Ikhtisar: Deep frying merupakan teknik memasak dengan merendam makanan dalam minyak panas suhu tinggi agar matang merata. Teknik ini menghasilkan tekstur renyah sekaligus mengurangi penyerapan minyak bila dilakukan dengan benar.
Balikpapan TV - Hai Cess! Gorengan sudah menjadi bagian dari kebiasaan makan di Indonesia. Dari ayam goreng, tempe, tahu, sampai camilan jalanan. Hampir semua orang pernah menikmati makanan yang dimasak dengan minyak panas.
Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan konsumsi makanan goreng masih cukup tinggi di masyarakat. Bukan cuma di kota besar, tapi juga di daerah seperti Balikpapan. Warung kaki lima sampai dapur rumah tangga sering memakai teknik goreng karena praktis dan rasanya disukai banyak orang.
Masalahnya, banyak orang mengira menggoreng otomatis membuat makanan menyerap banyak minyak. Padahal teknik memasaknya punya pengaruh besar. Cara menggoreng yang tepat justru membantu makanan matang cepat dan tidak terlalu berminyak.
Nah, di sinilah teknik deep frying sering dibahas dalam dunia kuliner profesional. Penasaran kenapa metode ini sering dipakai restoran dan dapur hotel? Simak sampai habis Cess!
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan deep frying dalam teknik memasak?
Deep frying adalah teknik memasak dengan merendam bahan makanan sepenuhnya di dalam minyak panas. Suhu minyak biasanya berkisar 170–190°C.
Pada suhu tersebut, permukaan makanan langsung membentuk lapisan renyah. Lapisan ini membantu menjaga bagian dalam tetap lembut sekaligus membatasi minyak masuk ke dalam makanan.
Teknik ini berbeda dengan shallow frying yang hanya menggunakan sedikit minyak di wajan.
Menurut J. Kenji López-Alt, koki sekaligus penulis buku The Food Lab, suhu minyak sangat menentukan hasil gorengan.
“Jika suhu minyak cukup tinggi, permukaan makanan cepat membentuk kerak sehingga minyak sulit masuk ke dalam,” jelasnya dalam penjelasan teknik memasak berbasis sains kuliner.
Artinya sederhana. Bukan banyaknya minyak yang membuat gorengan berminyak, tetapi suhu yang kurang tepat. Pahamlah ikam.
Kenapa gorengan sering terasa berminyak padahal tekniknya sama?
Banyak dapur rumah sebenarnya sudah menggunakan teknik deep frying tanpa disadari. Namun hasilnya kadang berbeda.
Beberapa kesalahan umum sering terjadi.
Minyak dipakai berulang terlalu banyak.
Suhu minyak kurang panas saat makanan dimasukkan.
Bahan makanan terlalu basah.
Wajan terlalu penuh.
Ketika minyak tidak cukup panas, makanan akan menyerap minyak sebelum lapisan renyah terbentuk.
Itulah sebabnya banyak koki profesional selalu memeriksa suhu minyak sebelum menggoreng.
Nah, kadapapa pang memakai teknik goreng sederhana di rumah. Yang penting tahu cara kerjanya.
Baca Juga: Yoga Bukan Sekadar Tren, Ini Strategi Latihan yang Tepat
6 teknik praktis agar deep frying tidak menghasilkan minyak berlebih
1. Panaskan minyak hingga suhu yang tepat
Minyak yang terlalu dingin membuat makanan menyerap minyak. Sebaliknya, suhu terlalu tinggi bisa membuat permukaan cepat gosong. Rentang ideal biasanya 170–180°C untuk sebagian besar makanan goreng.
2. Gunakan minyak dengan titik asap tinggi
Minyak sawit, minyak kanola, dan minyak kacang tanah sering dipakai dalam teknik deep frying karena stabil pada suhu tinggi. Minyak seperti ini membantu proses memasak lebih konsisten.
3. Keringkan bahan sebelum digoreng
Air pada permukaan makanan membuat minyak memercik dan memperlambat pembentukan kerak renyah. Karena itu banyak koki mengeringkan bahan dengan tisu dapur sebelum digoreng.
4. Hindari menggoreng terlalu banyak sekaligus
Memasukkan terlalu banyak bahan ke dalam minyak akan menurunkan suhu minyak secara drastis. Akibatnya makanan menyerap minyak lebih banyak.
5. Gunakan tepung atau adonan pelapis
Lapisan tepung membantu menciptakan tekstur renyah. Selain itu lapisan ini juga berfungsi sebagai penghalang minyak masuk ke bahan makanan.
6. Tiriskan dengan benar setelah menggoreng
Setelah matang, makanan biasanya ditaruh di rak kawat atau kertas penyerap minyak. Cara ini membantu minyak berlebih keluar dari permukaan makanan.
Nah, teknik sederhana pang. Tapi hasilnya terasa berbeda.
Berapa suhu dan kebutuhan minyak dalam teknik deep frying?
Dalam dapur profesional, beberapa standar biasanya digunakan.
Suhu minyak untuk deep frying:
170–190°C
Kebutuhan minyak minimal:
Minyak harus cukup untuk merendam makanan sepenuhnya.
Peralatan yang sering dipakai:
-
Wajan dalam atau panci tebal
-
Termometer dapur
-
Saringan goreng
Estimasi penggunaan minyak rumah tangga sekitar 1–2 liter untuk wajan ukuran sedang.
Harga minyak goreng di Indonesia pada 2026 berkisar Rp15.000–Rp20.000 per liter berdasarkan harga rata-rata pasar pangan nasional.
Hal kecil apa yang sering diabaikan saat menggoreng?
Beberapa hal sederhana sering terlewat saat menggoreng di rumah:
• Minyak dipakai berulang terlalu banyak
• Sisa tepung jatuh ke dasar wajan
• Bahan makanan dimasukkan saat minyak belum panas
• Tirisan minyak tidak digunakan
Tips praktis:
• Saring minyak setelah dipakai
• Gunakan api stabil
• Tiriskan makanan beberapa menit sebelum disajikan
Kadapapa pang gorengan jadi menu favorit. Yang penting tekniknya tepat.
Strategi agar gorengan tetap terasa ringan saat dimakan
Beberapa langkah sederhana membantu menghasilkan gorengan lebih ringan:
1. Gunakan minyak baru atau minyak yang masih bersih
2. Jaga suhu minyak stabil selama proses menggoreng
3. Gunakan rak kawat sebagai tempat tirisan
4. Pilih bahan segar dan kadar air tidak terlalu tinggi
5. Hindari menggoreng terlalu lama
Cara ini sering digunakan di dapur restoran karena hasilnya lebih konsisten.
Poin Penting yang Perlu Diingat
1. Deep frying adalah teknik memasak dengan merendam makanan di minyak panas.
2. Suhu minyak sekitar 170–190°C penting untuk hasil renyah.
3. Minyak panas membantu membentuk lapisan kerak yang mengurangi penyerapan minyak.
4. Menggoreng terlalu banyak sekaligus menurunkan suhu minyak.
5. Tirisan minyak membantu mengurangi minyak pada makanan.
Insight: Teknik menggoreng sebenarnya memiliki prinsip sains kuliner sederhana. Suhu minyak tinggi membuat uap air keluar cepat dari bahan makanan sehingga terbentuk tekstur renyah. Jika suhu terlalu rendah, minyak masuk sebelum lapisan terbentuk. Inilah sebabnya dapur restoran sering menghasilkan gorengan terasa ringan. Di rumah juga bisa diterapkan dengan alat sederhana. Nah, memahami teknik dasar memasak sih membantu dapur rumahan menghasilkan makanan lebih berkualitas. Pahamlah ikam.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham teknik menggoreng yang benar.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”
FAQ
Apakah deep frying selalu membuat makanan berminyak?
Tidak. Jika suhu minyak cukup tinggi dan teknik menggoreng tepat, lapisan makanan akan terbentuk cepat sehingga minyak tidak mudah masuk.
Apakah minyak bisa dipakai berulang?
Bisa, namun jumlah pemakaian perlu dibatasi dan minyak harus disaring agar sisa makanan tidak terbakar.
Apakah semua makanan cocok dengan deep frying?
Tidak semua. Teknik ini biasanya digunakan untuk ayam goreng, kentang goreng, seafood, dan camilan berlapis tepung.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.