HUT ke-81 Bhayangkara Makin Meriah! Lomba Tari Gantar Kreasi Jadi Panggung Budaya Kutai Barat

Amellinda Nur Aini • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:21 WIB
Tari Gantar Kreasi di Kutai Barat hadir sebagai ruang budaya, kreativitas, literasi, dan percaya diri generasi muda (BTV/AI).
Tari Gantar Kreasi di Kutai Barat hadir sebagai ruang budaya, kreativitas, literasi, dan percaya diri generasi muda (BTV/AI).

Durasi Baca: 7 Menit

Ikhtisar: Tari Gantar Kreasi di Kutai Barat menjadi ruang belajar budaya, kreativitas, percaya diri, dan literasi generasi muda.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Polres Kutai Barat menggelar Lomba Tari Gantar Kreasi tingkat sekolah dasar di Taman Budaya Sendawar pada 14 Juni 2026 sebagai bagian rangkaian Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan ini mempertemukan enam kelompok peserta sekaligus menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk mengenal budaya Dayak melalui seni tari. 

Menariknya, kegiatan budaya ini bukan hanya soal kompetisi. Ada nilai pendidikan, kreativitas, dan kebanggaan daerah yang bisa menjadi inspirasi keluarga serta sekolah. Simak sisi menariknya berikut.

Tari Gantar Kreasi Jadi Ruang Belajar Budaya

Tari Gantar merupakan salah satu kesenian tradisional Kalimantan Timur yang berkaitan dengan masyarakat Dayak Benuaq dan Tunjung. Tarian ini dikenal menggunakan properti seperti tongkat dan bambu serta berkembang sebagai seni pertunjukan dan penyambutan tamu. 

Dalam lomba di Kutai Barat, unsur tradisi tersebut hadir melalui kreativitas anak-anak sekolah dasar dan sanggar seni. Polres Kutai Barat menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini. 

1. Tari Gantar sebagai Identitas Budaya

Tari Gantar memiliki keterkaitan kuat dengan kehidupan masyarakat Dayak di Kalimantan Timur. Gerak dan propertinya berkembang menjadi bentuk seni yang dapat dikenalkan kepada generasi berikutnya. 

Bagi anak-anak, mempelajari tari tradisional berarti mengenal budaya melalui pengalaman langsung. Mereka tidak sekadar melihat pertunjukan, tetapi belajar gerakan, musik, properti, dan kerja kelompok.

Tari Gantar menjadi warisan budaya yang mengajarkan anak mengenal identitas Dayak melalui gerakan, musik, properti, dan kebersamaan (BTV/AI)
Tari Gantar menjadi warisan budaya yang mengajarkan anak mengenal identitas Dayak melalui gerakan, musik, properti, dan kebersamaan (BTV/AI)

2. Kreasi Membuat Tradisi Lebih Dekat

Tari tradisional dapat terus berkembang ketika generasi muda diberi ruang untuk berkreasi tanpa menghilangkan identitas dasarnya. Format kreasi membuat pertunjukan terasa lebih dekat dengan karakter anak-anak masa kini.

Hal tersebut juga terlihat dalam kegiatan di Sendawar. Enam kelompok tampil membawa kreativitas masing-masing dalam kompetisi yang tetap berangkat dari Tari Gantar. 

Kreasi Tari Gantar membuat tradisi terasa dekat, menarik, dan relevan bagi generasi muda melalui panggung budaya. (BTV/AI)
Kreasi Tari Gantar membuat tradisi terasa dekat, menarik, dan relevan bagi generasi muda melalui panggung budaya. (BTV/AI)

3. Kompetisi Melatih Kepercayaan Diri Anak

Panggung seni memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak. Mereka belajar mempersiapkan penampilan, bekerja bersama anggota kelompok, kemudian tampil di hadapan juri dan masyarakat.

Wakapolres Kutai Barat Kompol Subari menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat membentuk karakter anak-anak yang percaya diri sekaligus bangga terhadap identitas daerahnya. 

Pengalaman seperti ini dapat menjadi bekal sosial yang berguna karena anak belajar menghadapi tekanan penampilan secara positif.

Kompetisi tari membantu anak berani tampil, bekerja sama, mengasah karakter, dan mencintai identitas daerah sejak dini (BTV/AI).
Kompetisi tari membantu anak berani tampil, bekerja sama, mengasah karakter, dan mencintai identitas daerah sejak dini (BTV/AI).

4. Enam Kelompok Meramaikan Panggung Sendawar

Lomba yang berlangsung di Panggung Taman Budaya Sendawar diikuti enam peserta dari sekolah dasar dan sanggar seni. Pesertanya berasal dari SDN 001 Barong Tongkok, SDN 002 Siluq Ngurai, SDN 002 Barong Tongkok, SDN 004 Melak, Sanggar Seni Sempekat Bangkit, dan Sanggar Seni Sempekat Peluatn. 

Hasil penilaian menempatkan SDN 004 Melak sebagai Juara I, disusul SDN 001 Barong Tongkok dan Sanggar Seni Sempekat Peluatn. Untuk kategori harapan, posisi pertama diraih SDN 002 Barong Tongkok. 

Kompetisi tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan bersamaan dengan kegiatan kreatif yang menyenangkan.

Enam kelompok tampil memeriahkan Tari Gantar Kreasi, sekaligus memperkuat pelestarian budaya Dayak Kutai Barat (BTV/AI).
Enam kelompok tampil memeriahkan Tari Gantar Kreasi, sekaligus memperkuat pelestarian budaya Dayak Kutai Barat (BTV/AI).

5. Budaya dan Literasi Hadir Bersamaan

Ada hal menarik lain dalam kegiatan tersebut. Selain trofi dan penghargaan, Polres Kutai Barat juga membagikan buku bacaan kepada seluruh peserta.

Pendekatan ini mempertemukan dua kebutuhan penting anak, yaitu pengalaman berkesenian dan kebiasaan membaca. Budaya tidak berhenti di panggung, tetapi dapat diteruskan melalui pengetahuan yang mereka peroleh dari buku.

Budaya lokal semakin bermakna ketika seni dan literasi berjalan bersama, membentuk pengalaman belajar anak yang menyenangkan dan berkesan (BTV/AI).
Budaya lokal semakin bermakna ketika seni dan literasi berjalan bersama, membentuk pengalaman belajar anak yang menyenangkan dan berkesan (BTV/AI).

6. Tari Tradisional Bisa Menjadi Aktivitas Keluarga

Orang tua dapat menjadikan seni tradisional sebagai aktivitas bersama anak. Menonton pertunjukan, mencari informasi tentang asal-usul tari, atau mengikuti latihan sanggar dapat menjadi pengalaman keluarga yang edukatif.

Kegiatan semacam ini juga membantu anak memahami bahwa budaya daerah bukan sekadar materi pelajaran. Ada manusia, cerita, gerakan, musik, dan nilai sosial yang membuatnya terus hidup.

Mengajak anak mengenal tari tradisional bersama keluarga dapat menumbuhkan kecintaan budaya sejak dini (BTV/AI).
Mengajak anak mengenal tari tradisional bersama keluarga dapat menumbuhkan kecintaan budaya sejak dini (BTV/AI).

Apa yang Bisa Dipelajari dari Tari Gantar?

Tari Gantar memperlihatkan bagaimana kesenian daerah dapat menjadi media pendidikan ketika anak dilibatkan secara langsung. Buku terbitan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga menempatkan Tari Gantar sebagai bacaan literasi bagi jenjang SD/MI. 

Artinya, mengenalkan budaya dapat dilakukan melalui berbagai cara. Sekolah dapat menggabungkan pelajaran seni dengan literasi, sementara keluarga dapat memperluas pembahasan melalui cerita dan aktivitas sederhana di rumah.

Baca Juga: 5 Tips Memotret Lomba 17 Agustus agar Foto Lebih Hidup dan Berkesan

Poin Penting:

Insight Redaksi

Tari Gantar di Sendawar memperlihatkan budaya bisa tumbuh lewat panggung yang dekat dengan anak-anak. Bukan sekadar lomba, tetapi pengalaman mengenal identitas daerah sambil berani tampil. Kada cukup hanya diwariskan lewat cerita; harus dipraktikkan. Ikam bisa mulai dari kegiatan seni di sekolah, sanggar, atau lingkungan sekitar. 

Mulai kenalkan seni daerah lewat aktivitas yang disukai anak, supaya belajar budaya terasa asyik, bukan kewajiban sekolah semata.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam yang peduli budaya lokal dan pendidikan anak.

Ingin terus menemukan cerita budaya, gaya hidup, dan aktivitas menarik dari Kalimantan Timur? Ikuti update hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu Tari Gantar?

Tari Gantar adalah tarian tradisional Kalimantan Timur yang berkaitan dengan masyarakat Dayak Benuaq dan Tunjung.

2. Di mana Lomba Tari Gantar Kreasi digelar?

Lomba berlangsung di Panggung Taman Budaya Sendawar, Kabupaten Kutai Barat.

3. Siapa peserta Lomba Tari Gantar Kreasi?

Pesertanya berasal dari tingkat sekolah dasar dan sanggar seni, dengan total enam kelompok.

4. Siapa Juara I lomba tersebut?

SDN 004 Melak berhasil meraih Juara I berdasarkan penilaian dewan juri.

5. Apa yang diberikan kepada peserta selain penghargaan?

Polres Kutai Barat membagikan buku bacaan kepada seluruh peserta untuk mendukung minat baca.

Sumber Informasi: Media Kaltim Post, dengan judul Polres Kutai Barat Gelar Lomba Tari Gantar Kreasi Ramaikan HUT Ke-80 Bhayangkara, oleh Sunardi. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id. Informasi utama juga diverifikasi melalui Humas Polri serta sumber kebudayaan pemerintah.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Tari Gantar Kreasi generasi muda.