Ikhtisar: ANTAM memperkuat kesejahteraan sosial dan ekonomi di Pongkor lewat program inovasi sosial berbasis ekosistem, pertanian sirkular, dan pemberdayaan masyarakat, sebagai wujud komitmen keberlanjutan dan praktik tambang berkelanjutan.
Balikpapan TV - Hai Cess! Komitmen bisnis berkelanjutan kembali ditegaskan PT ANTAM Tbk lewat serangkaian program inovasi sosial di wilayah operasinya, termasuk di UBP Emas Pongkor, Kabupaten Bogor. Fokusnya jelas. Bukan cuma tambang jalan sesuai regulasi dan good mining practice, tapi juga masyarakat sekitar ikut tumbuh dan mandiri secara ekonomi.
Penasaran bagaimana model pemberdayaan ini dijalankan sampai berdampak nyata ke desa-desa sekitar tambang? Baca terus sampai tuntas, Pahamlah ikam… Cess!
Bagaimana ANTAM Menjalankan Bisnis Berkelanjutan di Wilayah Tambang?
ANTAM menempatkan praktik tambang yang baik dan operation excellence sebagai pondasi utama operasionalnya. Semua kegiatan dijalankan sesuai regulasi yang berlaku, sekaligus menjaga keseimbangan antara bisnis dan lingkungan.
Bagi ANTAM, keberlanjutan bukan slogan tempelan. Prinsip ESG dijalankan lewat sinergi langsung dengan masyarakat sekitar wilayah operasi. Jadi bukan model kerja sendiri, melainkan tumbuh bareng. Pendekatan ini diterjemahkan dalam berbagai program inovasi sosial yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
Sekretaris Perusahaan ANTAM, Wisnu Danandi Haryanto, menegaskan bahwa pelaksanaan program inovasi sosial menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk bertumbuh bersama masyarakat sekitar. “Sebagai upaya untuk meningkatkan kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasi, kami terus berupaya menciptakan berbagai program inovasi sosial yang sesuai dengan kebutuhan. Bersama masyarakat, kami menginisiasi, membuat dan mengimplementasikan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dengan harapan untuk meningkatkan perekonomian,” kata Wisnu.
Baca Juga: Peran BRI Dorong Kredit Program Perumahan untuk Akses Rumah Terjangkau Nasional
Apa Itu Program Cikal Tangkal dan Mengapa Jadi Titik Awal Perubahan di Pongkor?
Inovasi sosial di UBP Emas Pongkor sudah berjalan beberapa tahun terakhir, dan Cikal Tangkal menjadi fondasi pentingnya. Program Cikal Tangkal atau Ciguha Kampung Lestari Tanggung Kawal Lingkungan dimulai di Desa Bantar Karet dengan fokus pada pemulihan kawasan dan penguatan kelembagaan masyarakat.
Program ini bergerak di fase restorasi lingkungan sekaligus membangun kembali kohesi sosial. Kawasan yang sebelumnya rentan diarahkan menjadi lebih tertata dan produktif. Pendekatannya bukan sekadar perbaikan fisik, tapi juga penguatan struktur sosial warga desa.
Cikal Tangkal kemudian menjadi arah baru pembangunan desa berbasis keberlanjutan. Dari titik ini, ANTAM melanjutkan langkah lewat program lain di desa berbeda, memperluas dampak dan menjaga kesinambungan inisiatif sosial yang sudah dirintis.
Bagaimana Pepeling Cisangku Menggabungkan Lingkungan dan Ekonomi Lokal?
Di Desa Malasari, ANTAM menjalankan Program Pepeling Cisangku. Intinya sederhana tapi strategis. Pelestarian lingkungan berjalan seiring dengan penguatan ekonomi lokal.
Pepeling Cisangku menggunakan pendekatan berbasis komunitas. Masyarakat tidak hanya jadi penerima manfaat, tapi juga pemilik usaha. Kapasitas kelompok ditingkatkan, akses pasar diperkuat. Model ini menciptakan rasa memiliki sekaligus tanggung jawab bersama terhadap keberlanjutan program.
Wisnu menjelaskan, “Pepeling Cisangku mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan penguatan ekonomi lokal. Pendekatan berbasis komunitas diterapkan untuk membangun kepemilikan usaha, meningkatkan kapasitas kelompok, dan memperkuat akses terhadap pasar.” Dari sini terlihat, arah kebijakan bukan bantuan sesaat, melainkan penguatan sistem ekonomi desa.
Apa Dampak Program Sundung Cisarua bagi Pemuda dan Kelompok Rentan?
Pada 2024, ANTAM mengembangkan Program Sundung Cisarua di Desa Cisarua. Fokusnya pada sistem pertanian dan peternakan terintegrasi yang melibatkan pemuda, perempuan, serta kelompok rentan.
Program ini membuka ruang ekonomi yang lebih stabil dan legal. Struktur sosial desa ikut menguat karena banyak elemen masyarakat dilibatkan. Tidak ada yang tertinggal. Semua punya peran.
Dampaknya bukan cuma pada pendapatan, tetapi juga rasa percaya diri warga desa dalam menentukan arah masa depan mereka. Ketika peluang ekonomi tersedia dan sistemnya jelas, desa punya pijakan lebih kuat menghadapi tantangan.
Mengapa Garitan Kalongliud Disebut Solusi Sistemik Pascabencana?
Program Garitan Kalongliud hadir sebagai respons atas krisis di Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, pascabanjir dan longsor tahun 2020 yang merusak infrastruktur irigasi. Kondisinya tidak ringan.
Lewat model pertanian sirkular terpadu, ANTAM memulihkan lahan tidur, meningkatkan efisiensi irigasi, dan mengolah limbah lokal menjadi pupuk organik. Sistemnya menyatu. Dari hulu ke hilir. Hasilnya konkret. Pendapatan kelompok tani meningkat signifikan, biaya produksi menurun, dan indeks kepuasan masyarakat menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap program.
Wisnu menegaskan, “Program Garitan Kalongliud merupakan salah satu program inovasi sosial yang telah dijalankan ANTAM sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan Perusahaan yang dilaksanakan secara terintegrasi. Melalui model berbasis ekosistem ini, kami berharap desa mampu membangun ketahanan jangka panjang yang mandiri dan berkelanjutan.” Jadi bukan bantuan jangka pendek. Ini desain jangka panjang. Nah’ itu sudah, sistemnya dibangun dari akarnya.
Insight: Langkah ANTAM di Pongkor menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak berhenti di pagar tambang. Ketika praktik good mining practice disandingkan dengan pemberdayaan ekonomi desa, dampaknya terasa lebih utuh. Bukan hanya soal produksi, tapi tentang ketahanan sosial. Tantangannya ada di konsistensi dan evaluasi berkala agar program tetap relevan. Model berbasis ekosistem seperti Garitan Kalongliud patut dicermati sebagai pendekatan strategis. Di Balikpapan yang juga kota industri, konsep serupa bisa jadi referensi. Pahamlah ikam, pembangunan perlu arah jelas dan pijakan kuat Cess.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham bagaimana model inovasi sosial berbasis tambang dijalankan secara terintegrasi. Kawal informasi positif, kawalan!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”
FAQ
1. Apa tujuan utama program inovasi sosial ANTAM di Pongkor?
Untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasi melalui program pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan penguatan kelembagaan desa.
2. Apa yang membedakan Garitan Kalongliud dengan program bantuan biasa?
Program ini dirancang sebagai solusi sistemik berbasis ekosistem pertanian sirkular, bukan bantuan jangka pendek, dengan fokus pada ketahanan jangka panjang.
3. Siapa saja yang dilibatkan dalam program pemberdayaan di Pongkor?
Masyarakat desa, kelompok tani, pemuda, perempuan, dan kelompok rentan yang terlibat langsung dalam sistem pertanian dan penguatan ekonomi lokal.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.