Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Pakaian Sulit Kering Saat Hujan? 7 Langkah Mengeringkan Pakaian Basah dengan Setrika dan Handuk, Cocok Saat Musim Hujan

Wenny Anastasya • Kamis, 16 Juli 2026 | 20:27 WIB
Setrika dan handuk membantu mengeringkan pakaian lebih cepat saat musim hujan dengan metode praktis aman (BTV/AI)
Setrika dan handuk membantu mengeringkan pakaian lebih cepat saat musim hujan dengan metode praktis aman (BTV/AI)

Durasi: 10 menit

Topik: Panduan praktis memanfaatkan setrika dan handuk untuk membantu mengeringkan pakaian saat musim hujan.

Ikhtisar: Artikel ini membahas cara kerja metode setrika dan handuk, langkah penggunaan yang benar, jenis kain yang sesuai, kesalahan yang perlu dihindari, serta tips menjaga pakaian tetap awet selama musim hujan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Musim hujan sering membuat pakaian sulit kering, terutama bagi penghuni rumah dengan halaman sempit, apartemen, maupun kamar kos. Salah satu cara yang banyak digunakan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah memanfaatkan setrika dan handuk kering agar sisa kelembapan pada pakaian berkurang sehingga pakaian dapat segera dikenakan.

Cuaca mendung berhari-hari memang sering membuat cucian menumpuk. Padahal ada teknik sederhana yang memanfaatkan panas setrika dan daya serap handuk tanpa harus memiliki mesin pengering. Simak sampai tuntas, ada beberapa trik yang sering terlewat, Ces!

Peningkatan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir membuat kebutuhan akan cara mengeringkan pakaian secara cepat semakin sering dicari masyarakat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga secara berkala mengingatkan masyarakat mengenai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada musim penghujan. Kondisi tersebut membuat proses penjemuran alami sering kali membutuhkan waktu jauh lebih lama dibanding hari cerah.

Di sisi lain, pakaian yang dibiarkan terlalu lama dalam kondisi lembap berisiko menimbulkan bau apek akibat pertumbuhan mikroorganisme. Karena itulah berbagai metode alternatif berkembang, termasuk teknik sederhana menggunakan setrika dan handuk yang sebenarnya telah lama dipakai oleh sebagian masyarakat.

Mengapa Setrika dan Handuk Bisa Membantu Mengeringkan Pakaian?

Teknik ini sebenarnya cukup sederhana. Panas dari setrika mempercepat proses penguapan air yang masih tersimpan di dalam serat kain. Sementara itu, handuk kering berfungsi menyerap sebagian kelembapan yang keluar dari pakaian. Berbeda dengan mesin pengering yang memanfaatkan udara panas berputar, metode ini bekerja secara lokal pada bagian pakaian yang sedang disetrika. Karena itu, hasilnya cukup efektif untuk pakaian yang hanya tersisa sedikit lembap, bukan pakaian yang masih meneteskan air. Menurut prinsip perpindahan panas dalam ilmu tekstil, proses pengeringan dipengaruhi oleh suhu, kelembapan udara, sirkulasi udara, serta kandungan air di dalam serat kain. Semakin sedikit air yang tersisa setelah diperas atau melalui putaran mesin cuci, semakin cepat proses pengeringannya.

Profesor Joanne C. Yip, pakar tekstil dari The Hong Kong Polytechnic University, menjelaskan bahwa penggunaan panas pada kain harus selalu disesuaikan dengan karakteristik serat agar bentuk, warna, serta kekuatan kain tetap terjaga. Oleh sebab itu, pemilihan suhu setrika menjadi salah satu faktor terpenting dalam metode ini. Cara ini memang bukan pengganti mesin pengering. Namun sebagai solusi darurat ketika pakaian harus segera digunakan, teknik tersebut cukup membantu apabila dilakukan dengan benar.

Setrika dan handuk membantu mengeringkan pakaian lembap lebih cepat saat musim hujan dengan cara praktis (BTV/AI)
Setrika dan handuk membantu mengeringkan pakaian lembap lebih cepat saat musim hujan dengan cara praktis (BTV/AI)

Bagaimana Langkah Mengeringkan Pakaian Menggunakan Setrika dan Handuk?

Metode ini relatif mudah diterapkan di rumah. Peralatan yang dibutuhkan pun hampir selalu tersedia.

1. Peras pakaian hingga hanya tersisa lembap

Pakaian harus diperas sebaik mungkin atau menggunakan putaran pengering pada mesin cuci. Semakin sedikit kandungan airnya, semakin efektif proses selanjutnya. Apabila pakaian masih meneteskan air, panas setrika justru kurang efektif karena sebagian besar energi hanya digunakan untuk menguapkan air yang jumlahnya terlalu banyak.

2. Siapkan handuk katun yang benar-benar kering

Handuk berbahan katun memiliki kemampuan menyerap air cukup tinggi. Pastikan kondisinya bersih dan benar-benar kering. Handuk yang sudah lembap justru mengurangi kemampuan menyerap kelembapan dari pakaian.

3. Bentangkan pakaian di atas handuk

Ratakan seluruh bagian pakaian agar panas menyebar merata. Lipatan besar membuat bagian tertentu tetap lembap sehingga hasil akhirnya kurang maksimal.

4. Tambahkan handuk kedua bila tersedia

Menutup bagian atas pakaian menggunakan handuk kedua membantu meningkatkan penyerapan uap air. Cara ini juga membantu melindungi beberapa jenis kain yang cukup sensitif terhadap panas langsung.

5. Atur suhu setrika sesuai jenis bahan

Jangan langsung memilih suhu tertinggi. Bahan katun memiliki toleransi panas lebih tinggi dibanding poliester, rayon, nilon maupun campuran serat sintetis. Selalu perhatikan simbol perawatan yang terdapat pada label pakaian sebelum mulai menyetrika.

6. Setrika secara perlahan

Gerakkan setrika terus-menerus tanpa berhenti terlalu lama pada satu titik. Langkah sederhana ini membantu mencegah noda mengilap maupun perubahan warna akibat panas berlebih.

7. Balik pakaian dan ulangi proses

Setelah satu sisi terasa jauh lebih kering, balik pakaian kemudian ulangi proses yang sama. Untuk kemeja tipis biasanya hanya memerlukan beberapa menit, sedangkan celana jeans atau jaket katun membutuhkan waktu sedikit lebih lama.

8. Angin-anginkan beberapa menit

Setelah selesai disetrika, gantung pakaian sebentar di ruangan yang memiliki sirkulasi udara baik. Langkah terakhir ini membantu menghilangkan sisa uap air sebelum pakaian langsung dikenakan atau disimpan di lemari.

Baca Juga: Cara Membuat Lampu Tidur Resin Bunga Kering, Lengkap Spek dan Biayanya

Jenis Kain yang Aman Menggunakan Teknik Ini

Tidak semua pakaian memberikan hasil yang sama. Bahan katun termasuk yang paling mudah dikeringkan menggunakan metode ini karena memiliki ketahanan panas cukup baik. Linen juga cukup aman selama suhu setrika disesuaikan dengan rekomendasi produsen. Bahan rayon memerlukan perhatian ekstra karena lebih mudah berubah bentuk apabila terkena suhu terlalu tinggi. 

Sementara itu, poliester sebaiknya menggunakan suhu rendah hingga sedang. Bahan wol maupun sutra memerlukan perlakuan khusus. Kedua jenis kain tersebut relatif sensitif terhadap panas sehingga penggunaan metode ini harus dilakukan dengan hati-hati atau mengikuti petunjuk perawatan dari produsen. Menurut berbagai panduan perawatan tekstil internasional, membaca label pencucian tetap menjadi langkah paling aman sebelum menentukan suhu setrika.

Handuk katun kering dan setrika membantu mempercepat pengeringan pakaian saat musim hujan secara praktis efektif (BTV/AI)
Handuk katun kering dan setrika membantu mempercepat pengeringan pakaian saat musim hujan secara praktis efektif (BTV/AI)

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengeringkan Pakaian

Masih banyak orang menganggap suhu setrika paling tinggi akan mempercepat pengeringan. Padahal anggapan tersebut kurang tepat.

Suhu berlebihan justru berpotensi merusak serat kain, membuat warna memudar, bahkan meninggalkan bekas mengilap permanen pada beberapa bahan. Kesalahan berikutnya adalah menggunakan handuk yang ternyata masih lembap. Handuk seperti ini tidak mampu menyerap uap air secara optimal sehingga pakaian tetap terasa basah. Ada pula yang langsung menyetrika pakaian segera setelah dicuci tanpa diperas maksimal. 

Akibatnya waktu pengerjaan menjadi jauh lebih lama dan hasil akhirnya tidak berbeda jauh dengan sebelum disetrika. Penggunaan papan setrika yang kurang rata juga membuat panas tidak tersebar secara merata. Hal sederhana tersebut sering diabaikan padahal cukup memengaruhi hasil akhir. Selain itu, hindari menyetrika beberapa lapis pakaian sekaligus. Metode ini dirancang untuk satu pakaian dalam satu waktu agar panas bekerja secara maksimal pada seluruh permukaan kain.

Baca Juga: Mengapa Bermain Layangan Masih Digemari? Ternyata Bukan Sekadar Permainan Anak

Apa Keunggulan dan Keterbatasan Metode Setrika dan Handuk?

Cara ini semakin banyak digunakan karena tidak memerlukan peralatan tambahan yang mahal. Hampir setiap rumah memiliki setrika dan handuk, sehingga metode tersebut dapat langsung diterapkan ketika cuaca hujan membuat pakaian sulit kering. Keunggulan utamanya adalah efisiensi waktu. Untuk pakaian yang hanya tersisa sedikit lembap, proses ini biasanya membutuhkan sekitar 5–15 menit, tergantung jenis kain, ukuran pakaian, dan suhu setrika yang digunakan.

Meski demikian, hasilnya berbeda dengan mesin pengering. Mesin pengering bekerja menggunakan sirkulasi udara panas yang merata di seluruh bagian pakaian, sedangkan metode setrika hanya bekerja pada area yang sedang dipanaskan. Artinya, pakaian yang masih sangat basah tetap memerlukan proses pemerasan atau penjemuran terlebih dahulu. Memaksakan teknik ini pada pakaian yang penuh air justru membuat pekerjaan menjadi lebih lama.

Selain itu, penggunaan setrika dalam waktu cukup lama juga membutuhkan konsumsi listrik. Berdasarkan spesifikasi berbagai setrika rumah tangga yang beredar di Indonesia pada 2025–2026, daya listrik umumnya berada pada kisaran 300–450 watt untuk model standar dan dapat mencapai 700–1.000 watt pada tipe uap. Semakin lama digunakan, semakin besar pula energi yang dikonsumsi. Namun jika hanya digunakan beberapa menit untuk satu atau dua potong pakaian, kebutuhan listriknya masih tergolong relatif kecil dibanding mengoperasikan mesin pengering pakaian berkapasitas besar.

Setrika dan handuk membantu mengeringkan pakaian lembap lebih cepat saat musim hujan secara praktis efisien (BTV/AI)
Setrika dan handuk membantu mengeringkan pakaian lembap lebih cepat saat musim hujan secara praktis efisien (BTV/AI)

Mengapa Pakaian Lembap Sebaiknya Tidak Disimpan Terlalu Lama?

Banyak orang menganggap pakaian yang hanya sedikit lembap masih aman langsung dilipat. Kebiasaan ini justru menjadi penyebab utama munculnya bau tidak sedap pada lemari. Kelembapan yang tertinggal di dalam serat kain menciptakan lingkungan yang disukai jamur dan bakteri. Ketika pakaian disimpan dalam lemari tertutup, sirkulasi udara menjadi sangat terbatas sehingga proses pengeringan berhenti.

Dr. Primrose Freestone, Associate Professor in Clinical Microbiology dari University of Leicester, menjelaskan bahwa kondisi lembap dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme yang menghasilkan bau tidak sedap pada kain. Karena itu, pakaian sebaiknya benar-benar kering sebelum disimpan. Selain aroma apek, kelembapan juga dapat meninggalkan bercak pada beberapa jenis kain apabila disimpan dalam waktu lama. Bagi masyarakat yang tinggal di daerah dengan kelembapan udara tinggi, kondisi seperti ini cukup sering terjadi saat musim hujan berlangsung beberapa hari berturut-turut.

Baca Juga: Ternyata Begini Cara Tepat Menyimpan Air Minum dalam Botol agar Tetap Higienis

Tips Agar Pakaian Cepat Kering Tanpa Merusak Serat Kain

Mengombinasikan beberapa cara sering memberikan hasil yang jauh lebih baik dibanding hanya mengandalkan satu metode.

1. Maksimalkan putaran pengering mesin cuci

Apabila mesin cuci memiliki pilihan putaran tinggi, gunakan fitur tersebut sesuai jenis kain. Kandungan air yang lebih sedikit akan mempercepat proses berikutnya.

2. Gunakan gantungan dengan jarak antarpakaian

Pakaian yang saling berhimpitan membuat udara sulit bersirkulasi. Memberikan sedikit jarak antargantungan membantu mempercepat penguapan meskipun cuaca sedang mendung.

3. Manfaatkan kipas angin

Aliran udara mempercepat proses evaporasi. Mengarahkan kipas ke pakaian selama beberapa menit sebelum menggunakan setrika dapat mengurangi kelembapan secara signifikan.

4. Pilih ruangan dengan ventilasi baik

Meskipun berada di dalam rumah, ruangan yang memiliki pertukaran udara lebih baik akan membantu pakaian mengering lebih cepat dibanding ruangan tertutup.

5. Jangan menumpuk pakaian selesai dicuci

Menunda menjemur cucian membuat pakaian saling menekan dan mempertahankan kelembapan lebih lama. Semakin cepat pakaian dibentangkan, semakin mudah proses pengeringannya.

6. Sesuaikan suhu dengan label pakaian

Label perawatan bukan sekadar pelengkap. Simbol tersebut memberikan panduan mengenai suhu aman agar pakaian tetap awet setelah dicuci dan disetrika berulang kali.

Kesalahan yang Masih Sering Terjadi di Rumah

Meskipun terlihat sederhana, masih banyak kebiasaan yang justru memperlambat proses pengeringan. Sebagian orang langsung melipat pakaian setelah selesai disetrika. Padahal, sisa panas yang masih tertahan di dalam serat kain dapat berubah menjadi embun tipis ketika pakaian segera dimasukkan ke lemari. Kesalahan lainnya adalah menggunakan handuk berbulu tebal yang sudah berkali-kali dipakai. Handuk seperti ini memang masih menyerap air, tetapi efektivitasnya menurun dibanding handuk yang benar-benar kering.

Ada pula yang membiarkan setrika diam pada satu titik terlalu lama. Selain berisiko meninggalkan bekas mengilap, kebiasaan tersebut dapat merusak lapisan serat terutama pada kain sintetis. Rina (31), warga Balikpapan, mengaku mulai menggunakan teknik ini sejak bekerja dengan jadwal pagi. "Kalau hujan dua atau tiga hari berturut-turut, seragam kerja sering masih lembap. Setelah diperas maksimal lalu memakai handuk dan setrika, hasilnya cukup membantu selama suhu setrikanya disesuaikan," ujarnya. Pengalaman serupa juga banyak ditemui pada penghuni rumah yang memiliki area jemur terbatas, terutama di kawasan perkotaan.

Baca Juga: Trik Membersihkan Talenan Kayu agar Bebas Bau, Higienis, dan Awet Dipakai Bertahun-Tahun

Kapan Sebaiknya Menggunakan Mesin Pengering?

Walaupun metode setrika dan handuk cukup praktis, ada kondisi tertentu ketika mesin pengering tetap menjadi pilihan yang lebih efisien. Misalnya ketika harus mengeringkan banyak pakaian sekaligus, selimut, jaket tebal, atau pakaian berbahan denim yang menyimpan air lebih banyak. Mesin pengering juga lebih merata dalam mengurangi kelembapan karena menggunakan sirkulasi udara panas yang terus bergerak.

Namun bagi rumah tangga yang hanya perlu mengeringkan satu atau dua potong pakaian dalam waktu singkat, teknik setrika dan handuk masih menjadi solusi sederhana yang ekonomis. Yang terpenting adalah memahami batas penggunaannya. Cara ini dirancang untuk membantu mengurangi kelembapan, bukan menggantikan seluruh proses pengeringan pakaian.

Setrika dan handuk membantu mengurangi kelembapan pakaian saat musim hujan secara praktis dan hemat energi (BTV/AI)
Setrika dan handuk membantu mengurangi kelembapan pakaian saat musim hujan secara praktis dan hemat energi (BTV/AI)

Poin Penting:

Insight Redaksi: Musim hujan memang sering mengubah kebiasaan mencuci pakaian. Dari sudut pandang Balikpapan TV, solusi sederhana seperti memanfaatkan setrika dan handuk menunjukkan bahwa efisiensi tidak selalu bergantung pada peralatan mahal. Yang paling penting adalah memahami cara kerja panas terhadap setiap jenis kain. Kada asal memilih suhu. Kalau diterapkan dengan tepat, pakaian cepat siap dipakai sekaligus tetap awet. Cara sederhana ini layak menjadi kebiasaan baru di rumah, Ces.

Bagikan artikel ini ke kawalan ikam yang sering kebingungan menghadapi cucian saat hujan turun berhari-hari. Ikuti terus informasi inspiratif, tips rumah tangga, dan gaya hidup hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apakah metode setrika dan handuk dapat menggantikan mesin pengering?
Tidak. Cara ini hanya membantu mengurangi kelembapan pada pakaian yang sudah diperas dengan baik.

2. Handuk seperti apa yang paling efektif digunakan?
Handuk berbahan katun yang bersih dan benar-benar kering karena memiliki daya serap tinggi.

3. Berapa lama proses mengeringkan pakaian dengan cara ini?
Umumnya sekitar 5–15 menit tergantung jenis kain, ukuran pakaian, dan tingkat kelembapannya.

4. Mengapa suhu setrika harus disesuaikan dengan jenis kain?
Supaya serat kain tidak rusak, menyusut, atau berubah warna akibat panas yang terlalu tinggi.

5. Apa penyebab pakaian tetap berbau apek meski sudah disetrika?
Biasanya karena masih ada kelembapan yang tersisa saat pakaian langsung disimpan di lemari.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Joanne C. Yip setrika dan handuk balikpapan