Balikpapan TV - Hai Cess! Tren desain interior 2026 bergerak ke arah yang lebih personal, ekspresif, dan terasa hidup. Rumah tidak lagi dituntut tampil selalu rapi dan seragam, tapi justru memberi ruang bagi karakter penghuninya untuk muncul apa adanya. Mulai dari gaya interior lived-in, detail dekoratif yang emosional, material kayu berkarakter, hingga dominasi warna tanah yang hangat, semuanya mencerminkan perubahan cara pandang orang terhadap makna “rumah”.
Masuk lebih dalam, tren ini bukan soal ikut-ikutan, tapi soal rasa. Rumah didesain bukan hanya sedap dipandang, tapi juga nyaman dihuni setiap hari. Penasaran kenapa tren interior 2026 terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari dan relevan buat banyak orang? Baca terus sampai akhir Cess!
Kenapa interior ‘lived-in’ makin diminati di 2026?
Interior lived-in menjadi sorotan karena menghadirkan suasana santai dan tidak dibuat-buat. Gaya ini memadukan elemen lama dan baru, polos dan bermotif, vintage dan modern, dalam satu ruang yang terasa alami. Kesan sedikit berantakan justru disengaja agar rumah tampak hidup dan digunakan, bukan sekadar dipamerkan.
Lucy Hammond Giles, direktur di Sibyl Colefax & Fowler, menyebut kesadaran ini tumbuh seiring media sosial. Menurutnya, mendekorasi rumah kini tidak hanya untuk terlihat bagus di foto, tetapi juga mencerminkan cara ruang tersebut benar-benar dihuni. Orang mulai berani menampilkan ruang apa adanya, lengkap dengan cerita di baliknya.
Pendapat senada disampaikan Sophie Salata, Head of Brand di Vinterior. Ia mencatat 2026 fokus pada penggabungan elemen yang menciptakan rasa “ini rumahku”. Ketidaksempurnaan, tatanan lembut, dan interior yang terasa dikumpulkan selama bertahun-tahun membuat ruang terasa relevan dan mengundang, pahamlah ikam.
Bagaimana detail dekoratif mengubah suasana ruang?
Detail dekoratif jadi cara cepat meningkatkan tampilan interior tanpa harus mengubah banyak hal. Salah satu yang mencuat adalah penggunaan rumbai atau fringe pada tempat tidur, sofa, kursi, hingga bantal. Elemen ini membuat kain polos terlihat lebih mewah dan berkarakter.
Stephanie Martin dari Stephanie Martin Interior Design menekankan pentingnya ornamen yang disesuaikan. Menurutnya, detail arsitektur dan hiasan yang tepat mampu memberi kesan dramatis tanpa membuat ruang terasa penuh. Desain pun menjadi lebih emosional, dekat dengan rasa nyaman, personal, dan tahan waktu.
Selain rumbai, tassel bertekstur juga kembali populer. Tassel ini mulai menggantikan tepian bergelombang yang sempat tren. Digunakan pada gorden, furniture, dan bantal, tampilannya playful namun tetap lembut. Nah’ itu sudah, detail kecil tapi dampaknya terasa ke seluruh ruangan.
Apa alasan material kayu berkarakter kembali populer?
Kayu dengan nuansa lebih gelap kembali diminati setelah lama didominasi warna terang. Di 2026, pilihan kayu mengarah pada yang berkarakter seperti burl wood. Tren ini sejalan dengan meningkatnya minat pada furnitur brutalist dan vintage berukuran besar.
Elana Tenenbaum Cline dari Carta Creatives menyebut adanya peningkatan permintaan pada material alami yang menampilkan tekstur dan kedalaman. Batu bercorak dinamis, kayu hangat, dan logam hasil pengerjaan tangan dipadukan dengan detail arsitektur bermakna, bukan sekadar hiasan.
Keinginan menghadirkan interior yang membumi juga jadi faktor utama. Kayu memberi sensasi hangat, kaya indra, dan terasa terhubung dengan lingkungan sekitar. Rumah pun tidak hanya terlihat, tapi juga terasa nyaman saat ditempati setiap hari, ya’kalo, pahamlah ikam.
Mengapa warna tanah jadi pilihan utama interior 2026?
Nuansa warna tanah atau earthy color semakin menonjol di 2026. Dusty blue muncul sebagai warna favorit, sering dipadukan dengan warna bumi yang lebih kaya. Kombinasi cokelat tua dan biru pucat lembut memberi kesan powdery yang tenang namun berkarakter.
Andrea Magno, direktur pemasaran di Benjamin Moore, menyebut cokelat kini hampir menggantikan hitam. Alasannya sederhana, cokelat menghadirkan kehangatan yang lebih lembut. Warna ini fleksibel dan mudah dipadukan dalam berbagai konsep ruang.
Selain itu, hijau gelap bernuansa tanah, karamel, dan ochre pada pelapis furniture juga diprediksi populer. Palet ini menciptakan kesan dramatis sekaligus menonjolkan detail arsitektural seperti bingkai jendela dan lis pintu. Rumah terasa lebih dalam, hangat, dan berkarakter, Cess.
Baca Juga: Penajam Paser Utara Resmi Zona Hijau Malaria, Kasus Turun Tajam Sepanjang 2025
Ikhtisar
Tren desain interior 2026 menekankan ekspresi personal dan kenyamanan nyata. Gaya lived-in menghadirkan rumah yang terasa dihuni, detail dekoratif memberi sentuhan emosional, material kayu berkarakter menambah kedalaman, dan warna tanah menciptakan kehangatan visual. Semua berpadu membentuk interior yang membumi, relevan, dan dekat dengan keseharian.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham arah tren interior terbaru dan bisa menyesuaikan dengan gaya rumah masing-masing.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”
FAQ
Apa itu interior lived-in dalam tren 2026?
Interior lived-in adalah gaya desain yang menampilkan rumah apa adanya, dengan perpaduan elemen lama dan baru yang terasa alami.
Detail dekoratif apa yang paling menonjol di 2026?
Rumbai dan tassel bertekstur pada furniture, gorden, dan bantal menjadi detail yang banyak digunakan.
Warna apa yang mendominasi desain interior 2026?
Nuansa warna tanah seperti cokelat, dusty blue, hijau gelap, karamel, dan ochre menjadi pilihan utama.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.
-BAYU-