Bau dan Lalat Ganggu Belajar! Warga dan SMPN 3 Sampit Mendesak Pemindahan Depo Sampah Dekat Sekolah

AdminBTV • Dipublikasikan Rabu, 10 September 2025 | 12:09 WIB

Memang Beda!
Memang Beda!

Balikpapantv.id - Hai Cess! Siapa sih yang betah belajar dengan bau sampah menusuk hidung? Itulah kondisi yang kini dirasakan siswa SMPN 3 Sampit. Depo sampah yang berdiri di Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim, bikin resah bukan hanya sekolah, tapi juga warga sekitar.

Depo ini berdiri hanya sekitar lima meter dari pagar sekolah. Dampaknya? Konsentrasi siswa buyar karena bau menyengat dan lalat beterbangan sampai masuk kelas. Bahkan, program Makanan Bergizi Gratis yang sedang berjalan pun terancam keamanannya. Lalu, bagaimana suara sekolah dan masyarakat, serta apa langkah yang sudah ditempuh? Yuk, kita kupas tuntas Cess!

Depo Sampah Jadi Sumber Masalah, Belajar Jadi Terganggu

SMPN 3 Sampit kini menghadapi masalah serius. Bau tak sedap dan lalat yang datang dari depo sampah sering masuk ke ruang kelas.
Hal ini membuat siswa sulit fokus. Proses belajar yang seharusnya nyaman malah berubah jadi penuh gangguan yang tak bisa dianggap sepele.

Kepala SMPN 3, Siti Hadijah, menegaskan situasi ini berdampak langsung pada kesehatan dan kenyamanan siswa. "Bau dan lalat juga mengancam program Makanan Bergizi Gratis dari pemerintah," ujarnya.

Baca Juga: Takut Gelap Bisa Ganggu Hidup! Fakta Lengkap Apa Itu Nyctophobia dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Surat Resmi Sekolah dan Warga, Desakan Solusi Cepat

Pihak sekolah bersama komite sudah melayangkan surat bernomor 800/714/KP./VIII/2025 kepada Bupati Kotim. Intinya, depo harus dialihfungsikan atau dipindahkan.
Usulan pengalihan bahkan diarahkan untuk menjadikan lahan depo sebagai sarana pendidikan atau olahraga agar lebih bermanfaat.

Tak hanya sekolah, warga sekitar juga bersuara. Ketua RT 024 RW 006, Abdul Salam, menegaskan keresahan warganya. Surat keberatan pun diajukan dengan nomor 008/RT.024/RW.006/2025.

Warga Resah, Bau dan Lalat Rusak Lingkungan Sehat

Menurut Abdul Salam, bau menyengat dan potensi pencemaran udara membuat lingkungan tak nyaman. "Kami bahkan meminta pendampingan Komisi II DPRD Kotim untuk audiensi," jelasnya.
Warga menegaskan masalah ini menyangkut kesehatan bersama, bukan sekadar soal kebersihan biasa.

Lingkungan sehat adalah hak semua orang. Apalagi lokasi ini dekat permukiman dan sekolah. Jika dibiarkan, kualitas udara dan kenyamanan hidup warga bisa semakin menurun.

Harapan Baru, Depo Sampah Jadi Sarana Lebih Bermanfaat

Baik sekolah maupun masyarakat berharap solusi bisa segera ditemukan. Pemindahan depo atau pengalihan fungsi diyakini akan membawa manfaat besar.
Sekolah ingin area itu jadi fasilitas pendidikan atau olahraga yang mendukung perkembangan siswa.

Masyarakat pun mendukung penuh. Mereka ingin lingkungan kembali sehat, nyaman, dan layak huni. Jika terealisasi, ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga masa depan generasi muda.

Dengan segala desakan ini, warga dan SMPN 3 Sampit menegaskan: persoalan depo sampah bukan hanya masalah kebersihan, tapi juga soal hak anak untuk belajar di lingkungan sehat. Yuk, terus dukung agar solusi terbaik segera terwujud!

Jangan lupa share artikel ini ke teman-temanmu biar makin banyak yang peduli!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!' (Rafi)

Photo
Photo

Editor : Arya Kusuma
Sumber : prokal.co
bau sampah ganggu belajar depo sampah SMPN 3 Sampit warga Baamang Tengah resah