Tips Menghemat Listrik AC Rumah Tanpa Harus Mengorbankan Rasa Sejuk

Wafiq Azizah Amru • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 12:54 WIB
Ilustrasi pendingin ruangan pada ruang keluarga modern yang sejuk, nyaman, dan menyegarkan. (BTV/Ai)
Ilustrasi pendingin ruangan pada ruang keluarga modern yang sejuk, nyaman, dan menyegarkan. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: Mengatur suhu, memakai timer, dan membersihkan filter membantu AC tetap sejuk sekaligus membuat penggunaan listrik lebih terkendali.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Penggunaan AC di rumah Balikpapan membantu penghuni menghadapi udara panas dan lembap, tetapi pemakaian berlebihan dapat membuat konsumsi listrik meningkat.

Bukan berarti AC harus dimatikan sepanjang hari. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa membuat ruangan tetap nyaman tanpa membiarkan mesin bekerja lebih berat dari kebutuhan.

Kenapa AC Bisa Membuat Listrik Rumah Cepat Terpakai?

AC termasuk peralatan rumah tangga yang membutuhkan energi cukup besar karena harus menjalankan sistem pendinginan secara terus-menerus selama digunakan.

Konsumsi listrik tidak hanya dipengaruhi oleh berapa lama AC menyala. Pengaturan suhu, kondisi ruangan, kebersihan filter, hingga kebiasaan membiarkan AC bekerja ketika tidak ada orang di ruangan ikut berpengaruh.

ENERGY STAR menjelaskan bahwa filter yang kotor dapat menghambat aliran udara sehingga sistem pendingin perlu bekerja lebih keras. Karena itu, pemeriksaan dan perawatan filter menjadi bagian penting dari penggunaan AC yang efisien.

Masalahnya, kebiasaan yang terlihat sepele sering terjadi tanpa disadari. Remote langsung diarahkan ke suhu paling rendah ketika udara terasa panas, AC dibiarkan menyala sampai pagi, atau filter baru dibersihkan ketika hembusan udara sudah terasa berkurang.

Padahal, rasa sejuk tidak selalu berarti suhu harus dibuat sedingin mungkin.

Ilustrasi penggunaan pendingin ruangan di rumah untuk menggambarkan efisiensi dan konsumsi listrik harian. (BTV/Ai)
Ilustrasi penggunaan pendingin ruangan di rumah untuk menggambarkan efisiensi dan konsumsi listrik harian. (BTV/Ai)

Mulai dari Suhu 24–25°C

Salah satu kebiasaan yang bisa dicoba adalah mengatur suhu AC pada kisaran 24–25°C.

Rentang tersebut masih berada dalam kisaran pengaturan yang umum digunakan untuk efisiensi pendinginan di iklim tropis. ENERGY STAR dan International Energy Agency juga menekankan bahwa menaikkan setelan suhu AC sedikit dapat membantu menekan konsumsi energi tanpa harus mengorbankan kenyamanan, terutama jika dibantu sirkulasi udara.

Di Indonesia, pengaturan sekitar 24°C juga pernah menjadi bagian dari panduan konservasi energi untuk pendingin ruangan. Dokumen Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang dikutip dalam kajian kebijakan tersebut mencantumkan rentang optimal 24–26°C.

Jadi, tidak perlu buru-buru menekan remote hingga 16°C ketika baru masuk kamar.

Coba mulai dari 25°C. Jika masih terasa gerah, turunkan perlahan menjadi 24°C sambil memastikan pintu dan jendela tertutup.

Yang perlu dipahami, angka pada remote bukan berarti AC akan langsung membuat ruangan mencapai suhu tersebut dalam waktu singkat. Semakin rendah target yang dipasang, semakin besar beban pendinginan yang harus dipertahankan.

Ilustrasi penggunaan suhu AC 25°C dan kipas angin untuk pendinginan ruangan yang efisien. (BTV/Ai)
Ilustrasi penggunaan suhu AC 25°C dan kipas angin untuk pendinginan ruangan yang efisien. (BTV/Ai)

Baca Juga: Bikin Sudut Rumah Lebih Cantik! 6 Inspirasi Lampion Kertas DIY dengan Cahaya Hangat

Jangan Mengandalkan Suhu Rendah untuk Mendapatkan Dingin Lebih Cepat

Ada anggapan bahwa mengatur AC pada suhu 16–18°C akan membuat kamar lebih cepat dingin.

Padahal, menurunkan angka target tidak otomatis membuat proses pendinginan berlangsung dengan cara yang sama cepatnya. Yang berubah adalah target suhu yang harus dicapai dan dipertahankan sistem.

Karena itu, kebiasaan menekan suhu hingga paling rendah ketika ruangan terasa panas justru bisa membuat AC bekerja lebih lama untuk mengejar target yang sangat rendah.

Untuk penggunaan sehari-hari, pendekatan yang lebih masuk akal adalah memilih suhu yang nyaman lalu menjaga kondisi ruangan tetap mendukung kerja AC.

Tutup pintu dan jendela ketika AC menyala. Tirai juga bisa digunakan untuk mengurangi masuknya panas matahari secara langsung, terutama pada ruangan yang terkena paparan matahari cukup kuat. Menjaga ruangan tetap tertutup membantu udara dingin tidak terus-menerus bercampur dengan udara luar.

Suasana kamar sejuk dengan penggunaan AC efisien pada suhu ideal untuk kenyamanan rumah. (BTV/Ai)
Suasana kamar sejuk dengan penggunaan AC efisien pada suhu ideal untuk kenyamanan rumah. (BTV/Ai)

Malam Hari, Manfaatkan Timer

AC yang tetap menyala sepanjang malam belum tentu selalu dibutuhkan.

Saat akan tidur, gunakan fitur timer jika perangkat memilikinya. Atur waktu mati sesuai kebiasaan tidur atau kebutuhan ruangan.

Misalnya, jika biasanya tertidur dalam kondisi ruangan sudah sejuk, AC tidak harus terus bekerja sampai pagi. Timer dapat membantu memutus penggunaan setelah beberapa jam sehingga AC tidak menyala ketika sudah tidak lagi dibutuhkan.

Beberapa AC juga mempunyai fitur Sleep Mode atau Eco Mode. Cara kerjanya berbeda-beda tergantung merek dan model, sehingga sebaiknya pengguna melihat petunjuk perangkat sebelum mengaktifkannya.

Fitur seperti ini dirancang untuk membantu pengoperasian AC menyesuaikan kondisi penggunaan, tetapi jangan menganggap semua mode hemat pada setiap AC memberikan penghematan dengan besaran yang sama.

Kalau AC digunakan di kamar tidur, timer juga membuat kebiasaan penggunaan menjadi lebih teratur. Bukan sekadar mengandalkan ingatan untuk mematikan remote ketika sudah mengantuk.

Baca Juga: Membuat Rak Piring Aluminium di Atas Kitchen Sink untuk Dapur Sederhana yang Hemat Ruang

Filter AC Jangan Menunggu Sampai Terlihat Kotor

Bagian lain yang sering luput adalah filter udara.

Filter berfungsi menangkap debu dan partikel dari udara yang melewati unit. Ketika filter terlalu kotor, aliran udara dapat berkurang sehingga AC bekerja lebih keras untuk menghasilkan pendinginan.

ENERGY STAR menyarankan filter diperiksa setiap bulan, terutama ketika AC digunakan intensif. Jika sudah kotor, filter perlu dibersihkan atau diganti sesuai jenis dan petunjuk perangkat. Untuk beberapa sistem, penggantian minimal setiap tiga bulan menjadi acuan umum, tetapi kebutuhan sebenarnya dapat berbeda berdasarkan kondisi penggunaan.

Untuk AC split rumah, membersihkan filter bagian dalam dapat menjadi pekerjaan mandiri selama dilakukan sesuai petunjuk pabrikan.

Cara Membersihkan Filter AC di Rumah

Sebelum membersihkan, matikan AC dan putuskan sumber listrik sesuai petunjuk keselamatan perangkat.

Kemudian, buka panel bagian depan unit indoor dan lepaskan filter dengan hati-hati. Debu yang menumpuk dapat dibersihkan terlebih dahulu menggunakan penyedot debu atau alat pembersih yang sesuai.

Jika filter memang dapat dicuci, bilas menggunakan air dan bersihkan secara lembut. Jangan langsung memasangnya kembali ketika masih basah.

Pastikan filter benar-benar kering sebelum dipasang kembali. Setelah itu, pasang dengan posisi yang tepat dan nyalakan AC.

Perlu dibedakan antara membersihkan filter dan servis AC secara menyeluruh. Membersihkan filter adalah perawatan sederhana yang dapat dilakukan pengguna, sedangkan bagian seperti refrigeran, komponen listrik, atau sistem internal tertentu sebaiknya ditangani teknisi.

Baca Juga: Suka Bikin Aksesori? 7 Hobi Ini Bisa Dikembangkan Jadi Usaha Keciln

Ruangan yang Tertutup Membantu AC Bekerja Lebih Efisien

AC akan lebih sulit mempertahankan suhu jika udara panas dari luar terus masuk.

Kebiasaan membuka pintu berulang kali, membiarkan jendela terbuka, atau memiliki celah udara yang besar membuat udara dingin lebih cepat keluar.

Karena itu, ketika AC sedang digunakan, usahakan pintu dan jendela tertutup. Jika ruangan terkena matahari langsung, tirai atau penutup jendela dapat membantu mengurangi panas yang masuk.

Hal sederhana ini terasa semakin relevan untuk rumah di wilayah beriklim panas dan lembap seperti Balikpapan. AC tidak hanya menghadapi suhu luar yang tinggi, tetapi juga harus mempertahankan kondisi nyaman di dalam ruangan.

Kipas Bisa Menjadi Teman AC

Rasa sejuk tidak selalu hanya bergantung pada angka suhu.

Kipas angin dapat membantu mengedarkan udara di dalam ruangan sehingga sensasi sejuk lebih merata. International Energy Agency mencatat bahwa penggunaan kipas bersama AC dapat memungkinkan setelan suhu yang sedikit lebih tinggi tanpa mengurangi kenyamanan termal dalam kondisi tertentu.

Artinya, daripada terus menurunkan suhu AC ketika bagian tertentu ruangan terasa kurang sejuk, pengguna bisa mencoba memperbaiki sirkulasi udara terlebih dahulu.

Namun, kebutuhan setiap ruangan berbeda. Ukuran kamar, posisi AC, jumlah penghuni, paparan matahari, kelembapan, dan jenis perangkat akan memengaruhi hasil akhirnya.

Kombinasi penggunaan AC dan kipas angin untuk menyebarkan udara dingin secara merata. (BTV/Ai)
Kombinasi penggunaan AC dan kipas angin untuk menyebarkan udara dingin secara merata. (BTV/Ai)

Kebiasaan yang Sering Membuat AC Lebih Boros

Ada beberapa pola penggunaan yang sebaiknya mulai dikurangi.

Pertama, langsung memilih suhu paling rendah.
Suhu yang terlalu rendah dapat meningkatkan beban pendinginan karena AC harus mengejar target yang lebih rendah.

Kedua, membiarkan AC menyala ketika ruangan kosong.
Jika tidak ada orang yang menggunakan ruangan dalam waktu cukup lama, penggunaan AC tersebut menjadi tidak diperlukan. Departemen Energi Amerika Serikat juga menyarankan mematikan AC ketika ruangan tidak ditempati atau menggunakan pengaturan terprogram untuk mengurangi operasi yang tidak diperlukan.

Ketiga, lupa membersihkan filter.
Filter kotor dapat menghambat aliran udara dan membuat sistem bekerja lebih keras.

Keempat, mengabaikan perawatan berkala.
Tidak semua masalah AC bisa diselesaikan dengan membersihkan filter. Jika pendinginan bermasalah, muncul kebocoran, suara tidak normal, atau gangguan lain, pemeriksaan teknisi diperlukan.

Baca Juga: Organizer Meja 15 Cm, Cara Susun Alat Berdasarkan Ukuran Biar Cepat Dicari

Poin Penting

Insight Redaksi

Menghemat listrik dari AC sebenarnya bukan soal membuat rumah terasa kurang nyaman. Kuncinya justru ada pada mengurangi pekerjaan AC yang tidak diperlukan.

Suhu 24–25°C bisa menjadi titik awal yang praktis. Setelah itu, kebiasaan penggunaan menjadi sama pentingnya: ruangan tetap tertutup, timer digunakan ketika sesuai, dan filter tidak dibiarkan penuh debu.

Dengan pola tersebut, penghuni rumah tetap bisa mendapatkan udara sejuk tanpa menjadikan angka suhu paling rendah sebagai satu-satunya cara mendapatkan kenyamanan.

Kalau AC di rumah mulai terasa kurang dingin, jangan langsung menyalahkan mesinnya. Cek dulu filter, kondisi ruangan, dan kebiasaan penggunaan sehari-hari.

Bagikan artikel ini kepada keluarga atau teman yang masih sering mengatur AC pada suhu paling rendah. Siapa tahu, kebiasaan kecil dari remote justru bisa membuat penggunaan listrik di rumah lebih terkendali, Ces!

Masih banyak kebiasaan rumah tangga yang terlihat sepele tetapi ikut menentukan penggunaan energi setiap bulan. Balikpapan TV akan terus menemani Ces memahami cara membuat rumah lebih nyaman sekaligus lebih bijak digunakan.

FAQ

1. Apakah suhu 24–25°C benar-benar cukup sejuk?

Bagi banyak kondisi penggunaan, 24–25°C dapat menjadi titik awal yang nyaman sekaligus lebih efisien dibandingkan mengatur suhu sangat rendah. Kenyamanan tetap dipengaruhi kelembapan, sirkulasi udara, kondisi ruangan, dan karakter AC.

2. Apakah AC harus dimatikan setiap kali keluar kamar?

Jika ruangan akan kosong cukup lama, mematikan AC dapat menghindari penggunaan listrik yang tidak diperlukan. Untuk kondisi tertentu seperti keluar sebentar, pola penggunaan dapat berbeda tergantung jenis AC dan sistem pengaturannya.

3. Seberapa sering filter AC perlu dibersihkan?

Periksa filter setidaknya setiap bulan ketika AC sering digunakan. Jika terlihat kotor, bersihkan atau ganti sesuai petunjuk pabrikan.

4. Apakah menurunkan AC ke 16°C membuat ruangan lebih cepat dingin?

Menetapkan target suhu lebih rendah bukan berarti AC otomatis mendinginkan ruangan dengan kecepatan yang sama lebih tinggi. Target yang lebih rendah justru dapat membuat sistem perlu bekerja lebih lama untuk mencapainya.

5. Apakah kipas bisa digunakan bersama AC?

Bisa. Kipas membantu mengedarkan udara dan pada kondisi tertentu memungkinkan AC digunakan pada setelan suhu yang sedikit lebih tinggi sambil tetap terasa nyaman.

6. Apakah membersihkan filter sudah cukup untuk merawat AC?

Belum tentu. Filter merupakan bagian yang dapat dirawat secara sederhana oleh pengguna, tetapi komponen internal dan persoalan seperti refrigeran membutuhkan pemeriksaan teknisi.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
tips rumah AC rumah hemat listrik perawatan AC