Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Tanda Tubuh Kelebihan Gula hingga Risiko Ginjal, Simak Peringatan Ahli Gizi

AdminBTV • Jumat, 19 Juni 2026 | 11:02 WIB
Ilustrasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak serta dampaknya bagi kesehatan. (BTV/AI)
Ilustrasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak serta dampaknya bagi kesehatan. (BTV/AI)

Durasi Baca: 5 Menit

Topik: Mengenali Dampak Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak terhadap Kesehatan

Ikhtisar: Artikel ini membahas makanan yang perlu dibatasi, tanda kelebihan gula, batas konsumsi harian, serta langkah sederhana menerapkan pola makan seimbang.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Keripik kentang, cokelat, hingga minuman manis sering hadir dalam keseharian, tetapi ahli gizi mengingatkan bahwa beberapa di antaranya memiliki risiko kesehatan yang perlu diperhatikan sejak dini.

Penasaran makanan mana yang paling perlu dikurangi dan apa tanda tubuh mulai terdampak pola makan kurang sehat? Simak sampai habis, bahasannya padat dan mudah dipahami, Ces!

Baca Juga: Minuman Health Semakin Diminati, Ini Cara Memilih yang Tepat

Mengapa potato chips menjadi makanan yang paling perlu dibatasi?

Potato chips atau keripik kentang menempati urutan pertama makanan yang paling dianjurkan untuk dikurangi menurut Olivia Gresya, Ahli Gizi dan Dietician.

Alasannya cukup jelas. Produk ini umumnya diolah dengan cara digoreng dan sering kali menggunakan minyak yang dipanaskan berulang kali.

Olivia Gresya menjelaskan, "Minyak yang dipanaskan berkali-kali atau minyaknya kurang baik itu dia punya senyawa akrilamida namanya dan dia itu bisa meningkatkan namanya radikal bebas di tubuh kita."

Selain itu, kandungan garam atau natriumnya biasanya tinggi. Konsumsi natrium berlebih dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi, stroke, dan penyakit jantung pada usia yang lebih muda.

Belum selesai. Kalorinya juga cukup tinggi sehingga berpotensi meningkatkan berat badan bila dikonsumsi terlalu sering.

Dari cokelat, cookies, dan keripik, mana yang relatif lebih baik?

Cokelat dinilai sebagai pilihan yang relatif lebih baik dibandingkan dua produk lainnya, tetapi ada syarat penting yang harus diperhatikan.

Menurut Olivia Gresya, masyarakat perlu jeli membaca komposisi pada kemasan karena banyak produk cokelat di pasaran mengandung gula dalam jumlah tinggi.

Pilihan yang disarankan adalah dark chocolate dengan kandungan kakao sekitar 70 persen atau lebih. Meski rasanya cenderung pahit, jenis cokelat ini mengandung flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan dan baik bagi kesehatan jantung.

Pertanyaannya, sudahkah kebiasaan membaca label gizi menjadi bagian dari rutinitas saat berbelanja?

Apa dampak konsumsi gula berlebihan bagi tubuh?

Ilustrasi makanan manis berlebihan yang meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, dan ginjal. (BTV/AI)
Ilustrasi makanan manis berlebihan yang meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, dan ginjal. (BTV/AI)

Konsumsi gula berlebih tidak hanya memengaruhi kadar gula darah. Dalam jangka panjang, dampaknya bisa menjalar ke berbagai organ tubuh.

Olivia Gresya menjelaskan bahwa makanan tinggi gula dan lemak dapat meningkatkan radikal bebas. Di sisi lain, kurangnya konsumsi sayur dan buah membuat tubuh kehilangan perlindungan antioksidan.

Akibatnya terjadi proses oksidasi yang berlangsung kronis dan perlahan merusak tubuh. Karena itulah gula sering disebut sebagai silent killer.

Ia juga menegaskan:

"Apalagi nama sakit diabetes itu ada namanya sebutannya buat kita adalah mother of illness, ibu dari segala penyakit. Kalau misalnya kita sudah pola makan enggak baik, tinggi gula, jarang aktivitas, kurang makan sayur buah, punya diabetes dalam jangka waktu yang mungkin sekitar 5 tahun... itu akan memancing penyakit yang lain, salah satunya penyakit ginjal dan juga jantung."

Baca Juga: Anak Muda Urban Indonesia Picu Tren Konsultasi Kesehatan Digital

Apa tanda awal tubuh terlalu banyak menerima gula?

Tanda yang paling mudah terlihat sering muncul pada kulit.

Asupan gula tinggi dapat memicu lonjakan insulin yang merangsang hormon IGF1. Kondisi ini membuat produksi minyak kulit meningkat dan memicu munculnya jerawat.

Selain jerawat, kulit juga dapat terlihat kusam dan lebih cepat berkerut akibat kerusakan kolagen oleh radikal bebas.

Olivia Gresya juga menyebut beberapa indikasi lain yang perlu diperhatikan:

1. Mudah lapar meski sudah makan

2. Mudah haus

3. Sering buang air kecil pada malam hari

4. Muncul area kulit yang menghitam pada bagian tertentu

Gejala tersebut layak menjadi pengingat untuk mulai mengevaluasi pola konsumsi harian.

Baca Juga: Health Mata Sehat Hadapi Laptop Seharian Tanpa Cepat Lelah

Bagaimana kasus minuman manis bisa berujung pada gangguan ginjal?

Olivia Gresya mengaku pernah menangani kasus anak yang mengalami penyakit ginjal berat di salah satu kabupaten di Pulau Jawa.

Menurutnya, akses minuman manis yang sangat mudah membuat sebagian anak mengonsumsi hingga lima sampai enam saset setiap hari.

Kebiasaan tersebut berlangsung terus-menerus hingga kadar gula darah tinggi dalam waktu panjang. Saat diperiksa ke rumah sakit, kondisinya sudah berada pada tahap akhir penyakit ginjal dan memerlukan cuci darah.

Kasus ini menunjukkan bahwa kebiasaan kecil yang dianggap biasa dapat memberikan dampak besar jika berlangsung bertahun-tahun.

Berapa batas gula, garam, dan lemak yang dianjurkan setiap hari?

Pedoman gizi seimbang mengenalkan konsep G4-G1-L5 sebagai batas konsumsi maksimal harian.

Batasannya meliputi:

Untuk memulai pola makan yang lebih baik, Olivia Gresya menyarankan masyarakat memahami konsep "Isi Piringku".

Setengah piring terdiri dari karbohidrat dan lauk-pauk, sedangkan setengah lainnya berisi sayur dan buah. Ia menekankan bahwa porsi sayur idealnya sebanding dengan porsi nasi.

Selain itu, sarapan sebelum pukul 09.00 pagi juga dianjurkan agar tubuh memperoleh energi setelah berpuasa semalaman.

Baca Juga: Cara Membangun Healthy Relationship dengan Komunikasi dan Kepercayaan

Poin Penting:

Insight redaksi: Banyak orang fokus pada makanan yang terlihat manis atau berminyak, padahal persoalan utamanya sering muncul dari kebiasaan yang dilakukan setiap hari tanpa jeda. Dari paparan Olivia Gresya terlihat bahwa risiko kesehatan bukan hanya soal satu makanan tertentu, melainkan akumulasi pilihan makan dalam jangka panjang. Di Balikpapan, saat pilihan makanan praktis makin mudah ditemukan, kemampuan membaca komposisi dan mengatur porsi menjadi keterampilan penting. Jangan tunggu gejala muncul. Mulai dari piring makan sendiri, nah itu sudah.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam yang masih sering menganggap camilan dan minuman manis sebagai hal sepele. Informasi sederhana kadang memberi dampak besar bagi kesehatan keluarga.

Masih penasaran soal pola makan sehat, batas konsumsi harian, dan fakta gizi yang sering disalahpahami? Ikuti terus informasi terbaru hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Makanan mana yang paling perlu dikurangi menurut ahli gizi?
Potato chips karena tinggi garam, kalori, dan umumnya melalui proses penggorengan.

2. Jenis cokelat apa yang dinilai lebih baik?
Dark chocolate dengan kandungan kakao sekitar 70 persen atau lebih.

3. Apa tanda awal tubuh menerima terlalu banyak gula?
Jerawat, kulit kusam, mudah lapar, mudah haus, dan sering buang air kecil.

4. Berapa batas maksimal konsumsi gula per hari?
Maksimal 4 sendok makan atau setara 50 gram.

5. Apa langkah sederhana memulai gizi seimbang?
Menerapkan konsep Isi Piringku dan membiasakan sarapan sebelum pukul 09.00 pagi.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Olivia Gresya #potato chips #Isi Piringku