Gapura 17 Agustus Tak Harus Mahal, 10 Ide Kreatif Ini Bisa Dibuat dari Bahan Sederhana

kholiefatul Jannah • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Ide menghias gapura 17 Agustus dengan konsep kreatif, sederhana, dan memanfaatkan bahan bekas. (BTV/AI)
Ide menghias gapura 17 Agustus dengan konsep kreatif, sederhana, dan memanfaatkan bahan bekas. (BTV/AI)

Durasi Baca: 7 Menit

Ikhtisar: Beragam ide menghias gapura 17 Agustus, mulai dari konsep gerbang kemerdekaan, bambu dan anyaman, desain merah putih minimalis, hingga memanfaatkan barang bekas.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Menjelang perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, gapura menjadi salah satu bagian lingkungan yang tidak luput dari sentuhan kreativitas warga.

Tidak harus menggunakan dekorasi mahal. Dengan pemilihan konsep yang tepat, bahan sederhana seperti bambu, kayu, kardus, botol plastik, kain bekas, hingga lampu dapat disulap menjadi gapura yang menarik.

Selain mempercantik lingkungan, kegiatan menghias gapura juga dapat menjadi momen gotong royong warga untuk menyambut perayaan 17 Agustus.

10 Ide Gapura 17 Agustus yang Bisa Jadi Inspirasi

Ada banyak konsep yang dapat digunakan untuk menghias gapura. Pilihannya bisa disesuaikan dengan kondisi lingkungan, bahan yang tersedia, kemampuan warga, serta anggaran yang dimiliki.

1. Gapura Bertema “Gerbang Kemerdekaan”

Konsep ini menjadikan gapura seperti gerbang besar yang menyambut warga memasuki kawasan permukiman.

Angka 17 | 08, bendera kecil, dan tulisan HUT RI dapat menjadi elemen utama. Agar mudah terlihat, angka dan tulisan dapat dibuat berukuran cukup besar.

Desain tidak perlu terlalu rumit. Bentuk gapura yang tegas dengan dominasi warna merah putih sudah cukup memberikan suasana kemerdekaan.

Gapura bertema “Gerbang Kemerdekaan” menampilkan angka 17|08, bendera kecil, dan dominasi merah putih. (Sumber: Balikpapan TV)
Gapura bertema “Gerbang Kemerdekaan” menampilkan angka 17|08, bendera kecil, dan dominasi merah putih. (BTV/AI)

2. Gapura dari Bambu dan Anyaman

Bambu dapat menjadi pilihan untuk menghadirkan kesan tradisional sekaligus natural. Material ini bisa digunakan sebagai struktur maupun ornamen dekorasi.

Tambahkan anyaman tradisional pada bagian tertentu agar gapura memiliki sentuhan Nusantara. Pola anyaman dapat ditempatkan di bagian samping, tengah, maupun atas gapura.

Konsep ini juga cocok untuk lingkungan yang ingin menonjolkan kreativitas warga dengan memanfaatkan material yang mudah ditemukan di sekitar.

Gapura bambu dan anyaman menghadirkan sentuhan tradisional sekaligus natural dengan material yang mudah ditemukan. *(Sumber: Balikpapan TV)*
Gapura bambu dan anyaman menghadirkan sentuhan tradisional sekaligus natural dengan material yang mudah ditemukan. *(BTV/AI)*

3. Gapura Full Merah Putih Minimalis

Tidak semua gapura harus dipenuhi berbagai ornamen. Konsep minimalis justru dapat terlihat menarik jika warna dan bentuknya tertata.

Gunakan merah dan putih sebagai warna utama. Tambahkan bentuk geometris serta tulisan besar MERDEKA sebagai pusat perhatian.

Desain seperti ini cocok bagi lingkungan yang ingin membuat gapura sederhana tetapi tetap memiliki karakter kuat.

Gapura full merah putih bergaya minimalis dengan bentuk geometris dan tulisan “MERDEKA”. (BTV/AI)
Gapura full merah putih bergaya minimalis dengan bentuk geometris dan tulisan “MERDEKA”. (BTV/AI)

4. Gapura dengan Konsep Rumah Adat Nusantara

Ingin membawa nuansa budaya Indonesia ke lingkungan? Konsep rumah adat dapat menjadi pilihan.

Bagian atap gapura bisa dibuat terinspirasi dari bentuk rumah adat Nusantara. Kemudian, tambahkan ornamen merah putih pada bagian yang dianggap sesuai.

Tidak perlu membuat replika rumah adat secara keseluruhan. Cukup mengambil bentuk khas pada bagian atap atau ornamen tertentu agar proses pembuatannya tetap sederhana.

Gapura terinspirasi rumah adat Nusantara dengan ornamen merah putih untuk memperkuat nuansa budaya dan kemerdekaan. (BTV/AI)
Gapura terinspirasi rumah adat Nusantara dengan ornamen merah putih untuk memperkuat nuansa budaya dan kemerdekaan. (BTV/AI)

5. Gapura Kampung Tempo Dulu

Konsep kampung tempo dulu dapat memberikan suasana berbeda. Gunakan papan kayu, lampu bohlam, poster bergaya vintage, serta ornamen bertema perjuangan.

Warna dan material menjadi bagian penting dari konsep ini. Papan kayu dapat dipadukan dengan tulisan bergaya klasik untuk memperkuat nuansa masa lalu.

Agar tidak terlalu ramai, pilih beberapa ornamen utama dan letakkan secara proporsional.

Gapura kampung tempo dulu dengan papan kayu, lampu bohlam, poster vintage, dan ornamen perjuangan. (BTV/AI)
Gapura kampung tempo dulu dengan papan kayu, lampu bohlam, poster vintage, dan ornamen perjuangan. (BTV/AI)

6. Gapura dari Barang Bekas

Barang bekas juga dapat menjadi material dekorasi yang menarik.

Botol plastik, kardus, kaleng, kain bekas, hingga berbagai benda yang sudah tidak terpakai dapat diolah menjadi ornamen merah putih.

Botol plastik misalnya, dapat dibersihkan kemudian dicat merah dan putih. Setelah itu, susun menjadi bentuk tertentu untuk menghiasi sisi gapura.

Selain menghasilkan dekorasi yang unik, konsep ini juga dapat menjadi kegiatan kreatif yang melibatkan banyak warga.

Gapura dari barang bekas memanfaatkan botol plastik, kardus, kaleng, dan kain bekas sebagai ornamen merah putih. (BTV/AI)
Gapura dari barang bekas memanfaatkan botol plastik, kardus, kaleng, dan kain bekas sebagai ornamen merah putih. (BTV/AI)

7. Gapura 3D Angka 17

Angka 17 dapat dijadikan elemen utama sekaligus pusat perhatian pada gapura.

Buat angka tersebut dengan bentuk tiga dimensi agar terlihat lebih menonjol. Posisi angka dapat ditempatkan di tengah atau bagian atas gapura.

Konsep ini juga dapat membuat gapura menjadi spot foto bagi warga. Materialnya dapat disesuaikan dengan kemampuan dan bahan yang tersedia.

Kardus tebal, tripleks, atau material ringan lainnya dapat digunakan untuk membentuk angka tiga dimensi.

Gapura 3D angka 17 dengan desain menonjol dapat menjadi dekorasi sekaligus spot foto warga. (BTV/AI)
Gapura 3D angka 17 dengan desain menonjol dapat menjadi dekorasi sekaligus spot foto warga. (BTV/AI)

8. Gapura dengan Lampu Malam

Gapura tidak hanya perlu menarik pada siang hari. Tambahan pencahayaan dapat membuat dekorasi tetap terlihat ketika malam.

Lampu LED merah dan putih, lampu gantung, atau lampu dekorasi dapat dipasang mengikuti bentuk gapura.

Pencahayaan juga bisa diarahkan pada tulisan utama seperti MERDEKA, 17 AGUSTUS, atau nama kampung.

Dengan begitu, gapura tetap menjadi bagian dekorasi lingkungan meskipun suasana sudah gelap.

Gapura dengan lampu LED merah putih membuat dekorasi tetap menonjol pada malam hari. (BTV/AI)
Gapura dengan lampu LED merah putih membuat dekorasi tetap menonjol pada malam hari. (BTV/AI)

9. Gapura Bertema Peta Indonesia

Siluet kepulauan Indonesia dapat menjadi ornamen utama pada bagian atas atau sisi gapura.

Kemudian, tambahkan dekorasi merah putih untuk memperkuat tema kemerdekaan. Bentuk peta dapat dibuat menggunakan bahan yang sederhana dan dicat sesuai konsep.

Tema ini cocok bagi lingkungan yang ingin menampilkan unsur nasionalisme secara lebih kuat.

Pastikan ukuran peta cukup besar sehingga bentuknya masih mudah dikenali dari kejauhan.

Gapura bertema peta Indonesia dengan ornamen merah putih menghadirkan nuansa nasionalisme yang kuat. (BTV/AI)
Gapura bertema peta Indonesia dengan ornamen merah putih menghadirkan nuansa nasionalisme yang kuat. (BTV/AI)

10. Gapura “Kampung Merdeka”

Konsep terakhir bisa dibuat dengan menempatkan papan nama besar bertuliskan KAMPUNG MERDEKA.

Tulisan tersebut dapat menjadi identitas utama gapura. Tambahkan bendera kecil, ornamen merah putih, serta dekorasi hasil karya warga.

Agar lebih personal, bagian tertentu juga dapat diberi nama lingkungan, RT, slogan warga, atau pesan menyambut HUT Kemerdekaan.

Konsep ini sederhana tetapi dapat memberikan identitas yang kuat pada lingkungan.

Gapura “Kampung Merdeka” dengan papan nama besar, ornamen merah putih, dan karya kreatif warga. (BTV/AI)
Gapura “Kampung Merdeka” dengan papan nama besar, ornamen merah putih, dan karya kreatif warga. (BTV/AI)

Bagaimana Memilih Konsep Gapura yang Tepat?

Tidak semua lingkungan membutuhkan desain yang besar dan rumit. Kondisi jalan, ukuran gapura, ketersediaan material, serta kemampuan warga perlu menjadi pertimbangan.

Jika anggaran terbatas, konsep minimalis atau pemanfaatan barang bekas dapat menjadi pilihan. Sementara itu, lingkungan yang memiliki banyak bambu dapat mengembangkan desain tradisional.

Yang terpenting adalah menentukan satu konsep utama sejak awal. Setelah itu, warna, material, tulisan, dan ornamen dapat dibuat mengikuti konsep tersebut.

Baca Juga: Mengatur Waktu dan Biaya Hobi agar Lebih Nyaman dan Mudah Konsisten

Bahan Sederhana Bisa Jadi Dekorasi Menarik

Kreativitas tidak selalu membutuhkan material baru. Barang yang tersedia di rumah maupun lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan kembali.

Bambu dapat menjadi rangka atau ornamen. Kardus dapat dibentuk menjadi tulisan. Botol plastik bisa dicat merah putih. Kain bekas juga dapat digunakan sebagai hiasan.

Dengan cara tersebut, warga tidak hanya membuat gapura tetapi juga dapat mengurangi penggunaan barang yang sebenarnya masih bisa dimanfaatkan.

Bagaimana Membuat Gapura Tetap Menarik Tanpa Terlihat Berlebihan?

Kuncinya ada pada komposisi. Terlalu banyak warna, tulisan, dan ornamen justru dapat membuat gapura kehilangan fokus.

Pilih satu atau dua elemen yang menjadi pusat perhatian. Misalnya angka 17, tulisan MERDEKA, atau nama KAMPUNG MERDEKA.

Setelah itu, ornamen lainnya digunakan sebagai pendukung.

Warna merah putih juga sebaiknya tetap menjadi identitas utama agar nuansa kemerdekaan tidak hilang.

Tips Membuat Gapura 17 Agustus Bersama Warga

Membuat gapura bisa menjadi kegiatan bersama. Pembagian tugas dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing.

Sebagian warga dapat menangani rangka, sementara lainnya mengerjakan pengecatan, tulisan, ornamen, dan pemasangan lampu.

Anak muda juga dapat dilibatkan dalam menentukan desain. Sementara warga yang memiliki keterampilan pertukangan atau kerajinan dapat membantu proses pengerjaan.

Dengan pembagian tersebut, proses membuat gapura bukan hanya menghasilkan dekorasi, tetapi juga menjadi kegiatan kebersamaan warga.

Baca Juga: Hobi Membuat Konten Video? Ini 7 Cara Jago Storytelling, Shooting, dan Editing

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membuat Gapura

Kreativitas tetap perlu diimbangi dengan keamanan.

Pastikan rangka gapura kokoh dan tidak mudah roboh. Bagian yang berada di atas jalan juga harus memiliki ruang yang cukup agar tidak mengganggu kendaraan yang melintas.

Jika menggunakan instalasi listrik atau lampu, kabel perlu ditata dengan aman dan tidak mengganggu pengguna jalan.

Dekorasi juga sebaiknya tidak menutup pandangan pengendara maupun menghalangi akses keluar masuk lingkungan.

Poin Penting

Insight Redaksi

Gapura bukan hanya dekorasi untuk menyambut 17 Agustus. Di balik proses pembuatannya, ada kreativitas dan gotong royong warga yang membuat suasana perayaan terasa lebih dekat.

Tidak perlu mengejar desain yang paling mahal. Manfaatkan bahan yang tersedia, pilih konsep yang sesuai, lalu kerjakan bersama-sama.

Hasil akhirnya bukan hanya gapura yang menghiasi jalan, tetapi juga karya yang menjadi bagian dari cerita lingkungan.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam yang sedang menyiapkan dekorasi 17 Agustus. Siapa tahu salah satu konsepnya bisa menjadi inspirasi untuk gapura tahun ini.

Mau gapura kampung tahun ini tampil beda? Mulai dari konsep sederhana, manfaatkan bahan sekitar, dan libatkan warga untuk menciptakan suasana kemerdekaan bersama Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa ide gapura 17 Agustus yang paling sederhana?

Gapura merah putih minimalis dapat menjadi pilihan karena hanya membutuhkan warna utama, bentuk dekorasi sederhana, dan tulisan yang mudah dibaca.

2. Apakah bambu bisa digunakan untuk membuat gapura?

Bisa. Bambu dapat digunakan sebagai struktur maupun elemen dekorasi, selama pemasangannya dilakukan dengan memperhatikan kekuatan dan keamanan.

3. Bagaimana membuat gapura dengan anggaran terbatas?

Manfaatkan material yang sudah tersedia di lingkungan seperti bambu, kardus, botol plastik, kayu, kain bekas, dan bahan dekorasi lainnya.

4. Apakah gapura harus menggunakan banyak ornamen?

Tidak. Gapura minimalis dengan komposisi warna, bentuk, dan tulisan yang tepat tetap dapat terlihat menarik.

5. Apakah lampu perlu dipasang pada gapura?

Lampu merupakan dekorasi tambahan. Penggunaannya dapat membuat gapura lebih terlihat dan menarik ketika malam hari.

6. Apa konsep yang cocok untuk kegiatan gotong royong warga?

Konsep bambu, barang bekas, atau KAMPUNG MERDEKA cocok karena pengerjaannya dapat melibatkan banyak warga dengan pembagian tugas yang berbeda.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
gapura 17 Agustus ide gapura 17 Agustus hias gapura 17 Agustus dekorasi 17 Agustus