Kanker Ginjal Bisa Muncul Meski Hidup Sehat, Kenali Faktor Risikonya

Tania Putri Nuraini • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 16:18 WIB
Ilustrasi medis yang menunjukkan posisi ginjal dalam tubuh dan kaitannya dengan kanker ginjal.
Ilustrasi medis yang menunjukkan posisi ginjal dalam tubuh dan kaitannya dengan kanker ginjal. (BTV/AI)

Durasi Baca: 6 menit

Topik: Faktor risiko kanker ginjal meski menjalani pola hidup sehat

Ikhtisar: Kanker ginjal dapat muncul tanpa faktor risiko yang jelas, sementara gaya hidup, kondisi medis, lingkungan, dan faktor genetik turut berperan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kanker ginjal dapat dialami orang yang menjalani pola hidup sehat, sebab perubahan DNA, faktor genetik, kondisi medis, serta paparan lingkungan juga dapat memengaruhi risiko penyakit ini.

Menjaga kesehatan masih penting karena sejumlah faktor risiko dapat ditekan melalui kebiasaan sehari-hari. Jadi, kenali faktornya sejak sekarang, Ces!

Faktor apa saja yang dapat meningkatkan risiko kanker ginjal?

Kanker ginjal memiliki banyak faktor risiko. Sebagian dapat berkaitan dengan kebiasaan hidup, sedangkan faktor lain berada di luar kendali seseorang.

Menurut Tanujaa D/O Rajasekaran, kanker dapat muncul akibat mutasi DNA acak pada sel yang terjadi tanpa penyebab yang jelas. Pernyataan tersebut dikutip Liputan6.com dalam wawancara tertulis pada 17 Maret 2026.

Beberapa faktor yang disebut dalam sumber meliputi merokok, obesitas, tekanan darah tinggi, paparan bahan kimia tertentu, penyakit ginjal kronis, serta dialisis jangka panjang. Faktor genetik juga berperan pada sebagian kasus.

American Cancer Society juga mencatat merokok, berat badan berlebih, tekanan darah tinggi, riwayat keluarga, paparan bahan kimia tertentu, penyakit ginjal, serta faktor genetik sebagai risiko kanker ginjal.

Mengapa gaya hidup sehat belum menjamin bebas kanker ginjal?

Pola makan seimbang, aktivitas fisik, dan menjaga berat badan dapat membantu menekan sejumlah risiko kanker. Namun, langkah tersebut bukan jaminan bahwa seseorang akan terbebas dari kanker.

National Cancer Institute menjelaskan bahwa risiko kanker juga dipengaruhi usia, riwayat keluarga, faktor lingkungan, serta perubahan genetik tertentu. Artinya, ada faktor yang berada di luar kendali seseorang.

Karena itu, anggapan bahwa kanker hanya muncul akibat kebiasaan hidup kurang sehat perlu dilihat kembali. Seseorang dapat memiliki pola hidup baik sekaligus membawa faktor risiko genetik atau mengalami perubahan sel secara acak.

Pola hidup sehat masih penting, tetapi fungsinya adalah membantu menurunkan risiko, bukan memberikan perlindungan mutlak.

Baca Juga: Winkey Navigo Pro Punya Navigasi Offline, Ini Fitur yang Menarik untuk Pelari dan Pecinta Outdoor

Ilustrasi pemeriksaan ultrasound atau CT scan sebagai bagian evaluasi kondisi ginjal.
Ilustrasi pemeriksaan ultrasound atau CT scan sebagai bagian evaluasi kondisi ginjal. (BTV/AI)

Apa gejala kanker ginjal yang perlu diperhatikan?

Kanker ginjal sering belum menimbulkan tanda pada tahap awal. Dalam sejumlah kasus, tumor justru ditemukan secara tidak sengaja ketika seseorang menjalani pemeriksaan kesehatan untuk keperluan lain.

Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:

Pada kondisi lanjut, kanker ginjal dapat berkaitan dengan nyeri tulang, batuk, atau sesak napas ketika penyakit sudah menyebar.

Gejala tersebut juga dapat disebabkan berbagai kondisi lain. Karena itu, munculnya salah satu tanda bukan berarti seseorang pasti mengalami kanker ginjal.

Bagaimana kanker ginjal berkembang dan didiagnosis?

Perkembangan kanker ginjal memiliki pola yang berbeda pada setiap pasien. Menurut Tanujaa, perkembangannya dipengaruhi subtipe tumor, derajat tumor, mutasi genetik, dan kondisi kesehatan pasien.

Sebagian tumor dapat tumbuh secara perlahan selama bertahun-tahun, sedangkan tipe agresif dapat berkembang dalam waktu yang lebih singkat. Tumor berukuran kecil juga dapat ditemukan secara kebetulan ketika pemeriksaan dilakukan.

Untuk pemeriksaan, ultrasound, CT scan, dan MRI termasuk teknologi yang digunakan dalam evaluasi kanker ginjal. PET/CT dapat digunakan pada situasi tertentu untuk menilai penyebaran penyakit, tetapi CT atau MRI biasanya lebih sesuai untuk melihat tumor ginjal.

National Cancer Institute juga menyebut bahwa saat ini belum ada pedoman skrining berbasis bukti yang berlaku secara umum untuk kanker ginjal.

Baca Juga: Nothing Phone 4b Punya Kamera 50 MP yang Dipuji Reviewer, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Ilustrasi gaya hidup sehat dan sejumlah faktor yang dapat memengaruhi risiko kanker ginjal.
Ilustrasi gaya hidup sehat dan sejumlah faktor yang dapat memengaruhi risiko kanker ginjal. (BTV/AI)

Bagaimana penanganan kanker ginjal dilakukan?

Penanganan ditentukan berdasarkan jenis dan stadium kanker. Pilihan terapi dapat mencakup operasi, terapi target, imunoterapi, serta teknik bedah minimal invasif atau berbantuan robot pada kondisi tertentu.

Operasi dapat berupa nefrektomi parsial, yaitu mengangkat bagian ginjal yang mengandung tumor, atau nefrektomi radikal, yakni mengangkat seluruh ginjal sesuai kebutuhan medis.

Terapi target menggunakan obat yang menghambat jalur pertumbuhan tumor. Sementara itu, imunoterapi seperti penghambat checkpoint imun dapat membantu sistem kekebalan tubuh menyerang sel kanker.

Pilihan terapi perlu ditentukan oleh tim medis berdasarkan kondisi masing-masing pasien. Karena karakter tumor berbeda, penanganan satu pasien belum tentu sesuai untuk pasien lain.

Poin Penting

Insight Redaksi

Menjaga pola hidup sehat memang penting, tetapi risiko kanker punya banyak lapisan. Faktor genetik dan perubahan DNA membuat pencegahan bukan perkara gaya hidup semata. Yang penting, ikam kada perlu panik; kenali faktor risiko dan periksa bila ada keluhan menetap. Jangan menunggu tubuh memberi tanda besar.

Bagikan info ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham bahwa hidup sehat tetap perlu dibarengi perhatian terhadap risiko kesehatan.

Ikuti terus informasi kesehatan dan kabar terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apakah orang sehat bisa terkena kanker ginjal?

Bisa. Kanker dapat berkaitan dengan mutasi DNA acak, faktor genetik, kondisi medis, lingkungan, dan faktor gaya hidup.

2. Apakah merokok meningkatkan risiko kanker ginjal?

Ya. Merokok termasuk faktor risiko kanker ginjal dan risikonya berkaitan dengan jumlah paparan rokok.

3. Apakah tekanan darah tinggi berkaitan dengan kanker ginjal?

Ya. Tekanan darah tinggi tercatat sebagai salah satu faktor yang berkaitan dengan peningkatan risiko kanker ginjal.

4. Apakah kanker ginjal selalu menimbulkan gejala?

Belum tentu. Kanker ginjal dapat berkembang tanpa gejala pada tahap awal dan ditemukan secara tidak sengaja melalui pemeriksaan.

5. Apakah kanker ginjal bisa dicegah sepenuhnya?

Belum ada cara yang dapat menjamin pencegahan kanker ginjal. Namun, berhenti merokok, menjaga berat badan sehat, aktif bergerak, dan menghindari paparan bahan berbahaya dapat membantu menurunkan sejumlah risiko.

Sumber Informasi:

 Media Liputan6.com, dengan judul “Kanker Ginjal Bisa Terjadi pada Orang yang Menerapkan Gaya Hidup Sehat, Ini Faktor Penyebabnya”, oleh Ade Nasihudin Al Ansori. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id. Informasi medis diverifikasi dengan National Cancer Institute dan American Cancer Society.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
terapi kesehatan kesehatan tubuh pencegahan