Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Kisah Ibu Tiga Anak di Sukoharjo, Program MBG Lewat SPPG Bantu Ekonomi Keluarga Bangkit

Arya Kusuma • Selasa, 24 Februari 2026 | 18:42 WIB

Nur Alisa bekerja di dapur SPPG Polokarto Sukoharjo, program MBG bantu ekonomi keluarga dan biaya sekolah anak.
Nur Alisa bekerja di dapur SPPG Polokarto Sukoharjo, program MBG bantu ekonomi keluarga dan biaya sekolah anak.

Ikhtisar: Nur Alisa di Sukoharjo bangkit dari lilitan utang setelah bekerja di SPPG program MBG. Kini kebutuhan anak dan cicilan utang mulai tertangani, harapan baru pun tumbuh.

Balikpapan TV - Hai Cess! Perjuangan ibu tiga anak di Sukoharjo, Jawa Tengah, ini nyata. Nur Alisa, penjahit rumahan, sempat terseok memenuhi kebutuhan keluarga. Penghasilan dari jarum dan benang tak cukup untuk menutup utang dan biaya sekolah anak. Kini, setelah bekerja di SPPG Polokarto Sukoharjo dalam program MBG, napas ekonominya mulai terasa lebih lega.

Ikuti terus kisahnya sampai tuntas, karena dari dapur sederhana inilah harapan itu dimasak ulang jadi lebih hangat Cess!

Bagaimana Kondisi Ekonomi Nur Alisa Sebelum Bergabung di SPPG?

Situasinya jelas, penghasilan keluarga belum mencukupi kebutuhan dasar. Dari menjahit, Alisa hanya mengumpulkan sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per minggu. Sementara suaminya sebagai kuli bangunan rata-rata memperoleh Rp100 ribu per hari.

Jika digabung, nominal itu tetap terasa berat untuk tiga anak. Anak pertama duduk di kelas 1 MTs, anak kedua masih TK, dan si bungsu baru tiga tahun. Biaya sekolah, kebutuhan makan, dan cicilan utang berjalan beriringan. Tekanan ekonomi membuat hari-hari terasa penuh perhitungan.

Utang belum lunas, kebutuhan terus datang. Untuk makan sehari-hari saja sering was-was. Kondisi ini membuat tambahan penghasilan bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan mendesak.

Baca Juga: Halaman Licin Usai Hujan? Ini Cara Alami Bersihkan Lumut Paving Tanpa Cairan Berbahaya

Apa Itu SPPG dan Peran Program MBG bagi Keluarga Alisa?

SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi merupakan dapur dalam program MBG. Di sinilah Alisa kini bekerja, tepatnya di SPPG Polokarto Sukoharjo.

“Sekarang saya kerja di SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi/dapur MBG). Alhamdulillah, bisa sedikit melunasi utang sama bisa mencukupi kebutuhan anak, buat bayar sekolah,” kata Alisa.

Kalimat itu sederhana, tapi maknanya dalam. Program MBG bukan sekadar soal pemenuhan gizi anak-anak Indonesia. Bagi Alisa, ini pintu tambahan rezeki. Ia masih bisa menyambi menjahit, jadi penghasilan keluarga punya dua sumber. Nah' itu sudah, mulai terasa bedanya pahamlah ikam.

Seberapa Besar Dampak Tambahan Penghasilan dari SPPG?

Dampaknya langsung terasa pada kebutuhan paling dasar. Cicilan utang mulai dibayar, biaya sekolah anak bisa ditunaikan tanpa menunggu terlalu lama. Ada ruang bernapas yang sebelumnya nyaris tak ada.

Alisa tetap menjahit. Pekerjaan lamanya tidak ditinggalkan, justru dilanjutkan sebagai tambahan. Kombinasi dua penghasilan ini membuat pengeluaran rumah tangga lebih tertata.

Yang menarik, program ini bukan hanya membantu dari sisi ekonomi, tetapi juga membuka lingkungan kerja baru. “Mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas program ini. Bisa membantu ekonomi keluarga saya, bisa menyekolahkan anak saya. Alhamdulillah teman-temannya juga baik-baik semua,” ujar Alisa.

Mengapa Alisa Berharap Program MBG Terus Berlanjut?

Harapannya jelas. Program MBG tidak hanya menyentuh sisi gizi anak-anak, tetapi juga memberi peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Bagi Alisa, keberlanjutan program ini berarti keberlanjutan penghasilan tambahan. Artinya, kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi dan pendidikan anak-anaknya tetap berjalan. Tidak ada lagi rasa cemas berlebihan saat memikirkan biaya sekolah.

Ia juga menyampaikan apresiasi secara langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. “Terima kasih Pak Prabowo (Presiden RI Prabowo Subianto). Semoga Pak Prabowo sehat terlalu, sukses selalu, dapat mengayomi warganya,” tutup dia. Harapan itu sederhana, tapi tulus.

Apa Pelajaran dari Kisah Nur Alisa untuk Keluarga Lain?

Kisah ini menunjukkan satu hal penting, tambahan akses pekerjaan bisa mengubah situasi keluarga secara nyata. Ketika satu sumber penghasilan terasa kurang, peluang baru menjadi jembatan.

Dalam konteks keluarga Alisa, ada beberapa poin yang bisa dicatat:

  1. Diversifikasi penghasilan membantu mengurangi tekanan ekonomi.

  2. Program berbasis gizi anak dapat berdampak langsung pada ekonomi keluarga.

  3. Peluang kerja lokal memberi efek berantai pada pendidikan anak.

Cerita ini bukan soal angka besar. Ini tentang konsistensi. Dari Rp150 ribu per minggu hingga tambahan dari bekerja di SPPG, perlahan kondisi berubah. Sedikit demi sedikit, utang dicicil. Sekolah anak tetap berjalan. Pahamlah ikam, perubahan itu kadang datang dari dapur, bukan dari gedung tinggi.

Insight: Program MBG lewat SPPG menunjukkan dampak ganda. Di satu sisi, pemenuhan gizi anak berjalan. Di sisi lain, ekonomi keluarga pekerja ikut terangkat. Ini bukan solusi instan, tapi langkah konkret yang terasa langsung. Bagi keluarga seperti Alisa, stabilitas kecil setiap bulan jauh lebih berarti dibanding janji besar tanpa realisasi. Di situlah letak nilainya, Cess. Program sosial yang menyentuh dapur rumah tangga, hasilnya lebih terasa.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham soal dampak nyata program ini. Jangan disimpan sorangan, kawal jua informasinya Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

FAQ

1. Berapa penghasilan Nur Alisa sebelum bekerja di SPPG?
Dari menjahit, Alisa memperoleh sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per minggu. Suaminya sebagai kuli bangunan rata-rata Rp100 ribu per hari.

2. Apa itu SPPG dalam program MBG?
SPPG adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau dapur dalam program MBG, tempat Alisa kini bekerja di Polokarto Sukoharjo.

3. Apa dampak program MBG bagi keluarga Alisa?
Program ini membantu menambah penghasilan, mencicil utang, serta memenuhi kebutuhan dan biaya sekolah tiga anaknya.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#Nur Alisa warga Sukoharjo jawa Tengah #Program MBG #sppg polokarto sukoharjo