Bikin Teras Jadi Ruang Favorit, Cara Sederhana Menciptakan Tempat Teduh untuk Ngobrol

Tania Putri Nuraini • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 20:53 WIB
Teras nyaman menghadirkan ruang teduh untuk bersantai, berbincang, menerima tamu, sekaligus menjaga sirkulasi udara rumah. (BTV/AI)
Teras nyaman menghadirkan ruang teduh untuk bersantai, berbincang, menerima tamu, sekaligus menjaga sirkulasi udara rumah. (BTV/AI)

Durasi Baca: 8 menit

Ikhtisar: Teras nyaman bisa menjadi ruang favorit untuk berteduh, ngobrol, menerima tamu, sekaligus menjaga sirkulasi rumah.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Teras depan sering menjadi ruang yang paling mudah terlihat dari luar rumah, tetapi justru kerap menjadi area yang paling jarang dimanfaatkan. Setelah dipakai sebagai tempat meletakkan sandal, pot tanaman, atau sekadar jalur menuju pintu utama, ruang ini akhirnya kehilangan fungsi sosialnya.

Padahal, teras punya posisi menarik. Ia bukan sepenuhnya ruang luar, tetapi juga belum menjadi ruang dalam. Di situlah teras bisa dipakai untuk duduk santai, menerima tamu sebentar, membaca, minum kopi, atau berbincang dengan keluarga tanpa harus masuk ke ruang utama rumah.

Untuk rumah di kota tropis seperti Balikpapan, fungsi tersebut makin relevan. BMKG mengelompokkan wilayah Kalimantan dalam zona iklim tropis dengan karakter hangat dan, pada sejumlah wilayah, curah hujan relatif tinggi. Artinya, ruang luar yang nyaman perlu mempertimbangkan teduh, hujan, kelembapan, aliran udara, dan kemudahan perawatan.

Kenapa Teras Sering Ada, tetapi Jarang Dipakai?

Masalah utama teras bukan selalu luasnya.

Teras berukuran terbatas pun bisa terasa menyenangkan jika fungsi, naungan, furnitur, dan sirkulasinya dipikirkan sejak awal. Sebaliknya, teras yang cukup luas bisa tetap terasa panas dan tidak nyaman jika terkena matahari langsung, tidak memiliki perlindungan hujan, atau furniturnya menghalangi jalur masuk rumah.

Ada beberapa penyebab umum.

Pertama, teras dibuat hanya sebagai bagian dari tampilan fasad. Fokusnya lebih banyak pada bentuk tiang, warna lantai, atau pagar, sementara kebutuhan orang yang akan duduk di dalamnya tidak diperhitungkan.

Kedua, posisi tempat duduk sering salah. Kursi diletakkan di area yang terkena panas matahari pada jam tertentu atau terlalu dekat dengan jalur pintu sehingga orang yang duduk merasa mengganggu akses keluar-masuk.

Ketiga, material yang dipilih tidak sesuai dengan kondisi ruang luar. Furnitur yang mudah rusak oleh kelembapan, kain yang sulit dikeringkan, atau permukaan yang mudah menampung air akhirnya membuat penghuni malas menggunakan teras.

Keempat, tidak ada alasan untuk tinggal lebih lama. Kalau hanya ada dua kursi tanpa meja kecil, pencahayaan, atau elemen peneduh, teras akan tetap terasa seperti tempat menunggu sebelum masuk rumah.

Teras sebagai Ruang Transisi Rumah

Secara arsitektur, teras dapat berperan sebagai ruang transisi antara area luar dan bagian dalam rumah.

Penelitian Indrabakti Sangalang, Joni Wahyubuana Usop, dan Rony Setya Siswadi dari Universitas Palangka Raya pada rumah tropis di Palangka Raya menemukan bahwa keberadaan ruang transisi seperti teras dan taman depan berkaitan dengan peningkatan kenyamanan termal dan privasi. Penelitian tersebut melaporkan penurunan suhu ruang dalam hingga 2–3°C pada rumah dengan ruang transisi dibandingkan rumah tanpa ruang transisi, serta peningkatan persepsi kenyamanan dan privasi hingga 75 persen menurut responden. Temuan ini merupakan hasil studi pada konteks Palangka Raya, sehingga tidak dapat dianggap sebagai angka yang otomatis berlaku untuk setiap rumah di Balikpapan.

Tim peneliti menyebut ruang transisi sebagai “peredam alami terhadap suhu dan intensitas cahaya matahari” sekaligus buffer sosial antara ruang publik dan privat.

Konsep tersebut cukup mudah diterapkan di rumah sehari-hari.

Teras tidak harus menjadi ruang tamu kedua. Cukup jadikan ia sebagai ruang peralihan yang memiliki fungsi jelas: tempat berhenti sebentar, tempat duduk sore, ruang ngobrol dengan tetangga, atau area menerima tamu yang tidak membutuhkan suasana formal.

Teras nyaman menjadi ruang transisi rumah, tempat berteduh, bersantai, dan menerima tamu. (BTV/AI)
Teras nyaman menjadi ruang transisi rumah, tempat berteduh, bersantai, dan menerima tamu. (BTV/AI)

Mulai dari Teduh, Bukan dari Dekorasi

Kesalahan yang sering terjadi adalah membeli kursi dan meja lebih dulu, baru memikirkan apakah orang bisa nyaman duduk di sana.

Urutannya sebaiknya dibalik.

Pertama, periksa arah datangnya matahari. Amati teras pada pagi, siang, dan sore. Perhatikan kapan area duduk terkena sinar langsung.

Kedua, tentukan sumber peneduh. Bisa berupa atap teras, kanopi, pergola, tanaman, kisi-kisi, atau kombinasi beberapa elemen. Untuk iklim tropis, peneduh tidak hanya berfungsi mengurangi panas, tetapi juga membantu menjaga area duduk tetap bisa digunakan ketika cuaca berubah.

Ketiga, pertahankan jalur udara. Jangan menutup seluruh bagian depan dengan dinding masif jika tujuan utamanya adalah menciptakan ruang semi-terbuka.

Keempat, baru pilih furnitur.

Prinsip sederhananya: orang harus merasa nyaman dulu sebelum tertarik duduk lebih lama.

WHO juga menempatkan ventilasi alami sebagai salah satu bagian penting dari rumah yang sehat. Ventilasi yang baik membantu pertukaran udara dan dapat mendukung kenyamanan termal ketika kondisi luar memungkinkan.

Teras nyaman mengutamakan keteduhan, sirkulasi udara, dan furnitur fungsional untuk ruang santai tropis yang menyenangkan. (BTV/AI)
Teras nyaman mengutamakan keteduhan, sirkulasi udara, dan furnitur fungsional untuk ruang santai tropis yang menyenangkan. (BTV/AI)

Jangan Tutup Teras Sampai Kehilangan Fungsi

Teras yang terlalu terbuka memang bisa panas atau terkena tampias hujan. Tetapi solusi tidak selalu dengan menutupnya menggunakan kaca atau dinding secara penuh.

Pada rumah tropis, ruang semi-terbuka justru bisa memberikan keuntungan karena tetap memiliki hubungan dengan udara luar.

Untuk rumah tinggal, BSN saat ini mencantumkan SNI 6572-2:2024 sebagai standar yang berlaku untuk tata cara perancangan sistem ventilasi bangunan gedung residensial.

SNI tersebut menetapkan, antara lain, bahwa setiap ruang hunian memiliki persyaratan bukaan ventilasi. Untuk ruang hunian, luas efektif bukaan yang dapat dibuka ditetapkan tidak kurang dari 5 persen luas lantai atau 0,5 meter persegi. Angka ini berlaku untuk ruang hunian, bukan berarti teras harus memiliki bukaan sebesar 5 persen.

Jadi, ketika teras berada tepat di depan ruang keluarga atau ruang lain yang membutuhkan ventilasi, desain bukaan rumah tetap perlu diperhatikan. Jangan sampai renovasi teras justru menghalangi jendela atau pintu yang sebelumnya membantu sirkulasi udara.

Teras nyaman tetap terbuka agar sirkulasi udara terjaga tanpa mengorbankan fungsi ruang dan kenyamanan. (BTV/AI)
Teras nyaman tetap terbuka agar sirkulasi udara terjaga tanpa mengorbankan fungsi ruang dan kenyamanan. (BTV/AI)

Pilih Material yang Masuk Akal untuk Teras

Teras adalah ruang yang menghadapi kondisi lebih berat dibanding ruang dalam. Ada matahari, debu, hujan, perubahan kelembapan, dan penggunaan yang lebih santai.

Karena itu, material tidak harus mahal, tetapi harus sesuai fungsi.

Elemen Pilihan Praktis Kelebihan Catatan
Kursi Rotan sintetis atau material outdoor Relatif mudah dirawat dan banyak pilihan Tetap lindungi dari hujan terus-menerus
Meja Permukaan keramik, batu, metal berlapis, atau material outdoor Mudah dibersihkan Hindari permukaan yang mudah menyerap air
Pembatas Roster beton/kisi-kisi Membantu privasi dan tetap memberi bukaan Perlu memperhatikan arah tampias
Peneduh Atap teras/kanopi/pergola Mengurangi panas dan tampias Struktur harus diperhitungkan dengan benar
Tanaman Pot tanaman yang sesuai ruang Memberi kesan hijau dan membantu membentuk batas visual Jangan menghalangi jalur masuk

Untuk roster beton 20 x 20 cm, sejumlah listing pasar pada 2026 menunjukkan harga sekitar Rp10.500–Rp13.000 per buah untuk beberapa model. Harga tersebut merupakan harga pasar daring dari penjual di sejumlah wilayah Indonesia, bukan harga khusus Balikpapan, sehingga ongkos kirim dan perbedaan pemasok perlu diperhitungkan.

Untuk furnitur, listing 2026 juga menunjukkan pilihan kursi atau set teras rotan sintetis dari ratusan ribu rupiah hingga beberapa juta rupiah, bergantung model dan jumlah komponen.

Roster Bisa Jadi Pembatas yang Tetap Bernapas

Kalau privasi menjadi persoalan, roster dapat digunakan sebagai pembatas sebagian.

Misalnya, sisi teras yang menghadap langsung ke jalan tidak harus ditutup penuh. Roster bisa ditempatkan pada bagian tertentu sehingga pandangan dari luar berkurang, tetapi cahaya dan udara tetap memiliki jalur.

Namun, roster bukan solusi otomatis untuk semua kondisi.

Jika pola lubang terlalu terbuka, privasi mungkin tetap kurang. Jika dipasang terlalu dekat dengan area yang terkena hujan, tampias tetap bisa masuk. Jika dinding roster dibuat terlalu panjang tanpa pertimbangan struktur, konstruksinya juga perlu diperiksa oleh tenaga yang kompeten.

Karena itu, roster sebaiknya dipandang sebagai bagian dari desain, bukan sekadar ornamen.

Susun Furnitur Berdasarkan Kebiasaan

Tidak semua teras membutuhkan sofa besar.

Untuk rumah dengan teras terbatas, dua kursi dan satu meja kecil sering lebih fleksibel. Kursi dapat digunakan untuk ngobrol berdua, sementara meja menampung minuman, buku, atau benda kecil lainnya.

Jika anggota keluarga lebih banyak, pertimbangkan bangku memanjang. Keuntungannya, bangku tidak terlalu banyak memakan jalur sirkulasi.

Untuk teras yang juga dipakai menerima tamu, posisi kursi sebaiknya tidak langsung menghadap pintu dengan jarak terlalu dekat. Berikan ruang yang cukup agar orang dapat masuk dan keluar tanpa harus meminta pengguna teras bergeser.

Prinsipnya sederhana: furnitur mengisi ruang, bukan menguasai ruang.

Buat Teras Punya Satu Fungsi Utama

Teras bisa digunakan untuk banyak kegiatan, tetapi sebaiknya punya satu fungsi utama.

Misalnya:

Dengan menentukan fungsi utama, keputusan berikutnya menjadi lebih mudah.

Kalau untuk ngobrol, fokuskan pada dua atau empat tempat duduk yang saling berhadapan.

Kalau untuk membaca, prioritaskan kursi yang nyaman dan pencahayaan.

Kalau untuk menerima tamu, buat jalur dari pintu ke kursi tetap mudah dilewati.

Kalau untuk bersantai bersama keluarga, gunakan furnitur yang lebih fleksibel dan mudah dipindahkan.

Pencahayaan Jangan Dilupakan

Teras yang nyaman pada sore hari bisa berubah menjadi area yang tidak digunakan setelah malam datang jika pencahayaannya buruk.

Gunakan pencahayaan yang cukup untuk aktivitas dasar seperti berjalan, mencari kunci, duduk, dan berbincang. Lampu tidak harus sangat terang. Yang penting, area pintu, anak tangga, dan jalur masuk terlihat jelas.

Jika menggunakan lampu dekoratif, jangan sampai cahaya langsung menyilaukan orang yang duduk.

Untuk rumah di lingkungan padat, pencahayaan teras juga sebaiknya diarahkan agar tidak berlebihan menerangi rumah tetangga atau jalan secara tidak perlu.

Baca Juga: 3 Level Tanaman Gantung, 1,6 Meter sampai 2,4 Meter, Bikin Ruang Lebih Hidup

Estimasi Biaya Refresh Teras 2026

Berikut contoh simulasi refresh ringan, bukan renovasi struktur. Perhitungan memakai harga material/furnitur yang ditemukan pada pasar daring 2026 dan belum memasukkan ongkos kirim, pemasangan, pekerjaan tukang, atau perubahan struktur.

Kebutuhan Jumlah Estimasi Harga Total
Roster beton 20 x 20 cm 20 buah Rp10.500–Rp13.000 Rp210.000–Rp260.000
Set kursi teras rotan sintetis sederhana 1 set sekitar Rp1.000.000 sekitar Rp1.000.000
Total material/furnitur utama     sekitar Rp1.210.000–Rp1.260.000

Anggaran tersebut cocok dibaca sebagai contoh skenario sederhana: menambah pembatas visual dan tempat duduk tanpa membongkar struktur utama.

Kalau teras sudah memiliki atap, lantai dan pencahayaan yang baik, renovasi tidak harus dilakukan sekaligus. Prioritaskan elemen yang paling menghambat pemakaian.

Harga nyata di Balikpapan dapat berbeda karena merek, kualitas, ketersediaan barang, ongkos pengiriman, pemasangan, dan harga tenaga kerja lokal.

Kesalahan yang Sering Membuat Teras Tidak Betah

1. Terlalu banyak dekorasi

Pot, patung, rak, meja, kursi, dan ornamen yang terlalu banyak membuat teras sulit digunakan. Sisakan ruang untuk bergerak.

2. Memilih furnitur hanya berdasarkan tampilan

Furnitur cantik belum tentu nyaman untuk duduk lama. Pertimbangkan tinggi dudukan, sandaran, kemudahan dibersihkan, serta ketahanannya terhadap kondisi ruang luar.

3. Menutup semua sisi

Menutup teras secara penuh memang bisa meningkatkan perlindungan dari hujan, tetapi dapat mengurangi karakter ruang transisi dan mengganggu hubungan dengan udara luar.

4. Mengabaikan arah hujan

Atap yang terlihat cukup dari depan belum tentu mampu melindungi area duduk ketika hujan disertai angin. Perhatikan arah datangnya tampias, bukan hanya luas atap.

5. Tidak memikirkan perawatan

Teras yang membutuhkan terlalu banyak perawatan biasanya kembali terbengkalai. Pilih material yang mudah dibersihkan dan furnitur yang dapat dipindahkan saat diperlukan.

Cara Praktis Mengubah Teras dalam Satu Akhir Pekan

Jika tidak ingin melakukan renovasi besar, perubahan bisa dimulai dari hal sederhana.

Hari pertama, kosongkan area. Keluarkan barang yang tidak berkaitan dengan fungsi teras. Setelah kosong, akan terlihat apakah masalah utamanya adalah panas, sempit, berantakan, atau kurang privasi.

Berikutnya, tentukan titik duduk. Jangan langsung membeli furnitur. Tandai dulu area yang paling teduh dan tidak mengganggu pintu.

Kemudian cek sirkulasi. Buka pintu dan jendela. Pastikan furnitur tidak menghalangi pergerakan dan bukaan yang dibutuhkan rumah.

Setelah itu, tambahkan satu elemen pembatas atau peneduh jika diperlukan. Roster, kisi-kisi, tanaman, atau tirai outdoor dapat dipilih sesuai kondisi.

Terakhir, baru masukkan dekorasi. Satu karpet outdoor, tanaman, bantal duduk, atau lampu yang tepat sudah cukup. Tidak perlu membuat teras terlihat penuh.

Untuk rumah di Balikpapan, pendekatan bertahap seperti ini lebih aman daripada langsung membongkar banyak bagian. Kondisi iklim, hujan, dan kelembapan perlu diperhitungkan sebelum material atau struktur permanen dipasang. BMKG sendiri menyediakan data iklim yang dapat digunakan untuk mendukung perencanaan bangunan dan desain yang lebih responsif terhadap kondisi setempat.

Poin Penting

Insight Redaksi

Teras yang baik bukan soal furnitur mahal, melainkan kecocokan antara teduh, aliran udara, privasi, dan kebiasaan penghuni. Untuk rumah di Balikpapan, pendekatan sederhana justru lebih masuk akal: manfaatkan ruang transisi, pilih material yang mudah dirawat, lalu atur tempat duduk agar benar-benar dipakai. Ruang favorit lahir dari fungsi yang terasa setiap hari bersama.

Kalau teras di rumah sudah lama cuma jadi tempat taruh sandal dan pot, coba ubah pelan-pelan: bikin teduh, kasih kursi yang nyaman, lalu sisakan ruang buat ngobrol santai.

Kalau menurut kamu teras rumah juga bisa jadi tempat favorit keluarga, bagikan artikel ini ke keluarga atau teman yang lagi kepikiran menata rumahnya.

Teras yang nyaman bukan harus mewah; yang penting ada teduh, ada ruang bergerak, dan ada alasan buat duduk lebih lama. balikpapantv.id teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

Apakah teras kecil tetap bisa dijadikan ruang berbincang?

Bisa. Fokuskan pada satu fungsi utama. Dua kursi dan meja kecil sudah cukup selama tidak mengganggu jalur pintu dan sirkulasi.

Apakah teras harus ditutup agar tidak panas?

Tidak selalu. Peneduh, arah bukaan, ventilasi, dan material dapat dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum menutup seluruh sisi teras.

Apakah roster cocok untuk teras rumah?

Roster bisa digunakan sebagai elemen pembatas visual dan ventilasi, tetapi posisi, struktur, serta perlindungan terhadap tampias perlu diperhatikan.

Berapa biaya mengubah teras?

Untuk refresh ringan tanpa renovasi struktur, simulasi material dan furnitur utama dalam artikel ini sekitar Rp1,21 juta–Rp1,26 juta. Biaya nyata dapat berbeda karena pengiriman, pemasangan, dan harga lokal.

Apakah teras berpengaruh terhadap kenyamanan rumah?

Ruang transisi seperti teras dapat membantu membentuk perlindungan terhadap panas dan cahaya serta menjadi buffer antara area publik dan privat. Studi di Palangka Raya menemukan dampak positif pada kenyamanan termal dan privasi, tetapi hasilnya tidak otomatis berlaku sama pada semua rumah.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Home Living Desain rumah teras rumah