Bukan Cuma Kopi, Ini DIY dan Trik Sederhana agar Pelajar Tak Mudah Mengantuk di Kelas

Ahla Najwa • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 17:25 WIB
Ilustrasi pelajar tetap fokus di kelas dengan dukungan tidur cukup, sarapan, hidrasi, gerak ringan, dan School Energy Kit. (BTV/AI)
Ilustrasi pelajar tetap fokus di kelas dengan dukungan tidur cukup, sarapan, hidrasi, gerak ringan, dan School Energy Kit. (BTV/AI)

Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: Rutinitas tidur, sarapan, hidrasi, gerak ringan, dan School Energy Kit membantu pelajar lebih siap belajar pagi.

 

BalikpapanTV - Hai Ces! Pagi hari sekolah sering dimulai dengan alarm yang berbunyi terlalu cepat. Mata belum sepenuhnya segar, tetapi seragam sudah harus dipakai, perlengkapan harus masuk tas, lalu perjalanan menuju sekolah dimulai.

Begitu pelajaran pertama berlangsung, rasa kantuk bisa muncul lagi. Bagi pelajar, persoalannya bukan sekadar ingin tetap terjaga, tetapi bagaimana tubuh dan pikiran cukup siap mengikuti pelajaran sejak awal hari.

Karena itu, solusi untuk rasa kantuk tidak harus berupa kopi, minuman energi, atau berbagai “hack” instan. Ada rutinitas sederhana yang bisa disiapkan dari rumah, bahkan dibuat sendiri dengan perlengkapan yang murah.

Konsepnya bisa disebut School Energy Kit: satu set kecil perlengkapan dan pengingat yang membantu pelajar menjaga kebiasaan pagi—mulai dari minum, sarapan, persiapan sekolah, sampai jeda bergerak.

Yang paling penting, kit ini bukan obat mengantuk. Fondasinya tetap tidur yang cukup.

Sebelum membuat kit, cek dulu waktu tidurnya

Rasa kantuk pada jam pertama sekolah bisa berkaitan dengan kurang tidur. Untuk remaja usia 13–18 tahun, American Academy of Sleep Medicine merekomendasikan tidur 8–10 jam per 24 jam secara teratur. CDC juga menempatkan tidur yang cukup sebagai bagian penting untuk perhatian, konsentrasi, kesehatan, dan kesiapan belajar siswa.

Artinya, membuat checklist pagi tidak akan banyak membantu jika waktu tidur setiap malam terus terpotong karena tugas, bermain gim, menonton video, atau menggunakan ponsel sampai larut.

Ilustrasi pelajar mengantuk di kelas akibat kurang tidur, dengan ponsel dan minuman berkafein sebagai faktor yang perlu diperhatikan. (BTV/AI)
Ilustrasi pelajar mengantuk di kelas akibat kurang tidur, dengan ponsel dan minuman berkafein sebagai faktor yang perlu diperhatikan. (BTV/AI)

CDC pada 2026 juga menyarankan keluarga membantu remaja mempertahankan waktu tidur dan bangun yang teratur, termasuk membatasi penggunaan perangkat digital pada malam hari.

Jadi, pertanyaan pertama bukan “Apa yang bisa diminum supaya tidak ngantuk?”, melainkan “Apakah waktu tidur sudah cukup?”

Mengapa bukan langsung mengandalkan kafein?

Kafein memang dapat meningkatkan kewaspadaan, tetapi bukan pengganti tidur. American Academy of Pediatrics menyebut menghindari kafein sebagai pilihan terbaik untuk anak-anak dan remaja. Kafein juga dapat mengganggu tidur dan pada sebagian anak dapat menimbulkan efek seperti jantung berdebar, gelisah, mual, atau sulit tidur.

Mark Corkins, MD, FAAP, dalam penjelasan American Academy of Pediatrics menegaskan bahwa “There is no biological need for caffeine.”

Pesannya sederhana: jangan membuat rutinitas sekolah pagi bergantung pada minuman berkafein.

Baca Juga: Notebook Custom Bernuansa Kalimantan, Ide DIY Personal yang Bisa Jadi Souvenir

Kenalan dengan “School Energy Kit” versi sederhana

Tidak perlu membeli kotak khusus. Kit ini bisa dibuat dari barang yang memang sudah ada di rumah.

Kebutuhan Jumlah Estimasi Harga Total
Botol minum pakai ulang 1 Rp20.000–Rp60.000* Rp20.000–Rp60.000
Kartu checklist dari karton bekas 1 Rp0–Rp5.000* Rp0–Rp5.000
Pensil/spidol untuk checklist 1 Rp3.000–Rp10.000* Rp3.000–Rp10.000
Wadah snack sederhana 1 Rp5.000–Rp20.000* Rp5.000–Rp20.000
Perkiraan total     Rp28.000–Rp95.000*

Estimasi perlengkapan sederhana, bukan harga pasar tetap. Barang yang sudah tersedia di rumah tidak perlu dibeli.

Bahkan, versi paling minimal hanya membutuhkan botol minum dan selembar kartu checklist.

Di sinilah unsur DIY-nya: bukan membuat alat rumit, melainkan mengubah benda sehari-hari menjadi sistem pengingat yang mudah digunakan.

Buat kartu rutinitas pagi dalam 5–10 menit

Kartu ini bisa dibuat dari karton bekas kemasan, kertas tebal, atau bagian belakang kalender yang sudah tidak digunakan.

Buat enam kotak kecil:

Bangun → Minum → Bersiap → Sarapan → Cek Tas → Berangkat

Setiap kegiatan diberi kotak centang.

Kartu tersebut dapat ditempel di dekat meja belajar, pintu kamar, atau tempat perlengkapan sekolah. Tujuannya bukan membuat pelajar harus menjalani rutinitas secara sempurna, tetapi mengurangi kemungkinan ada hal penting yang terlupakan ketika pagi terasa terburu-buru.

Untuk keluarga di Balikpapan, pendekatan ini bisa ditempatkan dalam konteks yang sangat sederhana: rutinitas malam menentukan kualitas pagi berikutnya. Kalender pendidikan Kota Balikpapan untuk tahun ajaran 2026/2027 telah ditetapkan oleh Disdikbud Kota Balikpapan, sementara aktivitas sekolah kembali berjalan sejak awal tahun ajaran pada Juli 2026.

Karena itu, kartu tidak hanya bisa berisi kegiatan pagi. Sisi belakangnya dapat dibuat sebagai checklist malam:

Dengan begitu, “anti-ngantuk” dimulai sejak malam, bukan ketika sudah duduk di kelas.

Ilustrasi kartu rutinitas pagi pelajar berisi checklist bangun, minum, bersiap, sarapan, cek tas, dan berangkat sekolah. (BTV/AI)
Ilustrasi kartu rutinitas pagi pelajar berisi checklist bangun, minum, bersiap, sarapan, cek tas, dan berangkat sekolah. (BTV/AI)

Botol minum bukan sekadar aksesori

Air minum menjadi bagian praktis dari kit karena pelajar perlu memiliki akses terhadap minuman tanpa harus menunggu sampai benar-benar merasa haus.

Botol yang dibawa sebaiknya mudah dibuka, tidak terlalu berat, dan cukup praktis dimasukkan ke dalam tas. Tidak perlu membeli botol dengan berbagai fitur jika fungsi dasarnya sudah terpenuhi.

Namun, membawa botol minum juga bukan berarti semakin banyak minum semakin baik. Kebutuhan cairan berbeda menurut usia, aktivitas, cuaca, makanan, dan kondisi individu.

Karena itu, jadikan botol sebagai pengingat untuk minum secara teratur, bukan alat untuk mengejar target volume tertentu yang tidak sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Bikin Pot Sendiri, Ide Pottery Vintage-Coquette untuk Bunga Lily di Rumah

Kalau sering melewatkan sarapan, siapkan dari malam

Sarapan juga perlu ditempatkan secara realistis.

Masalah sebagian keluarga bukan tidak tahu bahwa makan pagi penting, tetapi waktu pagi yang sempit. Ketika bangun terlambat, sarapan menjadi hal pertama yang dilewati.

Solusinya bukan membuat menu rumit.

Siapkan makanan sederhana dari malam sebelumnya atau pilih makanan yang memang mudah dikonsumsi pada pagi hari. Pilih sesuai kebutuhan, kondisi kesehatan, kebiasaan keluarga, dan ketersediaan bahan makanan.

Untuk School Energy Kit, cukup tambahkan satu pengingat:

“Sudah makan pagi?”

Jika jawabannya belum, jangan menjadikan snack manis atau minuman energi sebagai pengganti rutin.

Mulai mengantuk di kelas? Jangan langsung mencari minuman energi

Ada beberapa tindakan sederhana yang bisa dilakukan ketika perhatian mulai turun.

Pertama, perbaiki posisi duduk. Duduk terlalu santai atau membungkuk dalam waktu lama dapat membuat tubuh semakin tidak siap mengikuti pelajaran.

Kedua, gunakan gerakan kecil yang tetap sopan dan tidak mengganggu kelas. Misalnya mengubah posisi duduk atau melakukan peregangan ringan ketika ada kesempatan.

Ketiga, buat tangan tetap aktif dengan mencatat inti penjelasan guru.

Keempat, minum air ketika memang diperbolehkan dan diperlukan.

Yang perlu dihindari adalah membuat berbagai trik tersebut sebagai “jimat” agar tetap terjaga meski tidur sangat kurang.

Jika setiap pagi pelajar harus berjuang keras untuk tidak tertidur, masalah utamanya kemungkinan bukan kurangnya akses terhadap DIY.

Baca Juga: Tagihan Listrik Membengkak? 7 Kebiasaan Sederhana Ini Bisa Bantu Hemat Listrik di Rumah

Satu jam sebelum tidur bisa lebih berharga daripada satu trik pagi

CDC pada panduan kesehatan tidur remaja menyarankan keluarga menetapkan batas penggunaan media digital pada malam hari; salah satu contoh yang diberikan adalah menghentikan penggunaan perangkat setidaknya satu jam sebelum tidur. CDC juga menyebut penyimpanan ponsel di luar kamar berkaitan dengan durasi tidur yang lebih pendek, waktu tidur lebih larut, dan kualitas tidur yang lebih buruk.

Karena itu, kartu DIY bisa memiliki bagian khusus:

“Mode Sekolah Besok”

21.00 — bereskan perlengkapan
21.15 — selesaikan aktivitas digital
21.30 — persiapan tidur
Besok pagi — bangun sesuai kebutuhan waktu tidur

Jam tersebut hanya contoh. Waktu tidur harus disesuaikan dengan usia dan waktu bangun masing-masing pelajar.

Untuk remaja yang harus bangun sangat pagi, menghitung mundur dari waktu bangun justru lebih masuk akal daripada menentukan waktu tidur secara sembarang.

Jangan jadikan rasa kantuk sebagai persoalan disiplin

Ilustrasi pelajar mengantuk di kelas, menekankan pentingnya memahami pola tidur dan tidak langsung menganggap kantuk sebagai kemalasan. (BTV/AI)
Ilustrasi pelajar mengantuk di kelas, menekankan pentingnya memahami pola tidur dan tidak langsung menganggap kantuk sebagai kemalasan. (BTV/AI)

Pelajar yang mengantuk tidak selalu berarti malas.

Kurang tidur dapat berkaitan dengan masalah perhatian, perilaku, pembelajaran, dan berbagai aspek kesehatan.

CDC mencatat bahwa kurang tidur pada anak dan remaja dapat berdampak pada konsentrasi serta performa akademik.

Karena itu, orang tua dan guru sebaiknya melihat pola, bukan hanya satu kejadian.

Jika seorang siswa sesekali mengantuk setelah malam yang kurang tidur, pendekatannya tentu berbeda dengan siswa yang hampir setiap hari sangat mengantuk meskipun sudah berusaha memperbaiki waktu tidurnya.

Kapan DIY tidak lagi cukup?

School Energy Kit hanya alat bantu kebiasaan. Ada kondisi ketika persoalan perlu dibicarakan dengan tenaga kesehatan.

Perhatian lebih diperlukan jika rasa kantuk:

  1. terjadi terus-menerus;
  2. mengganggu kegiatan belajar atau aktivitas harian;
  3. tetap berat meskipun waktu tidur sudah diperbaiki;
  4. disertai keluhan lain yang mengganggu;
  5. membuat pelajar sering tertidur pada waktu atau situasi yang tidak semestinya.

Dalam kondisi seperti itu, jangan terus menambah “trik anti-ngantuk”. Orang tua dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mencari penyebabnya.

Poin Penting

Insight Redaksi

DIY yang paling berguna tidak selalu berupa benda baru. Kadang, yang dibutuhkan justru sistem sederhana agar kebiasaan baik lebih mudah dilakukan setiap hari. School Energy Kit bekerja pada bagian itu: membuat persiapan tidur, bangun, makan, minum, dan berangkat sekolah menjadi lebih teratur. Jadi, kalau ingin membuat versi sendiri di rumah, tidak perlu mulai dari membeli perlengkapan mahal. Ambil selembar karton bekas, buat enam kotak checklist, siapkan botol minum, lalu evaluasi satu hal yang paling sering membuat pagi berantakan.

Jika masalahnya tidur terlalu larut, perbaiki rutinitas malam. Jika sering lupa membawa perlengkapan, gunakan checklist. Jika sering melewatkan sarapan, siapkan makanan sejak malam. Mulai dari masalah yang paling nyata. Pagi sekolah yang lebih siap tidak harus dimulai dengan secangkir kopi atau minuman yang memberi dorongan sesaat. Kadang, perubahan kecil justru datang dari persiapan yang dilakukan sebelum tidur.

Satu kartu checklist, satu botol minum, sarapan yang sudah disiapkan, dan waktu tidur yang cukup mungkin terlihat sederhana. Tetapi ketika dilakukan konsisten, semuanya membentuk rutinitas yang lebih mudah dijalani.

Bagi orang tua, mungkin ini juga bisa menjadi proyek DIY kecil bersama anak: buat kartunya, pilih perlengkapannya, lalu lihat kebiasaan mana yang paling membantu.

Karena pada akhirnya, tujuan “anti-ngantuk” bukan sekadar membuat mata tetap terbuka di kelas, tetapi membantu pelajar datang ke sekolah dengan tubuh dan pikiran yang memang siap belajar.

FAQ

1. Apa penyebab pelajar mengantuk saat pelajaran pagi?
Salah satu penyebab yang perlu diperiksa adalah kurang tidur. Pada remaja, kebutuhan tidur umumnya 8–10 jam per 24 jam secara teratur. Namun, rasa kantuk juga dapat dipengaruhi banyak faktor lain sehingga tidak tepat menganggap semua kantuk memiliki satu penyebab.

2. Apa isi School Energy Kit?
Versi sederhana bisa berisi botol minum, kartu checklist, wadah snack, serta perlengkapan personal yang memang dibutuhkan pelajar.

3. Apakah School Energy Kit bisa menghilangkan rasa kantuk?
Tidak. Kit hanya membantu membangun rutinitas. Tidur yang cukup tetap menjadi fondasi utama.

4. Apakah pelajar sebaiknya minum kopi atau minuman energi agar tidak mengantuk?
Kafein bukan pengganti tidur. American Academy of Pediatrics menyatakan menghindari kafein merupakan pilihan terbaik untuk anak dan remaja.

5. Berapa lama tidur yang dibutuhkan remaja?
Remaja usia 13–18 tahun direkomendasikan tidur 8–10 jam per 24 jam secara teratur.

6. Kapan rasa kantuk perlu diperiksakan?
Jika rasa kantuk berlangsung terus-menerus, mengganggu aktivitas sekolah, tetap berat meskipun pola tidur sudah diperbaiki, atau disertai keluhan lain, orang tua dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
tips sekolah diy gaya hidup pelajar