Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Koran Bekas Jadi Senjata Rahasia Taman Sehat, Ini Cara Kreatif yang Jarang Dipakai

Nur Sifa Ariani • Sabtu, 11 April 2026 | 22:25 WIB
Koran bekas digunakan sebagai mulsa di taman rumah untuk menjaga kelembapan tanah
Koran bekas digunakan sebagai mulsa di taman rumah untuk menjaga kelembapan tanah

Topik: Cara kreatif memanfaatkan koran bekas untuk taman sehat, hemat, dan ramah lingkungan

 

Ikhtisar: Koran bekas bisa jadi solusi praktis di taman, mulai dari mulsa, kompos, hingga pelindung tanah agar tanaman tumbuh sehat dan minim hama secara alami.

Balikpapan TV - Hai Cess! Banyak halaman rumah di Indonesia masih punya masalah klasik: tanah cepat kering, gulma tumbuh liar, dan biaya perawatan taman makin naik. Di sisi lain, limbah kertas seperti koran bekas menumpuk di rumah tanpa pemanfaatan maksimal. Padahal, di dunia pertanian modern 2025–2026, tren berkebun beralih ke metode hemat dan ramah lingkungan, termasuk penggunaan bahan daur ulang.

Langsung saja, kalau ikam penasaran gimana koran bekas bisa jadi “senjata rahasia” taman sehat, simak sampai habis. Ada banyak cara simpel tapi berdampak besar buat kebun di rumah, nah’ itu sudah…!

Kenapa koran bekas bisa jadi solusi cerdas untuk taman rumahan?

Koran bekas bukan sekadar limbah kertas. Di kebun, material ini punya fungsi mirip mulsa organik yang mampu menjaga kelembapan tanah, menghambat pertumbuhan gulma, sekaligus memperbaiki struktur tanah. Praktik ini sudah banyak dipakai di kebun urban karena murah dan mudah diakses.

Contohnya, di banyak kebun komunitas di kota besar Indonesia, koran digunakan sebagai lapisan dasar sebelum ditutup tanah atau kompos. Hasilnya, pertumbuhan gulma bisa ditekan hingga lebih dari 70 persen dibanding tanah terbuka. Ini bukan sekadar teori, tapi praktik lapangan yang sudah terbukti.

Menurut Dr. Elaine Ingham, ahli mikrobiologi tanah global, “Bahan organik seperti kertas tanpa tinta berbahaya dapat membantu meningkatkan aktivitas mikroba tanah jika digunakan dengan benar.” Pernyataan ini menjelaskan bahwa koran, selama digunakan secara tepat, bisa memperkaya ekosistem tanah.

Nah, konsepnya sederhana pang. Koran jadi pelindung, tanah tetap lembap, tanaman pun lebih nyaman tumbuh. Pahamlah ikam…

Baca Juga: Tanaman Tanpa Tanah? Ini Cara Rawat Tillandsia Stricta Agar Subur dan Cocok di Hunian Tropis

Apa saja cara kreatif memanfaatkan koran bekas di taman?

1. Mulsa alami untuk menahan air tanah
Lapisi permukaan tanah dengan 3–5 lembar koran, lalu siram hingga basah dan tutup dengan tanah tipis atau sekam. Metode ini membantu mengurangi penguapan air hingga sekitar 30–50 persen, cocok untuk iklim panas seperti Kalimantan.

Penggunaan mulsa dari koran ini juga efektif menekan gulma. Tanaman liar kesulitan menembus lapisan kertas, sehingga energi tanaman utama kada terganggu. Cocok untuk kebun sayur atau tanaman hias yang butuh stabilitas.

Mulsa alami untuk menahan air tanah
Mulsa alami untuk menahan air tanah

2. Bahan campuran kompos rumah tangga
Koran bisa dicacah kecil dan dicampur dengan limbah dapur seperti kulit buah dan sayur. Dalam proses kompos, kertas berfungsi sebagai sumber karbon yang menyeimbangkan bahan organik basah.

Proses pengomposan jadi lebih stabil dan kada bau menyengat. Biasanya dalam 4–8 minggu, kompos sudah siap digunakan. Ini solusi hemat sekaligus mengurangi sampah rumah tangga.

Bahan campuran kompos rumah tangga
Bahan campuran kompos rumah tangga

3. Pelindung dasar pot dan bedeng tanam
Saat membuat pot atau bedeng, koran bisa digunakan sebagai lapisan bawah sebelum tanah dimasukkan. Fungsinya untuk menjaga kelembapan sekaligus mencegah tanah keluar dari lubang pot.

Cara ini sering dipakai di kebun urban karena simpel dan efektif. Bahkan untuk tanaman cabai atau tomat, metode ini membantu akar tumbuh lebih stabil.

Pelindung dasar pot dan bedeng tanam
Pelindung dasar pot dan bedeng tanam

Apa kesalahan umum saat pakai koran di taman?

Banyak yang sudah coba, tapi hasilnya kurang maksimal. Kenapa?

1. Menggunakan koran berlapis tinta berbahaya
Tidak semua koran aman. Pilih yang tinta berbasis kedelai atau standar cetak modern. Hindari kertas glossy atau majalah.

2. Lapisan terlalu tipis
Kalau hanya satu lembar, gulma tetap bisa tembus. Idealnya minimal 3 lapis agar efektif.

3. Tidak dibasahi sebelum digunakan
Koran kering mudah terbang dan kada menempel di tanah. Basahi dulu agar menyatu dengan permukaan.

Rekomendasinya jelas. Gunakan dengan teknik benar, bukan asal taruh. Nah, ikam pasti pahamlah…

Seberapa efektif dan hemat metode ini dibanding cara lain?

Secara biaya, penggunaan koran jelas unggul. Mulsa plastik bisa menghabiskan Rp5.000–Rp10.000 per meter, sementara koran bekas praktis gratis. Untuk kebun kecil 10 meter persegi, penghematan bisa mencapai Rp50.000–Rp100.000.

Dari sisi performa, koran mampu menjaga kelembapan tanah hingga 2–3 hari lebih lama dibanding tanah terbuka. Ini penting di daerah panas agar penyiraman kada terlalu sering.

Selain itu, koran terurai alami dalam waktu 2–3 bulan, sehingga menambah bahan organik tanah. Bandingkan dengan plastik yang justru menambah limbah. Secara ekologis, jelas lebih unggul.

Di lapangan, petani urban melaporkan peningkatan pertumbuhan tanaman hingga 15–20 persen saat kelembapan tanah terjaga stabil. Ini menunjukkan manfaat nyata, bukan sekadar tren.

Apa risiko yang sering diabaikan saat pakai koran?

Meski terlihat simpel, ada beberapa hal yang sering luput diperhatikan.

1. Kelembapan berlebih memicu jamur
Jika terlalu basah tanpa sirkulasi udara, jamur bisa muncul di permukaan tanah.

2. Penggunaan tinta non-ramah lingkungan
Beberapa tinta lama mengandung bahan kimia yang kurang aman untuk tanah.

3. Lapisan terlalu tebal menghambat air masuk
Jika terlalu banyak, air sulit meresap ke tanah.

Tips cepat biar aman:

Gimana cara memaksimalkan hasilnya biar taman makin subur?

Kunci utamanya ada di kombinasi. Koran bukan solusi tunggal, tapi bagian dari sistem. Gabungkan dengan kompos organik, penyiraman teratur, dan pemilihan tanaman yang sesuai iklim.

Di Balikpapan dan sekitarnya, curah hujan tinggi bisa dimanfaatkan dengan koran sebagai penyeimbang kelembapan. Jadi tanah kada becek tapi juga kada kering.

Selain itu, gunakan teknik rotasi. Setelah koran terurai, tambahkan lapisan baru secara berkala. Ini menjaga kualitas tanah dalam jangka panjang.

Nah, berkebun itu bukan soal alat mahal pang. Tapi soal strategi yang tepat dan konsisten. Pahamlah ikam…

Poin Penting yang Perlu Diingat:

  1. Koran bekas bisa jadi mulsa alami yang hemat biaya
  2. Efektif menekan gulma dan menjaga kelembapan tanah
  3. Bisa dimanfaatkan sebagai bahan kompos organik
  4. Perlu teknik tepat agar hasil maksimal
  5. Lebih ramah lingkungan dibanding mulsa plastik

Insight: Koran bekas sering dianggap sampah, padahal nilainya di kebun cukup tinggi. Dengan pendekatan sederhana, halaman rumah bisa lebih produktif tanpa biaya besar. Ini bukan tren sesaat, tapi adaptasi cerdas menghadapi kebutuhan urban farming modern. Di Balikpapan, konsep ini relevan karena iklim dan kondisi lahan yang menantang, nah itu sudah.

Coba mulai dari skala kecil di halaman rumah. Lihat perubahan dalam beberapa minggu. Kalau sudah terasa manfaatnya, bagikan jua info ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

FAQ

1. Apakah semua koran aman untuk tanaman?
Tidak semua. Pilih koran hitam putih dengan tinta ramah lingkungan agar aman untuk tanah.

2. Berapa lama koran terurai di tanah?
Sekitar 2–3 bulan tergantung kelembapan dan kondisi tanah.

3. Apakah koran bisa menggantikan pupuk?
Tidak. Koran hanya membantu struktur tanah, tetap perlu pupuk atau kompos.

4. Apakah cocok untuk semua jenis tanaman?
Sebagian besar cocok, terutama sayur, tanaman hias, dan tanaman buah dalam pot.

30 seconds read:
Koran bekas yang sering menumpuk di rumah ternyata bisa dimanfaatkan sebagai solusi praktis untuk taman. Dengan fungsi utama sebagai mulsa alami, koran membantu menjaga kelembapan tanah sekaligus menekan pertumbuhan gulma. Ini sangat berguna di wilayah dengan cuaca panas dan curah hujan tidak menentu.

Selain itu, koran juga bisa digunakan sebagai bahan campuran kompos untuk mempercepat proses pembusukan bahan organik. Dalam praktiknya, penggunaan koran terbukti membantu memperbaiki struktur tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman secara lebih stabil.

Namun, penggunaan harus tepat. Pilih koran tanpa tinta berbahaya, gunakan dalam lapisan cukup, dan kombinasikan dengan metode berkebun lain. Dengan cara ini, halaman rumah bisa lebih produktif tanpa biaya besar dan tetap ramah lingkungan.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#koran bekas #mulsa alami #kompos organik #kebun urban #taman rumah