Membekukan Spons Cuci Piring Semalaman, Ternyata Ada Alasan Ilmiahnya Meski Bukan Solusi Utama

Nasya Syafira • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 19:22 WIB
Spons cuci piring bersih dimasukkan ke dalam freezer sebagai ilustrasi teknik perawatan yang banyak diperbincangkan. (BTV/AI)
Spons cuci piring bersih dimasukkan ke dalam freezer sebagai ilustrasi teknik perawatan yang banyak diperbincangkan. (BTV/AI)

Durasi Baca: 6 Menit

Topik: Kebiasaan membekukan spons cuci piring dan efektivitasnya terhadap kebersihan peralatan dapur.

Ikhtisar: Membekukan spons cuci piring semalaman sering dianggap trik aneh. Artikel ini mengulas alasan di balik kebiasaan tersebut, manfaatnya, keterbatasannya, serta cara yang lebih tepat menjaga spons tetap higienis.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Membekukan spons cuci piring semalaman sempat menjadi kebiasaan yang banyak dibagikan sebagai cara mengurangi bakteri dan menghilangkan bau. Meski terdengar tidak biasa, teknik ini memiliki dasar pemikiran tertentu, namun efektivitasnya ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan.

Masih banyak yang mengira freezer bisa menyelesaikan semua masalah pada spons dapur. Faktanya ada beberapa hal yang perlu dipahami dulu. Simak sampai habis, siapa tahu spons di rumah selama ini dirawat dengan cara yang kurang tepat, Ces!

Mengapa Ada Orang yang Membekukan Spons Cuci Piring?

Trik memasukkan spons ke dalam freezer mulai dikenal sejak bertahun-tahun lalu melalui berbagai forum rumah tangga dan media sosial. Alasannya sederhana, suhu yang sangat rendah dipercaya mampu menghentikan pertumbuhan mikroorganisme penyebab bau.

Spons dapur memang menjadi salah satu benda yang paling sering bersentuhan dengan sisa makanan, minyak, dan air. Kombinasi tersebut menciptakan lingkungan lembap yang disukai bakteri untuk berkembang.

Selain mengurangi bau, sebagian orang berharap spons menjadi lebih awet karena tidak terus berada dalam kondisi lembap.

Namun, ada satu hal penting yang sering terlewat. Suhu dingin tidak selalu membunuh bakteri. Pada banyak jenis bakteri, pembekuan hanya memperlambat aktivitasnya, bukan menghilangkannya.

Baca Juga: Kabel Charger Jangan Digulung Terlalu Rapat, Tekanan Berulang Bisa Memperpendek Umur Kabel

Apa yang Terjadi Saat Spons Dimasukkan ke Freezer?

Membekukan spons memang memberikan beberapa perubahan pada kondisinya. Akan tetapi, manfaatnya memiliki batas tertentu.

1. Mengurangi kelembapan sementara

Ketika spons dibekukan, aktivitas mikroorganisme akan melambat karena suhu sangat rendah.

Begitu spons dicairkan dan kembali basah, sebagian mikroorganisme dapat kembali aktif apabila spons belum dibersihkan dengan benar.

2. Mengurangi bau tidak sedap

Bau yang berasal dari aktivitas bakteri biasanya berkurang sementara setelah spons dibekukan.

Namun penyebab utama bau tetap berasal dari sisa makanan yang masih menempel di pori-pori spons.

3. Membantu memperlambat pertumbuhan mikroorganisme

Freezer dapat memperlambat proses biologis berbagai mikroorganisme.

Efek ini berbeda dengan proses sanitasi menggunakan panas yang memang dirancang untuk menurunkan jumlah bakteri secara signifikan.

4. Tidak menghilangkan kotoran

Minyak, lemak, dan sisa makanan tetap berada di dalam spons meskipun sudah dibekukan.

Karena itu, spons tetap harus dicuci hingga bersih sebelum digunakan kembali.

5. Bukan pengganti perawatan rutin

Teknik ini hanya dapat dianggap sebagai kebiasaan tambahan apabila ingin mengurangi bau.

Membersihkan dan mengganti spons secara berkala tetap menjadi langkah yang jauh lebih penting.

Perbandingan spons yang lembap dengan spons yang sudah dikeringkan setelah digunakan untuk mencuci peralatan dapur. (BTV/AI)
Perbandingan spons yang lembap dengan spons yang sudah dikeringkan setelah digunakan untuk mencuci peralatan dapur. (BTV/AI)

Mengapa Spons Dapur Mudah Menjadi Sarang Bakteri?

Struktur spons memiliki ribuan pori kecil yang mampu menyerap air sekaligus menyimpan sisa makanan berukuran sangat kecil.

Ketika spons dibiarkan lembap selama berjam-jam, bakteri memperoleh lingkungan yang mendukung untuk berkembang biak.

Profesor Mark D. Griffiths, pakar keamanan pangan dari University of Guelph, menjelaskan bahwa spons dapur mudah menjadi tempat berkumpulnya berbagai mikroorganisme karena terus bersentuhan dengan bahan organik dan kelembapan.

Kondisi tersebut membuat spons membutuhkan perawatan yang konsisten, bukan hanya perlakuan sesekali.

Di banyak rumah tangga, spons juga digunakan untuk membersihkan talenan, piring bekas daging mentah, hingga meja dapur. Jika tidak dibersihkan dengan baik, perpindahan bakteri antarpemukaan dapat terjadi.

Cara yang Dinilai Lebih Efektif Menjaga Spons Tetap Higienis

Membekukan spons bukan satu-satunya pilihan. Ada beberapa langkah sederhana yang dinilai lebih efektif dalam menjaga kebersihannya.

Pertama, bilas spons hingga benar-benar bersih setelah selesai mencuci peralatan makan.

Kedua, peras spons sampai airnya berkurang sebanyak mungkin. Spons yang cepat kering umumnya lebih sulit menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Ketiga, simpan spons pada tempat yang memiliki sirkulasi udara baik, bukan di dasar bak cuci yang selalu tergenang air.

Menurut sejumlah rekomendasi keamanan pangan, spons juga sebaiknya diganti secara berkala ketika mulai rusak, berbau, atau berubah warna karena kondisi tersebut menunjukkan penumpukan kotoran yang sulit dibersihkan.

Baca Juga: Tips Membuat Jebakan Burung yang Efektif Sambil Tetap Menjaga Kelestarian Satwa

Kesalahan yang Masih Sering Dilakukan di Dapur

Banyak orang menggunakan satu spons untuk semua kebutuhan dapur.

Padahal, membersihkan piring bekas makanan matang dan talenan bekas daging mentah menggunakan spons yang sama dapat meningkatkan risiko perpindahan bakteri.

Kesalahan lain adalah membiarkan spons tetap basah di dalam wastafel sepanjang hari.

Spons yang tidak pernah benar-benar kering cenderung menghasilkan bau lebih cepat dibanding spons yang disimpan pada tempat terbuka.

Berikut beberapa kebiasaan yang layak diperhatikan.

1. Bilas spons setelah setiap penggunaan.

2. Peras hingga airnya keluar sebanyak mungkin.

3. Simpan di tempat yang mudah terkena aliran udara.

4. Jangan menggunakan spons yang sudah mulai hancur.

5. Ganti spons secara berkala agar kebersihan dapur tetap terjaga.

Ilustrasi proses membilas, memeras, dan menyimpan spons cuci piring pada tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. (BTV/AI)
Ilustrasi proses membilas, memeras, dan menyimpan spons cuci piring pada tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. (BTV/AI)

Poin Penting:

Insight Redaksi: Kebiasaan memasukkan spons ke dalam freezer memang terdengar unik dan memiliki dasar logika, yaitu memanfaatkan suhu rendah untuk memperlambat aktivitas mikroorganisme. Namun, dari sudut pandang Balikpapan TV, kebiasaan sederhana yang paling berdampak justru sering terabaikan, seperti membilas spons hingga bersih dan membiarkannya cepat kering. Kada semua tips yang viral otomatis menjadi solusi utama. Pilih kebiasaan yang memang didukung fakta dan mudah diterapkan setiap hari, Ces.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak yang memahami cara merawat spons cuci piring dengan benar sehingga dapur tetap bersih dan nyaman digunakan setiap hari. Selalu update info bermanfaat hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apakah membekukan spons cuci piring dapat membunuh semua bakteri?
Tidak. Suhu freezer umumnya hanya memperlambat aktivitas sebagian mikroorganisme dan bukan metode sterilisasi.

2. Mengapa spons cuci piring cepat berbau?
Bau muncul akibat sisa makanan, minyak, dan kelembapan yang menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme.

3. Berapa lama spons sebaiknya digunakan?
Tidak ada batas waktu yang sama untuk semua kondisi, tetapi spons sebaiknya diganti ketika mulai rusak, sulit dibersihkan, atau mengeluarkan bau yang menetap.

4. Apakah spons perlu dikeringkan setelah dipakai?
Ya. Spons yang cepat kering cenderung lebih higienis dibanding spons yang terus berada dalam kondisi basah.

5. Apakah satu spons cukup untuk seluruh kebutuhan dapur?
Akan lebih baik jika penggunaan spons dipisahkan sesuai kebutuhan tertentu, terutama untuk mengurangi perpindahan kotoran dari berbagai permukaan.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
spons cuci piring Mark D. Griffiths dapur rumah