Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Rumah Mulai Apek Saat Hujan? Ini Solusi Cara Sederhana Atasinya yang Banyak Diabaikan.

Novaldy Yulsa Polii • Senin, 25 Mei 2026 | 10:48 WIB
Interior rumah modern tetap kering dan nyaman saat musim hujan dengan ventilasi alami yang baik
Interior rumah modern tetap kering dan nyaman saat musim hujan dengan ventilasi alami yang baik

Topik: Panduan menjaga rumah tetap kering, sehat, dan nyaman saat musim hujan dengan langkah sederhana dan realistis

Durasi Baca: 9 Menit

Ikhtisar: Musim hujan membuat banyak rumah cepat lembap, cat mengelupas, hingga muncul jamur di sudut ruangan. Artikel ini membahas cara merawat rumah secara praktis, termasuk ventilasi, biaya perawatan, hingga kesalahan kecil yang sering diabaikan pemilik rumah di Indonesia.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Musim hujan sering bikin suasana rumah berubah. Dinding mulai basah, plafon muncul noda, kasur terasa dingin, bahkan bau apek pelan muncul dari sudut ruangan yang jarang kena cahaya. Banyak orang fokus membersihkan lantai, padahal sumber masalah justru datang dari sirkulasi udara dan rembesan kecil yang dianggap sepele.

Kalau rumah mulai terasa pengap saat hujan turun terus beberapa hari, jangan buru-buru anggap biasa pang. Ada banyak detail kecil yang ternyata pengaruh besar buat kenyamanan rumah. Simak sampai habis nah, supaya rumah tetap enak ditempati sampai musim hujan selesai Ces!

Kenapa rumah cepat lembap saat musim hujan panjang?

Rumah lembap biasanya muncul karena kombinasi udara basah, ventilasi buruk, dan permukaan rumah yang terus terkena air. Di kota tropis seperti Balikpapan, kelembapan udara saat musim hujan bisa berada di atas 80 persen. Angka itu cukup tinggi untuk memicu pertumbuhan jamur di tembok, kayu, hingga furnitur kain.

Masalahnya sering muncul diam-diam. Awalnya cuma bau sedikit apek. Setelah itu cat mulai menggelembung, sudut plafon berubah warna, lalu jamur tumbuh tipis seperti debu hitam. Banyak penghuni rumah baru sadar ketika lemari pakaian mulai lembap dan pakaian terasa dingin meski sudah dicuci bersih.

Menurut Dr. Joseph Allen, Director of the Healthy Buildings Program di Harvard T.H. Chan School of Public Health, kelembapan dalam rumah idealnya dijaga di kisaran 40–60 persen agar pertumbuhan jamur dan bakteri tidak meningkat. Pernyataan itu banyak dijadikan acuan dalam standar hunian sehat modern di negara tropis.

Di lapangan, kondisi ini sering diperparah oleh kebiasaan menutup rumah rapat sepanjang hari saat hujan turun. Udara memang tidak masuk, tapi uap air dari aktivitas dalam rumah ikut terjebak. Mulai dari memasak, mandi air panas, sampai menjemur pakaian di dalam rumah.

Baca Juga: Tren Crafting 2026 Ubah Hobi DIY Jadi Aktivitas Relaksasi Modern

Bagian rumah mana yang paling sering jadi sumber jamur?

Area paling rawan biasanya kamar mandi, dapur, plafon dekat genteng bocor, dan sudut ruangan minim cahaya. Tempat-tempat itu menyimpan uap air lebih lama dibanding ruang terbuka yang punya aliran udara baik.

Menariknya, jamur tidak selalu muncul di rumah lama. Banyak rumah baru dengan desain minimalis modern justru lebih cepat lembap karena ventilasi dibuat terlalu kecil demi tampilan estetik. Hasilnya, udara sulit bergerak.

Rina Pratiwi (34), warga Balikpapan Selatan, mengaku sempat mengira AC rumahnya rusak karena kamar terasa dingin dan basah setiap pagi. Setelah dicek tukang bangunan, ternyata bagian belakang lemari menempel langsung ke dinding tanpa celah udara. Jamur tumbuh perlahan hampir satu meter panjangnya.

5 titik rumah yang wajib rutin dicek saat musim hujan:

1. Sambungan atap dan plafon

Retakan kecil sering tidak terlihat dari bawah. Air merembes perlahan lalu membuat plafon lembek. Biaya perbaikan bocor ringan biasanya mulai Rp250 ribu sampai Rp1 juta tergantung kerusakan rangka dan material penutup atap yang digunakan.

Retakan kecil sering tidak terlihat dari bawah  Air merembes perlahan lalu membuat plafon lembek.
Retakan kecil sering tidak terlihat dari bawah Air merembes perlahan lalu membuat plafon lembek.

2. Belakang lemari kayu

Area ini sering lembap karena udara terjebak. Beri jarak minimal 5–10 cm dari dinding supaya sirkulasi tetap jalan. Cara sederhana ini cukup efektif mengurangi jamur dan bau apek pada pakaian.

Area ini sering lembap karena udara terjebak Beri jarak minimal 5–10 cm dari dinding supaya sirkulasi tetap jalan.
Area ini sering lembap karena udara terjebak Beri jarak minimal 5–10 cm dari dinding supaya sirkulasi tetap jalan.

3. Karet jendela dan kusen

Banyak air hujan masuk dari sela kecil yang tidak terlihat. Kalau kusen mulai retak atau karet getas, rembesan bisa merusak cat dinding bagian bawah dalam beberapa minggu.

Banyak air hujan masuk dari sela kecil yang tidak terlihat.
Banyak air hujan masuk dari sela kecil yang tidak terlihat.

4. Ventilasi kamar mandi

Kipas exhaust atau lubang udara yang tersumbat bikin uap air menetap lama. Akibatnya keramik licin dan nat cepat menghitam. Pembersihan rutin dua minggu sekali cukup membantu.

Kipas exhaust atau lubang udara yang tersumbat bikin uap air menetap lama.
Kipas exhaust atau lubang udara yang tersumbat bikin uap air menetap lama.

5. Area bawah wastafel dapur

Pipa kecil bocor sering memicu kelembapan tersembunyi. Banyak orang baru sadar ketika kayu kabinet mulai rapuh atau muncul serangga kecil di sudut dapur.

Pipa kecil bocor sering memicu kelembapan tersembunyi.
Pipa kecil bocor sering memicu kelembapan tersembunyi.

 Baca Juga: Kipas Besi Mulai Berkarat? Ini Langkah Aman Membersihkannya di Rumah

Apa kebiasaan kecil yang ternyata memperparah rumah lembap?

Menjemur pakaian di dalam rumah tanpa ventilasi jadi salah satu penyebab paling umum. Air dari pakaian basah berubah jadi uap dan memenuhi ruangan. Kalau kondisi itu berlangsung tiap hari, tembok mudah menyerap kelembapan.

Selain itu, penggunaan karpet tebal saat musim hujan juga sering memicu bau tidak sedap. Karpet menyimpan air dari sandal atau kaki basah, lalu mengering sangat lambat ketika cuaca mendung terus-menerus.

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah langsung mengecat ulang tembok berjamur tanpa memperbaiki sumber rembesan. Cat baru memang terlihat bersih beberapa minggu, tapi noda akan muncul lagi karena akar masalah belum selesai.

Kesalahan umum yang sering dianggap sepele:

1. Menempel furnitur langsung ke tembok
Udara sulit bergerak dan membuat sisi belakang furnitur cepat lembap.

2. Jarang membuka jendela pagi hari
Padahal udara pagi membantu menurunkan kelembapan ruangan secara alami.

3. Membiarkan talang penuh daun
Talang tersumbat membuat air meluap ke dinding luar rumah.

4. Menggunakan pewangi ruangan untuk menutupi bau apek
Bau memang hilang sementara, tapi jamur tetap berkembang di balik furnitur atau plafon.

Bagaimana cara menjaga rumah tetap kering tanpa renovasi mahal?

Perawatan rumah saat musim hujan sebenarnya tidak selalu mahal. Banyak langkah sederhana yang efeknya cukup besar kalau dilakukan rutin dan konsisten.

Mulai dari membuka ventilasi minimal 30 menit setiap pagi, memakai exhaust fan di dapur dan kamar mandi, hingga memanfaatkan silica gel atau penyerap lembap di lemari pakaian. Untuk rumah kecil, alat dehumidifier portable dengan kapasitas 12 liter sekarang dijual mulai Rp1,2 juta sampai Rp2,5 juta pada 2026.

Kalau dinding mulai lembap ringan, gunakan cairan anti jamur berbahan dasar fungisida sebelum cat ulang. Jangan langsung dilap biasa karena spora jamur bisa menyebar ke area lain. Pada beberapa rumah tropis modern, cat waterproof eksterior juga mulai jadi standar karena cuaca Indonesia makin ekstrem dalam beberapa tahun terakhir.

Ada juga solusi sederhana yang sering berhasil di rumah kawasan pesisir: menambah roster atau ventilasi silang kecil di area belakang rumah. Biayanya relatif ringan, sekitar Rp300 ribu sampai Rp800 ribu tergantung ukuran dan material. Tapi dampaknya cukup terasa buat sirkulasi udara.

Apakah rumah lembap bisa berdampak ke kesehatan penghuni?

Bisa. Rumah lembap bukan cuma soal tampilan dinding atau bau ruangan. Jamur dan udara lembap berlebihan berisiko memicu alergi, batuk, iritasi kulit, hingga gangguan pernapasan pada sebagian orang.

Anak kecil dan lansia biasanya paling sensitif. Debu jamur yang sangat halus dapat menyebar lewat udara dan menempel di sofa, kasur, atau gorden. Karena itu, menjaga rumah tetap kering juga bagian dari menjaga kualitas hidup penghuni.

Data World Health Organization (WHO) dalam pembahasan healthy housing menyebut hunian lembap berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan pernapasan dan asma. Faktor lingkungan rumah ternyata punya pengaruh besar terhadap kesehatan harian penghuni.

Karena itu, banyak arsitek kini mulai menyarankan desain rumah tropis yang mengutamakan ventilasi silang alami dibanding sekadar tampilan fasad modern. Rumah memang harus enak dilihat, tapi tetap wajib nyaman ditempati saat cuaca berubah ekstrem.

Poin Penting:

Insight redaksi: Banyak rumah modern sekarang terlihat rapi dari luar, tapi kurang siap menghadapi cuaca tropis lembap yang makin ekstrem. Di Balikpapan sendiri, rumah dengan ventilasi minim mulai sering dikeluhkan cepat pengap dan muncul jamur di sudut tertentu. Kadang masalahnya bukan material mahal atau murah pang, tapi desain dan kebiasaan harian penghuni. Rumah sehat itu soal fungsi berjalan seimbang. Estetik penting, tapi sirkulasi udara kada boleh disepelekan nah.

Kalau mulai terasa ada bau apek atau dinding berubah warna, jangan tunggu rusak parah dulu sih. Cek cepat, bersihkan rutin, dan perbaiki sumber rembesan sejak awal. Kadapapa keluar biaya kecil sekarang daripada nanti bongkar plafon besar-besaran, nah itu sudah.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham cara menjaga rumah tetap nyaman saat musim hujan datang terus-menerus Ces!

Musim hujan memang datang tiap tahun, tapi rumah yang sehat dan nyaman tetap bisa dijaga kalau perawatannya tepat. Update terus info rumah dan gaya hidup hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa kelembapan ideal di dalam rumah?
Kisaran ideal berada di angka 40–60 persen agar jamur tidak mudah tumbuh.

2. Apakah AC bisa mengurangi lembap?
Bisa membantu, terutama mode dry, tapi ventilasi rumah tetap penting.

3. Kapan tanda jamur rumah harus segera ditangani?
Saat muncul bau apek, noda hitam, atau cat mulai menggelembung.

4. Apakah semua rumah tropis rentan lembap?
Iya, terutama rumah dengan ventilasi minim dan pencahayaan kurang.

5. Apakah cat anti jamur cukup mengatasi masalah?
Tidak selalu. Sumber rembesan atau kelembapan tetap harus diperbaiki dulu.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#musim hujan #Ventilasi rumah #rumah lembap