Rumah Tetap Cantik dan Rapi Punya Hewan Peliharaan? Ini Cara Menatanya agar Aman dan Nyaman

Wafiq Azizah Amru • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 12:33 WIB
Tampilan ruang tamu modern dan ramah hewan peliharaan dengan suasana hangat serta tertata rapi. (BTV/Ai)
Tampilan ruang tamu modern dan ramah hewan peliharaan dengan suasana hangat serta tertata rapi. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: Menata rumah ramah hewan peliharaan perlu furnitur tepat, scratching post menarik, serta dekorasi yang aman.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Rumah dengan kucing atau anjing membutuhkan penataan berbeda, terutama pada sofa, dekorasi, dan barang pecah belah agar tetap nyaman serta aman.

Bukan berarti rumah harus berubah seperti tempat bermain hewan. Dengan memilih material yang mudah dirawat, menyediakan area khusus, dan mengatur posisi barang, rumah tetap bisa terlihat rapi.

Rumah cantik dan ramah hewan sebenarnya bisa berjalan bersama

Tinggal bersama hewan peliharaan memang membuat rumah terasa lebih hidup. Namun, ada satu konsekuensi yang sering baru terasa setelah furnitur mulai digunakan: sofa dicakar, bulu menempel di kain, benda dekorasi jatuh, atau sudut meja menjadi tempat favorit untuk bermain.

Masalahnya bukan selalu karena kucing atau anjing "nakal". Pada kucing, scratching atau mencakar merupakan perilaku alami yang berkaitan dengan perawatan kuku, peregangan tubuh, sekaligus penandaan wilayah. Karena itu, target yang lebih realistis bukan membuat kucing berhenti mencakar, melainkan mengarahkan perilaku tersebut ke tempat yang sesuai.

Anjing juga dapat membuat furnitur cepat kotor atau rusak, terutama ketika sering naik-turun sofa, membawa benda dari luar, atau mengunyah barang yang berada dalam jangkauannya. Penataan rumah sejak awal dapat membantu mengurangi peluang tersebut.

Jadi, konsep rumah ramah hewan peliharaan bukan berarti semua barang harus dikorbankan. Kuncinya justru membuat rumah lebih mudah dipakai bersama.

Pilih kain sofa yang siap menghadapi kehidupan sehari-hari

Sofa biasanya menjadi titik pertama yang perlu diperhatikan.

Untuk rumah dengan hewan peliharaan, jangan hanya melihat warna dan tekstur kain. Perhatikan juga apakah material tersebut mudah dibersihkan, bagaimana permukaannya terhadap bulu, serta seberapa tahan terhadap penggunaan berulang.

Kain kategori performance fabric dapat menjadi salah satu pilihan karena dirancang dengan karakter seperti mudah dibersihkan, tahan noda, dan lebih siap menghadapi penggunaan sehari-hari. Beberapa material performance upholstery juga memiliki ketahanan terhadap abrasi dan kelembapan.

Namun, ada satu hal penting: tahan noda tidak sama dengan tahan cakar.

Kain yang mudah dibersihkan belum tentu kebal terhadap kuku kucing. Karena itu, saat membeli sofa atau memesan upholstery, minta sampel kain terlebih dahulu. Perhatikan apakah benangnya mudah tertarik, apakah permukaannya memiliki loop yang mudah tersangkut, dan bagaimana kain tersebut dibersihkan sesuai petunjuk produsennya.

Pilihan praktis lainnya adalah sofa dengan sarung yang dapat dilepas dan dicuci. Jika tidak ingin mengganti sofa, gunakan throw blanket pada area yang paling sering dipakai hewan untuk tidur.

Warna juga dapat dipertimbangkan. Warna dengan motif atau tekstur tertentu bisa membantu membuat bulu hewan tidak terlalu terlihat dibandingkan permukaan polos dengan warna yang sangat kontras.

Intinya, Ces, jangan mencari sofa yang benar-benar "anti-hewan". Cari furnitur yang mudah dirawat ketika hidup bersama hewan.

Desain ruang tamu modern ramah hewan peliharaan dengan sofa kain tahan lama yang nyaman. (BTV/Ai)
Desain ruang tamu modern ramah hewan peliharaan dengan sofa kain tahan lama yang nyaman. (BTV/Ai)

Baca Juga: Rumah Terasa Lebih Cozy di Malam Hari, Begini Cara Menata Lampu Warm White agar Suasana Makin Hangat

Kalau kucing mencakar sofa, jangan cuma memindahkan cakarnya

Ini bagian yang sering terlewat.

Ketika kucing sudah menemukan sudut sofa yang enak untuk dicakar, sekadar memarahinya tidak otomatis menyelesaikan masalah. Menurut dokter hewan Lisa Restine, DVM, dan Lynn Buzhardt, DVM, scratching merupakan perilaku normal kucing yang juga berfungsi untuk meregangkan tubuh, merawat kuku, serta menandai wilayah.

Karena itu, rumah perlu menyediakan scratching post yang benar-benar menarik bagi kucing.

Bentuknya tidak harus selalu seperti tiang berbulu yang terlihat mencolok. Scratching post bisa dibuat menyatu dengan konsep interior, misalnya:

Yang paling penting bukan sekadar tampilannya.

Kucing memiliki preferensi berbeda terhadap arah dan tekstur scratching. Ada yang menyukai permukaan vertikal, ada pula yang lebih menyukai bidang horizontal. Tiang juga harus cukup kokoh sehingga tidak mudah roboh ketika digunakan.

Letakkan scratching post di tempat yang memang disukai kucing

Scratching post yang cantik tetapi disimpan di sudut ruangan yang jarang dilewati belum tentu menarik perhatian.

Jika kucing selalu mencakar sisi sofa, letakkan scratching post di dekat area tersebut terlebih dahulu. Setelah kucing mulai terbiasa menggunakannya, posisinya bisa dipindahkan sedikit demi sedikit sesuai kebutuhan interior.

VCA juga menyarankan scratching post ditempatkan di area yang sering digunakan kucing, bukan sekadar disembunyikan di ruangan kosong. Pos yang cukup tinggi memungkinkan kucing melakukan peregangan penuh ketika mencakar.

Triknya sederhana: jangan hanya membuat tempat yang benar; buat tempat yang benar menjadi tempat paling menarik.

Tambahkan mainan di sekitarnya atau letakkan scratching post dekat area istirahatnya. Untuk kucing tertentu, variasi tekstur dan bentuk juga dapat membantu menemukan jenis scratching yang paling disukai.

Penataan tiang garukan kucing yang ideal di dekat sofa untuk melatih kebiasaan peliharaan. (BTV/Ai)
Penataan tiang garukan kucing yang ideal di dekat sofa untuk melatih kebiasaan peliharaan. (BTV/Ai)

Baca Juga: Ingin Kamar Ala I-LAND? Intip 6 Inspirasi Dekorasi Futuristik yang Bikin Ruangan Makin Estetik

Furnitur tidak harus disembunyikan, tetapi jalurnya perlu dipikirkan

Penataan furnitur juga bisa mengurangi kerusakan.

Untuk kucing, perhatikan jalur lompat dari lantai ke sofa, meja, rak, atau ambang jendela. Barang yang mudah pecah sebaiknya tidak ditempatkan di titik yang menjadi "landasan" atau jalur lompatan.

Untuk anjing, perhatikan area yang sering digunakan untuk berlari atau berputar. Meja kecil dengan sudut tajam dan dekorasi yang mudah tersenggol sebaiknya tidak ditempatkan di jalur tersebut.

Konsepnya sederhana: lihat rumah dari sudut pandang hewan, bukan hanya dari posisi manusia berdiri.

Kalau ada area yang sering menjadi tempat bermain, jangan isi area tersebut dengan benda rapuh.

Tata ruang interior ramah hewan peliharaan yang aman, nyaman, dan fungsional untuk kehidupan sehari-hari. (BTV/Ai)
Tata ruang interior ramah hewan peliharaan yang aman, nyaman, dan fungsional untuk kehidupan sehari-hari. (BTV/Ai)

Barang pecah belah sebaiknya naik level

Vas kaca, keramik, patung kecil, lilin, atau pajangan favorit tetap bisa digunakan. Hanya saja, penempatannya perlu lebih strategis.

Untuk rumah dengan kucing, hindari menaruh benda pecah belah di ujung meja atau rak yang mudah dijangkau dari lompatan. Rak terbuka yang menjadi jalur panjat juga sebaiknya tidak dipenuhi benda rapuh.

Pilihan yang lebih aman adalah:

  1. Gunakan kabinet tertutup untuk koleksi yang mudah pecah.

  2. Pilih rak dinding yang terpasang kokoh untuk dekorasi tertentu.

  3. Jauhkan benda kaca dari jalur lompatan.

  4. Gunakan alas antiselip pada dekorasi yang tetap diletakkan di permukaan meja.

  5. Simpan benda kecil yang mudah tertelan di tempat yang tidak bisa dijangkau hewan.

  6. Gunakan pembatas fisik pada area yang memang tidak boleh dimasuki.

Untuk anjing, pembatas fisik seperti pintu, baby gate, atau pengaturan ruang dapat membantu menjauhkan hewan dari barang yang berisiko rusak atau berbahaya jika tergigit.

Benda pecah belah yang jatuh bukan hanya persoalan dekorasi rusak. Pecahannya juga dapat menjadi risiko bagi hewan maupun penghuni rumah.

Baca Juga: Ingin Kamar Terlihat Mahal? Intip 6 Inspirasi Dekorasi Kamar Bertema Diamond yang Memukau

Buat satu zona khusus untuk hewan

Rumah akan terasa lebih rapi ketika perlengkapan hewan tidak tersebar ke seluruh ruangan.

Tidak perlu menyediakan satu ruangan khusus. Sudut kecil di ruang keluarga pun cukup.

Misalnya, satu area dapat berisi:

Untuk anjing, tempat tidur dapat ditempatkan di sudut yang masih dekat dengan aktivitas keluarga. Untuk kucing, area vertikal juga dapat dimanfaatkan karena banyak kucing menyukai tempat tinggi untuk beristirahat dan mengamati lingkungan.

Dengan begitu, perlengkapan hewan menjadi bagian dari desain, bukan benda-benda yang terasa "berserakan".

Keranjang rotan, kotak kayu, atau storage dengan desain minimalis bisa dipilih agar menyatu dengan interior rumah.

Jangan membuat rumah terlalu "steril" untuk hewan

Ada kecenderungan pemilik hewan ingin membuat rumah bebas dari semua kemungkinan kerusakan. Akibatnya, hewan justru memiliki terlalu sedikit ruang untuk melakukan aktivitas alaminya.

Padahal, rumah yang ramah hewan justru menyediakan alternatif.

Kucing perlu tempat untuk mencakar, memanjat, bermain, dan beristirahat. Anjing membutuhkan area nyaman untuk berbaring, bermain, dan mengakses mainannya.

Jika kebutuhan tersebut tidak memiliki tempat yang jelas, furnitur manusia bisa menjadi sasaran yang lebih menarik.

Pendekatan lingkungan seperti menyediakan scratching post, area bermain, tempat istirahat, serta membatasi akses ke area tertentu dapat membantu mengarahkan perilaku hewan tanpa harus menghilangkan seluruh karakter rumah.

Suasana rumah ramah hewan peliharaan yang nyaman, rapi, dan didesain estetis untuk aktivitas hewan. (BTV/Ai)
Suasana rumah ramah hewan peliharaan yang nyaman, rapi, dan didesain estetis untuk aktivitas hewan. (BTV/Ai)

Baca Juga: 5 Area Tersembunyi di Rumah yang Bisa Jadi Dekorasi Fungsional Tanpa Bikin Sesak

Bagaimana menata rumah kalau ruangnya kecil?

Rumah kecil justru membutuhkan furnitur yang punya lebih dari satu fungsi.

Contohnya, pilih meja samping yang juga memiliki ruang penyimpanan. Gunakan kabinet tertutup untuk barang pecah belah sekaligus perlengkapan hewan. Scratching post dapat dipilih yang sekaligus menjadi tempat bermain atau tempat duduk.

Untuk kucing, manfaatkan ruang vertikal. Cat tree, rak khusus yang aman, atau area bertingkat dapat memberikan tambahan ruang tanpa memenuhi lantai.

Untuk anjing, fokuskan pada lantai yang mudah dibersihkan dan jalur gerak yang tidak terlalu penuh.

Dengan pendekatan ini, rumah tidak perlu dipenuhi perlengkapan hewan. Setiap elemen justru bisa memiliki fungsi ganda.

Desain interior rumah ramah peliharaan bernuansa minimalis dengan pemanfaatan ruang vertikal yang efisien. (BTV/Ai)
Desain interior rumah ramah peliharaan bernuansa minimalis dengan pemanfaatan ruang vertikal yang efisien. (BTV/Ai)

Baca Juga: Kabel Meja Kerja Berantakan? Ini Cara Menatanya agar Rapi dan Mudah Dibersihkan

Poin Penting

Insight Redaksi

Rumah ramah hewan peliharaan bukan tentang memilih antara interior yang cantik atau hewan yang nyaman. Desain yang tepat justru mempertemukan keduanya melalui material yang mudah dirawat, ruang khusus untuk perilaku alami, dan penataan yang mempertimbangkan cara hewan bergerak. Dengan begitu, furnitur tidak sekadar dilindungi dari kerusakan, tetapi rumah juga menjadi ruang hidup yang lebih masuk akal untuk seluruh penghuninya.

Kalau sofa, rak, dan dekorasi sudah mulai dipikirkan dari sudut pandang kucing atau anjing, perubahan kecil bisa membuat rutinitas sehari-hari jauh lebih mudah. Mulai saja dari satu area yang paling sering bermasalah, Ces!

Rumah yang nyaman bukan rumah tanpa jejak kehidupan. Justru ketika furnitur, dekorasi, dan kebutuhan hewan bisa berdampingan, ruang tinggal terasa lebih hidup tanpa kehilangan kerapian.

FAQ

1. Apa kain sofa yang paling cocok untuk rumah dengan kucing atau anjing?

Cari upholstery yang mudah dibersihkan, tahan penggunaan sehari-hari, dan tidak mudah menarik bulu atau kotoran. Performance fabric merupakan salah satu kategori yang dirancang untuk kebutuhan tersebut. Namun, ketahanan terhadap noda tidak otomatis berarti tahan terhadap cakaran.

2. Apakah kucing bisa dibuat berhenti mencakar sofa?

Scratching merupakan perilaku alami sehingga tujuan yang lebih realistis adalah mengarahkannya ke permukaan yang sesuai. Scratching post yang kokoh, menarik, dan ditempatkan di lokasi yang tepat dapat membantu.

3. Scratching post sebaiknya diletakkan di mana?

Tempatkan dekat area yang sering digunakan kucing atau lokasi yang sebelumnya menjadi sasaran cakaran. Untuk kucing yang menyukai posisi vertikal, pilih tiang yang cukup tinggi agar tubuhnya dapat meregang penuh.

4. Bagaimana menyimpan barang pecah belah jika punya hewan peliharaan?

Kabinet tertutup merupakan pilihan paling sederhana. Jika menggunakan rak terbuka, pilih posisi yang tidak berada di jalur lompatan atau aktivitas hewan dan pastikan rak terpasang dengan kokoh.

5. Apakah rumah kecil bisa tetap ramah hewan?

Bisa. Manfaatkan ruang vertikal untuk kucing, furnitur multifungsi untuk penyimpanan, dan satu zona khusus untuk tempat tidur, mainan, serta perlengkapan hewan.

6. Apa yang harus dilakukan jika kucing tiba-tiba lebih sering mencakar?

Perubahan pola scratching dapat berkaitan dengan perubahan lingkungan atau faktor lain. Jika perilaku meningkat secara mencolok atau disertai perubahan perilaku lainnya, konsultasikan dengan dokter hewan untuk mencari penyebabnya.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
rumah ramah hewan furnitur pet friendly scratching post Desain Interior