Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

DIY Upcycled Furniture 2026 Jadi Solusi Apartemen Gen Z Hemat dan Estetik

AdminBTV • Rabu, 20 Mei 2026 | 18:54 WIB
DIY furnitur upcycle diminati Gen Z karena membuat apartemen kecil lebih estetik, fungsional, dan hemat biaya.(BTV/AI)
DIY furnitur upcycle diminati Gen Z karena membuat apartemen kecil lebih estetik, fungsional, dan hemat biaya.(BTV/AI)

Topik: DIY furnitur upcycle makin diminati Gen Z untuk apartemen kecil hemat biaya
Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: Tren mengecat ulang furnitur bekas berkembang karena biaya hunian naik, sementara Gen Z mencari interior aesthetic yang tetap fungsional dan realistis untuk ruang apartemen sempit.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Furnitur bekas yang dulu sering dianggap barang buangan sekarang justru jadi elemen utama interior apartemen Gen Z di 2026. Rak kayu lawas dicat matte, meja lama diubah jadi coffee station, sampai kursi pasar loak dipadukan lampu industrial. Bukan cuma soal gaya, tapi juga strategi bertahan di tengah harga properti dan biaya dekorasi yang makin tinggi.

Fenomena ini bukan tren lewat sesaat. Banyak penyewa apartemen mulai memilih proyek DIY upcycled furniture karena biaya renovasi ringan bisa ditekan, hasil visual tetap estetik, dan furnitur mudah dibongkar pasang saat pindahan. Menariknya lagi, konsep ini mulai ramai muncul di media desain global seperti Dezeen karena dianggap selaras dengan gaya hidup urban yang praktis dan minim limbah. Ikuti terus sampai habis, ada banyak ide realistis yang bisa langsung diterapkan di kamar atau apartemen kecil Ces.

Baca Juga: DIY Bambu Jadi Jemuran Modern untuk Halaman Sempit, Murah dan Estetik Tahun 2026

Kenapa furnitur bekas justru jadi favorit Gen Z apartemen kecil?

Alasannya sederhana. Harga furnitur baru makin mahal, sedangkan ukuran apartemen sewa rata-rata makin kecil. Banyak penghuni apartemen akhirnya mencari solusi yang fleksibel sekaligus tetap enak dipandang.

Furnitur bekas dianggap punya karakter visual yang kada bisa ditemukan di produk massal toko besar. Permukaan kayu yang sedikit kasar atau warna lama yang dipoles ulang justru memberi kesan lived-in aesthetic yang sekarang disukai media desain modern.

Di beberapa kota besar Asia dan Eropa, tren thrift furniture juga tumbuh karena budaya pindah tempat tinggal lebih cepat. Furnitur ringan dan hasil DIY dianggap lebih masuk akal dibanding membeli paket interior mahal yang sulit dipindahkan.

Leanne Ford, desainer interior asal Amerika Serikat, pernah menjelaskan dalam wawancaranya bahwa rumah yang terasa nyaman biasanya “tidak terlihat terlalu sempurna.” Pernyataan itu ikut memengaruhi tren desain 2025–2026 yang cenderung organik dan personal.

Bagaimana cara sederhana membuat furnitur lama terlihat mahal?

Teknik paling populer sekarang adalah repainting dengan warna earth tone atau matte finish. Cat seperti olive, cream, charcoal, dan dusty brown jadi pilihan utama karena cocok untuk ruang sempit.

Banyak penyewa apartemen memulai dari proyek kecil:

1. Mengecat ulang meja TV lama
Biaya cat water-based ukuran 2,5 liter di 2026 rata-rata Rp95 ribu sampai Rp180 ribu. Hasilnya bisa mengubah tampilan ruang tamu secara drastis tanpa membeli furnitur baru.

Cat ulang meja TV lama membantu mengubah tampilan ruang tamu tanpa biaya furnitur baru yang mahal.
Cat ulang meja TV lama membantu mengubah tampilan ruang tamu tanpa biaya furnitur baru yang mahal.(BTV/AI)

2. Mengganti handle laci
Handle besi hitam matte atau brass jadi detail kecil yang sering dipakai untuk memberi kesan premium. Harga per pasang mulai Rp15 ribuan.

Ganti handle laci dengan model matte atau brass untuk memberi kesan modern dan lebih premium.
Ganti handle laci dengan model matte atau brass untuk memberi kesan modern dan lebih premium.(BTV/AI)

3. Memasang stiker veneer kayu
Metode ini ramai dipakai karena cepat dan kada perlu alat berat. Cocok untuk meja partikel lama yang mulai kusam.

Kesalahan paling sering terjadi justru di tahap finishing. Banyak orang langsung mengecat tanpa amplas permukaan lama sehingga cat mudah retak dalam beberapa bulan.

Menurut Apartment Therapy dan beberapa studio desain interior kecil di Tokyo, penggunaan lapisan pelindung matte coating bisa memperpanjang tampilan furnitur DIY hingga dua sampai tiga tahun untuk penggunaan normal apartemen.

Pasang stiker veneer kayu untuk memperbarui meja kusam dengan cara praktis, cepat, dan lebih hemat.
Pasang stiker veneer kayu untuk memperbarui meja kusam dengan cara praktis, cepat, dan lebih hemat.
(BTV/AI)

Baca Juga: LearnOnTikTok 2026 Ubah Cara Gen Z Belajar AI dan Produktivitas

Apakah tren upcycle benar-benar hemat dibanding beli baru?

Secara angka, iya. Tapi tetap tergantung jenis proyeknya.

Satu meja kerja baru model minimalis ukuran 120 cm pada 2026 rata-rata berada di kisaran Rp1,5 juta hingga Rp3 juta. Sementara meja bekas marketplace lokal kadang ditemukan di bawah Rp400 ribu.

Tambahan biaya cat, amplas, roller, dan coating biasanya berkisar Rp150 ribu sampai Rp350 ribu. Total akhir masih jauh lebih rendah dibanding membeli baru.

Namun ada hal yang sering diabaikan. Material lama harus dicek dulu. Kayu lapuk, rangka besi berkarat parah, atau papan partikel lembap bisa membuat biaya perbaikan malah membengkak.

Sarah Sherman Samuel, desainer interior yang dikenal lewat proyek sustainable home renovation, menyebut furnitur upcycle berhasil jika “fungsi lama dipertahankan sambil memberi identitas baru yang relevan dengan ruang modern.”

Di lapangan, banyak penghuni apartemen kecil juga memilih furnitur bekas karena lebih fleksibel saat pindahan kerja atau kontrak sewa selesai. Kada terlalu sayang kalau lecet sedikit pang.

Rizky Pradana, 27 tahun, penghuni apartemen studio di Balikpapan Selatan, mengaku meja dapur mini hasil repaint jadi salah satu sudut favoritnya.

“Awalnya cuma meja bekas online Rp250 ribu. Setelah dicat ulang sama tambah lampu kecil, malah sering dipakai foto produk jualan,” ujarnya.

Baca Juga: DIY Kaleng Bekas Jadi Pot Modern untuk Rumah Tropis, Murah dan Cocok Tren 2026

Warna dan material apa yang paling cocok untuk ruang sempit 2026?

Tren desain 2026 mulai meninggalkan warna putih polos total. Interior sekarang cenderung memakai warna hangat yang lebih nyaman dipandang lama.

Material yang paling sering dipakai:

Untuk apartemen kecil, kombinasi open shelf dan furnitur berkaki ramping dianggap paling efektif karena ruangan terasa lebih lega secara visual.

Ada juga tren “intentional clutter” yang mulai populer di Pinterest dan media desain global. Konsepnya bukan membuat ruangan berantakan, tapi memberi ruang untuk barang personal seperti kamera lama, buku, atau koleksi mini figure agar hunian terasa hidup.

Nah, di sini banyak orang salah kaprah. Terlalu banyak dekorasi kecil justru bikin ruang sempit terasa sesak. Pilih maksimal tiga area fokus visual saja nah.

Apa risiko DIY furnitur yang sering diremehkan?

Masalah paling umum adalah ventilasi ruangan saat pengecatan. Banyak apartemen studio punya sirkulasi udara terbatas sehingga aroma thinner atau coating bisa bertahan lama.

Selain itu, penggunaan cat murah kualitas rendah sering menyebabkan warna cepat menguning terkena panas AC atau sinar matahari.

Hal yang sering diabaikan saat DIY furnitur:

1. Ukuran lift apartemen
Banyak furnitur hasil proyek DIY akhirnya sulit dipindahkan karena ukuran terlalu besar.

2. Beban lantai rak gantung
Dinding apartemen tertentu menggunakan gypsum tipis. Salah pasang bracket bisa berisiko roboh.

3. Pemilihan lampu
Lampu warm white terlalu redup kadang membuat warna cat terlihat kusam.

Solusinya sebenarnya sederhana. Mulai dari proyek kecil dulu. Jangan langsung satu ruangan penuh. Banyak penghuni apartemen yang akhirnya berhenti di tengah karena tenaga dan biaya habis sebelum selesai.

Baca Juga: Daur Ulang Crop Tee Oversized Jadi Outfit Harian Estetik 2026, Hemat Tapi Tetap Modern

Kenapa tren ini diprediksi masih kuat sampai beberapa tahun ke depan?

Kondisi ekonomi perkotaan membuat banyak orang mulai menghitung ulang prioritas belanja rumah. Interior sekarang bukan lagi soal terlihat mahal, tapi soal fungsi dan identitas personal.

Media desain internasional juga mulai menyoroti sustainable living yang lebih realistis. Bukan rumah mewah serba baru, melainkan hunian yang adaptif dengan barang yang sudah ada.

Bagi Gen Z, furnitur DIY punya nilai emosional tambahan. Ada rasa puas saat melihat barang lama berubah jadi bagian paling menarik di ruangan sendiri. Itu yang membuat tren ini terus bergerak, bahkan saat gaya desain lain cepat berganti. Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam yang lagi cari inspirasi apartemen kecil Ces.

Baca Juga: LearnOnTikTok 2026 Ubah Cara Gen Z Belajar AI dan Produktivitas

Poin Penting:

Insight: Tren upcycled furniture sebenarnya menunjukkan perubahan cara generasi muda melihat rumah. Fokusnya kada lagi sekadar tampil mewah, tapi ruang yang terasa personal dan adaptif dengan kondisi ekonomi sekarang. Di Balikpapan sendiri mulai banyak apartemen dan kos modern memakai konsep furnitur campur barang lama karena biaya dekorasi makin diperhitungkan. Menariknya, proyek DIY kecil sering jadi pintu awal orang belajar desain ruang secara mandiri. Ada nilai kreatif dan efisiensi jalan bareng nah itu sudah.

Bagikan artikel ini ke kawalan ikam yang lagi cari inspirasi dekorasi apartemen hemat biaya dan tetap estetik.

Masih cari inspirasi interior hemat yang masuk akal buat ruang kecil? Pantau terus Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu upcycled furniture?
Furnitur lama yang dimodifikasi ulang agar tampil dan berfungsi seperti baru tanpa dibuang.

2. Cat apa yang cocok untuk DIY furnitur apartemen?
Cat water-based matte karena aroma lebih ringan dan cepat kering untuk ruang kecil.

3. Berapa biaya rata-rata repaint furnitur kecil?
Sekitar Rp150 ribu sampai Rp350 ribu tergantung ukuran dan bahan finishing.

4. Furnitur bekas paling aman dibeli apa?
Meja kayu solid, kursi besi, dan rak kecil karena struktur biasanya lebih tahan lama.

5. Kenapa Gen Z suka furnitur upcycle?
Karena lebih hemat, fleksibel untuk pindahan, dan hasilnya terasa personal.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Upcycled furniture #Apartemen Gen Z #Furnitur bekas aesthetic