Curah Hujan Kaltim Naik 30 Persen, OMC Bantu Tambah Air Bendungan Sepaku Semoi

Arya Kusuma • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:37 WIB
Ilustrasi Pesawat OMC menyemai awan di langit Kalimantan Timur untuk mendukung peningkatan curah hujan dan pasokan Bendungan Sepaku Semoi.(BTV/AI)
Ilustrasi Pesawat OMC menyemai awan di langit Kalimantan Timur untuk mendukung peningkatan curah hujan dan pasokan Bendungan Sepaku Semoi.(BTV/AI)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: OMC di Kalimantan Timur meningkatkan curah hujan alami, membantu Bendungan Sepaku Semoi dan mitigasi karhutla.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Lanud Dhomber dan BMKG meningkatkan curah hujan Kaltim, sekaligus membantu menambah pasokan Bendungan Sepaku Semoi.

Hasil ini penting di tengah ancaman El Nino dan risiko karhutla yang masih membayangi Kaltim. Lantas, seberapa besar dampaknya?

OMC Tingkatkan Curah Hujan Alami di Kalimantan Timur

Operasi Modifikasi Cuaca yang dilakukan Lanud Dhomber Balikpapan bersama BMKG menunjukkan hasil positif di Kaltim.

Berdasarkan keterangan Huda Abshor Mukhsinin, OMC mampu meningkatkan total curah hujan alami rata-rata 30 persen.

Peningkatan tersebut dipengaruhi sejumlah parameter cuaca, termasuk pergerakan angin, kelembapan udara, dan ketebalan awan.

Kondisi itu menunjukkan bahwa keberhasilan penyemaian awan sangat bergantung pada dukungan atmosfer yang tersedia.

Bendungan Sepaku Semoi Mendapat Tambahan Pasokan Air

Dampak OMC turut terlihat pada peningkatan ketinggian air Bendungan Sepaku Semoi di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Bendungan tersebut menjadi salah satu sumber air baku penting bagi kawasan Ibu Kota Nusantara.

Huda menjelaskan penyemaian garam dilakukan bukan hanya di sekitar bendungan, tetapi menjangkau wilayah perbatasan Kutai Barat dan Kutai Kartanegara.

"Alhamdulillah, hujan turun dan ketinggian air di bendungan ikut meningkat," ujar Huda.

Keterangan tersebut memperlihatkan manfaat OMC bukan sekadar menghadirkan hujan, tetapi juga mendukung ketersediaan air strategis.

Baca Juga: Kangkareng Hitam Masuk Permukiman Tanjung Redeb, Warga Langsung Lapor BKSDA

Mengapa OMC Juga Menyasar Wilayah Rawan Karhutla?

Selain menjaga pasokan Bendungan Sepaku Semoi, operasi tersebut diarahkan untuk memicu hujan di wilayah rawan karhutla.

Kabupaten Berau menjadi salah satu daerah yang disebut sebagai sasaran karena memiliki risiko kebakaran hutan dan lahan.

Pemantauan pos hujan BMKG mencatat hujan ringan hingga sedang telah turun di sejumlah wilayah Kaltim.

Sebarannya mencakup Mahakam Ulu, Berau, barat laut Kutai Kartanegara, hingga bagian barat-utara Kutai Timur.

Hujan intensitas rendah juga terpantau di Kutai Barat selatan, Kukar barat daya, dan PPU barat laut.

El Nino Masih Menjadi Tantangan hingga Awal 2027

Upaya menjaga pasokan air dan mengurangi risiko karhutla dilakukan ketika Kaltim menghadapi tekanan iklim akibat El Nino.

BMKG pada Juli 2026 menyebut El Nino diperkirakan bertahan setidaknya hingga awal kuartal pertama 2027.

BMKG juga memprediksi periode September hingga November 2026 secara umum masih didominasi curah hujan rendah hingga menengah.

Karena itu, OMC menjadi salah satu langkah mitigasi untuk mengoptimalkan peluang hujan sebelum kondisi kering semakin berat.

Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada ketersediaan awan dan parameter atmosfer yang mendukung proses penyemaian.

Huda menyebut pengaruh El Nino pada periode berikutnya diperkirakan tidak semasif ketika puncak kemarau berlangsung.

Baca Juga: APBD Mahulu 2027 Turun, Pemkab Prioritaskan Layanan Publik dan Pemerataan

Poin Penting

Insight Redaksi

Bendungan Sepaku Semoi bukan sekadar infrastruktur air, tetapi bagian penting menopang kebutuhan kawasan IKN. OMC memberi ruang tambahan ketika hujan alami belum mencukupi. Namun, hasil 30 persen menunjukkan pentingnya membaca kondisi atmosfer secara presisi. Jadi pang, hujan buatan bukan pengganti musim hujan, melainkan alat mitigasi ketika kebutuhan air mendesak.

Yang perlu dijaga sekarang adalah konsistensi pemantauan, supaya tambahan hujan benar-benar mendukung cadangan air dan mengurangi risiko karhutla.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham pentingnya menjaga cadangan air Kaltim.

Pantau terus perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan Kaltim hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa besar peningkatan curah hujan dari OMC?

Berdasarkan keterangan Huda Abshor Mukhsinin dalam bahan utama, OMC meningkatkan total curah hujan alami rata-rata 30 persen.

2. Apa tujuan OMC di kawasan Sepaku?

Salah satu tujuannya meningkatkan pasokan air Bendungan Sepaku Semoi yang menjadi sumber air baku penting kawasan IKN.

3. Apakah OMC hanya dilakukan untuk mengisi bendungan?

Kada. Operasi juga diarahkan untuk memicu hujan di wilayah yang memiliki risiko kebakaran hutan dan lahan.

4. Mengapa OMC masih diperlukan?

El Nino diprediksi bertahan hingga awal 2027, sementara sejumlah periode 2026 masih berpotensi mengalami curah hujan rendah hingga menengah.

Sumber Informasi: Artikel ini mengacu pada keterangan Huda Abshor Mukhsinin, Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan, mengenai pelaksanaan OMC dan kondisi hujan di Kalimantan Timur. Artikel disusun ulang secara orisinal dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.

Editor : Arya Kusuma
El Nino Karhutla Kaltim OMC Bendungan Sepaku Semoi