Ikhtisar: Inflasi Balikpapan naik 0,30 persen pada Minggu II Februari 2026. Kenaikan dipicu angkutan udara, ayam ras, emas, kopi, dan tomat menjelang Ramadan, di tengah cuaca hujan dan gangguan pasokan.
Balikpapan TV - Hai Cess!
Kota Balikpapan mulai merasakan tekanan inflasi pada Minggu ke-II Februari 2026. Hasil survei monitoring harga Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan terhadap 59 komoditas mencatat inflasi sebesar 0,30 persen secara month to month. Angka ini lebih tinggi dibanding Januari 2026 yang justru deflasi 0,11 persen.
Menjelang Ramadan, sejumlah komoditas strategis mengalami kenaikan harga akibat lonjakan permintaan dan gangguan pasokan. Penasaran komoditas apa saja yang bikin inflasi Balikpapan merangkak naik? Simak terus sampai habis Cess!
Kenapa Inflasi Balikpapan Naik di Februari 2026?
Tekanan inflasi Balikpapan pada Februari 2026 terjadi karena kombinasi peningkatan permintaan dan pasokan yang terganggu. Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, menyampaikan bahwa perkembangan harga pada Minggu II Februari menunjukkan adanya tekanan inflasi, terutama menjelang Ramadan.
Kondisi ini berbeda dengan Januari 2026 yang mencatat deflasi 0,11 persen. Artinya, terjadi pergeseran dinamika harga hanya dalam waktu satu bulan. Permintaan masyarakat yang meningkat menjelang bulan puasa ikut mendorong kenaikan sejumlah komoditas.
“Secara umum, perkembangan harga pada Minggu II Februari 2026 menunjukkan adanya tekanan inflasi, terutama menjelang Ramadan,” ujar Haemusri dalam keterangannya.
Baca Juga: Limbah Batang Pisang Jadi Pupuk Organik Subur, Saatnya Kebun Lebih Ramah Lingkungan
Komoditas Apa Saja Penyumbang Inflasi Balikpapan?
Lima komoditas utama menjadi penyumbang inflasi Balikpapan pada periode ini. Pertama, angkutan udara. Kedua, daging ayam ras. Ketiga, emas perhiasan. Keempat, kopi bubuk. Kelima, tomat sayur.
Kenaikan tarif angkutan udara dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Ramadan. Permintaan transportasi melonjak, harga pun ikut terdorong naik. Fenomena ini sering muncul saat momen keagamaan dengan arus perjalanan yang meningkat.
Daging ayam ras juga mengalami kenaikan harga. Penyebabnya adalah berkurangnya pasokan ayam beku dari Pulau Jawa serta ayam segar dari Balikpapan dan sekitarnya, sementara permintaan masih kuat. Di sisi lain, emas perhiasan naik karena tren penguatan harga emas dunia. Harga kopi bubuk terdorong naik akibat kenaikan harga bahan baku di tingkat produsen, sedangkan tomat sayur terkerek karena pasokan dari Jawa dan Sulawesi menurun.
Bagaimana Cuaca dan Pasokan Pengaruhi Harga Pangan?
Komoditas hortikultura menjadi salah satu sektor yang terdampak. Disdag mencatat kenaikan harga pada tomat sayur, cabai rawit, dan kacang panjang. Cuaca dengan intensitas hujan tinggi dinilai berpotensi memengaruhi volume produksi serta biaya distribusi.
Pasokan dari daerah sentra produksi di Jawa dan Sulawesi mengalami keterbatasan stok. Ketika suplai berkurang dan permintaan relatif stabil, harga bergerak naik. Mekanisme pasar bekerja apa adanya.
“Perlu penguatan monitoring harga dan ketersediaan stok hingga ke tingkat distributor dan produsen, termasuk petani, agar pasokan tetap terjaga selama musim hujan,” kata Haemusri.
Apakah Semua Komoditas Naik? Ini Daftar yang Deflasi
Meski inflasi terjadi, tidak semua harga naik. Survei mencatat lima komoditas mengalami deflasi terdalam, yaitu bensin, beras, bawang merah, popok bayi, dan sawi hijau.
Penurunan harga komoditas tersebut memberi penyeimbang di tengah tekanan pada sektor lain. Artinya, dinamika inflasi Balikpapan tetap bergerak variatif, tergantung kondisi permintaan dan pasokan masing-masing komoditas.
Secara umum, Balikpapan diprakirakan berisiko mengalami inflasi pada Februari 2026. Namun, adanya komoditas yang turun menunjukkan bahwa pergerakan harga tidak seragam di semua lini.
Langkah Apa yang Dilakukan TPID untuk Kendalikan Inflasi?
Pengendalian inflasi menjadi fokus Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan. Haemusri menekankan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga.
Langkah yang didorong meliputi konsistensi rapat koordinasi, monitoring harga dan stok harian, optimalisasi Gerakan Pangan Murah, Operasi Pasar, serta pemanfaatan Belanja Tidak Terduga. Selain itu, kerja sama pasokan pangan dengan kelompok tani, peternak, dan perikanan juga diperkuat.
Masyarakat juga dapat memantau perkembangan harga komoditas strategis secara harian melalui laman resmi Bank Indonesia. Transparansi data ini membantu publik memahami pergerakan harga secara real time. Pahamlah ikam, data terbuka bikin perencanaan belanja lebih matang Cess.
Insight: Inflasi 0,30 persen di Balikpapan menjadi sinyal penting menjelang Ramadan. Kenaikan harga dipengaruhi mobilitas, pasokan, dan cuaca. Informasi ini membantu masyarakat membaca situasi pasar lebih jernih dan menyesuaikan perencanaan belanja sesuai kondisi terkini.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang update soal inflasi Balikpapan dan kondisi harga jelang Ramadan Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Berapa inflasi Balikpapan pada Minggu II Februari 2026?
Inflasi tercatat sebesar 0,30 persen secara month to month berdasarkan survei 59 komoditas oleh Bank Indonesia Balikpapan.
2. Apa penyebab utama kenaikan harga di Balikpapan?
Peningkatan permintaan menjelang Ramadan serta gangguan pasokan, terutama pada angkutan udara, ayam ras, emas perhiasan, kopi bubuk, dan tomat sayur.
3. Di mana masyarakat bisa memantau harga pangan terbaru?
Perkembangan harga komoditas strategis dapat diakses melalui laman resmi Bank Indonesia secara harian.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.