu memberdayakan masyarakat pesisir,” ucap Irma.

Diversifikasi menjadi penting karena ekspor perikanan tidak hanya bergantung pada satu jenis komoditas. Semakin beragam produk yang memenuhi standar pasar, semakin luas pula peluang usaha masyarakat pesisir.

Kinerja tersebut melanjutkan tren positif ekspor perikanan Kaltim sepanjang 2026. Pada semester pertama, DKP Kaltim mencatat volume ekspor mencapai 1.446 ton dengan nilai ekonomi Rp261 miliar.

Baca Juga: Kangkareng Hitam Masuk Permukiman Tanjung Redeb, Warga Langsung Lapor BKSDA

Mutu dan akses pasar menjadi kunci keberlanjutan ekspor

Pertumbuhan ekspor membuat pengawasan mutu menjadi bagian penting dalam menjaga daya saing hasil perikanan Kaltim. Produk yang masuk pasar global harus mampu memenuhi standar negara tujuan secara konsisten.

Pada semester pertama 2026, pemerintah memfasilitasi penerbitan 1.072 sertifikat jaminan mutu ekspor untuk mendukung keamanan dan kelancaran perdagangan hasil perikanan.

Bagi nelayan dan pelaku usaha, capaian ekspor akan semakin berarti apabila pasar luar negeri dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Karena itu, kualitas produk, sertifikasi, dan akses logistik perlu berjalan beriringan.

“Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan nelayan akan terus diperkuat guna mewujudkan stabilitas ekonomi biru yang inklusif menuju Indonesia Emas,” demikian Irma.

Poin Penting

Insight Redaksi

Angka ekspor ini menunjukkan laut Kaltim punya nilai ekonomi yang kadang kalah ramai dibanding sektor energi. Udang sudah membuktikan pasarnya, tinggal memastikan nelayan kecil ikut menikmati pertumbuhannya. Jangan cuma mengejar volume; mutu, akses logistik, dan pembagian nilai harus ikut diperkuat.

Pemerintah daerah bisa memperluas pendampingan sertifikasi dan akses pasar agar pelaku usaha pesisir kada jalan sendiri menghadapi persaingan global.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham bahwa hasil laut Kaltim juga punya daya saing internasional.

Penasaran seberapa jauh hasil laut Kaltim bisa berkembang di pasar dunia? Pantau terus informasi ekonomi dan daerah terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa volume ekspor perikanan Kaltim dalam sebulan terakhir?

Volume ekspor mencapai 231,6 ton dengan nilai ekonomi Rp38,6 miliar.

2. Komoditas apa yang paling dominan?

Udang windu beku menjadi komoditas utama dengan volume 104,7 ton dan nilai lebih dari Rp24,6 miliar.

3. Ke mana udang windu Kaltim diekspor?

Pasarnya antara lain Jepang, Taiwan, Malaysia, dan Amerika Serikat.

4. Apakah Kaltim hanya mengekspor udang?

Kadada. Kaltim juga mengekspor ikan segar dan rumput laut kering ke sejumlah negara.

Sumber Informasi: Media ANTARA, dengan judul “Kaltim ekspor 231 ton perikanan senilai Rp38,6 miliar”, oleh Ahmad Rifandi. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Ekspor Perikanan Udang Windu DKP Kaltim kalimantan timur