Menu Buah Ramadan yang Sering Diremehkan, Padahal Bantu Tubuh Lawan Dehidrasi Saat Puasa
Keyla Editha Febrina• Senin, 2 Maret 2026 | 10:24 WIB
Potongan buah segar seperti semangka, pepaya, dan jeruk di meja berbuka Ramadan yang membantu menjaga
Ikhtisar:Buah tinggi air seperti semangka, pepaya, dan jeruk membantu menjaga cairan tubuh saat puasa. Pilihan buah yang tepat membantu energi kembali, mencegah lemas, dan mengurangi risiko dehidrasi selama Ramadan.
Balikpapan TV - Hai Cess!Puasa Ramadan sering diiringi keluhan yang sama setiap tahun. Tubuh terasa lemas, kepala ringan, bibir kering. Penyebabnya sering sederhana: cairan tubuh berkurang drastis setelah lebih dari 12 jam menahan makan dan minum.
Data kesehatan menunjukkan tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air. Saat cairan menurun, konsentrasi dan energi ikut turun. Gejala ringan seperti pusing hingga sulit fokus sering muncul ketika tubuh kehilangan cairan terlalu banyak.
Salah satu cara paling sederhana mengatasinya ternyata bukan sekadar minum air. Buah segar dengan kandungan air tinggi juga membantu mengganti cairan tubuh sekaligus memberi energi alami.
Penasaran buah apa saja yang efektif menjaga tubuh tetap segar selama puasa? Baca terus sampai tuntas Cess!
Buah apa saja yang paling membantu tubuh terhidrasi saat puasa?
Tidak semua buah memiliki efek yang sama terhadap hidrasi tubuh. Beberapa jenis mengandung air tinggi serta gula alami yang membantu mengisi energi setelah seharian berpuasa.
Beberapa buah yang sering direkomendasikan pakar gizi antara lain:
Semangka
Melon
Pepaya
Jeruk
Kurma
Buah dengan kadar air tinggi seperti semangka dan melon mampu membantu mengisi kembali cairan tubuh yang hilang selama puasa. Selain itu buah tersebut mengandung vitamin dan mineral penting.
Kurma memiliki kandungan fruktosa alami yang memberi energi cepat ketika berbuka. Karena itulah kurma sering menjadi makanan pertama saat berbuka di banyak budaya Muslim.
Contoh sederhana yang sering terlihat saat Ramadan: potongan semangka atau pepaya di meja berbuka keluarga. Selain segar, buah tersebut membantu tubuh beradaptasi kembali setelah puasa panjang.
Potongan semangka dan melon segar sebagai buah tinggi air untuk menu berbuka.hidrasi tubuh.
Kenapa sebagian orang masih lemas walau sudah makan buah saat berbuka?
Masalahnya sering bukan pada buahnya. Melainkan cara konsumsi. Kesalahan umum saat berbuka sering terjadi. Misalnya mengonsumsi jus buah dengan tambahan gula berlebih. Padahal buah segar sudah mengandung gula alami.
Kesalahan lain yang cukup sering:
Terlalu banyak makanan berminyak saat berbuka
Kurang minum air setelah makan
Mengonsumsi minuman berkafein
Minuman berkafein seperti kopi dapat meningkatkan produksi urine sehingga mempercepat kehilangan cairan tubuh.
Buah sebaiknya dimakan dalam bentuk segar, bukan sekadar jus manis.
Contoh kesalahan umum berbuka dengan minuman manis dibanding buah segar.
Bagaimana cara mengatur konsumsi buah agar tubuh tidak mudah dehidrasi saat puasa?
Berikut panduan sederhana yang sering direkomendasikan ahli gizi untuk memaksimalkan manfaat buah saat Ramadan.
Mulai berbuka dengan kurma dan air putih Kurma mengandung gula alami yang membantu tubuh mendapatkan energi dengan cepat setelah puasa panjang. Konsumsi 2–3 buah kurma bersama air membantu tubuh menyesuaikan metabolisme sebelum makan utama.
Tambahkan buah tinggi air setelah makan ringan Semangka atau melon dapat menjadi pilihan setelah kurma. Kandungan air pada buah tersebut membantu mengganti cairan tubuh yang hilang selama puasa.
Pilih buah utuh dibanding jus Buah utuh mengandung serat yang membantu penyerapan gula lebih stabil di dalam tubuh. Jus sering kehilangan serat alami dan sering ditambah gula.
Kombinasikan buah dengan makanan bergizi lain Buah bisa dipadukan dengan yoghurt atau salad buah sederhana tanpa sirup. Cara ini membantu tubuh mendapatkan vitamin, mineral, dan protein sekaligus.
Konsumsi buah juga saat sahur Buah seperti pepaya atau jeruk dapat membantu tubuh mendapatkan cairan tambahan sebelum memulai puasa. Kandungan airnya membantu menjaga hidrasi lebih lama.
Variasikan jenis buah setiap hari Setiap buah memiliki kandungan vitamin berbeda. Pepaya mengandung beta karoten, sedangkan jeruk kaya vitamin C. Variasi ini membantu tubuh mendapatkan nutrisi yang lebih lengkap.
Ilustrasi susunan menu berbuka berisi kurma, buah segar, dan air putih.
Berapa kandungan air dalam buah yang membantu hidrasi tubuh?
Kadar air pada buah cukup tinggi sehingga membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Beberapa contoh kandungan air pada buah:
Semangka sekitar 90 persen air
Jeruk sekitar 87 persen air
Nanas sekitar 86 persen air
Buah tersebut juga mengandung vitamin C, mineral, serta antioksidan yang membantu menjaga daya tahan tubuh.
Selain itu, ahli gizi juga menyarankan konsumsi buah sebagai sumber gula alami yang membantu mengembalikan energi tubuh setelah puasa panjang.
Kombinasi air, vitamin, dan mineral membuat buah menjadi menu berbuka yang ringan namun bermanfaat.
Infografik kandungan air pada buah seperti semangka dan jeruk.
Risiko apa yang sering diabaikan saat memilih buah untuk berbuka?
Walau sehat, ada beberapa hal yang sering luput diperhatikan.
Beberapa orang langsung mengonsumsi buah yang sangat asam saat perut kosong. Kondisi ini dapat memicu rasa tidak nyaman pada lambung.
Risiko lain adalah konsumsi buah dalam bentuk minuman manis yang tinggi gula tambahan. Jus buah dengan sirup atau gula sering memiliki kalori tinggi.
Tips sederhana agar konsumsi buah tetap sehat:
1. Pilih buah segar tanpa tambahan gula 2. Konsumsi buah dalam porsi wajar 3. Padukan dengan air putih yang cukup
Tubuh manusia membutuhkan sekitar 6–12 gelas cairan per hari selama Ramadan agar keseimbangan cairan tetap terjaga.
Apa strategi sederhana agar menu buah saat Ramadan tidak membosankan?
Menu buah sebenarnya sangat fleksibel.
Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah:
Salad buah tanpa sirup
Potongan buah segar setelah tarawih
Smoothie buah tanpa gula tambahan
Campuran buah pada yoghurt
Cara ini membuat konsumsi buah terasa segar setiap hari selama Ramadan.
Ahli nutrisi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, Dr. Frank Hu, pernah menjelaskan pentingnya konsumsi buah dalam pola makan sehat.
“Buah menyediakan vitamin, mineral, serat, dan berbagai senyawa bioaktif yang penting untuk kesehatan tubuh,” ujar Frank Hu.
Artinya, buah bukan hanya sekadar menu penutup berbuka. Fungsinya jauh lebih besar untuk mendukung kesehatan tubuh.
Insight:Puasa sering dianggap identik dengan rasa lemas. Padahal kuncinya sering berada pada pola makan saat berbuka dan sahur. Buah segar dengan kandungan air tinggi mampu membantu tubuh mendapatkan cairan sekaligus energi alami. Nah, pola sederhana seperti kurma saat berbuka, buah setelah makan ringan, serta air putih yang cukup sering memberi perubahan besar. Tidak perlu menu rumit pang. Yang penting konsisten. Pahamlah ikam, tubuh juga butuh nutrisi yang seimbang selama Ramadan.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham cara menjaga tubuh segar selama puasa Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
Apakah buah bisa menggantikan kebutuhan cairan saat puasa? Buah membantu hidrasi karena mengandung air tinggi, namun tetap perlu minum air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Berapa porsi buah yang dianjurkan saat berbuka? Umumnya satu hingga dua porsi buah segar cukup untuk membantu energi kembali tanpa membuat perut terlalu penuh.
Apakah jus buah sehat untuk berbuka puasa? Jus boleh dikonsumsi, namun sebaiknya tanpa tambahan gula agar manfaat buah tetap optimal.
DISCLAIMER Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.