Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Trik Membersihkan Talenan Kayu agar Bebas Bau, Higienis, dan Awet Dipakai Bertahun-Tahun

kholiefatul Jannah • Rabu, 15 Juli 2026 | 12:49 WIB
Membersihkan talenan kayu dengan benar membantu menjaga kebersihan, menghilangkan bau, dan memperpanjang masa pakainya bersama. (BTV/AI)
Membersihkan talenan kayu dengan benar membantu menjaga kebersihan, menghilangkan bau, dan memperpanjang masa pakainya bersama. (BTV/AI)

Durasi Baca: 8 menit

Topik: Panduan membersihkan talenan kayu secara tepat agar higienis dan bebas bau membandel

Ikhtisar: Artikel ini membahas penyebab talenan kayu mudah berbau, cara membersihkannya secara benar, serta langkah perawatan agar lebih awet dan aman digunakan setiap hari.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Talenan kayu menjadi perlengkapan dapur yang banyak dipilih karena kuat, nyaman digunakan, dan tidak mudah merusak mata pisau. Namun, jika dibersihkan dengan cara yang kurang tepat, permukaannya dapat menyerap sisa makanan sehingga memicu bau tidak sedap dan meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.

Masih banyak yang mengira mencuci dengan sabun saja sudah cukup. Padahal ada beberapa langkah sederhana yang justru membuat talenan bertahan jauh lebih lama. Simak sampai selesai, Ces!

Apa Saja Trik Membersihkan Talenan Kayu agar Bebas Bau?

Talenan kayu memiliki pori-pori alami yang mampu menyerap kelembapan. Karena itu, metode pembersihannya berbeda dengan talenan plastik atau kaca.

Berikut beberapa cara yang banyak direkomendasikan oleh ahli keamanan pangan dan praktisi dapur.

1. Bersihkan segera setelah selesai digunakan

Jangan membiarkan sisa daging, ikan, bawang, atau bumbu menempel terlalu lama. Semakin lama residu berada di permukaan kayu, semakin besar kemungkinan aroma terserap ke dalam serat kayu.

Segera bilas menggunakan air mengalir dan sabun pencuci piring. Gunakan spons lembut atau sikat berbulu halus agar kotoran terangkat tanpa merusak permukaan talenan.

Perawatan talenan kayu yang tepat menjaga kebersihan dapur sekaligus mengurangi bau membandel setiap hari bersama. (BTV/AI)
Perawatan talenan kayu yang tepat menjaga kebersihan dapur sekaligus mengurangi bau membandel setiap hari bersama. (BTV/AI)

2. Manfaatkan lemon sebagai penghilang aroma

Lemon mengandung asam sitrat yang efektif membantu menetralisir aroma tidak sedap pada permukaan talenan.

Potong lemon menjadi dua bagian, lalu gosokkan ke seluruh permukaan talenan sambil sedikit ditekan. Diamkan sekitar lima hingga sepuluh menit sebelum dibilas menggunakan air bersih.

Lemon membantu menghilangkan bau membandel pada talenan kayu sekaligus menjaga permukaannya tetap segar setiap hari. (BTV/AI)
Lemon membantu menghilangkan bau membandel pada talenan kayu sekaligus menjaga permukaannya tetap segar setiap hari. (BTV/AI)

3. Keringkan dalam posisi tegak

Kesalahan yang sering terjadi adalah langsung menumpuk talenan setelah dicuci. Kondisi lembap membuat jamur dan bakteri lebih mudah berkembang.

Posisikan talenan berdiri agar udara mengalir di kedua sisinya. Cara sederhana ini membantu kayu mengering lebih merata sehingga bau lembap tidak mudah muncul.

Posisi tegak membuat talenan kayu lebih cepat kering dan tetap higienis setelah dicuci bersama keluarga setiap. (BTV/AI)
Posisi tegak membuat talenan kayu lebih cepat kering dan tetap higienis setelah dicuci bersama keluarga setiap. (BTV/AI)

4. Oleskan mineral oil khusus food grade secara berkala

Kayu yang terlalu kering lebih mudah retak dan menyerap cairan dari bahan makanan.

Mengoleskan mineral oil food grade setiap beberapa minggu membantu menjaga kelembapan alami kayu sekaligus memperpanjang usia pakainya. Lapisan minyak juga membuat permukaan lebih mudah dibersihkan.

Mengoleskan mineral oil food grade menjaga permukaan talenan tetap halus dan tahan lama bersama keluarga setiap hari. (BTV/AI)
Mengoleskan mineral oil food grade menjaga permukaan talenan tetap halus dan tahan lama bersama keluarga setiap hari. (BTV/AI)

Mengapa Talenan Kayu Mudah Menyimpan Bau?

Banyak orang mengira bau berasal dari bahan kayunya. Padahal penyebab utamanya justru berasal dari sisa makanan yang tertinggal di dalam goresan kecil pada permukaan talenan.

Semakin sering digunakan untuk memotong bawang, ikan, ayam mentah, atau daging, semakin banyak partikel organik yang masuk ke sela-serat kayu. Jika tidak segera dibersihkan, bakteri akan memanfaatkan sisa bahan tersebut sebagai sumber nutrisi.

Menurut United States Department of Agriculture (USDA), kebersihan peralatan dapur, termasuk talenan, merupakan bagian penting dalam mencegah kontaminasi silang selama proses pengolahan makanan.

Ahli keamanan pangan Harold McGee, penulis On Food and Cooking, juga menjelaskan bahwa perawatan permukaan kayu secara benar sangat membantu menjaga kebersihan sekaligus memperpanjang masa pakai peralatan dapur berbahan kayu.

Baca Juga: Trik Menata Lemari agar Kapasitasnya Terasa Lebih Besar

Kebiasaan Sehari-hari yang Tanpa Disadari Mempercepat Bau pada Talenan

Tidak sedikit kebiasaan di dapur yang tampak sepele justru menjadi penyebab utama talenan cepat berbau.

Salah satunya menggunakan satu talenan untuk seluruh jenis bahan makanan tanpa dibersihkan di antara proses pemotongan. Daging mentah, ikan, sayuran, dan buah sebaiknya dipisahkan untuk mengurangi risiko perpindahan bakteri sekaligus menjaga aroma masing-masing bahan.

Kebiasaan lain adalah menyimpan talenan dalam keadaan masih sedikit basah di dalam lemari tertutup. Ruang yang minim sirkulasi udara membuat kelembapan bertahan lebih lama sehingga aroma apek lebih mudah muncul.

Di banyak rumah tangga, talenan juga sering dipakai hingga permukaannya dipenuhi goresan dalam. Celah-celah tersebut menjadi tempat ideal bagi sisa makanan yang sulit dibersihkan hanya dengan sekali mencuci.

Baca Juga: Mengapa Bermain Layangan Masih Digemari? Ternyata Bukan Sekadar Permainan Anak

Bagaimana Cara Menjaga Talenan Kayu Tetap Higienis dalam Jangka Panjang?

Membersihkan talenan setelah dipakai memang penting, tetapi perawatan rutin memiliki peran yang sama besar. Permukaan kayu yang terawat akan lebih sulit menyerap cairan, noda, maupun aroma dari bahan makanan.

Perawatan ini tidak memerlukan alat khusus. Sebagian besar dapat dilakukan dengan perlengkapan dapur yang sudah tersedia di rumah.

1. Pisahkan talenan berdasarkan jenis bahan makanan

Menggunakan satu talenan untuk semua bahan memang praktis, tetapi kurang ideal dari sisi keamanan pangan.

Jika memungkinkan, sediakan talenan khusus untuk daging mentah, satu untuk sayuran, dan satu lagi untuk makanan siap santap. Cara ini membantu mengurangi risiko kontaminasi silang sekaligus mencegah aroma menyatu pada permukaan kayu.

2. Jangan memasukkan talenan kayu ke mesin pencuci piring

Suhu air yang tinggi serta proses pengeringan otomatis dapat membuat kayu cepat melengkung dan retak.

Retakan kecil yang muncul memang sering tidak langsung terlihat. Namun, bagian tersebut menjadi tempat berkumpulnya sisa makanan sehingga proses pembersihan berikutnya menjadi semakin sulit.

3. Amplas ringan bila permukaan mulai kasar

Setelah digunakan dalam waktu lama, permukaan talenan biasanya dipenuhi bekas sayatan pisau.

Menggunakan amplas halus dapat membantu meratakan kembali permukaan kayu. Setelah itu, bersihkan debunya lalu oleskan mineral oil food grade agar serat kayu kembali terlindungi.

4. Simpan di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik

Hindari menyimpan talenan di sudut dapur yang selalu lembap atau berdekatan dengan sumber air.

Sirkulasi udara yang baik membantu kayu tetap kering secara alami sehingga risiko jamur maupun bau apek dapat ditekan.

Baca Juga: Masih Boros Air Saat Menyiram Tanaman? Coba Ubah Kebiasaan Ini

Kesalahan yang Masih Sering Dilakukan Saat Membersihkan Talenan

Sebagian besar masalah pada talenan sebenarnya berasal dari kebiasaan yang terlihat sederhana.

Beberapa di antaranya justru memperpendek usia pakai talenan tanpa disadari.

1. Menggunakan pemutih secara berlebihan

Larutan pemutih memang dapat dipakai dalam kondisi tertentu untuk proses sanitasi, tetapi penggunaannya harus mengikuti petunjuk keamanan dan dibilas hingga benar-benar bersih.

Pemakaian terlalu sering dapat membuat permukaan kayu menjadi cepat kering dan mudah retak.

2. Menyimpan talenan sebelum benar-benar kering

Permukaan yang masih lembap menjadi lingkungan ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme.

Karena itu, pastikan kedua sisi talenan benar-benar kering sebelum dimasukkan ke rak penyimpanan.

3. Mengabaikan retakan kecil

Retakan sering dianggap hanya masalah tampilan. Padahal celah tersebut dapat menyimpan sisa makanan yang sulit dijangkau saat dicuci.

Jika retakan sudah cukup dalam atau talenan mulai melengkung, sebaiknya pertimbangkan untuk menggantinya demi menjaga keamanan pangan.

Kapan Talenan Kayu Sebaiknya Diganti?

Tidak semua talenan harus digunakan hingga benar-benar rusak. Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa kondisinya sudah tidak layak dipakai.

Apabila permukaan dipenuhi goresan yang sangat dalam, muncul retakan memanjang, atau tetap mengeluarkan bau meskipun telah dibersihkan berulang kali, penggantian menjadi pilihan yang lebih aman.

Hal yang sama berlaku jika talenan mulai berubah bentuk akibat sering terpapar air atau panas. Permukaan yang melengkung membuat proses memotong menjadi kurang stabil dan meningkatkan risiko kecelakaan saat memasak.

Di pasaran Indonesia pada 2026, talenan kayu berkualitas umumnya dijual mulai sekitar Rp80.000 hingga Rp350.000, tergantung ukuran, jenis kayu, dan ketebalannya. Dengan perawatan yang benar, talenan dapat bertahan selama bertahun-tahun sehingga biaya penggantian menjadi lebih hemat.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Merawat talenan kayu sering dianggap pekerjaan kecil, padahal dampaknya langsung berkaitan dengan kebersihan makanan keluarga. Di Balikpapan, cuaca yang cenderung hangat dan lembap membuat peralatan dapur memerlukan perhatian ekstra. Kada perlu peralatan mahal, yang penting konsisten membersihkan dan mengeringkannya dengan benar. Kebiasaan sederhana ini dapat memperpanjang usia talenan sekaligus membantu menjaga kualitas makanan yang disajikan setiap hari. Bagikan jua informasi ini ke kawalan ikam supaya makin banyak yang menerapkan kebiasaan baik di dapur, Ces!

Masih banyak kebiasaan dapur sederhana yang ternyata berpengaruh pada kualitas makanan sehari-hari. Ikuti terus informasi bermanfaat hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa talenan kayu mudah berbau?
Karena serat kayu dapat menyerap sisa cairan dan partikel makanan yang tidak segera dibersihkan.

2. Apakah lemon benar-benar membantu menghilangkan bau?
Ya. Asam sitrat pada lemon dapat membantu menetralisir aroma tidak sedap sekaligus membantu mengangkat noda ringan.

3. Bolehkah talenan kayu direndam dalam air?
Tidak disarankan karena dapat membuat kayu menyerap air, melengkung, retak, dan memicu bau lembap.

4. Seberapa sering mineral oil perlu dioleskan?
Umumnya setiap beberapa minggu atau ketika permukaan kayu mulai tampak kering.

5. Kapan talenan kayu harus diganti?
Saat muncul retakan dalam, melengkung, atau bau tidak hilang meski sudah dibersihkan dengan benar.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Harold McGee Talenan kayu dapur rumah