Durasi Baca 8 menit
Ikhtisar : Rumah di Samarinda perlu ditata dengan mempertimbangkan kondisi iklim tropis basah, kelembapan tinggi, sirkulasi udara, serta karakter hidrologi kota. Pemilihan material, posisi furnitur, ventilasi, dan storage dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing rumah, terutama bagi hunian yang memiliki riwayat lembap atau genangan.
Balikpapan TV - Hai Ces!
Tinggal di Samarinda membuat urusan menata rumah tidak cukup hanya melihat warna cat, model sofa, atau furnitur yang sedang tren. Kondisi iklim tropis basah, kelembapan udara yang tinggi, hujan sepanjang tahun, hingga karakter hidrologi kota perlu ikut dipertimbangkan ketika memilih material dan menata ruang.
Portal Resmi Kota Samarinda mencatat kota ini memiliki iklim tropis basah dengan curah hujan cukup tinggi sepanjang tahun, suhu sekitar 24–34 derajat Celsius dan tingkat kelembapan udara yang tinggi. Secara geografis, Samarinda juga memiliki topografi yang bervariasi dari dataran rendah hingga perbukitan, sementara Sungai Mahakam membelah pusat kota dan terhubung dengan sejumlah anak sungai, termasuk Karang Mumus dan Karang Asam.
Kondisi tersebut membuat konsep home living di Samarinda menarik jika dilihat dari sisi yang lebih praktis: bagaimana membuat rumah tetap nyaman, mudah dirawat, dan lebih siap menghadapi kondisi lingkungan sekitar.
Yang perlu digarisbawahi, penataan interior tentu tidak dapat mencegah banjir. Namun, pilihan material, ventilasi, posisi furnitur, dan sistem penyimpanan dapat membantu penghuni mengurangi masalah kelembapan serta membatasi potensi kerusakan barang ketika rumah menghadapi kondisi air yang tidak diinginkan.
Rumah di Samarinda Perlu Memperhitungkan Udara dan Air
Kelembapan merupakan salah satu persoalan yang tidak terlihat secara langsung, tetapi efeknya dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Ruangan bisa terasa pengap, kain lebih sulit kering, permukaan tertentu mudah berjamur, sementara furnitur membutuhkan perhatian lebih dalam perawatannya.
Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan kenyamanan. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa kelembapan tinggi di dalam ruang dapat meningkatkan pertumbuhan spora jamur dan menyarankan ventilasi yang memadai serta pembersihan perabot secara rutin.
Di Samarinda, persoalan lingkungan juga memiliki dimensi lain. Pada 27 Mei 2025, Pemerintah Kota Samarinda melaporkan genangan terjadi di sejumlah wilayah setelah hujan deras bertepatan dengan pasang besar Sungai Mahakam. BPBD Samarinda menyebut kedalaman genangan bervariasi sekitar 10–50 sentimeter di sejumlah wilayah.
Di Temindung Permai, laporan kelurahan pada kejadian yang sama menyebut ketinggian banjir rata-rata mencapai 50–60 sentimeter dan sejumlah rumah warga terendam.
Artinya, penghuni rumah perlu membedakan dua persoalan.
Pertama, kelembapan ruangan, yang berkaitan dengan pertukaran udara, pencahayaan, aktivitas penghuni dan kondisi material.
Kedua, genangan atau air masuk ke rumah, yang merupakan persoalan berbeda dan membutuhkan strategi mitigasi bangunan serta lingkungan.
Keduanya memang dapat bertemu dalam satu rumah, tetapi solusinya tidak sama.
Baca Juga: Serasa Tidur di Dalam Goa! 6 Inspirasi Cave-Inspired Bedroom yang Natural, Modern, dan Estetik
Lantai dan Furnitur Jangan Hanya Dipilih dari Tampilan
Dalam home living, material sering dipilih berdasarkan warna, tekstur, atau kesan visual. Untuk rumah di lingkungan tropis lembap, pertimbangan tersebut sebaiknya dilengkapi dengan pertanyaan yang lebih praktis.
Apakah permukaannya mudah dibersihkan? Apakah bagian bawah furnitur mudah dijangkau? Bagaimana material tersebut bereaksi terhadap kondisi lembap? Apakah furnitur bisa dipindahkan jika suatu saat diperlukan?
Untuk area yang sering terkena air atau membutuhkan pembersihan lebih rutin, permukaan yang mudah dibersihkan dapat menjadi pertimbangan. Keramik, misalnya, dapat dibahas dari sisi kemudahan perawatan, sedangkan material seperti kayu olahan perlu diperhatikan berdasarkan lokasi penggunaan dan perlindungannya terhadap kelembapan.
Hal yang sama berlaku untuk kabinet, rak, meja, dan sofa.
Furnitur yang langsung menempel pada lantai membuat bagian bawah lebih sulit diperiksa dan dibersihkan. Sebaliknya, desain dengan kaki atau ruang di bawah furnitur dapat memudahkan proses pembersihan.
Namun, bukan berarti semua rumah harus menggunakan satu jenis material tertentu. Kondisi setiap rumah berbeda.
Rumah yang relatif kering dengan ventilasi baik dapat memiliki kebutuhan berbeda dengan rumah yang sering pengap. Rumah yang pernah mengalami genangan juga membutuhkan pertimbangan berbeda dengan rumah yang tidak memiliki riwayat tersebut.
Karena itu, prinsipnya bukan mencari material paling bagus, melainkan mencari material yang paling sesuai dengan lokasi penggunaan, tingkat paparan air, kebutuhan perawatan, dan anggaran penghuni.
Ventilasi Bukan Sekadar Membuka Jendela
Salah satu bagian penting dalam rumah tropis adalah bagaimana udara bergerak.
Kementerian PUPR dalam pedoman rumah sederhana sehat menjelaskan pentingnya penghawaan alami melalui ventilasi silang. Pedoman tersebut juga menyebut penghawaan yang kurang atau tidak lancar dapat membuat ruangan terasa pengap dan meningkatkan kelembapan.
Kajian teknis Direktorat Jenderal Cipta Karya juga menjelaskan bahwa pola aliran udara dipengaruhi berbagai elemen, mulai dari posisi dan orientasi bangunan, bentuk atap, desain jendela, susunan ruangan, hingga penempatan furnitur dan partisi.
Jadi, persoalannya bukan hanya apakah rumah memiliki jendela.
Sebuah ruang bisa mempunyai jendela tetapi tetap terasa pengap apabila aliran udara tidak berjalan dengan baik atau furnitur menghalangi jalur udara.
Untuk penghuni rumah, beberapa hal dapat diperiksa:
- Apakah terdapat bukaan yang memungkinkan udara masuk dan keluar?
- Apakah furnitur besar menutup jalur udara?
- Apakah kamar mandi memiliki ventilasi atau exhaust fan?
- Apakah ruangan tertentu selalu tertutup?
- Apakah cahaya alami dapat masuk dengan cukup?
PUPR juga menjelaskan bahwa ventilasi silang dapat dilakukan melalui penempatan bukaan secara strategis dan dapat dikombinasikan dengan ventilasi atap.
Sementara itu, AC atau dehumidifier sebaiknya tidak dipandang sebagai satu-satunya solusi untuk rumah lembap. Perangkat tersebut dapat menjadi bagian dari pengendalian kondisi ruang, tetapi desain bukaan, sirkulasi udara dan kebiasaan penghuni tetap memiliki peran.
Jika Rumah Pernah Tergenang, Tata Letak Furnitur Perlu Dipikirkan Ulang
Riwayat genangan menjadi informasi penting sebelum membeli furnitur baru.
Pada Mei 2025, Pemkot Samarinda menjelaskan bahwa hujan deras yang bersamaan dengan pasang besar Mahakam dapat menyebabkan air tertahan di sejumlah dataran rendah. Fenomena backwater juga disebut memengaruhi aliran menuju Sungai Karang Mumus dan jaringan Karang Asam.
Dalam kondisi seperti itu, penghuni rumah dapat memikirkan kembali posisi barang.
Dokumen penting, perangkat elektronik, koleksi, pakaian tertentu, dan barang yang sulit dikeringkan sebaiknya tidak otomatis ditempatkan di titik terendah rumah apabila lokasi tersebut memiliki riwayat genangan.
Storage vertikal juga dapat menjadi pilihan untuk barang tertentu.
Namun, keputusan tersebut harus disesuaikan dengan kondisi bangunan. Interior tidak dapat menggantikan fungsi drainase, elevasi bangunan, pompa, kolam retensi, atau infrastruktur pengendalian banjir.
Pemerintah Kota Samarinda sendiri masih menjalankan berbagai program pengendalian banjir, termasuk pembenahan drainase dan normalisasi saluran. Pada 2025, Pemkot juga melaporkan adanya proyek normalisasi parit di Rapak Dalam untuk meningkatkan fungsi saluran air di kawasan yang kerap mengalami banjir saat musim hujan.
Dengan demikian, strategi rumah dan strategi kota merupakan dua hal berbeda yang saling berkaitan.
Tidak Semua Rumah di Samarinda Membutuhkan Strategi yang Sama
Perbedaan kondisi rumah membuat keputusan interior sebaiknya tidak dibuat berdasarkan satu formula.
| Kondisi rumah | Fokus home living |
|---|---|
| Ruangan relatif kering dan sirkulasi udara baik | Material, estetika dan kenyamanan |
| Ruangan mudah pengap | Ventilasi, bukaan dan pengendalian kelembapan |
| Rumah memiliki riwayat genangan | Posisi barang, storage dan kemudahan memindahkan furnitur |
| Rumah berukuran kecil | Storage vertikal dan furnitur multifungsi |
| Area tertentu sering terkena air | Material mudah dibersihkan dan mudah dirawat |
| Rumah dengan banyak penghuni | Sirkulasi udara, kebersihan dan kemudahan perawatan |
Panduan ini tidak berarti satu pilihan selalu lebih baik daripada lainnya. Kebutuhan rumah dengan lahan terbatas tentu berbeda dengan rumah yang mempunyai ruang lebih luas.
Begitu pula rumah di kawasan yang relatif tinggi tidak otomatis memiliki persoalan yang sama dengan rumah di area yang memiliki riwayat genangan.
Karena itu, sebelum membeli furnitur, penghuni sebaiknya terlebih dahulu melihat kondisi rumah sendiri.
Kesalahan Kecil yang Bisa Membuat Rumah Lebih Sulit Dirawat
Ada beberapa keputusan interior yang terlihat sederhana tetapi dapat meningkatkan pekerjaan perawatan.
Pertama, membeli furnitur hanya berdasarkan tampilan tanpa memeriksa material dan cara perawatannya.
Kedua, memenuhi ruangan dengan terlalu banyak furnitur sehingga akses untuk membersihkan lantai, dinding, atau bagian belakang perabot menjadi sulit.
Ketiga, mengabaikan area yang menghasilkan banyak uap seperti kamar mandi dan dapur.
Keempat, menempatkan barang penting di tempat rendah tanpa mempertimbangkan riwayat genangan rumah.
Kelima, menutup seluruh bukaan karena ingin ruangan lebih dingin dengan AC, tetapi tidak memperhatikan kebutuhan pertukaran udara dan perawatan sistem pendingin.
Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya membersihkan perabot secara rutin, menjaga ventilasi, membersihkan AC secara berkala serta mengeringkan karpet yang basah atau lembap.
Dengan kata lain, rumah yang nyaman bukan hanya ditentukan oleh material yang dibeli, tetapi juga bagaimana material dan furnitur tersebut digunakan serta dirawat.
Checklist Sebelum Membeli Furnitur untuk Rumah di Samarinda
Sebelum membawa pulang furnitur baru, penghuni dapat melakukan pemeriksaan sederhana.
Material
- Apakah material sesuai dengan lokasi penggunaannya?
- Bagaimana cara membersihkannya?
- Apakah bagian yang mudah terkena air dapat dikeringkan dengan mudah?
Konstruksi furnitur
- Apakah bagian bawah furnitur mudah dibersihkan?
- Apakah furnitur terlalu berat untuk dipindahkan?
- Apakah terdapat ruang yang cukup untuk pembersihan?
Kondisi ruangan
- Bagaimana sirkulasi udaranya?
- Apakah ada area yang selalu pengap?
- Apakah cahaya alami cukup masuk?
Riwayat rumah
- Apakah rumah pernah mengalami genangan?
- Bagian mana yang paling rendah?
- Barang apa saja yang harus dipindahkan lebih dahulu jika terjadi genangan?
Perawatan
- Berapa sering material perlu dibersihkan?
- Apakah suku cadang atau lapisan pelindung mudah diperoleh?
- Apakah biaya perawatan jangka panjang sesuai kemampuan penghuni?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin terdengar sederhana. Namun, justru dari sinilah keputusan home living menjadi lebih kontekstual.
Home Living Samarinda: Nyaman Bukan Berarti Harus Mahal
Kondisi Samarinda menunjukkan bahwa desain rumah dapat dibaca dari dua sisi sekaligus: estetika dan adaptasi terhadap lingkungan.
Iklim tropis basah membuat kelembapan dan sirkulasi udara menjadi bagian penting dalam kenyamanan rumah. Sementara karakter hidrologi kota membuat penghuni di kawasan tertentu juga perlu memperhatikan kemungkinan genangan. Portal Resmi Kota Samarinda mencatat variasi topografi 10–200 meter di atas permukaan laut serta keberadaan Mahakam, Karang Mumus dan Karang Asam sebagai bagian penting dari kondisi hidrologi kota.
Di sisi lain, pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada keputusan penghuni rumah. Pemerintah kota juga menangani persoalan tersebut melalui pembenahan drainase dan infrastruktur pengendalian banjir.
Karena itu, pilihan interior yang masuk akal bukan berarti harus membuat rumah terlihat seperti bangunan khusus. Langkahnya bisa dimulai dari hal yang lebih sederhana: memastikan udara bergerak, memilih material sesuai fungsi ruang, memberi akses untuk membersihkan furnitur, menata storage berdasarkan kondisi rumah, dan mengetahui bagian rumah yang paling rentan terhadap air.
Bagi penghuni Samarinda, home living akhirnya bukan hanya soal bagaimana rumah terlihat ketika difoto.
Yang tidak kalah penting adalah bagaimana rumah tersebut tetap nyaman digunakan, mudah dirawat, dan lebih siap menghadapi kondisi lingkungan tempatnya berdiri.
Poin Penting
- Kelembapan menjadi pertimbangan penting dalam memilih material dan furnitur untuk rumah di Samarinda.
- Ventilasi silang dan aliran udara perlu diperhatikan agar ruangan tidak mudah pengap dan lembap.
- Material interior sebaiknya dipilih berdasarkan fungsi ruang, kemudahan perawatan, serta paparan terhadap air.
- Furnitur berkaki atau memiliki ruang di bawahnya dapat memudahkan pembersihan dan pemeriksaan bagian bawah perabot.
- Rumah yang memiliki riwayat genangan membutuhkan strategi berbeda, terutama dalam menempatkan elektronik, dokumen, sofa, kasur, dan barang bernilai.
- Storage vertikal dapat dipertimbangkan untuk membantu menjaga barang tertentu dari titik lantai yang lebih rendah.
- Tidak semua rumah di Samarinda membutuhkan solusi yang sama karena kondisi kawasan, bangunan, ventilasi, dan riwayat genangan dapat berbeda.
- Interior bukan pengganti mitigasi banjir seperti drainase, elevasi bangunan, pompa, maupun infrastruktur pengendalian banjir.
- Sebelum membeli furnitur, penghuni sebaiknya mengecek material, konstruksi, ventilasi ruangan, riwayat genangan, kemudahan pemindahan, dan biaya perawatan.
FAQ
1. Mengapa rumah di Samarinda bisa terasa lembap?
Kondisi iklim tropis basah dan kelembapan yang tinggi dapat memengaruhi kenyamanan ruang. Sirkulasi udara yang kurang baik juga dapat membuat ruangan terasa lebih pengap.
2. Apakah rumah lembap harus menggunakan AC?
Tidak selalu. Ventilasi dan sirkulasi udara perlu diperhatikan terlebih dahulu. AC atau dehumidifier dapat menjadi perangkat pendukung sesuai kondisi dan kebutuhan ruangan.
3. Material apa yang perlu diperhatikan untuk rumah yang lembap?
Material sebaiknya dipilih berdasarkan lokasi penggunaannya, tingkat paparan air, kemudahan dibersihkan, kebutuhan perawatan, dan karakter material terhadap kelembapan. Tidak ada satu material yang otomatis cocok untuk semua bagian rumah.
4. Mengapa posisi furnitur penting di rumah tropis?
Penempatan furnitur dapat memengaruhi aliran udara dan akses untuk membersihkan lantai maupun bagian belakang perabot. Furnitur yang terlalu rapat dengan dinding atau memenuhi jalur udara dapat membuat perawatan lebih sulit.
5. Bagaimana menata rumah yang pernah mengalami genangan?
Identifikasi bagian rumah yang paling rendah dan pertimbangkan untuk menempatkan dokumen, elektronik, serta barang penting pada posisi yang lebih aman dan mudah dipindahkan.
Editor : Arya Kusuma