Keyla Editha Febrina• Senin, 2 Maret 2026 | 20:31 WIB
ilustrasi seseorang minum air putih saat berbuka puasa untuk mengembalikan cairan tubuh.
Ikhtisar:Minum air saat berbuka puasa kada boleh sekaligus. Tubuh perlu adaptasi bertahap agar cairan terserap optimal. Artikel ini membahas panduan minum aman saat berbuka berdasarkan rekomendasi ahli kesehatan.
Balikpapan TV - Hai Cess! Saat adzan magrib berkumandang, kebanyakan orang langsung meneguk air dalam jumlah banyak. Haus seharian memang terasa berat. Apalagi setelah aktivitas kerja, perjalanan, atau panas matahari di siang hari.
Namun kebiasaan minum sekaligus saat berbuka ternyata sering dikritik oleh banyak tenaga kesehatan. Tubuh yang seharian menahan cairan membutuhkan adaptasi perlahan agar sistem pencernaan bekerja optimal.
Di Indonesia, kebutuhan cairan harian orang dewasa berkisar 2–2,5 liter per hari tergantung aktivitas dan kondisi tubuh. Selama bulan puasa, waktu minum hanya terbatas dari berbuka hingga sahur. Pola minum yang keliru dapat memicu perut kembung, rasa penuh, bahkan gangguan pencernaan.
Nah, bagaimana cara mencukupi cairan tanpa membuat tubuh kaget saat berbuka? Baca terus sampai tuntan Cess!.
Kenapa minum air sekaligus saat berbuka sering membuat perut tidak nyaman?
Setelah berpuasa sekitar 13 jam, tubuh mengalami perubahan metabolisme. Lambung yang lama kosong akan lebih sensitif terhadap volume makanan atau minuman yang masuk secara mendadak.
Jika air diminum terlalu banyak dalam satu waktu, lambung bisa terasa penuh. Bahkan sebagian orang mengalami mual atau begah.
Menurut Frank Hu, profesor nutrisi dan epidemiologi di Harvard T.H. Chan School of Public Health:
“Tubuh manusia mengatur keseimbangan cairan secara bertahap. Minum dalam jumlah besar sekaligus tidak membuat hidrasi menjadi lebih cepat.”
Karena itu pendekatan bertahap dianggap lebih aman. Minum sedikit demi sedikit memberi kesempatan tubuh menyerap cairan secara efektif.
Contoh yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari: seseorang langsung menghabiskan dua gelas air setelah adzan magrib.
Lima menit kemudian perut terasa penuh dan nafsu makan menurun.
Padahal makanan utama masih menunggu.
seseorang minum air sedikit saat berbuka untuk menghindari perut penuh.
Kesalahan apa yang sering terjadi saat mengatur minum selama puasa?
Banyak orang fokus pada jumlah air, tetapi melupakan pola distribusinya.
Kesalahan yang sering terjadi di bulan puasa antara lain:
minum terlalu banyak saat berbuka
hampir tidak minum setelah makan malam
lupa minum sebelum tidur
sahur hanya minum satu gelas air
Akibatnya kebutuhan cairan harian sulit tercapai.
Beberapa orang juga memilih minuman manis berlebihan saat berbuka. Minuman tinggi gula memang terasa menyegarkan, tetapi konsumsi berlebihan dapat membuat tubuh cepat haus kembali.
Rekomendasi umum dari berbagai panduan kesehatan adalah membagi konsumsi air sepanjang malam hingga sahur.
Dengan cara ini tubuh memperoleh cairan secara stabil.
Pahamlah ikam.
contoh kesalahan minum terlalu banyak saat berbuka puasa.
Bagaimana cara aman mencukupi cairan saat berbuka puasa?
Berikut panduan sederhana yang sering direkomendasikan dalam pola hidrasi selama Ramadan.
1. Mulai berbuka dengan satu gelas air putih
Setelah adzan magrib, minum satu gelas air terlebih dahulu. Ini membantu mengaktifkan kembali sistem pencernaan.
Air putih juga membantu tubuh menyesuaikan kondisi setelah puasa panjang.
2. Tunggu beberapa menit sebelum menambah minum
Banyak orang langsung menambah minum setelah tegukan pertama.
Padahal memberi jeda beberapa menit membantu tubuh menyerap cairan secara bertahap.
Biasanya jeda 5–10 menit cukup sebelum melanjutkan minum atau makan makanan ringan.
3. Kombinasikan dengan makanan ringan
Kurma sering dianjurkan sebagai makanan pembuka puasa.
Kombinasi kurma dan air membantu mengembalikan energi karena kandungan gula alami dan mineral.
4. Minum bertahap sepanjang malam
Setelah makan utama, lanjutkan minum air secara bertahap. Pola ini sering dikenal sebagai metode pembagian minum malam hari.
Contohnya:
1 gelas saat berbuka
1 gelas setelah makan
1 gelas setelah tarawih
1 gelas sebelum tidur
1 gelas saat bangun sahur
1 gelas setelah makan sahur
5. Pilih air putih sebagai sumber utama cairan
Minuman manis atau berkafein sebaiknya tidak menjadi sumber utama cairan.
Air putih membantu hidrasi tanpa tambahan gula atau kalori berlebih.
6. Perhatikan sinyal tubuh
Haus, bibir kering, dan urin berwarna gelap sering menjadi tanda tubuh kekurangan cairan.
Jika tanda ini muncul, pola minum perlu diperbaiki.
Nah, itu sudah.
panduan pembagian minum air dari berbuka hingga sahur.
Berapa sebenarnya kebutuhan cairan orang dewasa saat puasa?
Kebutuhan cairan berbeda pada setiap orang. Namun beberapa panduan kesehatan memberikan estimasi yang cukup jelas.
Menurut pedoman kesehatan umum:
pria dewasa: sekitar 2,5 liter per hari
perempuan dewasa: sekitar 2 liter per hari
Jumlah ini termasuk cairan dari makanan seperti buah dan sup.
Jika dibagi selama waktu berbuka hingga sahur, pola minum biasanya sekitar 6–8 gelas air.
Bagi orang yang bekerja di luar ruangan atau banyak aktivitas fisik, kebutuhan cairan bisa lebih tinggi.
infografik kebutuhan cairan harian orang dewasa selama puasa.
Apa risiko jika tubuh kekurangan cairan selama puasa?
Kekurangan cairan atau dehidrasi bisa memicu berbagai masalah kesehatan.
Gejala yang sering muncul antara lain:
pusing
tubuh lemas
sakit kepala
konsentrasi menurun
Dalam kondisi lebih berat, dehidrasi dapat memengaruhi fungsi ginjal dan tekanan darah.
Karena itu pola minum saat berbuka menjadi bagian penting dari manajemen kesehatan selama Ramadan.
Tips sederhana yang sering disarankan tenaga kesehatan:
1. Prioritaskan air putih dibanding minuman manis 2. Hindari minuman berkafein berlebihan saat malam hari 3. Konsumsi buah dengan kandungan air tinggi seperti semangka atau melon
Bagaimana menjaga pola minum agar konsisten sepanjang Ramadan?
Kunci utama sebenarnya sederhana: konsistensi. Banyak orang mampu menjaga pola minum di awal Ramadan, tetapi mulai lalai setelah beberapa minggu.
Beberapa kebiasaan sederhana membantu menjaga hidrasi tubuh:
sediakan botol air di meja makan
minum air setelah tarawih
minum sebelum tidur
minum setelah bangun sahur
Dengan pola ini kebutuhan cairan harian lebih mudah tercapai.
Nah, ikam pasti pahamlah.
Insight:Tubuh manusia dirancang menyerap cairan secara bertahap, bukan sekaligus. Kebiasaan minum langsung banyak saat berbuka memang terasa menyegarkan sesaat. Namun sistem pencernaan membutuhkan waktu beradaptasi setelah berpuasa seharian. Membagi konsumsi air dari berbuka hingga sahur membantu hidrasi berjalan stabil. Cara ini sederhana tetapi sering terlewat. Di tengah rutinitas Ramadan yang padat, pola minum teratur sering dianggap sepele. Padahal dampaknya terasa sepanjang hari. Nah, pola kecil ini pang yang sering menentukan stamina puasa tetap nyaman. Pahamlah ikam.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham cara minum sehat saat berbuka.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"
FAQ
Apakah minum air banyak saat berbuka berbahaya? Minum dalam jumlah besar sekaligus dapat membuat perut terasa penuh dan kurang nyaman. Lebih baik minum bertahap.
Berapa jumlah air ideal saat berbuka? Satu gelas air putih saat berbuka cukup untuk memulai hidrasi tubuh sebelum makan.
Apakah minuman manis bisa menggantikan air putih? Minuman manis boleh dikonsumsi sesekali, namun air putih tetap menjadi sumber hidrasi utama.
DISCLAIMER Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.