2 Tugas Berat yang Dikerjakan Lebih Awal Bisa Membuat Hari Terasa Lebih Ringan

Tania Putri Nuraini • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 20:35 WIB
Seseorang menyusun dua prioritas utama di meja kerja sebelum memulai aktivitas harian dengan fokus dan terarah. (BTV/AI)
Seseorang menyusun dua prioritas utama di meja kerja sebelum memulai aktivitas harian dengan fokus dan terarah. (BTV/AI)
Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: Menyelesaikan dua tugas paling berat pada awal hari dapat membantu mengurangi beban pekerjaan utama. Strateginya bukan mengerjakan semua hal sekaligus, melainkan memilih prioritas berdasarkan dampak, tingkat kesulitan, dan batas waktu.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Memulai hari dengan dua tugas paling berat dapat membantu pekerja dan pelajar mengurangi pekerjaan tertunda sebelum aktivitas lain mengambil perhatian dan waktu.

Daftar tugas yang panjang sering terasa melelahkan bahkan sebelum pekerjaan dimulai. Nah, memilih dua pekerjaan utama sejak awal bisa membuat sisa aktivitas terasa lebih terarah.

Mengapa Tugas Berat Sering Malah Ditunda?

Tugas yang sulit biasanya membutuhkan konsentrasi, keputusan, atau usaha mental yang lebih besar dibanding pekerjaan rutin. Karena itu, seseorang dapat tergoda menyelesaikan pekerjaan ringan terlebih dahulu agar daftar tugas cepat berkurang.

Penelitian Rachel Habbert dan Juliana Schroeder dalam Journal of Experimental Social Psychology menemukan kecenderungan menarik mengenai urutan kesulitan tugas. Dalam enam eksperimen utama dan satu eksperimen tambahan yang melibatkan 2.013 peserta, menyelesaikan tugas tersulit terlebih dahulu justru dapat meningkatkan rasa mampu dibanding menundanya.

Masalahnya, manusia sering memperkirakan pengalaman tersebut secara keliru. Tugas sulit terlihat menakutkan ketika dibayangkan di awal, sementara pekerjaan ringan setelahnya sering tidak ikut diperhitungkan dalam perkiraan tersebut.

Karena itu, prinsip mengerjakan tugas berat lebih dahulu bukan sekadar soal disiplin. Ada alasan psikologis mengapa strategi tersebut dapat membuat pekerjaan berikutnya terasa lebih mudah.

Dua Tugas Berat Bukan Berarti Dua Pekerjaan Terbesar

Memilih dua tugas utama bukan berarti mengambil dua pekerjaan dengan durasi paling panjang. Prioritas sebaiknya mempertimbangkan dampak pekerjaan, kepentingan, tenggat, serta energi yang dibutuhkan.

Tugas berdampak besar tetapi belum mendesak dapat dengan mudah tersingkir oleh pekerjaan kecil yang terasa mendesak. Penelitian tentang prioritas menunjukkan bahwa orang sering memilih pekerjaan dengan tenggat paling pendek meskipun tugas lain memiliki nilai atau hasil yang lebih besar.

Karena itu, tentukan tugas berdasarkan pertanyaan sederhana: pekerjaan mana yang paling penting jika hari ini hanya dua hal yang berhasil diselesaikan?

Jawaban tersebut membantu menghindari jebakan daftar tugas yang terlihat penuh, tetapi sebenarnya tidak menunjukkan prioritas dengan jelas.

Menentukan dua tugas paling berdampak membantu pekerjaan utama lebih terarah dan mengurangi beban di awal hari. (BTV/AI)
Menentukan dua tugas paling berdampak membantu pekerjaan utama lebih terarah dan mengurangi beban di awal hari. (BTV/AI)

Bagaimana Menentukan Dua Tugas yang Harus Didahulukan?

Mulailah dengan menuliskan seluruh pekerjaan yang memang perlu diselesaikan hari itu. Setelah itu, jangan langsung mengurutkan berdasarkan pekerjaan yang paling mudah.

Berikan perhatian pada tiga pertimbangan: dampak, kesulitan, dan tenggat. Tugas dengan dampak besar dan membutuhkan konsentrasi tinggi biasanya layak mendapatkan waktu terbaik ketika energi masih tersedia.

Gunakan penyaring sederhana

Pertimbangan Pertanyaan yang Bisa Dipakai Prioritas
Dampak Seberapa besar hasil tugas ini memengaruhi pekerjaan lain? Tinggi jika dampaknya besar
Kesulitan Apakah tugas membutuhkan fokus dan keputusan tinggi? Tinggi jika sulit
Tenggat Kapan tugas wajib selesai? Tinggi jika waktunya dekat
Ketergantungan Apakah pekerjaan lain menunggu tugas ini selesai? Tinggi jika menjadi dasar pekerjaan lain
Energi Apakah pekerjaan membutuhkan kondisi fokus terbaik? Dikerjakan saat energi tinggi

Tugas yang memenuhi beberapa kriteria tersebut dapat masuk dua prioritas utama. Sementara pekerjaan administratif atau rutin bisa dikerjakan setelahnya.

Mulai dari yang Berat, Tetapi Jangan Membabi Buta

Mengerjakan tugas berat lebih dahulu bukan berarti semua pekerjaan harus dipaksa selesai sejak pagi. Strategi ini tetap membutuhkan batas agar energi tidak habis pada satu pekerjaan.

Bagi tugas besar menjadi bagian yang jelas. Misalnya, menyelesaikan laporan tidak harus berarti langsung menuntaskan seluruh dokumen dalam satu duduk.

Bagian pertama dapat berupa menyusun struktur, mengumpulkan data, atau menyelesaikan bagian paling sulit. Setelah target tersebut selesai, pekerjaan berikutnya menjadi lebih mudah dipetakan.

Riset tentang strategi eat-the-frog-first juga menunjukkan bahwa memulai dengan tugas paling sulit dapat membantu membangun rasa mampu. Temuan tersebut bukan berarti semua orang harus menggunakan pola yang sama setiap hari, tetapi menunjukkan bahwa menunda pekerjaan sulit tidak selalu membuat hari terasa lebih ringan.

Tugas berat dikerjakan lebih awal membantu mengurangi beban pekerjaan utama dan membuat aktivitas harian terasa lebih terarah. (BTV/AI)
Tugas berat dikerjakan lebih awal membantu mengurangi beban pekerjaan utama dan membuat aktivitas harian terasa lebih terarah. (BTV/AI)

Beri Waktu Fokus untuk Dua Prioritas Utama

Dua tugas berat akan sulit selesai jika waktu terbaik justru habis untuk notifikasi, percakapan, atau pekerjaan kecil yang terus muncul.

Gunakan satu blok waktu khusus untuk prioritas pertama. Selama periode tersebut, fokus diarahkan pada satu pekerjaan sampai mencapai target yang sudah ditentukan.

Setelah pekerjaan pertama selesai atau mencapai batas yang ditetapkan, ambil jeda singkat sebelum berpindah ke tugas kedua. Pola ini membantu membuat perpindahan pekerjaan lebih terencana.

Penelitian tentang attention residue menunjukkan bahwa pikiran seseorang masih dapat tertinggal pada pekerjaan sebelumnya ketika sudah berpindah ke pekerjaan berikutnya. Karena itu, menyelesaikan satu bagian dengan jelas sebelum berpindah dapat membantu transisi perhatian.

Fokus pada dua tugas membantu menyelesaikan pekerjaan berat tanpa terganggu notifikasi dan percakapan sepanjang pagi. (BTV/AI)
Fokus pada dua tugas membantu menyelesaikan pekerjaan berat tanpa terganggu notifikasi dan percakapan sepanjang pagi. (BTV/AI)

Jangan Isi Pagi dengan Pekerjaan Kecil

Membalas pesan, merapikan file, mengecek notifikasi, atau melakukan pekerjaan administratif memang memberikan rasa produktif. Namun, aktivitas tersebut tidak selalu memiliki dampak terbesar.

Pekerjaan kecil tetap penting, tetapi sebaiknya ditempatkan setelah prioritas utama apabila tidak memiliki tenggat yang mendesak.

Kebiasaan menyelesaikan pekerjaan termudah terlebih dahulu juga dapat membuat daftar tugas terlihat cepat berkurang. Padahal, pekerjaan yang paling penting mungkin masih menunggu di bagian bawah daftar.

Produktif bukan berarti daftar tugas cepat habis. Produktif berarti energi utama digunakan untuk pekerjaan yang paling berarti.

Contoh Pembagian Hari yang Lebih Terarah

Pola berikut dapat digunakan sebagai contoh untuk pelajar, pekerja, maupun orang yang mengatur pekerjaan rumah secara mandiri.

Waktu Aktivitas Fokus
07.30–07.45 Menentukan prioritas Memilih dua tugas utama
07.45–09.15 Tugas berat pertama Fokus penuh
09.15–09.30 Jeda Istirahat singkat
09.30–11.00 Tugas berat kedua Fokus penuh
11.00–12.00 Pekerjaan rutin Administrasi atau tugas ringan
13.00–15.00 Pekerjaan lanjutan Menyelesaikan bagian tersisa
15.00–15.15 Evaluasi Mengecek progres dan tugas berikutnya

Jadwal tersebut bukan aturan baku. Durasi dapat disesuaikan dengan sekolah, pekerjaan, perjalanan, kebutuhan keluarga, dan aktivitas harian masing-masing.

Yang penting adalah menempatkan pekerjaan dengan kebutuhan konsentrasi tinggi pada waktu ketika perhatian masih cukup baik.

Baca Juga: Rak Gantung Tanpa Paku dari Papan 15 Cm, Begini Cara Membuatnya Lebih Stabil

Apa yang Dilakukan Jika Tugas Pertama Terasa Terlalu Berat?

Tugas berat kadang terasa besar karena bentuknya belum jelas. Saat menghadapi kondisi tersebut, jangan langsung memasukkan seluruh pekerjaan ke dalam satu target.

Pecah menjadi hasil kecil yang konkret. Misalnya, daripada menulis “selesaikan tugas sekolah”, ubah menjadi “baca instruksi”, “buat kerangka”, dan “kerjakan bagian pertama”.

Cara tersebut membuat pekerjaan terasa memiliki pintu masuk yang jelas. Setelah langkah pertama berjalan, keputusan berikutnya biasanya menjadi lebih mudah.

Jika pekerjaan membutuhkan waktu berhari-hari, dua tugas berat juga bisa berarti dua milestone penting, bukan dua proyek yang harus selesai pada hari yang sama.

Kesalahan yang Sering Membuat Strategi Ini Gagal

1. Memilih tugas berdasarkan durasi saja

Pekerjaan yang berlangsung tiga jam belum tentu lebih penting daripada pekerjaan yang selesai dalam tiga puluh menit. Prioritas harus mempertimbangkan dampak, bukan hanya lamanya pengerjaan.

2. Menentukan terlalu banyak prioritas

Jika semua pekerjaan dianggap nomor satu, tidak ada pekerjaan yang benar-benar menjadi prioritas. Batasi dua pekerjaan utama agar perhatian tidak terpecah.

3. Mengabaikan tenggat

Tugas penting yang belum mendesak dapat didahulukan, tetapi pekerjaan yang memiliki tenggat sangat dekat tetap perlu diperhitungkan.

4. Memaksa fokus tanpa jeda

Mengerjakan tugas berat terus-menerus bukan tujuan strategi ini. Jeda diperlukan agar seseorang dapat kembali mengerjakan pekerjaan berikutnya dengan kondisi yang lebih siap.

5. Menganggap tugas ringan tidak penting

Pekerjaan ringan tetap harus diselesaikan. Hanya saja, waktunya ditempatkan setelah pekerjaan dengan dampak dan kebutuhan fokus lebih tinggi.

Strategi Ini Bisa Disesuaikan dengan Kondisi Harian

Tidak semua pagi memiliki tingkat energi yang sama. Ada hari ketika tugas berat memang dapat dikerjakan lebih awal, tetapi ada pula kondisi ketika jadwal sekolah, pekerjaan, atau kewajiban keluarga membuat pola tersebut tidak memungkinkan.

Prinsip utamanya bukan memaksakan jam tertentu. Yang lebih penting adalah menemukan waktu ketika seseorang paling mampu memberikan perhatian pada pekerjaan yang paling bernilai.

Untuk pelajar, misalnya, tugas yang membutuhkan pemahaman tinggi dapat ditempatkan sebelum aktivitas yang lebih rutin. Untuk pekerja, pekerjaan strategis dapat diberikan ruang sebelum rapat atau pekerjaan administratif memenuhi jadwal.

Pada akhirnya, strategi dua tugas berat lebih dahulu adalah cara sederhana untuk mengurangi penundaan dan membuat prioritas terlihat jelas. Bukan sistem yang harus diterapkan secara kaku.

Poin Penting

Insight Redaksi

Banyak orang mengukur produktivitas dari panjangnya daftar yang dicoret. Padahal, dua pekerjaan bernilai tinggi bisa memberi dampak lebih besar daripada sepuluh tugas kecil. Di Balikpapan, ritme aktivitas yang padat membuat prioritas makin penting. Jangan kejar ramai aktivitas; kejar pekerjaan yang memang mengubah hasil.

Kalau pagi sering habis buat urusan kecil, coba amankan dua pekerjaan utama dulu sebelum daftar tugas mulai ramai.

Kalau artikel ini terasa kepakai, bagikan ke teman yang tiap hari punya daftar tugas panjang tetapi sering bingung mulai dari mana.

Mau hari terasa lebih terarah tanpa harus mengejar semua hal sekaligus? Selalu update tips praktis dan informasi yang dekat dengan keseharian hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apakah harus selalu mengerjakan dua tugas berat setiap hari?

Tidak harus. Jumlah prioritas dapat disesuaikan dengan beban dan kondisi hari tersebut.

2. Bagaimana jika tugas paling berat memiliki tenggat masih lama?

Tetap dapat dikerjakan lebih awal jika dampaknya besar dan membutuhkan konsentrasi tinggi.

3. Apakah pekerjaan ringan boleh dikerjakan terlebih dahulu?

Boleh jika mendesak atau menjadi syarat agar tugas utama dapat berjalan. Namun, jangan sampai pekerjaan ringan terus menunda prioritas.

4. Berapa lama waktu yang ideal untuk mengerjakan tugas berat?

Tidak ada durasi tunggal yang berlaku untuk semua orang. Tentukan blok waktu berdasarkan tingkat kesulitan dan target pekerjaan.

5. Bagaimana jika satu tugas membutuhkan waktu sepanjang hari?

Pecah menjadi beberapa milestone. Target utama hari itu tidak harus menyelesaikan seluruh proyek sekaligus.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Redaksi BTV
prioritas tugas produktivitas Manajemen Waktu