Polda Metro Jaya Ekshumasi Jenazah Sutrimo, Ini Tahapan Penyelidikan yang Dilakukan

Arya Kusuma • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:04 WIB
Suasana ekshumasi. Aparat kepolisian dan tim ahli berkolaborasi dalam proses ekshumasi.
Suasana ekshumasi. Aparat kepolisian dan tim ahli berkolaborasi dalam proses ekshumasi.

 

Durasi Baca: 6 Menit

Ikhtisar: Proses ekshumasi jenazah Sutrimo menjadi bagian penyidikan kepolisian untuk mengungkap penyebab kematian melalui pemeriksaan medis dan ilmiah.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Polda Metro Jaya melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Langkah tersebut dilakukan untuk mendalami penyebab kematian pria yang sebelumnya diketahui bekerja di lingkungan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah.

Perkembangan kasus ini menarik perhatian publik karena kematian Sutrimo memunculkan berbagai spekulasi. Polisi pun menegaskan bahwa seluruh proses akan dilakukan berdasarkan bukti ilmiah sehingga masyarakat diminta menunggu hasil penyidikan.

Siapa Sutrimo dan Mengapa Kasus Ini Menjadi Sorotan?

Nama Sutrimo mulai menjadi perhatian setelah ia ditemukan meninggal dunia di depan sebuah klinik kecantikan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada akhir Juli 2026.

Perhatian publik semakin meningkat setelah muncul informasi bahwa Sutrimo pernah bekerja sebagai Kepala Rumah Tangga atau Karumga bagi Febrie Adriansyah.

Belakangan, keluarga membenarkan bahwa almarhum memang bekerja untuk Febrie. Namun, keluarga mengaku tidak mengetahui secara rinci pekerjaan yang dijalani Sutrimo selama bertugas.

Status pekerjaan tersebut kemudian memunculkan berbagai asumsi di tengah masyarakat. Di sisi lain, penyidik memilih untuk berfokus pada pengumpulan bukti.

Ekshumasi Menjadi Bagian Penting dalam Proses Penyidikan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa ekshumasi merupakan bagian dari proses penyidikan.

Menurut Budi, tindakan tersebut bertujuan memperoleh bukti medis dan ilmiah untuk mengetahui penyebab kematian.

"Pelaksanaan ekshumasi hari ini merupakan bagian dari proses penyidikan," kata Budi dalam keterangannya pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Ia menambahkan bahwa kegiatan itu dilaksanakan melalui kerja sama antara Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, dan Polresta Banyumas.

Baca Juga: Kapal Bawa 1,3 Ton Narkoba Ketamin Dicegat di Bintan, Jejaknya Terendus Intelijen

Bagaimana Tahapan Pemeriksaan Jenazah Dilakukan?

Proses ekshumasi dilakukan melalui tiga tahapan utama.

Tahap pertama adalah pembongkaran makam.

Tahap berikutnya berupa pemeriksaan luar untuk memastikan identitas jenazah sesuai dengan kebutuhan penyidikan.

Tahap terakhir adalah pemeriksaan bagian dalam untuk mengidentifikasi berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan penyebab kematian.

Pendekatan berlapis seperti ini lazim dilakukan dalam penyelidikan forensik karena setiap tahapan memiliki fungsi berbeda.

Tim Ahli Forensik dari Tiga Provinsi Ikut Dilibatkan

Pemeriksaan jenazah melibatkan tim gabungan dari Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia.

Tim tersebut berasal dari Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Selain dokter forensik, penyidik juga melibatkan sejumlah ahli lain.

Pemeriksaan mencakup analisis laboratorium forensik, toksikologi, DNA, hingga histopatologi anatomi.

Keterlibatan berbagai disiplin ilmu menunjukkan bahwa penyidik berupaya mengumpulkan bukti dari berbagai aspek medis.

Pihak Febrie Adriansyah Meminta Publik Tidak Berspekulasi

Kuasa hukum Febrie Adriansyah, Firman Wijaya, meminta masyarakat tidak menghubungkan kematian Sutrimo dengan perkara yang saat ini sedang dihadapi kliennya.

Firman menjelaskan bahwa Sutrimo hanya bertugas menjaga rumah yang dalam kondisi kosong.

Ia juga menyebut bahwa almarhum telah lama mengalami gangguan kesehatan.

"Sepengetahuan pihak keluarga, almarhum sudah sakit sejak lama. Saat berobat pernah disebut sakit selama bertahun-tahun," kata Firman.

Pihak keluarga berharap masyarakat menunggu hasil pemeriksaan resmi yang dilakukan kepolisian.

"Jadi, sama-sama kita tunggu proses yang dilakukan Polri terlebih dahulu," tandas Firman.

Baca Juga: Dua Terduga Pengedar Sabu Diciduk di Penajam, Polisi Sita 12 Paket dan Uang Diduga Hasil Transaksi

Mengapa Hasil Ekshumasi Menjadi Penentu?

Ekshumasi sering digunakan ketika penyidik membutuhkan informasi tambahan yang tidak dapat diperoleh melalui pemeriksaan awal.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar bagi penyidik dalam menyusun kesimpulan.

Bagi masyarakat, hasil tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan berdasarkan bukti medis, bukan asumsi.

Peristiwa seperti ini juga menunjukkan pentingnya proses ilmiah dalam setiap penyelidikan hukum.

Poin Penting

Insight Redaksi

Kasus yang menarik perhatian publik sering kali memunculkan berbagai asumsi sebelum penyelidikan selesai. Padahal, pembuktian dalam perkara seperti ini bergantung pada data medis, bukan pada persepsi. Fakta tetap menjadi fondasi utama. Jangan sampai opini bergerak lebih cepat daripada hasil pemeriksaan.

Menunggu hasil penyelidikan menjadi langkah paling masuk akal. Biar proses hukum berjalan, masyarakat pun memperoleh informasi yang benar. Kada perlu tergesa-gesa menarik kesimpulan.

Bagikan jua informasi ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menunggu hasil penyidikan resmi.

Perkembangan kasus seperti ini akan terus menjadi perhatian publik. Ikuti informasi terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu ekshumasi?

Ekshumasi adalah proses pembongkaran makam untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenazah guna kepentingan penyelidikan.

2. Mengapa polisi melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo?

Polisi ingin memperoleh bukti medis dan ilmiah untuk mengetahui penyebab kematian.

3. Siapa saja yang terlibat dalam pemeriksaan?

Pemeriksaan melibatkan dokter forensik, ahli DNA, ahli toksikologi, dan ahli histopatologi.

4. Apakah hasil pemeriksaan sudah diumumkan?

Belum. Polisi masih melakukan proses penyidikan.

Sumber Informasi: Artikel ini mengacu pada informasi resmi yang disampaikan Kepolisian melalui Polda Metro Jaya mengenai proses ekshumasi jenazah Sutrimo. Artikel disusun ulang secara orisinal dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.

 

Editor : Support
Sutrimo Febrie Adriansyah Ekshumasi jenazah Sutrimo Banyumas Jawa Tengah polda metro jaya