Rendam Spons Cuci Piring dengan Air Hangat, Benarkah Bisa Membasmi 90 Persen Kuman

Tania Putri Nuraini • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 06:51 WIB
Spons cuci piring direndam air hangat sebagai ilustrasi upaya menjaga kebersihan dapur dari mikroorganisme. (BTV/AI)
Spons cuci piring direndam air hangat sebagai ilustrasi upaya menjaga kebersihan dapur dari mikroorganisme. (BTV/AI)

Durasi Baca: 4 menit

Ikhtisar: Spons cuci piring mudah menjadi tempat mikroorganisme, tetapi air hangat lima menit belum terbukti menghilangkan 90 persen kuman.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Spons cuci piring yang digunakan setiap hari dapat menyimpan mikroorganisme di dalam pori-porinya, sehingga kebersihannya perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko kontaminasi silang di dapur.

Kelihatannya bersih belum tentu berarti bebas mikroorganisme. Lantas, apakah cukup merendam spons dalam air hangat selama lima menit? Yuk, cek faktanya sebelum menjadikan cara ini kebiasaan.

Spons memang bisa menyimpan banyak mikroorganisme

Struktur spons yang berpori membuatnya mampu menahan air sekaligus sisa bahan makanan. Kondisi lembap tersebut dapat menjadi lingkungan yang mendukung keberadaan mikroorganisme.

Penelitian terbaru pada 2026 menemukan bahwa Salmonella, E. coli, dan Staphylococcus aureus dapat bertahan di dalam matriks spons selama sedikitnya dua minggu dalam kondisi penelitian. Studi tersebut juga menunjukkan adanya potensi perpindahan mikroorganisme dari spons ke permukaan yang disentuhnya.

Karena itu, spons tidak sebaiknya dianggap sekadar alat yang selalu bersih setelah digunakan mencuci piring.

Spons berpori menyimpan kelembapan dan sisa makanan, sehingga mikroorganisme dapat bertahan serta berpindah ke permukaan. (BTV/AI)
Spons berpori menyimpan kelembapan dan sisa makanan, sehingga mikroorganisme dapat bertahan serta berpindah ke permukaan. (BTV/AI)

Air hangat lima menit belum terbukti menghilangkan 90 persen kuman

Nah, bagian ini penting.

Belum ada bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa merendam spons dalam air hangat selama lima menit dapat menghilangkan 90 persen mikroorganisme. Efektivitas perlakuan panas bergantung pada suhu, lama paparan, jenis mikroorganisme, kondisi spons, serta adanya sisa bahan organik.

USDA menyebut spons dapur memang sulit dibersihkan dan pemanasan atau perebusan dapat mengurangi sebagian beban bakteri, tetapi metode tersebut tidak otomatis menjamin spons bebas dari risiko kontaminasi silang.

Jadi, angka 90 persen sebaiknya tidak digunakan sebagai klaim pasti untuk metode rendam air hangat lima menit.

Spons cuci piring perlu dijaga kebersihannya karena dapat menjadi tempat mikroorganisme berkembang dan menyebar. (BTV/AI)
Spons cuci piring perlu dijaga kebersihannya karena dapat menjadi tempat mikroorganisme berkembang dan menyebar. (BTV/AI)

Mengapa spons perlu dikeringkan?

Selain cara membersihkannya, kondisi penyimpanan juga berpengaruh.

Spons yang terus-menerus lembap dapat mempertahankan kondisi yang mendukung keberadaan mikroorganisme. Penelitian pada spons rumah tangga juga menunjukkan bahwa jumlah dan jenis bakteri dapat sangat bervariasi, sementara sikat cuci piring cenderung memiliki tingkat bakteri lebih rendah dibandingkan spons.

Setelah digunakan, spons sebaiknya dibilas dan ditempatkan pada wadah yang memungkinkan udara bersirkulasi sehingga spons dapat mengering.

Kalau ingin membersihkan spons, apa yang lebih efektif?

Penelitian USDA pada metode sanitasi spons menemukan bahwa pemanasan dengan microwave dan pencucian menggunakan mesin pencuci piring dengan siklus pengering memiliki efektivitas lebih tinggi dibandingkan beberapa metode perendaman yang diuji.

Namun, metode tersebut tidak berarti semua spons aman dipanaskan sembarangan. Untuk microwave, misalnya, panduan University of Minnesota Extension menyarankan memastikan spons memang aman untuk microwave dan tidak mengandung komponen logam.

Untuk penggunaan sehari-hari, pilihan paling sederhana tetap menjaga spons tetap bersih, membiarkannya mengering, dan menggantinya secara berkala.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Sederhana Agar Barang Rumah Tangga Terhindar dari Noda

Jangan menunggu spons terlihat kotor

Warna, bau, atau tampilan spons ternyata bukan indikator yang cukup untuk mengetahui tingkat kontaminasinya.

Studi 2026 menemukan bahwa perubahan sensorik seperti bau dan perubahan warna tidak berkorelasi dengan jumlah mikroorganisme pada spons. Artinya, spons yang tampak masih baik belum tentu memiliki beban mikroba yang rendah.

Panduan University of Minnesota Extension menyarankan spons diganti setiap 1–2 minggu, atau lebih cepat jika materialnya sudah aus.

Tips penting agar spons tidak cepat menjadi sumber kontaminasi

Poin Penting

Rendam air hangat lima menit bukan metode yang terbukti menghilangkan 90 persen kuman dari spons. Spons memang dapat menjadi reservoir mikroorganisme, sehingga kebersihan, pengeringan, sanitasi yang tepat, dan penggantian berkala lebih penting daripada mengandalkan satu metode sederhana.

Insight Redaksi

Kebiasaan merendam spons sebentar dalam air hangat mungkin terdengar praktis, tetapi angka efektivitas tidak boleh dianggap benar tanpa bukti. Untuk urusan kebersihan dapur, cara yang terlihat sederhana belum tentu memiliki efektivitas yang sama dengan metode sanitasi yang sudah diuji.

FAQ

Apakah air hangat bisa membunuh kuman pada spons?
Air hangat dapat membantu proses pembersihan, tetapi rendaman air hangat lima menit belum terbukti menghilangkan 90 persen mikroorganisme pada spons.

Mengapa spons mudah menjadi tempat bakteri?
Spons memiliki struktur berpori dan mampu mempertahankan kelembapan, sehingga mikroorganisme dapat bertahan di dalamnya.

Kapan spons sebaiknya diganti?
Sebagai panduan praktis, spons dapat diganti setiap 1–2 minggu atau lebih cepat jika sudah aus.

Apakah spons atau sikat lebih higienis?
Sejumlah penelitian menemukan tingkat bakteri pada sikat cuci piring cenderung lebih rendah dibandingkan spons.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
spons cuci piring kuman kebersihan dapur