Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

15 Aplikasi Berbahaya Ini Bisa Sedot Rekening: Jutaan Warga Indonesia Sudah Download!

Rizkiyan Akbar • Kamis, 20 November 2025 | 12:26 WIB

Ilustrasi tampilan Google Play Store di layar ponsel.
Ilustrasi tampilan Google Play Store di layar ponsel.

Balikpapan TV - Hai Cess! Gelombang penipuan digital makin cerdik, dan kini muncul modus baru: aplikasi pinjol palsu yang nyamar seperti layanan resmi demi menguras data hingga rekening korban.

Laporan terkini dari firma keamanan siber McAfee mengungkap 15 aplikasi berbahaya di Google Play Store yang sudah diunduh jutaan kali—tiga di antaranya beredar di Indonesia.

Aplikasi ini memanfaatkan logo, nama, dan tampilan mirip layanan keuangan legal, lalu menyedot informasi personal hingga finansial penggunanya. Fenomena ini jadi alarm keras bagi jutaan pengguna Android.

Yuk, baca artikel ini sampai habis, biar kamu tau apa aja daftar aplikasinya, Cess!

Baca Juga: Soeharto Resmi Dapat Gelar Pahlawan Nasional, Kini Tuai Kecaman Media Asing

Apa Saja Aplikasi Berbahaya yang Masuk Radar McAfee?

Daftar aplikasi mencurigakan ini tersebar global, dengan total 8 juta unduhan, termasuk jutaan instalasi dari Indonesia. McAfee menegaskan sebagian besar berasal dari aplikasi pinjaman online palsu berlabel Spy Loan.

Di Indonesia sendiri, tiga aplikasi tercatat masih sempat beredar. Inilah beberapa nama yang ditemukan, dikutip dari laporan Tom’s Guide, Rabu (19 November 2025):

1. Préstamo Seguro-Rápido, Seguro (1 juta),

2. Préstamo Rápido-Credit Easy (1 juta)

3. Happy Money (1 juta)

4. RupiahKilat-Dana cair (1 juta)

5. Dana Kilat - Pinjaman Kecil (500 ribu)

6. Get Baht Easily - Quick Loan (1 juta)

7. KreditKu - Uang Online (500 ribu)

8. Borrow Happil - Loan (1 juta)

9. Cash Loan-Vay tiền (500 ribu)

10. RapidFinance (100 ribu)

11. PrêtPourVous (100 ribu)

12. Huayna Money - Préstamo Rápido (100 ribu)

13. IPréstamos: Rápido Crédito (100 ribu)

14. ConseguirSol-Dinero Rápido (100 ribu)

15. ÉcoPrêt Prêt En Ligne (100 ribu)

Baca Juga: Dana TKD Dipangkas Hampir Rp1 Triliun, Gimana Nasib Gaji PNS dan PPPK di Balikpapan?

Bagaimana Cara Aplikasi Ini Menjebak Pengguna?

Modusnya simpel tapi efektif: aplikasi dipoles agar terlihat meyakinkan dengan visual ala platform resmi—warna, logo, bahkan gaya tampilan. Penipu memasang iklan palsu di media sosial untuk memperluas jangkauan.

Begitu pengguna instal aplikasinya, mereka diminta memasukkan data personal dan informasi finansial. Data inilah yang kemudian disedot dan dipakai untuk pembobolan rekening atau pemerasan digital.

Kenapa Banyak Korban Terjebak Spy Loan?

McAfee menegaskan penyebabnya adalah tampilan profesional yang sulit dibedakan dari layanan asli. Ditambah lagi, tawaran “bunga rendah” dan “syarat mudah” membuat banyak pengguna tergoda.

Akses aplikasi yang sangat mudah—karena hadir di Google Play Store—juga membuat korban merasa aman. Padahal ada spyware terselubung di balik interface tersebut.

Apa yang Harus Dilakukan Pengguna Agar Terhindar?

Fokus utamanya adalah pengecekan detail aplikasi: jumlah unduhan, ulasan asli, dan reputasi pengembang. Gunakan aplikasi resmi yang tercatat legal.

Kalau sudah terlanjur menginstal, segera uninstall, lakukan penggantian kata sandi, dan pantau transaksi rekening. Lebih cepat lebih aman, Cess.

Kalau menurutmu artikel ini bermanfaat, langsung share ke temanmu biar makin banyak yang sadar bahaya Spy Loan di era digital.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Bagaimana cara mengetahui aplikasi pinjol legal atau ilegal?

Cek di situs resmi OJK, pastikan aplikasi punya izin operasi yang jelas dan bukan sekadar hadir di toko aplikasi.

2. Jika sudah terlanjur memasukkan data ke aplikasi mencurigakan, apa langkah pertama?

Segera cabut akses aplikasi, hapus instalasi, ganti kata sandi akun finansial, dan pantau transaksi rekening.

3. Kenapa aplikasi berbahaya bisa lolos ke Google Play Store?

Karena sistem keamanan toko aplikasi tidak selalu mampu menyaring spyware terselubung dalam bentuk aplikasi finansial palsu.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#Aplikasi berbahaya #google play store #aplikasi pinjol #mcafee #indonesia