Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Tren Crafting 2026 Ubah Hobi DIY Jadi Aktivitas Relaksasi Modern

AdminBTV • Minggu, 24 Mei 2026 | 05:47 WIB
Tren DIY 2026 menjadikan kerajinan tangan sebagai aktivitas relaksasi modern yang kreatif, tenang, dan personal. (BTV/AI)
Tren DIY 2026 menjadikan kerajinan tangan sebagai aktivitas relaksasi modern yang kreatif, tenang, dan personal. (BTV/AI)

Topik: Tren DIY 2026 Mengubah Kerajinan Tangan Jadi Aktivitas Relaksasi Modern

Durasi Baca: 7 Menit

Ikhtisar: Tren crafting 2026 bergerak ke arah aktivitas personal yang menenangkan pikiran, hemat ruang, ramah lingkungan, sekaligus bisa menjadi dekorasi rumah dan sumber penghasilan kreatif.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Aktivitas crafting atau kerajinan tangan ternyata kada lagi identik dengan kegiatan anak sekolah atau hobi ibu rumah tangga. Tahun 2026, tren ini justru bergeser jadi bagian dari gaya hidup modern yang dipilih banyak orang untuk mengurangi stres, mempercantik rumah, sampai membuka peluang usaha kecil dari rumah.

Menariknya lagi, tren crafting terbaru bukan sekadar membuat barang lucu. Banyak orang mulai memilih proyek DIY yang praktis, hemat biaya, multifungsi, dan punya nilai emosional. Nah, kalau penasaran kenapa aktivitas sederhana seperti merajut, membuat lilin aromaterapi, atau dekorasi handmade mendadak ramai lagi, baca sampai habis Ces!.

Baca Juga: DIY Sarung Bekas Jadi Barang Rumah Estetik dan Multifungsi

Apa yang membuat crafting 2026 terasa berbeda dari tren DIY lama?

Tren crafting terbaru bergerak ke arah mindful living. Orang kada lagi sekadar membuat barang, tapi mencari aktivitas yang bisa membantu pikiran lebih tenang setelah kerja seharian.

Data dari jaringan toko kerajinan internasional Michaels yang dirilis awal 2026 menunjukkan minat pada DIY home decor, handmade gifting, dan eco-crafting meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Banyak pembeli mencari bahan sederhana yang bisa dipakai ulang, termasuk kain bekas, kayu kecil, dan bahan daur ulang rumah tangga.

Hal ini terasa masuk akal. Biaya hiburan makin mahal, sementara aktivitas crafting bisa dilakukan di rumah dengan modal relatif rendah. Bubuhan pekerja remote juga mulai menjadikan crafting sebagai rutinitas malam untuk mengurangi screen fatigue.

Menurut psikolog klinis internasional Dr. Jenny Taitz, aktivitas tangan berulang seperti merajut atau menyusun dekorasi dapat membantu otak menurunkan tingkat kecemasan ringan. “Kegiatan kreatif memberi efek grounding karena perhatian manusia berpindah dari tekanan mental ke proses fisik yang konkret,” jelasnya dalam wawancara kesehatan mental 2026.

Kenapa DIY dekorasi rumah kecil justru makin populer?

Jawabannya sederhana: ruang rumah makin terbatas, terutama di kota besar. Orang mulai memilih dekorasi yang kecil tapi punya fungsi emosional dan visual.

Contohnya wall shelf mini handmade, lilin aromaterapi buatan sendiri, hingga dekorasi meja berbahan rotan kecil. Barang-barang seperti ini ramai karena cocok untuk apartemen, kos modern, sampai rumah minimalis.

Di lapangan, tren ini juga terasa di Balikpapan. Nita Rahmawati, 29 tahun, pekerja swasta di kawasan Sepinggan, mengaku mulai membuat dekorasi handmade sendiri sejak awal tahun.

“Awalnya cuma coba bikin tempat lilin kecil dari semen instan. Ternyata rumah terasa lebih hidup dan biaya dekorasi jadi jauh lebih hemat,” katanya.

Banyak orang ternyata mulai menghitung pengeluaran dekorasi rumah secara realistis. Harga dekorasi pabrikan modern bisa menyentuh Rp150 ribu sampai Rp800 ribu per item. Sementara versi handmade sering hanya memerlukan modal Rp30 ribu sampai Rp120 ribu tergantung material.

Nah, di sini letak perubahan besar tren crafting 2026. Orang mulai mencari nilai guna, bukan sekadar ikut tren estetik media sosial pang.

Crafting ramah lingkungan mulai dipilih generasi muda?

Iya. Bahkan ini jadi salah satu arah terbesar tren DIY global tahun 2026.

Bahan bekas seperti kain perca, botol kaca, kardus keras, dan kayu sisa kini dianggap punya nilai baru. Banyak kreator handmade sengaja mempertahankan tekstur alami agar hasil kerajinan terasa autentik.

Desainer interior sekaligus sustainable living advocate, Emily Henderson, menyebut tren dekorasi handmade berbahan daur ulang muncul karena masyarakat mulai lelah dengan produk rumah tangga cepat rusak.

“Orang ingin rumah terasa personal, bukan seperti showroom toko furnitur,” ujarnya dalam pembahasan tren interior 2026.

Ada juga perubahan perilaku belanja. Konsumen usia 20–40 tahun mulai mempertimbangkan umur pakai barang dan dampak limbah rumah tangga sebelum membeli dekorasi baru.

3 Ide crafting 2026 yang realistis dicoba di rumah

1. Lilin aromaterapi handmade berbahan soy wax
Modal awal sekitar Rp80 ribu sampai Rp200 ribu untuk beberapa wadah kecil. Banyak dipilih karena mudah dibuat dan cocok dijual ulang sebagai hampers atau hadiah personal.

Lilin aromaterapi handmade berbahan soy wax diminati karena mudah dibuat, estetik, dan cocok dijadikan hampers. (BTV/AI)
Lilin aromaterapi handmade berbahan soy wax diminati karena mudah dibuat, estetik, dan cocok dijadikan hampers. (BTV/AI)

2. Dekorasi anyaman kecil untuk meja kerja
Anyaman mini dari tali katun atau rotan sintetis ramai karena memberi nuansa hangat pada ruang kerja. Ukurannya kecil sehingga kada makan tempat Ces!.

Dekorasi anyaman mini menghadirkan nuansa hangat estetik pada meja kerja tanpa memakan banyak ruang. (BTV/AI)
Dekorasi anyaman mini menghadirkan nuansa hangat estetik pada meja kerja tanpa memakan banyak ruang. (BTV/AI)

Baca Juga: Tren Hobbycation 2026 Ubah Cara Orang Liburan Tanpa Tekanan dan Agenda Padat

3. Frame foto custom dari kayu bekas
Proyek ini populer karena bahan mudah ditemukan. Banyak orang memakai potongan pallet kayu bekas untuk membuat frame rustic bergaya natural modern.

Yang menarik, sebagian proyek DIY sekarang kada selalu mengejar hasil sempurna. Justru tekstur tidak simetris dianggap memberi karakter personal.

Frame foto kayu bekas populer karena mudah dibuat, bergaya rustic modern, dan ramah lingkungan kreatif. (BTV/AI)
Frame foto kayu bekas populer karena mudah dibuat, bergaya rustic modern, dan ramah lingkungan kreatif. (BTV/AI)

Apa kesalahan paling sering saat mulai crafting sendiri?

Kesalahan paling umum adalah membeli terlalu banyak alat mahal di awal. Padahal sebagian besar proyek DIY modern cukup memakai perlengkapan dasar.

Banyak pemula juga terlalu fokus hasil akhir sehingga lupa menikmati proses. Akibatnya crafting malah terasa melelahkan.

Tips singkat sebelum mulai crafting di rumah:

1. Tentukan satu proyek kecil dulu
Mulai dari proyek berdurasi 30–60 menit supaya kada cepat bosan.

2. Gunakan bahan yang sudah ada
Botol kaca bekas, kain lama, atau kardus keras sering masih layak dipakai.

3. Hindari mengikuti semua tren media sosial
Pilih proyek yang memang cocok dengan kebutuhan rumah dan waktu luang.

Kesalahan lain yang sering diabaikan adalah pencahayaan ruang kerja. Aktivitas detail seperti merajut atau mengecat mini dekorasi memerlukan cahaya cukup supaya mata kada cepat lelah nah.

Bisakah crafting berkembang jadi usaha sampingan realistis?

Bisa, tapi pendekatannya berubah. Tahun 2026, pembeli lebih tertarik pada produk handmade yang punya cerita personal dibanding produksi massal.

Produk seperti lilin handmade, dekorasi meja kerja, tote bag custom, dan keranjang anyaman kecil termasuk kategori yang masih stabil peminatnya.

Namun ada tantangan nyata. Harga bahan baku kreatif naik sekitar 8–15 persen di beberapa marketplace Asia Tenggara sepanjang 2025–2026 akibat biaya distribusi dan bahan impor.

Karena itu, pelaku usaha crafting sekarang lebih fokus pada produk terbatas dengan kualitas detail yang rapi dibanding produksi besar-besaran.

Strategi ini dianggap lebih realistis. Modal tidak terlalu berat dan risiko stok menumpuk juga lebih kecil. Bubuhan kreator lokal di Balikpapan mulai banyak memakai pola pre-order kecil supaya arus biaya tetap aman.

Baca Juga: 7 Tren Craft dan DIY 2026 yang Ramai Dicoba Pekerja Kreatif

Poin Penting:

Insight: Tren crafting 2026 menunjukkan perubahan cara orang mencari ketenangan. Aktivitas sederhana seperti membuat lilin, anyaman, atau dekorasi kecil ternyata menjadi ruang jeda dari ritme kerja cepat. Menariknya, masyarakat sekarang kada selalu mencari barang mahal untuk membuat rumah terasa nyaman. Ada pergeseran menuju barang personal yang punya cerita. Nah, pola ini bisa membuka peluang kreatif lokal di Balikpapan kalau dikelola konsisten dan kada ikut tren sesaat pang.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham kalau aktivitas sederhana di rumah ternyata bisa memberi efek positif untuk pikiran dan suasana hidup sehari-hari.

Ikuti terus perkembangan tren kreatif modern dan ide rumah fungsional cuma di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa tren crafting paling populer tahun 2026?
DIY dekorasi rumah kecil, lilin aromaterapi handmade, dan kerajinan berbahan daur ulang menjadi yang paling ramai diminati.

2. Apakah crafting cocok untuk pemula?
Cocok. Banyak proyek DIY modern dibuat sederhana dan bisa selesai dalam waktu singkat.

3. Berapa modal awal crafting rumahan?
Rata-rata mulai Rp50 ribu sampai Rp200 ribu tergantung jenis proyek dan bahan yang dipakai.

4. Kenapa crafting dianggap membantu kesehatan mental?
Aktivitas tangan berulang membantu fokus pikiran berpindah dari tekanan mental ke aktivitas fisik yang lebih tenang.

5. Apakah produk handmade masih punya pasar?
Masih. Produk personal dengan kualitas detail rapi tetap dicari karena terasa lebih unik dibanding barang massal.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#tren crafting 2026 #DIY dekorasi rumah #lilin aromaterapi handmade