Bukan Sekadar Cantik, Ini Cara Membuat Dekorasi Rumah Lebih Nyaman untuk Sehari-hari

Riafandi • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 06:37 WIB
Ruang keluarga dengan warna hangat, furnitur kayu, tanaman, dan tekstur alami sebagai inspirasi home decor modern. (BTV/AI)
Ruang keluarga dengan warna hangat, furnitur kayu, tanaman, dan tekstur alami sebagai inspirasi home decor modern. (BTV/AI)

Durasi Baca: 7 Menit

Ikhtisar: Home decor 2026 bergerak menuju ruang yang lebih hangat, personal, bertekstur, dan fungsional tanpa harus melakukan renovasi besar.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Rumah yang nyaman kada selalu harus punya furnitur mahal atau dekorasi yang memenuhi setiap sudut. Kadang, perubahan kecil seperti mengganti pencahayaan, menambahkan tekstur, atau mengatur ulang posisi furnitur justru sudah cukup mengubah suasana ruangan.

Memasuki 2026, arah desain interior juga semakin menjauh dari ruangan yang terlalu seragam. Sejumlah desainer melihat rumah mulai dibuat lebih personal, terasa dihuni, dan mencerminkan kebiasaan maupun karakter pemiliknya. House Beautiful, misalnya, mencatat bahwa salah satu tema utama desain 2026 adalah ruang yang mengikuti cara penghuninya benar-benar hidup, bukan sekadar terlihat rapi seperti ruang pajangan.

Nah, kalau ikam lagi kepikiran menata ulang rumah, ada beberapa prinsip home decor yang bisa dicoba tanpa harus langsung bongkar-bongkar rumah.

Home Decor Mulai Bergerak dari Minimalis ke Lebih Personal

Minimalis bukan berarti sudah ditinggalkan. Yang berubah adalah cara menerapkannya.

Ruangan tetap bisa terlihat rapi tanpa harus menghilangkan semua benda yang memiliki karakter. Foto keluarga, buku, karya seni, furnitur lama, sampai barang yang didapat dari perjalanan bisa menjadi bagian dari interior.

Tren desain 2026 bahkan menunjukkan meningkatnya minat terhadap barang vintage, furnitur lama, serta perpaduan benda klasik dan modern. Konsep seperti ini membuat rumah terasa berkembang secara alami, bukan seperti dibeli sekaligus dalam satu paket.

Buat rumah sendiri, prinsipnya sederhana: pilih barang yang memang disukai dan punya fungsi.

Jangan membeli dekorasi hanya karena sedang viral kalau pada akhirnya cuma memenuhi meja atau rak.

Baca Juga: Makeover Parkir Samping dan Halaman Depan dengan Anggaran Terbatas, Rumah Rapi Tanpa Renovasi Besar

Warna Hangat Mulai Menggantikan Kesan Terlalu Dingin

Salah satu perubahan yang cukup terlihat pada desain interior 2026 adalah semakin kuatnya penggunaan warna hangat.

Warna cokelat, terracotta, olive, hijau lembut, rust, hingga warna-warna earthy semakin banyak digunakan dalam berbagai konsep interior. ELLE Decor mencatat desainer melihat permintaan terhadap warna yang lebih kaya dan hangat, termasuk cokelat, hijau, rust, dan terracotta.

Bukan berarti seluruh rumah harus dicat cokelat atau hijau.

Warna tersebut bisa dimasukkan secara bertahap melalui bantal sofa, karpet, tirai, lukisan, kursi, vas, atau benda dekoratif lainnya.

Cara ini lebih fleksibel karena ketika bosan, perubahan juga bisa dilakukan tanpa harus mengecat ulang seluruh ruangan.

Tekstur Jadi Cara Sederhana Membuat Ruangan Lebih Hidup

Selain warna, tekstur juga semakin mendapat perhatian.

Ruang yang seluruh permukaannya terlihat sama bisa terasa datar meskipun furniturnya bagus. Karena itu, material seperti kayu, linen, wol, rotan, batu, atau kain bertekstur bisa digunakan untuk memberikan variasi.

ELLE Decor mencatat tren 2026 semakin mengarah pada penggunaan tekstur secara berlapis. Material seperti velvet, wool, rattan, dan linen digunakan untuk menciptakan interior yang lebih mengundang dan terasa dihuni.

Misalnya, sofa polos bisa dipadukan dengan bantal berbahan linen. Lantai dapat diberi karpet bertekstur, sementara meja kayu menjadi elemen yang memberikan kesan alami.

Tidak perlu semuanya berbeda. Justru beberapa tekstur yang saling melengkapi sudah cukup.

Material Alami Bikin Rumah Terasa Lebih Dekat dengan Alam

Kayu dan material alami masih menjadi bagian penting dalam arah desain interior saat ini.

Kayu dengan serat yang terlihat, batu alam, tanaman, serat tumbuhan, dan material yang memperlihatkan karakter aslinya bisa membuat ruangan terasa lebih hangat.

Tren eco-friendly home 2026 juga menunjukkan perhatian terhadap material yang tahan lama, dapat dirawat, dan tidak mudah diganti. Sejumlah desainer menekankan pentingnya memilih barang yang bisa digunakan dalam jangka panjang daripada terus mengganti furnitur mengikuti tren.

Prinsip ini cukup masuk akal untuk diterapkan di rumah.

Daripada membeli banyak dekorasi murah yang cepat bosan, lebih baik memilih beberapa benda yang memang cocok dengan kebutuhan ruangan dan bisa digunakan lebih lama.

Furnitur Tidak Harus Satu Set

Sofa, meja, kursi, dan rak tidak harus berasal dari koleksi yang sama.

Mencampurkan beberapa gaya justru bisa membuat ruangan lebih punya karakter. Furnitur modern dapat dipadukan dengan meja kayu lama atau kursi dengan bentuk klasik.

Namun, bukan berarti semua benda bisa dicampur begitu saja.

Agar tetap terlihat menyatu, gunakan penghubung seperti warna, material, bentuk, atau ukuran.

Misalnya, beberapa furnitur memiliki warna berbeda tetapi sama-sama menggunakan unsur kayu. Atau furnitur memiliki desain berbeda tetapi berada dalam palet warna yang masih berdekatan.

Dengan begitu, ruangan tetap terasa beragam tanpa terlihat berantakan.

Pencahayaan berlapis membuat ruang lebih fleksibel untuk bekerja, membaca, bersantai, dan menikmati dekorasi (BTV/AI)
Pencahayaan berlapis membuat ruang lebih fleksibel untuk bekerja, membaca, bersantai, dan menikmati dekorasi (BTV/AI)

Pencahayaan Jangan Dianggap Sepele

Dekorasi yang bagus bisa kehilangan daya tarik kalau pencahayaannya kurang tepat.

Lampu utama memang penting, tetapi satu sumber cahaya saja kadang membuat ruangan terasa datar. Lampu meja, lampu berdiri, atau lampu aksen dapat digunakan untuk menciptakan lapisan pencahayaan.

Pencahayaan yang bisa diatur juga memberikan fleksibilitas untuk berbagai aktivitas.

Saat bekerja atau membaca, cahaya yang lebih terang dibutuhkan. Ketika bersantai, cahaya yang lebih lembut bisa membuat suasana terasa berbeda.

Bahkan perubahan pencahayaan bisa dilakukan tanpa mengganti furnitur sama sekali.

Rumah Jangan Dibuat Hanya untuk Difoto

Ini mungkin salah satu prinsip paling penting dalam home decor.

Ruangan yang terlihat bagus di media sosial belum tentu nyaman digunakan setiap hari.

Desainer interior Anita Yokota, yang juga seorang pakar kesehatan mental, menyoroti beberapa elemen rumah yang dapat membuat penghuninya merasa lebih terbebani, seperti permukaan yang terlalu berantakan, furnitur yang ukurannya tidak proporsional, serta pencahayaan yang kurang baik. Ia juga mendorong penggunaan benda-benda yang memiliki makna personal.

Artinya, desain rumah sebaiknya kembali kepada kebutuhan penghuninya.

Kalau keluarga sering berkumpul di ruang tengah, prioritaskan area tersebut. Kalau ikam sering bekerja dari rumah, siapkan sudut kerja yang nyaman. Kalau punya anak atau hewan peliharaan, pilih material yang lebih mudah dirawat.

Home decor yang bagus adalah dekorasi yang membantu kehidupan sehari-hari, bukan malah mengganggunya.

Baca Juga: Rumah Compact di Balikpapan: Cara Membuat Lahan Sempit Tetap Lega dan Fungsional

Cara Memulai Home Decor Tanpa Mengeluarkan Banyak Biaya

Tidak perlu langsung membeli banyak barang.

Coba mulai dari satu ruangan.

Pertama, keluarkan benda yang sudah tidak digunakan. Setelah itu, lihat kembali posisi furnitur. Bisa jadi ruangan terasa lebih lega hanya karena beberapa benda dipindahkan.

Kemudian pilih satu elemen yang ingin menjadi perhatian utama.

Bisa berupa karpet, lampu, lukisan, sofa, tanaman, atau meja.

Setelah elemen utama ditentukan, barulah tambahkan benda pendukung yang warnanya atau teksturnya masih berhubungan.

Cara seperti ini membuat proses dekorasi lebih terarah dan mengurangi risiko membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Jangan Takut Mempertahankan Barang Lama

Barang lama tidak selalu berarti ketinggalan zaman.

Meja kayu warisan keluarga, kursi lama, bingkai foto, atau benda yang memiliki kenangan justru dapat memberikan identitas pada ruangan.

Tren desain 2026 juga menunjukkan meningkatnya minat terhadap furnitur vintage dan perpaduan barang lama dengan elemen modern. Pendekatan ini membuat dekorasi terasa lebih personal dan tidak terlalu seragam.

Jadi, sebelum membuang furnitur lama, coba lihat lagi.

Mungkin cukup diperbaiki, dicat ulang, diganti kainnya, atau dipindahkan ke ruangan lain.

Untuk Rumah Tropis, Kenyamanan Tetap Jadi Pertimbangan

Di kawasan tropis, tampilan interior tidak bisa dipisahkan dari kondisi lingkungan.

Rumah yang bagus bukan hanya soal warna dan furnitur, tetapi juga bagaimana ruang merespons cahaya, udara, dan aktivitas penghuni.

Jendela sebaiknya tidak terhalang furnitur besar apabila masih dibutuhkan untuk memasukkan cahaya alami. Material dan tekstil juga perlu dipertimbangkan dari sisi perawatan.

Dengan begitu, konsep home decor tidak berhenti pada estetika.

Rumah tetap harus nyaman digunakan setiap hari.

Poin Penting

Insight Redaksi

Home decor sebenarnya bukan tentang seberapa mahal isi rumah atau seberapa mirip ruangan dengan gambar yang beredar di media sosial.

Yang lebih penting adalah apakah ruangan tersebut terasa nyaman ketika digunakan.

Tren boleh berubah setiap tahun. Warna populer juga bisa berganti. Tetapi kebutuhan manusia di dalam rumah tetap menjadi dasar utama.

Karena itu, jangan sampai rumah ikam malah terasa seperti showroom hanya karena ingin mengikuti tren.

Pilih benda yang memang berguna. Pertahankan barang yang punya cerita. Gunakan warna yang membuat nyaman. Dan yang paling penting, biarkan rumah berkembang mengikuti kehidupan penghuninya.

Kalau informasi ini bermanfaat, bagikan ke bubuhan atau keluarga yang lagi menata rumah. Siapa tahu, perubahan kecil di satu sudut rumah bisa bikin suasana sehari-hari jadi lebih nyaman. Nah, dari hal sederhana seperti itu, home decor jadi bukan sekadar gaya, tapi bagian dari kehidupan sehari-hari.

FAQ

1. Apa itu home decor?

Home decor adalah kegiatan menata dan memperindah ruang melalui pemilihan furnitur, warna, pencahayaan, tekstur, aksesori, serta elemen lainnya agar ruangan sesuai dengan kebutuhan dan karakter penghuninya.

2. Apakah mengikuti tren home decor harus mahal?

Tidak. Penataan ulang furnitur, pencahayaan, tekstil, atau beberapa aksesori bisa memberikan perubahan tanpa renovasi besar.

3. Apa warna home decor yang sedang populer pada 2026?

Sejumlah desainer melihat meningkatnya penggunaan warna hangat dan earthy seperti cokelat, terracotta, olive, rust, serta hijau dengan karakter yang lebih lembut.

4. Apakah furnitur lama masih bisa digunakan?

Bisa. Furnitur lama dapat dipadukan dengan elemen modern dan justru memberikan karakter personal pada ruangan.

5. Bagaimana membuat rumah terlihat lebih nyaman?

Mulai dari mengurangi barang yang tidak digunakan, menyesuaikan ukuran furnitur dengan ruangan, memperbaiki pencahayaan, dan menambahkan elemen yang memang disukai penghuni.

6. Apakah rumah harus mengikuti tren interior terbaru?

Tidak. Tren bisa menjadi inspirasi, tetapi kebutuhan, kenyamanan, fungsi, dan karakter penghuni tetap menjadi pertimbangan utama.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Home Decor Home Living Dekorasi rumah Desain Interior