Durasi Baca: 6 menit
Ikhtisar: Celah 90 sentimeter tidak harus menjadi ruang terbuang; dengan desain tepat, area sempit bisa fungsional, terang, dan bernilai.
Balikpapan TV - Hai Ces! Punya celah sekitar 90 sentimeter di antara dua bangunan sering dianggap sebagai sisa lahan yang sulit dimanfaatkan. Padahal, ruang selebar itu masih bisa memiliki fungsi jika dirancang dengan tujuan yang jelas.
Di rumah perkotaan dengan lahan terbatas, setiap sentimeter dapat memengaruhi kenyamanan. Celah sempit dapat diarahkan menjadi jalur servis, taman mungil, area duduk, ruang tanaman, hingga zona transisi yang membuat rumah terasa lebih terbuka.
Namun, mengubahnya menjadi sudut tinggal bukan sekadar memasukkan kursi dan tanaman. Lebar ruang, pencahayaan, ventilasi, drainase, keamanan, serta aturan bangunan perlu diperhitungkan sejak awal.
90 Sentimeter Memang Sempit, Tetapi Belum Tentu Tidak Berguna
Bayangkan sebuah jalur selebar 90 sentimeter dengan panjang 5 meter. Luasnya mencapai sekitar 4,5 meter persegi. Angka tersebut memang tidak cukup untuk membuat ruang keluarga konvensional, tetapi sudah cukup untuk menciptakan area transisi atau sudut luar ruang.
Kuncinya bukan memaksakan fungsi ruangan besar ke tempat kecil. Justru, ruang tersebut sebaiknya diberi fungsi yang sesuai dengan bentuknya.
Beberapa kemungkinan yang realistis adalah jalur taman, area tanaman vertikal, tempat duduk satu orang, ruang membaca semi-outdoor, area mencuci atau menjemur yang lebih tertata, maupun koridor penghubung antara bagian depan dan belakang rumah.
Di sinilah desain menjadi penting. Ruang kecil tidak membutuhkan banyak benda. Ia membutuhkan fungsi yang tepat dan perabot yang proporsional.
Jangan Langsung Dibangun, Periksa Dulu Kondisinya
Sebelum memasang lantai, atap, bangku atau tanaman permanen, ukur kembali celah tersebut.
Lebar 90 sentimeter di lapangan belum tentu benar-benar tersedia sepanjang jalur. Ada kemungkinan terdapat talang, pipa air, saluran pembuangan, tonjolan kolom, kusen, atau bagian struktur bangunan yang mengurangi ruang efektif.
Perhatikan pula ke mana air hujan mengalir. Celah sempit yang tidak memiliki drainase baik dapat berubah menjadi area lembap dan sulit dirawat.
Untuk bangunan di Balikpapan, pengecekan terhadap kondisi tapak dan aturan setempat juga penting. Peraturan Bangunan Gedung Kota Balikpapan menyebut jarak antarbangunan atau bangunan dengan batas kaveling harus mempertimbangkan keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan. Untuk bangunan hunian, ketentuan jarak bebas juga dapat berbeda sesuai kondisi dan aturan yang berlaku.
Artinya, 90 sentimeter bukan angka universal yang otomatis berarti boleh dibangun atau ditutup. Status lahan, jenis bangunan, posisi terhadap batas persil, dan aturan tata ruang setempat tetap harus diperiksa.
Jadikan Celah sebagai Ruang yang Bisa Bernapas
Salah satu nilai terbesar celah antarruang adalah potensinya membantu pencahayaan dan penghawaan.
Pedoman Rumah Sederhana Sehat dari Kementerian PUPR menjelaskan bahwa ventilasi silang dapat digunakan untuk membantu memperoleh kesegaran udara. Pedoman tersebut mencantumkan lubang penghawaan minimal 5 persen dari luas lantai ruangan serta menekankan keseimbangan udara yang masuk dan keluar.
Karena itu, jangan buru-buru menutup celah 90 sentimeter dengan atap permanen dari ujung ke ujung.
Jika fungsi ruang memungkinkan, sebagian area dapat dibiarkan terbuka ke langit. Bagian yang membutuhkan perlindungan hujan bisa menggunakan kanopi dengan desain yang tetap memungkinkan cahaya dan udara masuk.
Konsep seperti ini membuat celah tidak hanya menjadi tempat lewat, tetapi menjadi ruang perantara antara rumah dan udara luar.
Arsitek, Celah Kecil Tetap Bisa Memberi Manfaat
Arsitek sekaligus dosen Binus University, Ar. Denny Setiawan, S.T., M.T., IAI, menyebut jarak minimal sekitar 60 sentimeter dapat digunakan sebagai pemisah dua bangunan dalam konteks yang sesuai. Ia juga menjelaskan bahwa kebutuhan jarak antarrumah tetap berkaitan dengan peruntukan dan aturan tata ruang masing-masing wilayah.
Dengan lebar 90 sentimeter, ruang tersebut memiliki tambahan sekitar 30 sentimeter dibanding angka minimal yang disebutkan dalam pernyataan tersebut. Tetapi angka itu bukan berarti seluruh area otomatis cocok dijadikan ruang tinggal.
Yang lebih penting adalah bagaimana ruang tersebut digunakan.
Kursi lipat atau bangku ramping, misalnya, jauh lebih masuk akal daripada sofa besar. Rak tanaman vertikal juga lebih efisien daripada pot-pot besar yang memenuhi lantai.
Tiga Cara Mengubah Celah 90 Sentimeter
1. Taman Vertikal yang Membuat Dinding Lebih Hidup
Jika celah terlalu sempit untuk banyak pot di lantai, gunakan bidang vertikal.
Tanaman dapat ditempatkan pada rak bertingkat atau panel tanaman yang menempel pada salah satu sisi dinding. Pilih tanaman yang sesuai dengan intensitas cahaya di lokasi tersebut dan tidak memiliki akar atau pertumbuhan yang berpotensi merusak bangunan.
Lantai tetap dibiarkan relatif kosong agar jalur dapat dibersihkan dan digunakan untuk akses perawatan.
2. Sudut Duduk Minimalis
Celah dengan panjang beberapa meter dapat menjadi sudut duduk kecil.
Gunakan bangku dengan kedalaman sekitar 30–40 sentimeter sehingga masih tersedia ruang untuk bergerak. Meja kecil lipat dapat digunakan bila diperlukan, kemudian disimpan kembali setelah selesai.
Konsep ini cocok untuk area yang mendapat pencahayaan cukup tetapi tetap terlindung dari hujan langsung.
3. Koridor Multifungsi
Tidak semua ruang sempit harus menjadi tempat bersantai.
Celah 90 sentimeter bisa menjadi jalur yang menghubungkan bagian depan dan belakang rumah sekaligus menampung tanaman, rak alat kebun, atau area servis.
Fungsi seperti ini justru sering lebih masuk akal karena akses tetap menjadi prioritas. Rumah mendapatkan ruang tambahan tanpa mengorbankan jalur pergerakan.
Material Apa yang Cocok?
Untuk ruang selebar 90 sentimeter, material sebaiknya mudah dibersihkan, tidak licin, dan tahan terhadap kondisi luar ruang.
Roster dapat digunakan pada bagian tertentu untuk membantu menciptakan elemen visual sekaligus memungkinkan aliran udara. Harga roster beton 20 × 20 sentimeter pada pasar 2026 berada di kisaran belasan ribu rupiah per buah, tergantung motif dan pemasok. Sebagai gambaran, 1 meter persegi membutuhkan sekitar 25 buah roster ukuran 20 × 20 sentimeter.
Untuk lantai, pilihan bisa berupa keramik outdoor, batu alam, atau paving yang memiliki tekstur cukup untuk area yang berpotensi terkena air.
Jika menggunakan material seperti WPC atau kayu, pastikan sistem pemasangan dan drainasenya sesuai kondisi outdoor. Harga WPC decking pada 2026 sangat bervariasi menurut jenis dan kualitas, dengan salah satu referensi pasar nasional menempatkan material sekitar Rp450 ribu–Rp1,2 juta per meter persegi sebelum seluruh komponen pemasangan dihitung.
Baca Juga: Sudut 60×80 cm di Balik Pintu Lemari Bisa Jadi Penyimpanan Rahasia, Ini Cara Memanfaatkannya
Tabel Pilihan Material
| Material | Fungsi | Kelebihan | Perlu Diperhatikan |
|---|---|---|---|
| Roster beton | Dinding/partisi | Sirkulasi udara dan dekoratif | Perlu konstruksi yang kokoh |
| Paving | Lantai | Mudah dirawat | Pastikan kemiringan drainase |
| Keramik outdoor | Lantai | Mudah dibersihkan | Pilih permukaan tidak licin |
| WPC decking | Lantai | Tampilan hangat | Biaya relatif lebih tinggi |
| Batu alam | Lantai/aksen | Natural dan tahan lama | Bobot serta perawatan perlu diperhitungkan |
Berapa Perkiraan Biayanya?
Biaya sangat bergantung pada panjang celah, kondisi lantai, kebutuhan drainase, material, kanopi dan ongkos tenaga kerja. Karena itu, angka berikut sebaiknya dibaca sebagai simulasi awal, bukan harga pekerjaan yang mengikat.
Misalnya celah berukuran 0,9 × 5 meter atau sekitar 4,5 meter persegi:
| Komponen | Estimasi Awal |
|---|---|
| Perbaikan/persiapan lantai | Rp1–2,5 juta |
| Lantai outdoor 4,5 m² | Rp1,5–3,5 juta |
| Roster/aksen dinding | Rp500 ribu–Rp1,5 juta |
| Rak dan tanaman | Rp500 ribu–Rp1,5 juta |
| Bangku ramping | Rp500 ribu–Rp1,5 juta |
| Drainase/perapian sederhana | Rp500 ribu–Rp1,5 juta |
| Perkiraan total | Rp4,5–11,5 juta |
Harga aktual dapat berubah karena kondisi bangunan, akses material, kualitas bahan, desain, dan upah di lokasi.
Jangan Jadikan Ruang Sempit sebagai Gudang Baru
Kesalahan yang paling mudah terjadi justru bukan soal desain, melainkan kebiasaan.
Karena celah berada di samping rumah, pemilik sering menjadikannya tempat menyimpan ember, kardus, galon, peralatan kebun, hingga barang yang jarang digunakan.
Dalam beberapa bulan, ruang yang awalnya dirancang sebagai taman atau sudut duduk kembali menjadi tempat penyimpanan.
Karena itu, tentukan satu fungsi utama sejak awal.
Kalau tujuannya taman, prioritaskan tanaman dan akses perawatan. Kalau tujuannya koridor, jangan memenuhi jalur dengan furnitur. Kalau tujuannya area duduk, sediakan hanya perlengkapan yang memang digunakan.
Empat Hal yang Sebaiknya Dihindari
- Menutup seluruh celah tanpa mempertimbangkan ventilasi.
Ruang sempit bisa menjadi panas dan lembap ketika sirkulasi udara buruk. - Menggunakan furnitur terlalu besar.
Furnitur yang memakan sebagian besar lebar jalur akan membuat ruang terasa semakin sempit. - Mengabaikan drainase.
Air yang tertahan dapat membuat lantai licin dan mempercepat kerusakan material. - Membangun tanpa mengecek aturan setempat.
Ketentuan jarak bangunan berkaitan dengan keselamatan, kesehatan, pencahayaan, sirkulasi udara, akses dan aspek lainnya. PP Nomor 16 Tahun 2021 juga menempatkan faktor-faktor tersebut sebagai pertimbangan dalam penentuan jarak bebas bangunan.
Poin Penting
- Celah 90 sentimeter masih dapat dimanfaatkan sebagai ruang transisi atau sudut luar ruang.
- Ukur lebar efektif di sepanjang jalur sebelum menentukan desain.
- Prioritaskan ventilasi, pencahayaan, drainase dan akses perawatan.
- Gunakan furnitur ramping atau elemen vertikal agar lantai tetap lega.
- Roster dapat menjadi pilihan untuk elemen dinding yang membutuhkan aliran udara.
- Jangan menganggap 90 sentimeter sebagai ukuran yang otomatis memenuhi aturan bangunan.
- Untuk pembangunan permanen, periksa ketentuan tata ruang dan bangunan yang berlaku di lokasi.
Insight Redaksi
Ruang sempit tidak selalu membutuhkan banyak dekorasi untuk terlihat bernilai. Justru, semakin terbatas ukurannya, semakin penting menentukan apa yang tidak perlu dimasukkan.
Celah 90 sentimeter bisa terasa jauh lebih berguna ketika satu bagian difungsikan sebagai jalur, satu bidang dimanfaatkan secara vertikal, dan lantainya tetap mudah dibersihkan.
Dengan pendekatan tersebut, ruang sisa tidak dipaksa menjadi ruangan baru. Ia diberi fungsi yang memang sesuai dengan ukurannya.
Kalau di rumah ada celah sempit yang selama ini hanya menjadi tempat menyimpan barang, mungkin yang perlu diubah bukan luasnya, melainkan cara melihat ruang tersebut.
Bagikan artikel ini kepada keluarga atau teman yang sedang mencari cara memanfaatkan lahan rumah yang terbatas. Masih ada banyak sudut rumah yang bisa dibuat lebih berguna tanpa harus memperluas bangunan.
FAQ
Apakah celah 90 sentimeter cukup untuk dijadikan ruang duduk?
Bisa untuk konsep duduk sederhana dengan furnitur ramping, tetapi desain harus mempertahankan ruang gerak dan akses.
Apakah celah 90 sentimeter boleh ditutup atap?
Tidak bisa dipastikan hanya berdasarkan lebarnya. Ketentuan bangunan, ventilasi, drainase, batas persil dan kondisi lokasi perlu diperiksa.
Tanaman apa yang cocok?
Pilih tanaman berdasarkan tingkat cahaya, kelembapan, kebutuhan perawatan dan ukuran pertumbuhan, bukan sekadar karena ukurannya saat dibeli.
Apakah roster cocok untuk celah sempit?
Roster dapat menjadi elemen ventilasi sekaligus dekorasi, tetapi pemasangannya tetap harus mempertimbangkan konstruksi dan keselamatan.
Apakah ruang sempit lebih baik dibuat taman atau area servis?
Keduanya dapat digunakan. Pilihan paling tepat bergantung pada kebutuhan penghuni, akses, pencahayaan, drainase dan kondisi bangunan.