Desain Furnitur Modern dengan Aksen Kayu Ulin, Cukup di Kaki dan Bingkai

Tania Putri Nuraini • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 11:52 WIB
Furnitur modern dengan kaki dan bingkai kayu ulin menghadirkan sentuhan tradisional dalam ruang bersih modern. (BTV/AI)
Furnitur modern dengan kaki dan bingkai kayu ulin menghadirkan sentuhan tradisional dalam ruang bersih modern. (BTV/AI)

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Kayu ulin cukup hadir sebagai aksen kaki dan bingkai agar karakter tradisional tetap terasa tanpa mengganggu tampilan modern.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Menghadirkan kayu ulin dalam interior tidak harus membuat seluruh ruangan terlihat berat dan tradisional. Dengan menempatkannya hanya pada kaki serta bingkai furnitur, karakter material khas Kalimantan tetap hadir sementara sebagian besar tampilan ruangan bisa dibuat bersih, modern, dan sederhana.

Kuncinya bukan seberapa banyak kayu yang dipakai, tetapi di mana kayu itu ditempatkan. Kalau proporsinya tepat, sedikit ulin justru bisa menjadi detail yang membuat furnitur terasa lebih berkarakter. Yuk, lihat bagaimana konsep 20 persen tradisional dan 80 persen modern ini bisa diterapkan.

Ketika material tradisional tidak perlu mendominasi

Kayu ulin atau Eusideroxylon zwageri dikenal sebagai kayu yang sangat keras dan memiliki daya tahan alami yang tinggi. Penelitian tentang ketahanan kayu tropis terhadap serangan rayap juga menempatkan Eusideroxylon zwageri di antara jenis kayu yang sangat tahan dalam pengujian tersebut.

Karakter tersebut membuat ulin menarik untuk elemen furnitur yang membutuhkan kekuatan, termasuk kaki dan bingkai. Namun, penggunaan ulin secara berlebihan dapat membuat visual furnitur terasa lebih berat.

Di sinilah pendekatan 20:80 bekerja.

20 persen digunakan untuk menghadirkan identitas material tradisional: kaki furnitur, bingkai, atau detail sambungan tertentu.

80 persen sisanya diarahkan pada bentuk, bidang, warna, dan permukaan yang lebih modern.

Konsep ini sejalan dengan prinsip desain modern yang menekankan kesederhanaan bentuk dan fungsi. Museum of Modern Art mencatat kaitan kuat arsitektur modern Ludwig Mies van der Rohe dengan gagasan “less is more”, sekaligus menunjukkan bahwa pendekatan sederhana tidak berarti harus menghilangkan kekayaan material dan tekstur.

Mengapa kaki dan bingkai menjadi tempat yang tepat?

Ada alasan visual yang cukup sederhana.

Kaki berada di bagian bawah furnitur sehingga tidak memenuhi bidang pandang utama. Sementara itu, bingkai berfungsi seperti garis pembatas yang membantu mempertegas bentuk.

Dengan posisi tersebut, serat dan warna ulin tetap terlihat, tetapi tidak mengambil alih seluruh permukaan.

Misalnya pada meja makan, bidang atas dapat menggunakan material dengan warna lebih terang dan permukaan sederhana. Ulin kemudian digunakan pada kaki serta bingkai bawah meja.

Hasilnya, mata tetap menangkap karakter kayu ketika melihat furnitur dari dekat, tetapi keseluruhan benda tidak berubah menjadi furnitur bergaya tradisional penuh.

Pendekatan penggunaan kayu sebagai aksen juga cocok dengan perkembangan desain interior yang menggabungkan material alami dan bentuk sederhana. Kayu dapat memberi kehangatan pada bentuk minimal tanpa harus menutupi seluruh permukaan ruangan.

Formula 20:80 bukan berarti harus menghitung setiap sentimeter

Angka 20:80 dalam konsep ini lebih tepat dipakai sebagai panduan visual, bukan standar teknis yang harus dihitung secara matematis.

Yang ingin dicapai adalah dominasi visual modern.

Elemen Arah desain
Kaki furnitur Kayu ulin
Bingkai Kayu ulin
Bidang utama Material polos/modern
Warna dominan Netral dan bersih
Bentuk Sederhana dan fungsional
Dekorasi Terbatas
Tekstur tradisional Sebagai aksen

Dengan komposisi seperti ini, ulin menjadi identitas, bukan dekorasi yang memenuhi ruangan.

Pilih bentuk ulin yang sederhana

Kesalahan yang cukup mudah terjadi adalah memakai material tradisional dengan bentuk yang terlalu rumit.

Kalau targetnya modern, hindari kaki meja dengan terlalu banyak ukiran, profil bertingkat, atau bentuk yang sangat ornamental.

Biarkan karakter ulin muncul dari materialnya, bukan dari banyaknya ornamen.

Kaki berbentuk persegi sederhana, silinder, atau kombinasi garis lurus dapat menjadi pilihan yang lebih aman. Bingkai juga sebaiknya memiliki sambungan yang rapi dan garis yang tegas.

Dengan cara ini, material tradisional bertemu dengan bahasa desain modern tanpa saling berebut perhatian.

Ulin sederhana pada kaki dan bingkai menyatukan karakter tradisional dengan bahasa desain modern tanpa berlebihan. (BTV/AI)
Ulin sederhana pada kaki dan bingkai menyatukan karakter tradisional dengan bahasa desain modern tanpa berlebihan. (BTV/AI)

Warna menjadi penentu besar

Jika ulin digunakan pada kaki dan bingkai, bidang utama furnitur sebaiknya tidak terlalu ramai.

Warna putih hangat, krem, abu-abu muda, beige, atau warna kayu yang lebih terang dapat membantu menjaga kesan ringan.

Bukan berarti seluruh ruangan harus putih. Prinsipnya adalah memberikan ruang visual agar aksen ulin dapat terbaca dengan jelas.

Sebagai contoh, meja dengan permukaan warna terang dan kaki ulin cenderung terasa lebih ringan dibandingkan meja yang seluruh bidangnya menggunakan kayu gelap.

Kontras sederhana tersebut juga membantu furnitur terlihat lebih kontemporer.

Aksen ulin pada kaki dan bingkai berpadu warna terang, menciptakan furnitur modern, ringan, dan tetap tradisional. (BTV/AI)
Aksen ulin pada kaki dan bingkai berpadu warna terang, menciptakan furnitur modern, ringan, dan tetap tradisional. (BTV/AI)

Material modern apa yang bisa dipadukan?

Ulin tidak harus bertemu dengan kayu lain.

Justru, salah satu cara menjaga komposisi 80 persen modern adalah memasangkannya dengan material yang memiliki karakter visual tenang.

Material bidang utama Kesan yang dihasilkan
Plywood berlapis finishing Ringan dan kontemporer
Multipleks dengan finishing polos Praktis dan sederhana
Metal berfinishing matte Modern dan tegas
Kaca Ringan secara visual
Batu dengan pola tidak terlalu ramai Natural dan elegan
Panel warna netral Bersih dan mudah dipadukan

Pilihan material tetap harus disesuaikan dengan fungsi furnitur, lingkungan penggunaan, konstruksi, dan anggaran. Tabel ini merupakan panduan konsep, bukan spesifikasi konstruksi.

Detail kecil justru bisa menjadi pembeda

Konsep 20:80 akan lebih berhasil jika detail tradisional tidak disebar secara acak.

Pilih satu atau dua titik perhatian.

Misalnya:

  1. Kaki meja menggunakan ulin.
  2. Bingkai kursi menggunakan ulin.
  3. Handle atau sambungan tertentu menggunakan detail kayu yang sama.

Jangan sekaligus membuat meja, kursi, rak, dinding, plafon, dan lantai semuanya menampilkan warna serta tekstur ulin yang dominan.

Kalau semua elemen berbicara dengan suara yang sama, karakter modern akan lebih sulit muncul.

Apa keuntungan pendekatan ini?

Keuntungan pertama adalah identitas lokal tetap terasa.

Ulin memiliki hubungan kuat dengan kawasan Kalimantan dan tercatat sebagai Eusideroxylon zwageri dalam dokumen kehutanan Indonesia.

Keuntungan kedua adalah furnitur menjadi lebih mudah ditempatkan dalam interior kontemporer.

Keuntungan ketiga adalah penggunaan material dapat lebih terarah. Alih-alih menjadikan ulin sebagai material utama seluruh furnitur, bagian yang paling terlihat dan membutuhkan kekuatan dapat diprioritaskan.

Namun ada satu hal penting: karakter kuat ulin bukan alasan untuk menggunakan material tersebut tanpa mempertimbangkan asal-usul dan aspek keberlanjutan.

Jangan sampai “modern” hanya berarti polos

Interior modern yang terlalu polos juga bisa terasa dingin.

Karena itu, konsep 20:80 bukan berarti 80 persen ruangan harus berupa bidang putih tanpa tekstur.

Justru, kehangatan dapat dibangun melalui kombinasi material yang terkontrol.

Desainer interior Sashya Thind pernah menjelaskan hubungan kayu dan batu sebagai perpaduan yang menciptakan keseimbangan antara karakter hangat dan dingin serta antara tekstur keras dan lembut.

Artinya, tampilan bersih tetap bisa memiliki tekstur.

Karpet bertekstur lembut, kain linen, keramik matte, batu dengan permukaan natural, tanaman, atau pencahayaan hangat dapat membantu membuat interior modern terasa lebih hidup tanpa menambah ornamen tradisional secara berlebihan.

Baca Juga: Ingin Kamar Bernuansa Alam? Intip 6 Inspirasi Kamar Bergaya Pegunungan yang Menawan

Contoh penerapan pada furnitur

Meja makan

Gunakan bidang meja dengan warna netral atau kayu berwarna lebih terang. Kaki dan bingkai bawah menggunakan ulin dengan bentuk sederhana.

Arah visualnya: bidang utama modern, struktur ulin sebagai aksen.

Kursi

Ulin dapat digunakan pada kaki atau rangka kursi. Dudukan dan sandaran dapat menggunakan kain berwarna netral dengan bentuk sederhana.

Hindari terlalu banyak ukiran agar kursi tetap terlihat kontemporer.

Rak

Bingkai luar dapat menggunakan ulin, sedangkan bidang rak menggunakan warna polos.

Ini memberikan efek seperti garis kayu yang membingkai objek tanpa membuat seluruh rak tampak berat.

Meja samping

Meja kecil justru menjadi tempat yang bagus untuk eksperimen. Karena ukurannya lebih kecil, aksen ulin dapat terlihat jelas tanpa mendominasi ruangan.

Estimasi kebutuhan dan biaya

Untuk konsep furnitur custom, biaya tidak bisa ditetapkan hanya dari persentase penggunaan material. Ukuran, konstruksi, kualitas kayu, finishing, desain, pengerjaan tukang, dan lokasi pembelian sangat memengaruhi harga.

Karena tidak tersedia data harga spesifik proyek dalam bahan yang diberikan, angka berikut tidak saya tetapkan sebagai harga pasar. Untuk produksi nyata, harga material dan pengerjaan perlu dikonfirmasi kepada pemasok atau pengrajin setempat.

Kebutuhan Jumlah Estimasi Harga Total
Kayu ulin untuk kaki/bingkai Sesuai desain Perlu penawaran Perlu penawaran
Material bidang utama Sesuai desain Perlu penawaran Perlu penawaran
Finishing Sesuai kebutuhan Perlu penawaran Perlu penawaran
Aksesori/sambungan Sesuai desain Perlu penawaran Perlu penawaran
Jasa pengerjaan 1 proyek Perlu penawaran Perlu penawaran

Untuk ulin, aspek legalitas dan sumber material perlu diperhatikan sejak awal. Ulin tercantum dalam dokumen regulasi kehutanan sebagai Eusideroxylon zwageri, sehingga penggunaan material sebaiknya berasal dari sumber yang jelas dan sesuai ketentuan.

Kesalahan yang sering membuat konsep 20:80 gagal

Pertama, terlalu banyak kayu.
Ketika permukaan meja, kaki, rak, dinding, dan aksesori semuanya memakai warna kayu yang kuat, proporsi visual berubah. Konsep yang awalnya modern bisa bergeser menjadi rustic atau tradisional.

Kedua, terlalu banyak ornamen.
Material tradisional sudah mempunyai karakter. Menambahkan ukiran, profil rumit, dan banyak dekorasi sekaligus justru dapat membuat furnitur kehilangan kesan modern.

Ketiga, mencampur terlalu banyak warna kayu.
Satu warna ulin yang konsisten biasanya lebih mudah dikendalikan secara visual daripada banyak jenis kayu dengan warna berbeda.

Keempat, melupakan fungsi.
Bentuk modern bukan hanya soal penampilan. Ketinggian meja, ukuran kaki, kestabilan, sambungan, dan kenyamanan tetap harus mengikuti kebutuhan penggunaan.

Kelima, menganggap sedikit material otomatis lebih murah.
Mengurangi volume ulin tidak selalu membuat biaya turun secara proporsional. Desain custom, sambungan, pengerjaan, dan finishing tetap dapat menjadi komponen biaya yang besar.

Poin Penting

  1. Gunakan ulin sebagai aksen struktural, terutama pada kaki dan bingkai.
  2. Jadikan bidang utama furnitur lebih polos agar tampilan modern tetap dominan.
  3. Pertahankan bentuk sederhana dan hindari ornamen berlebihan.
  4. Gunakan warna netral sebagai penyeimbang karakter ulin.
  5. Anggap 20:80 sebagai proporsi visual, bukan ukuran konstruksi baku.
  6. Pastikan sumber kayu dan legalitas material jelas.
  7. Untuk furnitur custom, minta perhitungan biaya berdasarkan ukuran dan desain sebenarnya.

Insight Redaksi

Konsep ini menarik justru karena tidak mencoba memilih antara tradisional atau modern.

Ulin tetap diberi ruang untuk menunjukkan identitasnya, tetapi tidak dipaksa menjadi pemeran utama di setiap permukaan. Kaki dan bingkai cukup menjadi “tanda tangan” material, sementara bentuk furnitur, warna, ruang kosong, dan fungsi membawa bahasa modern.

Untuk rumah atau ruang kerja yang ingin memiliki sentuhan Kalimantan tanpa terasa seperti ruang tradisional penuh, pendekatan semacam ini lebih mudah dikembangkan. Mulailah dari satu furnitur sebagai aksen, kemudian lihat bagaimana material tersebut berinteraksi dengan warna dan elemen lain di ruangan.

Kalau hasil akhirnya terasa tenang, fungsional, dan karakter ulin masih terbaca tanpa mendominasi, komposisi 20:80 sudah berada di jalur yang tepat.

Kalau artikel ini terasa berguna, bagikan ke teman yang sedang merancang furnitur atau menata rumah dengan sentuhan material lokal.

Mencari desain yang punya identitas tidak selalu berarti harus menambahkan lebih banyak ornamen. Kadang, satu material yang ditempatkan di tempat yang tepat justru sudah cukup.

Balikpapantv.id, teman update setia, bukan sekadar info biasa, selalu hadir mengisi wawasan dan ide dimana saja.

FAQ

Apakah ulin harus digunakan pada seluruh furnitur?

Tidak. Dalam konsep ini justru ulin dibatasi sebagai aksen, terutama pada kaki dan bingkai, agar visual modern tetap dominan.

Apakah 20 persen merupakan aturan desain resmi?

Tidak. Angka 20:80 dalam konsep ini adalah panduan visual untuk menjaga keseimbangan antara karakter tradisional dan tampilan modern.

Apakah furnitur modern boleh menggunakan material tradisional?

Boleh. Material tradisional dapat dipadukan dengan bentuk kontemporer selama fungsi, proporsi, konstruksi, dan komposisi visual tetap diperhatikan.

Mengapa ulin cocok dijadikan aksen pada kaki dan bingkai?

Karakter ulin yang sangat keras dan tahan lama membuatnya menarik untuk elemen yang membutuhkan kekuatan, sementara penempatannya pada bagian tertentu membantu mengendalikan dominasi visual kayu.

Apakah penggunaan ulin perlu memperhatikan sumber kayunya?

Ya. Selain persoalan desain, asal-usul dan legalitas material perlu diperhatikan. Ulin tercatat sebagai Eusideroxylon zwageri dalam dokumen kehutanan Indonesia.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Home Living kayu ulin Furnitur modern Desain Interior