Satpam Ditemukan Tewas dengan Tangan Terborgol di Waduk Jatiluhur, Polisi Masih Selidiki Penyebabnya

Arya Kusuma • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:15 WIB
Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara di kawasan Waduk Jatiluhur setelah seorang satpam ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tangan terborgol.
Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara di kawasan Waduk Jatiluhur setelah seorang satpam ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tangan terborgol.

Durasi: 3 menit

Penemuan jasad petugas satpam terborgol di Waduk Jatiluhur memicu penyelidikan kepolisian dan penanganan tim forensik.

Ikhtisar: Kasus penemuan jasad satpam terborgol di Waduk Jatiluhur Purwakarta diselidiki polisi. Jenazah diautopsi demi mengungkap dugaan tindak pidana dan keterlibatan oknum vandalisme.

Balikpapan TV - Hai Ces! Penemuan jasad seorang petugas satuan pengamanan di perairan Waduk Jatiluhur gempar setelah korban ditemukan mengapung dengan tangan terborgol ke belakang.

Kasus janggal ini bikin heboh publik! Apa sebenarnya yang terjadi di kawasan waduk tersebut, Ces?

Bagaimana kronologi awal penemuan jasad korban?

Penemuan jasad berinisial S (40) bermula saat kepala satuan pengamanan menyadari anggotanya tidak ada di tempat. Korban dilaporkan menghilang sejak Jumat dini hari sekitar pukul 03.00 WIB saat sedang bertugas jaga.

Proses pencarian langsung dilakukan oleh tim keamanan bersama warga setempat di sepanjang perairan. Saksi warga, Warta, menceritakan momen kepanikan awal saat pencarian berlangsung.

"Tadi ada telepon dari kepala satpam bilang Marna enggak ada dari jam 3 dini hari," beber Warta dalam keterangannya. "Setelah dicari bareng teman-teman dan warga, ketemu jam 11 siang dalam air di pinggir danau, tangannya terborgol ke belakang," tandasnya.

Baca Juga: Ini Kriminalisasi! Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Cek Fakta Terbarunya

Apa saja langkah penyelidikan yang dilakukan kepolisian?

Setelah proses evakuasi, jenazah korban terlebih dahulu dibawa ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk menjalani pemeriksaan awal sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung guna dilakukan autopsi. Pemeriksaan forensik tersebut menjadi salah satu kunci untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, membenarkan kondisi korban saat ditemukan.

"Informasi yang kami terima korban dalam keadaan terborgol dan masih menggunakan seragam saat bertugas," ujar Made, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Made, penyidik masih mengumpulkan seluruh alat bukti, melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, serta mendalami kemungkinan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian, melacak pelaku, serta menguak motif di balik kejadian ini," katanya.

Selain olah tempat kejadian perkara, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang milik korban sebagai bagian dari proses penyelidikan.

"Kami sudah mengamankan barang milik korban, seperti sepeda motor yang digunakan korban bekerja, HT, kalau HP belum. Kami juga sudah memeriksa beberapa saksi," tambah Made.

Baca Juga: Kasus Pengancaman Keluarga di Balikpapan, Parang dan Badik Jadi Bukti, Jaksa Minta Kapten Kapal Dipenjara Satu Tahun

Mengapa keluarga korban meminta autopsi dilakukan?

Pihak keluarga menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam kasus ini sehingga sepakat memberikan izin autopsi. Mereka berharap penyebab kematian korban dapat dijelaskan secara ilmiah melalui pemeriksaan forensik.

Paman korban, Ocid, mengatakan keluarga baru menerima kabar mengenai penemuan korban menjelang Salat Jumat.

"Kami belum tahu penyebab pastinya. Saya mendapat kabar menjelang salat Jumat bahwa korban ditemukan di air dalam kondisi terborgol," ujar Ocid.

Menurutnya, keluarga menginginkan seluruh proses hukum berjalan secara transparan agar tidak menyisakan keraguan.

"Keluarga sepakat autopsi dilakukan agar penyebab kematiannya jelas. Kami minta polisi mengusut tuntas sesuai prosedur karena ada hal yang janggal," katanya.

Ocid juga menyebut persetujuan autopsi telah diberikan oleh seluruh anggota keluarga, termasuk istri korban, sebagai bentuk dukungan terhadap proses penyelidikan.

Baca Juga: Mengapa Eks Jampidsus Belum Ditahan? Pakar Hukum Soroti Prosedur Penetapan Tersangka dan Tahapan Penyidikan

Benarkah korban sempat menegur pelaku vandalisme?

Di tengah proses penyelidikan, muncul keterangan dari seorang warga bernama Warta yang menyebut korban diduga sempat menegur sekelompok orang yang hendak melakukan aksi vandalisme di kawasan Waduk Jatiluhur.

Menurut Warta, korban menjalankan tugasnya sebagai petugas keamanan ketika memberikan teguran tersebut.

"Kabarnya dia melarang orang yang mau coret-coret, ya wajar karena itu memang tugas dia menjaga area waduk," ungkap Warta.

Ia juga mengaku mendengar informasi bahwa kelompok tersebut diduga kembali mendatangi kawasan waduk beberapa hari setelah kejadian sebelumnya.

"Aksi coret-coret malam Rabu, selang satu hari diduga kelompok itu datang lagi," katanya.

Namun demikian, hingga kini kepolisian belum menyatakan adanya hubungan antara dugaan tersebut dengan penyebab kematian korban. Informasi tersebut masih sebatas keterangan saksi dan menjadi salah satu materi yang dapat didalami dalam proses penyelidikan.

Kasus ini masih berada dalam tahap penyelidikan. Hasil autopsi serta pemeriksaan saksi diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai penyebab kematian korban sekaligus menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Poin Penting

Insight Redaksi

Kasus ini menunjukkan pentingnya membedakan antara fakta yang telah diverifikasi dengan informasi yang masih berupa dugaan. Di era media sosial, potongan informasi mudah berkembang menjadi kesimpulan yang belum tentu benar. Karena itu, hasil autopsi dan penyelidikan menjadi dasar utama sebelum menarik kesimpulan. Kada usah tergesa-gesa menilai. Publik justru membutuhkan informasi yang utuh, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Terus kawal perkembangan penyelidikan melalui informasi resmi agar setiap fakta dapat dipahami secara utuh.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak masyarakat memahami perkembangan kasus berdasarkan informasi yang telah terverifikasi.

Masih banyak perkembangan yang patut dicermati dari kasus ini. Ikuti terus informasi terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Siapa korban dalam kasus ini?

Korban merupakan petugas satuan pengamanan (satpam) berinisial S berusia 40 tahun yang bertugas di kawasan Waduk Jatiluhur.

2. Mengapa kasus ini menjadi perhatian publik?

Karena korban ditemukan meninggal dunia dengan kondisi kedua tangan terborgol sehingga memunculkan banyak pertanyaan mengenai penyebab kematiannya.

3. Apakah polisi sudah mengetahui penyebab kematian korban?

Belum. Polisi masih menunggu hasil autopsi serta melanjutkan penyelidikan.

4. Benarkah korban sempat menegur pelaku vandalisme?

Informasi tersebut masih berasal dari keterangan saksi dan belum dinyatakan terbukti oleh penyidik.

5. Apa langkah yang sedang dilakukan kepolisian?

Polisi masih mengumpulkan barang bukti, memeriksa saksi, dan menunggu hasil autopsi sebagai bagian dari penyelidikan.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
satpam Waduk Jatiluhur satpam ditemukan terborgol purwakarta