Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Sunken Living Room: Desain Lawas yang Kini Jadi Simbol Kemewahan Baru

istikhomah • Kamis, 9 Juli 2026 | 07:55 WIB
Ruang tamu Sunken Living Room bergaya modern minimalis dengan sofa melingkar yang berada dua anak tangga lebih rendah dari lantai utama rumah. (BTV/AI)
Ruang tamu Sunken Living Room bergaya modern minimalis dengan sofa melingkar yang berada dua anak tangga lebih rendah dari lantai utama rumah. (BTV/AI)
Durasi Baca: 9 Menit

Topik: Kebangkitan kembali konsep ruang tamu bertingkat pada hunian modern masa kini.

Ikhtisar: Artikel ini membahas alasan Sunken Living Room kembali diminati, manfaatnya terhadap kenyamanan penghuni, tantangan penerapannya di Indonesia, serta tips perancangannya.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Sunken Living Room atau ruang tamu tenggelam kembali muncul dalam berbagai proyek rumah modern di Amerika Serikat, Jepang, hingga Australia setelah sempat menjadi ikon desain rumah tahun 1970-an. Area duduk yang dibuat satu hingga tiga anak tangga lebih rendah dari lantai utama ini dinilai mampu menghadirkan suasana berkumpul yang lebih akrab sekaligus memberikan kesan ruang yang lapang.

Di Indonesia konsep ini masih tergolong langka sehingga banyak orang belum familiar dengan manfaat maupun cara penerapannya. Padahal, desain sederhana ini mampu mengubah pengalaman berada di dalam rumah secara drastis.

Bayangkan memasuki ruang keluarga, lalu turun dua anak tangga menuju area sofa yang terasa seperti dunia kecil tersendiri. Suasana langsung berubah. Lebih hangat. Lebih santai. Percakapan pun mengalir secara alami.

Penasaran kenapa konsep lama ini justru kembali dicari arsitek modern? Simak sampai akhir Ces!

Mengapa ruang tamu dibuat lebih rendah justru terasa lebih nyaman?

Sekilas konsep ini memang terdengar aneh. Mengapa harus repot menurunkan lantai ruang tamu jika semuanya bisa dibuat rata?

Ternyata jawabannya berkaitan dengan psikologi ruang dan cara manusia berinteraksi.

Ketika seseorang memasuki area yang sedikit lebih rendah dari ruang utama, otak secara otomatis menganggap area tersebut sebagai zona khusus untuk bersantai dan berkumpul. Tanpa dinding maupun sekat, tercipta batas visual yang membuat aktivitas di dalamnya terasa lebih privat.

Inilah alasan mengapa banyak arsitek menyebut Sunken Living Room sebagai "ruangan di dalam ruangan".

Perasaan tersebut sulit didapatkan pada ruang tamu konvensional yang seluruh permukaannya memiliki ketinggian sama.

Arsitek legendaris Eero Saarinen termasuk salah satu tokoh yang ikut mempopulerkan konsep conversation pit atau ruang percakapan tenggelam pada pertengahan abad ke-20 melalui berbagai proyek hunian modern.

Filosofinya sederhana tetapi menarik: ketika semua orang duduk pada posisi yang sama dan menghadap pusat ruangan, interaksi sosial akan terasa lebih alami.

Baca Juga: Inspirasi Quiet Luxury Home Decor untuk Rumah Modern Tahun 2026

Apa saja keuntungan yang membuat tren ini kembali naik pada 2026?

1. Percakapan terasa lebih dekat

Rumah modern dipenuhi televisi besar, gawai, dan perangkat digital yang sering menjadi pusat perhatian utama.

Sunken Living Room justru menggeser fokus tersebut kembali kepada manusia.

Posisi duduk yang saling berhadapan membuat anggota keluarga lebih mudah berbincang tanpa gangguan visual berlebihan.

Tidak sedikit arsitek yang mulai menyebutnya sebagai "anti-scroll room" karena ruang ini secara alami mendorong interaksi langsung.

2. Ruang besar tidak terasa kosong

Konsep rumah terbuka atau open plan memang terlihat luas, tetapi kadang justru kehilangan rasa nyaman karena seluruh area menyatu tanpa identitas.

Perbedaan elevasi pada Sunken Living Room memecah ruang besar menjadi beberapa zona tanpa perlu membangun dinding tambahan.

Hasilnya adalah rumah yang tetap terasa lega tetapi memiliki pembagian fungsi yang jelas.

3. Memberikan efek mewah tanpa dekorasi berlebihan

Permainan level lantai merupakan salah satu teknik arsitektur yang paling efektif dalam menciptakan karakter ruang.

Bahkan tanpa lampu mahal atau furnitur mewah sekalipun, ruang tamu tenggelam sudah memiliki daya tarik visual tersendiri.

Banyak rumah premium di Jepang mulai mengadopsi kembali konsep ini karena dianggap mampu menghadirkan kemewahan yang lebih subtil dibanding dekorasi berlebihan.

4. Langit-langit terasa lebih tinggi

Ini merupakan trik visual yang sering digunakan arsitek.

Ketika posisi duduk berada lebih rendah dari lantai utama, jarak pandang menuju plafon menjadi lebih besar sehingga ruangan terasa lebih luas dan lega.

Efek ini sangat terasa pada rumah dengan tinggi plafon sekitar tiga hingga empat meter.

5. Menjadi identitas rumah

Saat ini hampir semua rumah modern memiliki dapur island, jendela besar, dan konsep terbuka.

Namun hanya sedikit yang memiliki ruang tamu tenggelam.

Keunikan inilah yang membuat Sunken Living Room sering menjadi bagian rumah yang paling diingat oleh tamu.

Mengapa tren ini pernah menghilang selama beberapa dekade?

Meski populer pada tahun 1970-an, popularitas ruang tamu tenggelam mulai menurun pada akhir 1980-an.

Salah satu alasannya adalah perubahan tren desain menuju rumah minimalis yang lebih sederhana dan praktis.

Selain itu, beberapa desain lama memiliki kedalaman yang terlalu ekstrem sehingga meningkatkan risiko tersandung terutama bagi anak-anak dan lansia.

Masalah lain muncul ketika televisi mulai menjadi pusat ruang keluarga.

Posisi layar yang lebih tinggi dibanding area duduk sering membuat pengalaman menonton menjadi kurang nyaman sehingga banyak pemilik rumah akhirnya kembali menggunakan lantai datar.

Namun teknologi dan pendekatan desain modern berhasil menyelesaikan sebagian besar masalah tersebut.

Baca Juga: Home Decor Berbahan Alami 2026, Rotan Kayu dan Linen Makin Diminati

Bagaimana desain modern mengatasi kekurangan Sunken Living Room?

Arsitek masa kini tidak lagi membuat ruang tamu tenggelam sedalam satu meter seperti model tahun 1970-an.

Sebagian besar proyek modern hanya menggunakan penurunan lantai sekitar 30 hingga 60 sentimeter atau setara satu sampai tiga anak tangga.

Ukuran tersebut dianggap cukup untuk menciptakan efek visual tanpa mengurangi keamanan.

Pencahayaan LED kini juga sering dipasang pada sisi anak tangga untuk membantu visibilitas saat malam hari.

Material anti selip mulai menjadi standar terutama pada rumah yang memiliki anak kecil.

Bahkan beberapa proyek rumah pintar sudah mengintegrasikan sensor cahaya otomatis yang akan menyala ketika seseorang mendekati tangga.

Keluarga sedang berkumpul dan berbincang santai di area Sunken Living Room yang hangat dan terbuka tanpa sekat dinding. (BTV/AI)
Keluarga sedang berkumpul dan berbincang santai di area Sunken Living Room yang hangat dan terbuka tanpa sekat dinding. (BTV/AI)

Apakah cocok diterapkan pada rumah di Indonesia?

Jawabannya tergantung pada karakter rumah dan kebutuhan penghuninya.

Konsep ini paling cocok diterapkan pada rumah dengan luas bangunan minimal sekitar 120 meter persegi atau ruang keluarga berukuran lebih dari 20 meter persegi.

Jika diterapkan pada rumah yang terlalu kecil, perbedaan level justru dapat membuat ruang terasa sempit.

Faktor iklim tropis juga perlu dipertimbangkan.

Pada beberapa wilayah di Indonesia yang rawan banjir, posisi lantai yang lebih rendah memerlukan sistem drainase tambahan agar air tidak mudah masuk ke area tersebut.

Arsitek Indonesia biasanya menyiasati hal ini dengan meninggikan elevasi rumah utama sekaligus memastikan sistem pembuangan air bekerja optimal.

Baca Juga: Inspirasi Quiet Luxury Home Decor untuk Rumah Modern Tahun 2026

Berapa biaya tambahan untuk membuat Sunken Living Room pada 2026?

Biaya tambahan pembangunan ruang tamu tenggelam sangat bergantung pada ukuran area dan tingkat kerumitan desain.

Untuk rumah baru, tambahan biaya konstruksi biasanya berkisar antara Rp15 juta hingga Rp40 juta.

Apabila dilakukan melalui renovasi rumah yang sudah jadi, angkanya dapat meningkat hingga Rp50 juta karena melibatkan pembongkaran struktur lantai, penyesuaian instalasi listrik, hingga perubahan sistem utilitas bangunan.

Penggunaan sofa custom built-in juga dapat menambah biaya sekitar Rp10 juta hingga Rp30 juta tergantung material dan ukuran.

Meski demikian, banyak pengembang rumah premium menganggap investasi tersebut sebanding dengan nilai estetika yang dihasilkan.

Tips penting sebelum membangun Sunken Living Room

1. Gunakan maksimal tiga anak tangga agar akses tetap nyaman.

2. Pastikan area memiliki pencahayaan alami yang cukup.

3. Hindari menempatkan ruang tamu tenggelam di jalur utama menuju dapur atau kamar.

4. Gunakan material lantai yang tidak licin.

5. Pertimbangkan kebutuhan penghuni lanjut usia sejak awal proses desain.

6. Gunakan furnitur rendah agar proporsi ruang tetap harmonis.

Apakah Sunken Living Room hanya tren sesaat?

Kemungkinan besar tidak.

Kebangkitan konsep ini justru berkaitan dengan perubahan gaya hidup masyarakat modern yang mulai mencari ruang untuk benar-benar berkumpul.

Rumah masa kini bukan lagi sekadar tempat beristirahat setelah bekerja, tetapi juga menjadi tempat bekerja, belajar, hingga bersosialisasi.

Di tengah semakin banyaknya distraksi digital, ruang yang mendorong percakapan langsung justru menjadi kemewahan baru.

Sunken Living Room menawarkan sesuatu yang semakin langka pada rumah modern: kedekatan.

Dan mungkin itulah alasan sebenarnya mengapa desain dari lima puluh tahun lalu ini kembali menemukan tempatnya di masa depan.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Menariknya, tren rumah modern kini mulai bergerak menjauh dari kemewahan yang sekadar terlihat menuju kemewahan yang bisa dirasakan. Sunken Living Room bukan hanya permainan desain, tetapi juga cara baru memaknai ruang keluarga. Di kota-kota besar yang ritme hidupnya semakin cepat, ruang untuk duduk bersama tanpa distraksi menjadi sesuatu yang mahal nilainya. Kadada salahnya mulai melirik desain yang mengutamakan interaksi manusia dibanding sekadar estetika foto media sosial, Ces.

FAQ

1. Apa itu Sunken Living Room?
Sunken Living Room adalah ruang tamu atau ruang keluarga yang dibuat lebih rendah satu hingga tiga anak tangga dibanding lantai utama rumah untuk menciptakan suasana berkumpul yang lebih intim.

2. Mengapa Sunken Living Room kembali populer pada 2025-2026?
Konsep ini kembali diminati karena mampu menghadirkan ruang sosial yang nyaman, memperkuat interaksi keluarga, serta memberikan tampilan arsitektur yang unik dan modern.

3. Apakah Sunken Living Room cocok untuk rumah di Indonesia?
Cocok, terutama pada rumah dengan luas ruang keluarga minimal sekitar 20 meter persegi. Namun perencanaan drainase dan keamanan perlu diperhatikan sejak awal pembangunan.

4. Berapa kedalaman ideal Sunken Living Room?
Sebagian besar arsitek modern merekomendasikan kedalaman sekitar 30 hingga 60 sentimeter atau setara satu sampai tiga anak tangga agar tetap nyaman dan aman digunakan.

5. Apakah Sunken Living Room aman untuk anak-anak dan lansia?
Tetap aman jika menggunakan pencahayaan yang baik, material anti selip, serta desain anak tangga yang jelas dan mudah terlihat.

6. Berapa biaya tambahan untuk membuat Sunken Living Room?
Untuk rumah baru, biaya tambahan biasanya berkisar antara Rp15 juta hingga Rp40 juta tergantung ukuran ruang, material, dan tingkat kerumitan desain.

7. Apakah Sunken Living Room membuat rumah terasa lebih sempit?
Justru sebaliknya. Perbedaan elevasi menciptakan ilusi plafon yang lebih tinggi sehingga ruangan terasa lebih luas dan terbuka.

8. Apakah konsep ini hanya cocok untuk rumah mewah?
Tidak. Sunken Living Room juga dapat diterapkan pada rumah ukuran menengah selama tata ruang dan proporsinya direncanakan dengan baik.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#ruang tamu aestetik #Home Decor #Ruang tamu 2026